Jumat, 02 Januari 2026

KORUPSI DANA BANTUAN BENCANA ALAM, PEJABAT KENYANG RAKYAT KELAPARAN

[ Opini ] 

Sumber: kedaipena.com

Bencana alam selalu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah situasi tersebut, bantuan sosial seharusnya hadir sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian negara terhadap rakyatnya. Namun, dugaan korupsi dana bantuan yang melibatkan Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara, justru menambah luka baru di tengah penderitaan masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari bencana.

Dana bantuan bencana bukan hanya sekedar angka yang tertulis dalam laporan keuangan. Ia adalah harapan nyata bagi masyarakat yang kehilangan harta, tempat tinggal, rasa aman, hingga trauma psikologis. Ketika dana tersebut dikorupsi yang hilang dan dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga hak hidup layak para korban bencana. Dalam situasi darurat, setiap rupiah seharusnya tiba tepat waktu dan tepat sasaran, bukan berbelok ke kantong pejabat.

Dilansir dari kumparan.com Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Samosir menetapkan Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir, Fitri Agus Karokaro, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Kabupaten Samosir pada tahun 2024. Ia diduga menyelewengkan dana bantuan bencana sebesar Rp 516.298.000 atau Rp 516,2 juta, dari total bantuan bencana yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) yakni sebesar Rp 1,5 miliar.

Kasus ini membuka fakta pahit bahwa jabatan publik masih kerap dipandang sebagai alat untuk memperkaya diri, bukan sebagai sarana untuk melayani. Ironisnya, korupsi ini terjadi di sektor pemerintahan yang membawa nama “sosial”, institusi yang seharusnya meringankan beban masyarakat justru dikaitkan dengan praktik yang menambah penderitaan.

Menurut saya, persoalan ini tidak bisa dilihat sebagai kesalahan individu semata, dugaan korupsi di lingkungan Dinas Sosial menandakan adanya sistem yang rapuh dan pengawasan yang longgar. Ketika anggaran besar dikelola tanpa adanya transparansi, maka korupsi hanya menunggu waktu untuk terjadi.

Serta saya juga mempertanyakan apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran seorang pejabat sehingga berani melakukan tindakan korupsi disaat rakyatnya berada dalam situasi paling sulit. Korupsi dana bantuan korban banjir bandang bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan bentuk pengabaian terhadap nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

Dilansir dari detik.com, Fitri Agus diduga mengubah cara penyaluran bantuan yang awalnya berupa uang tunai menjadi barang. Ia menunjuk sendiri penyedia barang bantuan tersebut tanpa persetujuan dari Kemensos. Jaksa menduga Fitri Agus meminta jatah 15% dari nilai bantuan kepada Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) untuk keuntungan pribadinya dan pihak lain.

Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan. Dugaan korupsi dana bantuan bencana ini harus diusut secara menyeluruh agar kebenaran dapat terungkap. Jika terbukti bersalah, pelaku wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku, agar memberikan efek jera dan memulihkan kepercayaan publik. 

Serta negara wajib melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola bantuan bencana. Mekanisme distribusi harus transparan, dapat diawasi publik, dan melibatkan partisipasi masyarakat sipil. Bantuan yang menyangkut nyawa manusia tidak boleh dikelola secara sembarangan.

Pada akhirnya, bencana alam memang tidak dapat dicegah, tetapi bencana moral akibat korupsi seharusnya bisa dihentikan. Jika pejabat terus kenyang sementara rakyat kelaparan, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan, melainkan juga nilai kemanusiaan itu sendiri.

Karya: Byline
Editor: Novel

DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-57, UIN RIL KEMBALI ADAKAN JALAN SEHAT

[ Berita ]

Sumber: Eksemplar

Raden Intan — Dalam rangka Dies Natalis ke-57, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) kembali adakan jalan sehat. (Sabtu, 27/12/25).

Kegiatan ini mengusung tema “Hijaukan Hati, Suburkan Bumi: Implementasi Ekoteologi”. Jalan sehat merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sebagai puncak acara Dies Natalis UIN RIL dan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Jalan sehat dimulai dengan titik kumpul di depan Rektorat UIN RIL sampai dengan Ma'had Al-Jamiah UIN RIL. Kegiatan jalan sehat ini juga disertai dengan pembagian doorprize melalui kupon undian yang disiapkan oleh panitia. Sebagai awal pelaksanaan, kegiatan ini turut diresmikan oleh Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., selaku Gubernur Provinsi Lampung.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL beserta jajaran, Gubernur Provinsi Lampung, Drs. Hi. Ahmad Bastian SY, selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lampung sekaligus Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Lampung, serta seluruh peserta jalan sehat yang terdiri atas seluruh civitas akademica UIN RIL.

Salah satu peserta kegiatan jalan sehat, M. Fikri Kholid, M.Pd., yang juga merupakan dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN RIL, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermanfaat dalam memperkuat silaturahmi antar civitas akademika UIN RIL.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memperkuat silaturahmi antar pimpinan, dosen, dan seluruh civitas akademika di setiap fakultas. Dengan kegiatan seperti ini, hubungan kekeluargaan dan kerja sama di lingkungan UIN RIL dapat terus terjaga," ungkapnya.

