[ Berita ]
![]() |
| Foto: Zakwan |
[ Berita ]
![]() |
| Foto: Zakwan |
[ Berita ]
![]() |
| Foto: radenintan.ac.id |
Raden Intan — Semarak hari santri 2026, Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) hadirkan beragam kegiatan. (Kamis, 22/10/2026)
Rangkaian kegiatan hari santri ini berlangsung selama tujuh hari, yakni dari 17 Oktober s.d. 23 Oktober 2026. Pada tanggal 17-18 Oktober lalu, telah diadakan lomba-lomba untuk turut serta memeriahkan hari santri. Kemudian, pada Selasa (20/10), dilaksanakan sosialisasi moderasi beragama di Ballroom UIN RIL dengan menghadirkan pemateri dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Prof. Dr. Safari Daud, S.Ag., M.Ag., M.Sos.I., selaku Wakil Rektor (Warek) II UIN RIL.
Selain itu, berbagai perlombaan turut memeriahkan peringatan hari santri, diantaranya ialah fashion show, liga santri, Syarhil Qur’an, kaligrafi kontemporer, shalawat kreatif, santri warrior, Ma’had of Champions (MOC), film pendek, fotografi, dan nasyid.
Pada hari ini, para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah juga mengikuti upacara hari santri dan istighosah yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB di halaman Gedung Academic and Research Center UIN RIL. Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Warek II UIN RIL selaku pembina upacara, serta diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan sekitar 500 mahasantri Ma’had Al-Jami’ah.
Marini Aprianingsih, selaku pengurus Ma’had Al-Jami’ah, menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat. Menurutnya, peringatan hari santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam memperjuangkan bangsa Indonesia.
“Saya merasa bahwa suasana upacara pada hari santri tahun 2026 sangatlah khidmat, apalagi ketika kita mengingat perjuangan para ulama dan para santri terdahulu dalam memperjuangkan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh Andreyanto, salah satu mahasantri yang mengikuti upacara. Ia mengaku senang dapat mengikuti upacara hari santri untuk pertama kalinya sekaligus memperoleh wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang mengikuti upacara pada hari ini, karena ini pertama kalinya saya ikut upacara hari santri. Melalui upacara ini, saya juga mendapatkan wawasan baru. Semoga kita bisa mewujudkan santri yang menguatkan negeri, unggul, mandiri, dan mendunia,” ujarnya.
Sementara itu, Afifah mahasantri lainnya berharap peringatan hari santri dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan membawa kemajuan bagi UIN RIL, khususnya Ma’had Al-Jami’ah sebagai tempat para santri belajar dan mengembangkan diri.
Selain pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan hari santri 2026 juga akan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan hari santri yang telah berlangsung sejak 17 Oktober 2026.
Reporter: Dela Mei
Editor: Byline
[ Berita ]
![]() |
| Foto: Desmia |
OPPM merupakan kegiatan orientasi yang ditujukan untuk mengenalkan serta mengembangkan potensi mahasiswa baru SPI, sekaligus menjadi ruang pembinaan awal sebelum mereka aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni sejak Kamis, 22 Oktober 2026 s.d. Jumat, 23 Oktober 2026, di Ruang Sidang Fakultas Adab (FA) UIN RIL, dengan mengusung tema "Merajut Solidaritas, Menumbuhkan Integritas, dan Menguatkan Semangat Berorganisasi Membangun Generasi", yang bertujuan untuk merangkul kebersamaan mahasiswa SPI serta menjadikan HMPS SPI sebagai wadah bagi mahasiswa baru untuk berkonsultasi dan beradaptasi di lingkungan kampus.
Turut dihadiri oleh Dr. Muhammad Afif Amrulloh, M.Pd.I., selaku Dekan FA UIN RIL, Dr. Sunarto, M.Pd.I., dan Gilang Kurniawan selaku pemateri, pengurus HMPS SPI, serta 29 peserta.
Dalam sambutannya, Dekan FA UIN RIL menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan jejaring selama masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan di bangku kuliah untuk membangun relasi, memperluas pengalaman, serta mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan.
Pada hari pertama, terdapat dua pemateri yang menyampaikan materi mengenai cara membentuk karakteristik kepemimpinan mahasiswa dalam berorganisasi, dan pelatihan administrasi kesekretariatan HMPS SPI.
Dalam pemaparannya, Dr. Sunarto, M.Pd.I., menjelaskan bahwa meskipun berbagai informasi kini dapat diakses melalui Artificial Intelligence (AI), tetapi pembentukan etika dan akhlak tetap membutuhkan pembiasaan serta keteladanan. Ia juga membedakan karakter sebagai kebiasaan atau perilaku yang dipengaruhi budaya dengan akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an.
"Meskipun saat ini berbagai informasi dapat kita akses melalui Artificial Intelligence (AI), tetapi etika, karakter, dan akhlakul karimah harus dibentuk melalui pembiasaan dan keteladanan," ujarnya.
