Rabu, 09 Juli 2025

EFISIENSI ATAU PENGABAIAN HAK MAHASISWA? RENTETAN KEBIJAKAN BARU UIN RIL DISOROT

[ Opini ]


Sumber: Pinterest


Kebijakan efisiensi diberlakukan sejak (09/03) oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag). Di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada tanggal 13 Mei 2025, turut mengeluarkan kebijakan perkuliahan. Di mana akses gedung kini ikut terefisiensi, jadwal kuliah offline dan akses gedung hanya dapat diakses dari hari Senin hingga Kamis. Sedangkan dihari Jum'at yang sebelumnya masih padat dan aktif kegiatan perkuliahan kini serentak diberlakukan Work From Home (WFH). 

Istilah efisiensi merujuk pada upaya untuk mencapai hasil maksimal dengan sumber daya seminimal mungkin. Seharusnya kegiatan perkuliahan tetap dapat diakses dari hari Senin sampai hari Jum'at, mengingat hari tersebut tercatat normal dan bukan weekend serta pada umumnya terlaksana aktif aktivitas termasuk perkuliahan. Dengan waktu 5 hari ini juga hal yang sudah sepantasnya menjadi hak mahasiswa untuk didapatkan, karena mungkin saja terdapat mahasiswa yang ingin mengurus sesuatu di hari Jum'at menjadi terkendala.

Kemudian pada tahun ini, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang biasanya dilaksanakan di desa-desa demi pengalaman sosial mahasiswa kini dibatasi di wilayah Kota Bandar Lampung saja dengan dalih efisiensi. Berdasarkan pelaksanaan KKN di UIN RIL pada tahun-tahun sebelumnya, KKN idealnya dilaksanakan di wilayah pedesaan sebagai sarana mahasiswa mengaplikasikan ilmu, mengasah empati sosial dan berkontribusi langsung terhadap masyarakat. 

Walaupun ada pelaksanaan KKN di luar Bandar Lampung, seperti KKN Nusantara yang dilaksanakan di Yogyakarta. Namun, hampir keseluruhan mahasiswa hanya KKN di wilayah kota Bandar Lampung dan ini berpotensi mengurangi nilai edukatif dan pengalaman kontekstual mahasiswa dalam menghadapi realita sosial yang lebih kompleks di desa. Tujuan pemberdayaan masyarakat pun menjadi kurang maksimal.

Selanjutnya bila efisiensi yang dimaksud adalah penghematan operasional, maka seharusnya diimbangi dengan percepatan pelayanan administrasi. Pelayanan administrasi selama ini dikenal lambat, sudah saatnya menjadi fokus perbaikan bila efisiensi diberlakukan. Misalnya, pengurusan surat aktif kuliah, permohonan cuti, hingga legalisasi transkip sering memakan waktu berminggu-minggu.

Padahal semestinya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Jika kampus memangkas waktu operasional, maka pelayanan dapat ditingkatkan secara signifikan untuk menghindari penumpukan dan keterlambatan. Namun yang terjadi, pelayanan akademik lambat, dan birokrasi mempersulit. Pelaksanaan wisuda periode 2 pun juga sempat tertunda, yang awalnya diinformasikan akan dilaksanakan pada bulan Mei ke Juni, ternyata dapat terlaksanakan awal bulan Juli. 

Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pun sempat dipercepat. Hal ini diinformasikan melalui web resmi UIN RIL pada (05/07). Mahasiswa diminta membayar UKT terhitung lebih cepat dibandingkan pada semester sebelumnya. Biasanya pembayaran dimulai pada bulan Agustus, namun kini terakhir membayar diharuskan pada bulan Juli. Tetapi pada (09/07) akhirnya, UIN RIL memberikan informasi terbaru terkait perubahan jadwal pembayaran UKT yang diperpanjang hingga dapat dibayarkan sampai 15 Agustus 2025.

Saya rasa pihak rektorat dan birokrat kampus harus berhenti membungkus kelemahan tata kelola dengan kata "efisiensi." Mahasiswa bukan sekadar objek kebijakan, melainkan subjek aktif yang berhak mendapatkan pelayanan akademik yang cepat, adil, dan bermutu. Menurut saya, hal ini menunjukkan ketimpangan dalam pengelolaan kebijakan kampus. 

Ketidakjelasan sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)/magang terlihat mempersulit dan membuat bingung mahasiswa. Hal ini justru terlihat merugikan pihak mahasiswa baik secara akademik dan finansial. Kegiatan akademik seharusnya berjalan seimbang dengan kewajiban administrasi. 