Ibnu Hajar, selaku Duta UIN RIL sekaligus peserta jalan sehat, menyampaikan harapan untuk UIN RIL kedepannya.

"Dengan terus berlanjutnya Dies Natalis ke-57 ini, semoga UIN RIL semakin jaya, semakin sukses, dan dapat terus melahirkan lulusan-lulusan terbaik," harapnya.

Reporter: Aline dan Eksemplar

Editor: Novel

MEMPERINGATI DIES NATALIS KE-57, UIN RIL ADAKAN FUN FISHING DAN PENANAMAN POHON

[ Berita ]

Sumber: Humas UIN RIL


Raden Intan — Memperingati Dies Natalis ke-57, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) adakan fun fishing dan penanaman pohon. (Rabu, 24/12/2025).

Kegiatan ini mengusung tema "Hijaukan Hati, Suburkan Bumi: Implementasi Ekoteologi dalam Hari Amal Bhakti dan Hari Jadi UIN Raden Intan ke-57" dan berlangsung sejak pukul 08.00–11.30 WIB.

Kegiatan menanam pohon menjadi simbol dan komitmen UIN RIL terhadap kelestarian lingkungan. Penanaman ini dilakukan sekitaran Embung Utama UIN RIL oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, diikuti oleh segenap pimpinan kampus, dosen, sivitas akademika dan berbagai pihak sponsorship dari kegiatan ini. 

Selain penanaman pohon, rangkaian Dies Natalis juga dimeriahkan dengan "Fun Fishing", yang merupakan kegiatan memancing di Embung Utama UIN RIL. Kegiatan ini terbagi menjadi dua kategori, yakni lomba memancing yang khusus diikuti oleh sivitas akademika UIN RIL dan perwakilan organisasi mahasiswa (ORMAWA) UIN RIL. Sementara memancing umum yang dapat diikuti masyarakat hanya sebagai sarana rekreasi bersama tanpa adanya unsur perlombaan.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Alamsyah, M.Ag., selaku Wakil Rektor (Warek) I, Dr. Safari Daud, M.Sos.I., selaku Warek II, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., selaku Warek III, Dr. H. Abdul Rahman, M.Pd., selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK), serta Dr. H. Juanda Naim, M.H., selaku Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK).

Turut dihadiri pula oleh 500 peserta dari sivitas akademika,  purna bakti, dan perwakilan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Umran selaku alumni UIN RIL sekaligus peserta lomba memancing mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana rekreasi yang positif sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kampus.

"Saya senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurut saya, kegiatan ini menjadi sarana rekreasi yang positif sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kampus," ujar Umran.

Muhammad rifki selaku Duta UIN RIL sekaligus peserta mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu acara yang puncaknya ada ditanggal 27 Desember 2025.

"Untuk Dies Natalis sendiri biasanya diadakan di bulan November. Tapi tahun ini diundur dibulan Desember, yang puncaknya ada pada tanggal 27 Desember dengan kegiatan jalan sehat dan pembagian door prize," ungkapnya.

Reporter: Aline & Abstrak
Editor: Novel

PEMUM DAN PIMRED UKM PERSMA RI PERIODE 2025/2026 RESMI TERPILIH

[ Berita ]

Sumber: Otafi


Raden Intan — Pemimpin Umum (Pemum) dan Pimimpin Redaksi (Pimred) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) resmi terpilih. (Minggu, 21/12/25)

Pemilihan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Syiheb Sukabumi, Bandar Lampung bersamaan dengan Musyawarah Umum (MU) UKM PersMa RI.

Dalam pemilihan ini, dihadiri oleh Ahmad Abizar selaku Staf Ahli UKM Persma, Arzaq Kaffasoba selaku Pemum UKM Persma RI periode tahun 2024/2025 beserta jajaran presedium, para pengurus, anggota tetap, dan panitia acara.

Pada MU ke XXIIV ini, menetapkan Muhammad Iqbal Wahyu Anuari sebagai Pemum dan Amanda Sharfina Mahawisnu menjadi Pimred UKM PersMa RI periode 2025/2026.

Pemum terpilih menyampaikan bahwa ini merupakan awal pembelajaran untuknya, dan tentu ia membutuhkan para pengurus baru untuk membersamai di periode selanjutnya.

"Sebelumnya terima kasih kepada teman-teman karena telah mempercayai saya menjadi Pemum. Ini merupakan awal dari pembelajaran untuk saya kedepannya. Saya sangat membutuhkan teman-teman pengurus yang baru untuk membersamai saya di periode selanjutnya," ujarnya.

Adapun Pimred terpilih juga turut menyampaikan harapannya terkait UKM PersMa RI agar dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para anggotanya.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Saya berharap kedepannya UKM PersMa RI dapat menjadi rumah yang nyaman untuk seluruh anggota dan dapat berkembang lebih baik lagi," harapnya.

Reporter: Otafi
Editor: Novel