Muhammad Alvi Arzaky, salah satu peserta dari Program Studi (Prodi) SPI angkatan 2026 yang juga menjabat sebagai ketua angkatan, menyampaikan bahwa ia mengikuti kegiatan ini untuk lebih mengenal jurusannya serta mempererat hubungan dengan teman-teman seangkatan. Ia juga menilai materi yang disampaikan oleh pemateri sangat berkesan dan bermanfaat baginya.
"Saya mengikuti kegiatan ini untuk lebih mengenal jurusan saya, dan mempererat hubungan dengan teman-teman. Lalu, materi materi yang disampaikan itu sangat bermanfaat bagi saya," ujarnya.
Selanjutnya, Putri Ayu Niken Sari selaku ketua HMPS SPI berharap kegiatan OPPM 2026 tidak hanya berhenti pada pelaksanaannya di hari ini, melainkan nilai-nilai dari tema yang diangkat dapat terus diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasiswa SPI kedepannya.
Reporter: Desmia
Editor: Byline
[ Berita ]
![]() |
| Foto: Amar |
Raden Intan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Agama (SA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tebar kepedulian lewat kunjungan ke panti asuhan (Minggu, 18/10/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Budi Asih, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Acara dimulai sejak pukul 08.00 s.d. selesai, dengan mengusung tema “Menebar Kepedulian, Menumbuhkan Harapan, dan Kebahagiaan di Panti Asuhan”. Pelaksanaan kegiatan ini juga didasari oleh pentingnya wadah pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa Sosiologi Agama sejak awal masa perkuliahan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta, yang terdiri dari panitia HMPS SA, mahasiswa antarprogram studi (prodi) maupun luar kampus, serta anak-anak penghuni panti asuhan.
Rangkaian acara diisi dengan penyampaian materi inspiratif serta berbagai games interaktif, seperti tebak kata dan sambung kata, yang dirancang untuk membangun kebersamaan, motivasi, dan keceriaan bersama. Keceriaan dan antusiasme juga terpancar dari wajah anak-anak panti asuhan yang mengikuti seluruh rangkaian acara serta turut memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa partisipan yang ikut bergabung.
Novianti Zebrina, selaku Staf Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Dinas Panti Sosial Asuhan Anak (UPTD PSAA) Budi Asih, mengunkap rasa terima kasihnya atas kegiatan yang telah diselenggarakan oleh HMPS SA dan berharap bahwa adik-adik panti asuhan dapat memotivasi mahasiswa.
“Harapannya, selain jadi ajang silaturahmi, hadirnya adik-adik mahasiswa bisa memberikan motivasi dan keberanian buat anak-anak di sini untuk terus berani bermimpi dan semangat belajar. Anak-anak di sini datang dari latar belakang yang berbeda-beda, sehingga terkadang muncul rasa insecure. Melalui kegiatan ini, mereka mendapat dukungan moral yang sangat berharga. Kami mewakili panti sangat bangga dan berterima kasih kepada HMPS SA atas kepeduliannya,” ungkapnya.
Nanang Qosim, selaku Ketua Umum (Ketum) HMPS SA, menginisiasi Sosio Mengabdi untuk melatih mahasiswa, khususnya mahasiswa baru (maba), agar aktif mengabdi kepada masyarakat sejak dini. Ia juga menyampaikan bahwa meski sempat terkendala anggaran, kekompakan tim membuat acara berjalan lancar. Rencananya, kegiatan ini akan dirutinkan setiap bulan dengan sasaran seperti panti jompo, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan sekolah-sekolah lainnya.
Tri Jalatullah, siswa kelas 11 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sekaligus peserta, mengaku sangat menikmati jalannya kegiatan.
“Saya merasa bahwa acaranya seru banget. Kemudian, ada materi yang paling aku suka tadi tentang guru, karena mengajarkan tentang konsistensi, belajar-mengajar, dan disiplin. Kalau ada kegiatan kayak gini lagi, saya ingin ikut,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh Amira Juwita Priana, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2026. Ia menyampaikan antusiasmenya sebagai sukarelawan dalam kegiatan Sosio Mengabdi. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menyukai kegiatan sosial, seperti menjadi relawan di panti asuhan atau lingkungan masyarakat.
Rep: Amar & Naila Munaya
Editor: Brave
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Reporter UKM PersMa RI |
![]() |
| Informasi via chat yang beredar terkait diliburkannya PBAK hari kedua |
Raden Intan — Sejumlah Program Studi (Prodi) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tidak mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas hari kedua pasca kericuhan.
Prodi yang tidak mengikuti kegiatan di antaranya Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Matematika. Informasi mengenai peniadaan kegiatan bagi mahasiswa baru (maba) dari sejumlah prodi tersebut beredar melalui grup WhatsApp mahasiswa.
Dalam informasi tersebut, maba diimbau untuk tidak mengikuti kegiatan PBAK pada hari kedua dan tidak mendekati area kampus hingga situasi kembali kondusif.