Menurut saya, adanya berbagai macam perubahan dan tidak adanya kebijakan yang memprioritaskan kondisi mahasiswa ini tentunya akan menyebabkan kebingungan, keresahan serta mahasiswa akan merasa terbebani terutama mengenai efisensi. Pihak kampus harus mengutamakan kepentingan mahasiswa dalam setiap mengambil keputusan, karena mahasiswa juga wajib memperoleh haknya. Begitu pula dalam kebijakan efisiensi ini, seharusnya dilakukan secara transparan, cepat tanggap, dan adil yang tentunya tidak merugikan mahasiswa.

Mahasiswa tentu berharap pihak kampus bisa lebih responsif dan adil dalam mengelola kepentingan mahasiswa. Transparansi informasi dan peningkatan kualitas fasilitas seharusnya berjalan seiring dengan kebijakan keuangan. Mahasiswa bukan hanya objek administratif, tetapi juga subjek utama dalam dunia akademik yang perlu dihargai dan didukung.

Karya: Tim PersMa Raden Intan

Jumat, 04 Juli 2025

BAPOMI GELAR POMPROV LAMPUNG 2025, UIN RIL JADI TUAN RUMAH

[ Berita ]

Sumber: Courage

Raden Intan — Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) gelar Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Lampung 2025, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menjadi tuan rumah. (Jum'at, 04/07/25)

Kegiatan ini dilaksanakan di Wall Climbing Mahasiswa Raden Intan Pencinta Alam (Maharipal) UIN RIL dengan mengusung tema "Tingkatkan Bakat Tunjukkan Keterampilan dan Raih Prestasi" dan berlangsung selama 3 hari yakni dimulai sejak tanggal 4–6 Juli 2025.

POMPROV Lampung 2025 menghadirkan 2 Cabang Olahraga (Cabor), yaitu Panjat Tebing dan Badminton dengan tujuan mensupport atau memberikan dukungan dan mengapresiasi Mahasiswa pada bidang olahraga untuk terus semangat hingga ke ranah nasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III, Dr. Asriani, M.H., selaku Warek II, perwakilan Wakil Dekan (Wadek) dari berbagai fakultas UIN RIL, perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM) UIN RIL, 24 atlet panjat tebing dan 82 atlet badminton dari berbagai Universitas di Provinsi Lampung.

Rektor UIN RIL dalam sambutannya menyampaikan, acara ini bukan hanya hubungan kerjasama namun juga sebagai wadah menghasilkan atlet atlet terbaik.

"Selain silaturahim hubungan kerjasama, event ini adalah wadah untuk menghasilkan atlet-atlet terbaik dan meskipun banyak keterbatasan untuk itu kita tetap terus membangun kebersamaan," tuturnya.

Saskia Azzahra Nabila ketua umum UKM Maharipal selaku penyelenggara Cabor panjat tebing berharap untuk tetap menjunjung semangat sportifitas.

"Semoga lewat event ini kita tetap menjunjung semangat sportifitas hingga ke ranah nasional nantinya di Pekan Olaraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang diselenggarakan bulan September mendatang," ujarnya.

Reporter: Arsip 
Editor: Indepth

Kamis, 03 Juli 2025

PENGUMUMAN UKT DIPERCEPAT, MAHASISWA UNGKAPKAN KERESAHAN

[ Berita ]


Keresahan Mahasiswa
Sumber: Tim PersMa

Raden Intan — Setelah pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ungkapkan berbagai keresahan. (Jum'at, 04/07/25)

Keresahan ini bermula sejak beredarnya infornasi berupa surat edaran yang berisi pengumuman pembayaran UKT pada Kamis (03/07) tersebar ke berbagai lapisan mahasiswa UIN RIL. 

Biasanya pembayaran UKT semester ganjil dilakukan pada bulan Agustus seperti 2 tahun belakangan di Tahun Ajaran (T.A) 2024/2025 dan 2023/2024 dengan tanggal yang sama yakni 1—31 Agustus. 

Namun berbeda dengan T.A 2025/2026 ini, berdasarkan informasi melalui surat edaran, pembayaran UKT justru dipercepat yakni dimulai pada tanggal 5—31 Juli. Hal ini menuai berbagai keresahan dari mahasiswa UIN RIL. 

VR selaku mahasiswa semester 6 merasa bingung sekaligus terbebani dengan percepatan pembayaran UKT serta untuk membayar biaya kosan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dan Kosan. 

"Ayah saya hanya tukang pangkas rambut, dulu ajuin KIP-K tidak diterima oleh UIN. Sekarang mau cari uang kemana agar bisa terkumpul 3,3 juta dalam waktu satu bulan," ungkapnya. 

Dilanjutkan oleh ST selaku mahasiswa semester 8 yang baru saja menyelesaikan ujian munaqosah yang merasa cemas karena infomasi UKT telah keluar namun masih belum menyelesaikan administrasi bebas UKT.

ZF menyampaikan keresahan informasi yang diperlukan selalu dihambat, namun untuk informasi UKT dipercepat. 

"Semua aja diperlambat sama UIN ini, giliran UKT cepet banget, ini malah dimajuin," cetusnya.

Reporter : Tim UKM PersMa

SETELAH 3 TAHUN VAKUM, SEMA UIN RIL GELAR OPUS & RAKER

[ Berita ]


Sumber: Courage

Raden Intan — Setelah 3 tahun vakum, Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) gelar Orientasi pengurus (Opus) dan Rapat kerja (Raker). (Kamis, 03/07/25)

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) lantai 3 UIN RIL ini mengusung tema "Bangkit dan Bergerak: Mewujudkan Senat Mahasiswa yang Responsif, Inklusif dan Berintegritas."

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, seluruh anggota SEMA, dan Perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL.

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL berharap untuk tumbuh dan mendunia bersama-sama.

"Mahasiswa harus bisa mengambil peran ikut serta bersama-sama dengan seluruh elemen lainnya di kampus UIN RIL untuk bertumbuh dan mendunia," ucapnya.

Angra Yunda Djaganata selaku Ketua SEMA UIN RIL mengingat setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan struktur pengurus dan rapat program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode kepengurusan SEMA. 

Ketua SEMA UIN RIL dalam wawancaranya juga turut mengatakan akan berkomitmen untuk cepat tanggap dalam menyuarakan aspirasi.

"Kami SEMA UIN RIL berkomitmen untuk cepat tanggap dalam menyuarakan aspirasi, karena tema yang kami angkat bukan sekedar slogan melainkan kompas arah gerak kami nantinya," ujarnya.

Reporter: Courage & Atch 

Editor: Indepth

Selasa, 01 Juli 2025

SEMPAT TAK BERKABAR, AKHIRNYA UIN RIL GELAR WISUDA PERIODE II TAHUN 2025

[ Berita ]


Sumber: Anggun

Raden Intan — Sempat tak berkabar, akhirnya Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2025. (Selasa, 01/07/25)

Prosesi wisuda kembali dilaksanakan menjadi 2 sesi, yakni sesi pertama pada pagi pukul 08.00 WIB s.d selesai dan sesi kedua pada siang pukul 13.00 WIB s.d selesai serta berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiyah UIN RIL.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Jajaran Wakil Rektor (Warek) UIN RIL, Prof. Dr. Idham Khalid, M.Ag., selaku Ketua Senat, Jajaran Senat UIN RIL, Jajaran Dekan dan Wakil Dekan (Wadek) Fakultas, Civitas Akademika UIN RIL, serta diikuti oleh 1.100 wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan tetapi awal dari perjalanan panjang. Sebab wisuda adalah penegasan identitas dan pengakuan jerih payah serta penyerahan amanah baru yang lebih luas. 

Sebelumnya para mahasiswa yang telah mendaftar wisuda selalu menanyakan kejelasan pelaksanaan wisuda periode II sejak bulan Mei 2025. Melalui informasi yang diunggah di laman Instagram @uinradenintan, dijelaskan bahwa wisuda dilaksanakan pada bulan Juni. Namun nyatanya wisuda periode II tahun 2025 baru dilaksanakan pada awal bulan Juli.

Intan Dwi Andari selaku wisudawan Pascasarjana Strata dua (S2) Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya wisuda periode II tahun 2025.

"Alhamdulillah bersyukur dan lega bisa ikut wisuda periode II setelah penantian yang cukup lama, menunggu info wisuda dari bulan Mei dan ternyata baru terlaksana di bulan Juli," ucapnya.

Muhammad Salman selaku wisudawan Strata satu (S1) Prodi Psikologi Islam menyampaikan tanggapannya setelah menunggu jadwal wisuda yang akhirnya keluar. 

"Saya tentunya merasa lega akhirnya jadwal wisuda keluar, harusnya kemarin dijanjikan di bulan Juni tapi akhirnya bulan Juli, tidak apa-apa yang terpenting ada jadwalnya," ungkapnya. 