A selaku salah satu seorang maba Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) membenarkan adanya pengumuman terkait peniadaan kegiatan PBAK pada hari kedua.
"Memang benar, Kak, bahwa panitia mengumumkan kegiatan PBAK hari kedua ditiadakan demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama. Namun, masih lumayan banyak maba yang tetap datang untuk mengikuti PBAK fakultas ini," jelasnya.
Maba lainnya mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kericuhan yang terjadi pada hari pertama. Ia mengatakan, informasi yang diterima mahasiswa hanya terkait peniadaan kegiatan tanpa penjelasan mengenai kronologi maupun penyebab insiden.
"Yang saya tahu cuma dapat informasi libur. Tidak ada penjelasan lain di grup, hanya diberitahu untuk libur," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa, kericuhan terjadi di area rektorat UIN RIL pada Rabu (02/09) sore, setelah rangkaian PBAK hari pertama berlangsung. Situasi yang sebelumnya kondusif berubah menjadi ricuh dan membuat sejumlah mahasiswa meninggalkan lokasi.
Reporter UKM PersMa RI
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Fariska |
Raden Intan — Mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memulai Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua di fakultas masing-masing. (Kamis, 03/09/2026).
PBAK hari kedua dilaksanakan di gedung fakultas masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu maba beradaptasi dengan lingkungan jurusan, memahami budaya akademik, mengenal sistem perkuliahan dan berbagai layanan kampus, serta mengetahui organisasi kemahasiswaan yang ada di fakultas.
Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan beserta jajaran pimpinan dan staf fakultas di gedung fakultas masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, maba mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh pihak fakultas sebagai bagian dari PBAK. Pembukaan dan sambutan tersebut juga menjadi awal bagi maba untuk mengenal lebih dekat lingkungan fakultas serta mendapatkan arahan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan PBAK selanjutnya.
Prof. Dr. Faizal, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi (FDIK) menekankan pentingnya usaha dan kesungguhan mahasiswa dalam meraih cita-cita. Ia menyampaikan bahwa, kita harus ingat bahwa untuk mendapatkan ilmu itu harus diupayakan dan harus berusaha, karena tanpa usaha tidak mungkin kita akan meraih apa yang kita cita-citakan.
Rayyani Awalia Ramadhani, maba Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), merasakan dampak dengan diadakannya PBAK tahun 2026.
“Dengan diadakannya PBAK 2026 dapat membantu saya beradaptasi dengan lingkungan kampus, sehingga maba lebih cepat memahami aturan, nilai dan kebiasaan dalam perkuliahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Nailah Ansaria, maba Akuntansi Syariah (AKS), menyampaikan kesannya terhadap bahwa PBAK hari kedua.
“Saya merasa bahwa, PBAK hari kedua ini tidak kalah seru dari hari pertama. Karena sekarang sudah lebih akrab dengan temen-temen dan pastinya lebih banyak tau tentang info fakultas Kak,” ucapnya.
Rep: Desmia & Fariska
Editor: Aline
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Anndo |
Raden Intan — Ribuan mahasiswa baru (maba) memadati Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), meriahkan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada hari pertama. (Rabu, 02/09/2026).
Suasana ramai dan bersemangat mewarnai hari pertama PBAK UIN RIL 2026. Ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas memadati Gedung Serbaguna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL untuk mengikuti rangkaian kegiatan PBAK dengan menyanyikan yel-yel bersama serta memakai atribut yang sudah ditetapkan masing-masing Program Studi (Prodi).
Kemeriahan maba yang terlihat selama kegiatan berlangsung, merupakan hasil dari persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada kegiatan gladi yang dilaksanakan Selasa (01/09), maba mendapatkan arahan serta melakukan berbagai latihan, termasuk persiapan atribut dan yel-yel yang dipandu oleh organisasi mahasiswa (ormawa) di fakultas masing-masing. Persiapan tersebut membuat pelaksanaan PBAK hari pertama berlangsung meriah.
Salah satu maba, Safirana Sainatul Lutfiah dari Prodi Ekonomi Syariah (ES), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan PBAK pada hari pertama yang diselenggarakan oleh pihak kampus.
"Saya merasa senang mengikuti kegiatan PBAK hari ini. Karena dapat saya mengenal banyak teman baru, baik dari luar maupun dalam fakultas. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah kebersamaan bersama teman-teman saya," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Yuana, maba Prodi Akuntansi Syariah (AKS). Ia mengaku kegiatan PBAK memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi kesempatan untuk lebih mengenal kehidupan kampus.
"Di hari pertama terlaksananya PBAK ini saya merasa senang, karena saya bisa mengetahui lebih mendalam tentang kampus. Kemudian saya juga dapat melihat secara langsung petinggi-petinggi kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan ormawa lainnya yang diperkenalkan pada saat kegiatan PBAK berlangsung," ungkapnya.
Reporter: Anndo & Naila A
Editor: Brave