Reporter: Anggun & Sakira

Editor: Indepth

Sabtu, 28 Juni 2025

HIJRAH DALAM SINAR MALAM 1 MUHARRAM

[ Cerpen ]


Sumber: Pinterest


Malam 1 Muharram 1447, di desa Sumber Cahaya terasa begitu syahdu. Langit bertabur bintang, dengan latar suara jangkrik menjadi harmoni yang membawa ketenangan. Di masjid Al-Ikhlas, masjid kecil di tengah desa Sumber Cahaya, lampu-lampu minyak menghiasi, membawa sinar menerangi wajah-wajah yang berkumpul menyambut Muharram. Semua warga desa malam itu berkumpul untuk menghadiri pengajian sederhana, dan mendengarkan ceramah dari pak Ustadz. 

Sementara Zaenab, seorang anak berusia 15 tahun duduk termenung di teras masjid seraya memandang langit. Dipakainya kerudung coklat dengan rapi. Di tangannya, ia memegang buku catatan kecil dan sebuah pena. 

Di dalam masjid, suara Pak Ustadz yang sedang menyampaikan ceramah tentang makna Muharram, samar-samar terdengar, namun Zaenab seolah larut dalam lamunannya sendiri. "Setiap tahun baru Islam, Aku selalu janji sama diri sendiri agar hijrah jadi lebih baik. Tapi, rasanya aku gak pernah benar-benar berusaha jadi lebih baik. Cuman omong kosong di setiap tahun. Janji yang cuman jadi rutinitas aja. Aku ngerasa ga pernah bergerak. Aku terjebak ditempat yang sama," gumamnya pelan.

Tanpa ia sadari, gumaman kecil itu terdengar oleh Umi, ibunya yang baru saja keluar dari masjid setelah menyadari Zaenab tidak ada di dalam. Umi yang tidak sengaja mendengar gumaman anak sulungnya itu paham betul, bahwa Zaenab sedang dalam masa pertumbuhan. Banyak hal yang menjadi pertanyaannya, dan itu wajar. 

"Zaenab, hijrah itu bukan hanya berpindah tempat, yang harus dipindahkan itu adalah hati kita," kata Umi dengan suara lembutnya.

Zaenab menoleh dengan terkejut karena tiba-tiba saja Umi ada disampingnya. Tapi itu tak ia hiraukan, ia malah penasaran dengan kata-kata yang baru saja Umi lontarkan. Matanya berbinar penuh tanda tanya. "Maksudnya Umi? Hati? Zaenab belum paham Umi. Umi bisa tolong jelaskan pada Zaenab?"

Umi tersenyum, merangkul Zaenab dengan pelan. "Hijrah itu seperti air sungai. Mengalir pelan, tapi mampu mengukir batu."

Zaenab hanya terdiam. Berfikir perlahan, mencoba memahami apa yang umi sampaikan.

Sementara di dalam masjid, ceramah Pak Ustadz masih berlangsung. Dengan suara tenang namun kali ini menggema, tidak terdengar samar. Mungkin karena Zaenab sudah tidak larut dalam lamunannya.

"Hijrah tidak tentang meninggalkan sesuatu, tapi tentang meninggalkan sesuatu yang lebih baik. Ini tentang keberanian untuk memilih jalan Allah, meski ada tantangan," ujarnya.

Kata-kata Pak Ustadz seolah menembus dinding masjid, menyentuh hati Zaenab, membuat Zaenab terpaku, lalu entah bagaimana, ia mulai memahami maksud Umi. Zaenab juga mulai tau apa yang menjadi tujuannya. Menjadi guru. Mengajari anak-anak membaca, menulis, dan merajut impian. Zaenab baru sadar, ia sudah melupakan mimpi itu karena cibiran dari teman-temannya yang meragukannya karena mereka pikir impian Zaenab terlalu besar.

Selesai mendengar ceramah Pak Ustadz, Zaenab berjalan pulang bersama Umi dan Abi nya. Langkahnya ringan, namun hatinya diisi tekad baru. Di tengah jalan setapak, ia berhenti sejenak.

"Umi, Abi, Zaenab mau belajar lebih giat biar bisa jadi guru. Mau ngajarin anak-anak desa, mau jadi anak yang membanggakan untuk Umi dan Abi. Zaenab juga mau jadi contoh yang baik untuk adik-adik," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Umi dan Abi memeluk Zaenab erat, air mata haru menggenang di mata mereka. "Itu hijrahmu, Nak. Mulai dari hati, kemudian melangkah dengan doa."

Malam itu, dibawah langit penuh bintang, Zaenab memantapkan niatnya. "Aku memulai hijrahku, menjadi lebih baik untuk desa ini, untuk Allah dan untuk Umi Abi."

Tahun baru Islam menjadi saksi tekad Zaenab. Hijrah kini bukan lagi sekadar janji tahunan yang diucapkan di malam Muharram, seperti yang dulu ia gumamkan dengan penuh keraguan. Kini ia memulai hijrahnya dengan penuh keyakinan. Di bawah langit yang sama, di desa kecil yang syahdu, sebuah perjalanan baru akan dimulai.

Karya: Ratu 

Editor: Indepth


Senin, 23 Juni 2025

INILAH BEBERAPA JENIS KKN TERINTEGRASI TAHUN 2025 DI UIN RIL

[ Artikel ]


Sumber: Abdimas UIN RIL


Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada tahun 2025 menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan baru yang disebut KKN Terintegrasi UIN RIL 2025. Program ini menggabungkan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau magang, terutama bagi mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK). 

Dalam pelaksanaannya, KKN Terintegrasi UIN RIL 2025 terbagi menjadi dua pola utama. Pola pertama ditujukan bagi mahasiswa selain dari FTK dan FDIK, yang menjalankan KKN penuh sebagaimana pola reguler. Mereka diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan program dan pengabdian pada masyarakat. Pola kedua diperuntukkan bagi mahasiswa dari FTK dan FDIK yang menggabungkan KKN dengan program PPL atau magang. Dalam pola ini, mahasiswa menjalani praktik profesi di instansi yang ada di wilayah tempat mereka bertugas, namun tetap dalam bingkai pengabdian.

Mayoritas kegiatan KKN tahun ini dipusatkan di Kota Bandar Lampung. Namun, sebagian kecil program juga dilaksanakan di luar wilayah kota, seperti KKN Tematik Pondok Pesantren di Lampung Selatan dan program magang mahasiswa FTK dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (Sisfo) dan Biologi Murni yang kemungkinan berlokasi di luar kota Bandar Lampung.

KKN 2025 terdiri atas dua jenis utama, yaitu KKN Reguler Lingkar Kota dan KKN Non—Reguler Tematik. KKN Reguler Lingkar Kota dilaksanakan di hampir seluruh wilayah Kota Bandar Lampung dan melibatkan sekitar 2.700 mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini fokus pada pengabdian langsung kepada masyarakat dengan pendekatan umum dan kolaboratif.

Sementara itu, KKN Non-Reguler Tematik mencakup sejumlah program khusus yang dirancang berdasarkan tema dan bidang keilmuan tertentu. KKN ini terbagi menjadi beberapa jenis:

1. KKN Tematik Mengajar 

Jenis KKN ini diikuti oleh seluruh mahasiswa FTK yang mana dilaksanakan di sekolah atau madrasah dalam lingkup kota Bandar Lampung. 

2. ⁠KKN Tematik Dakwah Humanis 

KKN ini diikuti seluruh mahasiswa FDIK dan ditempatkan diberbagai instansi kota Bandar Lampung dengan pendekatan dakwah yang adaptif. 

3. KKN Tematik Perlindungan Anak

Ini merupakan jenis KKN hasil kerja sama UIN RIL dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung. Program ini diikuti oleh 76 mahasiswa dari tiga prodi dan tiga fakultas, yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Fakultas Syariah (FS), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dari FDIK, dan Psikologi dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

4. KKN Tematik Ma’had

KKN yang melibatkan mahasiswa mentor Ma’had dengan keahlian khusus seperti pengajaran Al-Qur’an dan teknologi informasi. Mereka menjalankan pengabdian di lingkungan Ma’had dan kampus dengan jumlah peserta terbatas. 

5. KKN Internasional

Jenis KKN ini melibatkan mahasiswa yang berasal dari Negara Thailand yang berkuliah di UIN RIL. Mereka melaksanakan program pengabdian di lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). 

6. KKN Nusantara 

Ini merupakan jenis KKN bagian dari kerja sama nasional antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Tahun ini, 3 mahasiswa UIN RIL terpilih mengikuti program tersebut di Yogyakarta melalui seleksi, namun dengan biaya mandiri.

Program KKN Integrasi UIN RIL 2025 mencerminkan komitmen kampus dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran kontekstual yang menyatu dengan realitas sosial. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik. Tetapi juga membangun kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat secara langsung.

Karya: Novel

Editor: Cerpen