Selasa, 19 Mei 2026

GEMAKAN CINTA BAHASA ARAB, HMJ PBA UIN RIL GELAR MAHROJAN ARABIY 2026

[ Berita ]

Sumber: Panitia Mahrojan Arabiy 2026

Raden Intan – Gemakan cinta bahasa Arab, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) gelar Mahrojan Arabiy tahun 2026. (Selasa, 19/05/26).

Mahrojan Arabiy merupakan festival bahasa Arab yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh HMJ PBA dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tarbiyah UIN RIL sejak pukul 09.00 WIB s/d selesai, dengan mengusung tema “Dari Bahasa Menuju Peradaban: Menyatukan Seni dan Prestasi dalam Cakrawala Arab."

Kemudian acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari yakni dari tanggal 19 s.d. 21 Mei 2026, dengan menghadirkan berbagai macam cabang perlombaan seperti hadroh, khitobah, ghina Arabiy, tilawah Qur’an, dan fashion show.

Turut dihadiri oleh Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., selaku Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Damanhuri, M.Pd., selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PBA, Ustad Ariansyah selaku perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Rizki Ardhian selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK, Duta Kampus Moderasi Beragama UIN RIL, Duta Hijab Favorite Provinsi Lampung, jajaran dosen, dan civitas akademika UIN RIL, 28 peserta lomba dari kalangan siswa dan mahasiswa, serta 21 tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wadek III FTK menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mahrojan Arabiy 2026, ia menilai bahwa kegiatan ini sangat positif dan berdampak bagi mahasiswa.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Mahrojan Arabiy 2026, karena kegiatan ini sangat positif dan berdampak bagi mahasiswa. Serta saya juga berharap semoga kegiatan ini berjalan lancar, dan peserta dapat mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan etika,” ujarnya.

Novita Anggraini salah satu peserta lomba fashion show dari Madrasah Aliyah (MA) GUPPI Lampung Selatan mengungkapkan alasannya tertarik untuk mengikuti perlombaan Mahrojan Arabiy 2026.

“Saya tertarik untuk mengikuti perlombaan ini karena ingin lebih berani dan percaya diri tampil di depan banyak orang,” ujarnya.

Selanjutnya, Mela Faiza peserta dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan dengan koordinasi pelaksanaan yang lebih baik.

Rep: Diana & Naila A
Editor: Byline

Rabu, 11 Maret 2026

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI FEBRUARI TAHUN 2026

[ E-Koran ]




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗜𝗜" tahun 2026.

Baca E-Koran selengkapnya:

#uinradenintan
#persmaradenintan
#gardaidealismemahasiswa

Senin, 09 Maret 2026

UKM BAPINDA ADAKAN RPL SEBAGAI SALAH SATU RANGKAIAN KEGIATAN RDK UIN RIL

[ Berita ]

Sumber: Panitia RDK UIN RIL

Raden Intan – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Pembinaan Dakwah (Bapinda) adakan Ramadan Public Lecute (RPL) sebagai salah satu rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). (Senin, 09/03/26).

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ushuluddin UIN RIL sejak pukul 16.00 s.d. selesai, dengan mengusung tema "Ramadan Sebagai Ruang Pulang: Menata Hati dan Belajar Menghargai Perbedaan", yang bertujuan agar kita sebagai umat muslim dapat menjadikan ramadan sebagai tempat pulang untuk menata hati, memperbaiki diri, dan menghargai perbedaan.

Turut dihadiri oleh Dr. Wahyu Iryana, S.Hum., chRMP., selaku pembina UKM Bapinda sekaligus pemateri, serta kurang lebih 40 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan.

RPL merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian acara RDK yang diselenggarakan untuk memberikan ruang intelektual dan spiritual bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperdalam pemahaman keagamaan selama bulan suci ramadan. Pada kegiatan kali ini UKM Bapinda menyediakan 100 paket takjil gratis bagi peserta yang hadir. 

Dr. Wahyu Iryana, S.Hum., chRMP., dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa sesungguhnya hanya satu tujuan  akhir manusia, yaitu kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. 

"Perjalanan manusia bukanlah kisah yang sederhana. Setiap langkah hidup yang dijalani mengingatkan kita pada asal-usul, pada cinta seorang ibu, dan pada tujuan akhir yaitu pulang kepada Allah dengan hati yang bersih," ujarnya. 

Lutfiya Afaf Roudhatul Jannah salah satu panitia pelaksana mengungkapkan bahwa ia sangat senang dan bersyukur setelah ia mengikuti kegiatan RPL ini. 

"Saya merasa senang dan bersyukur setelah mengikuti kegiatan RPL ini, dari materi yang disampaikan saya akhirnya paham dan menyadari bahwa Allah menciptakan makhluknya dengan berbagai sifat dan perilaku yang berbeda," ungkapnya.

Rep: Grafis & Vale
Editor: Byline

Sabtu, 07 Maret 2026

MERAWAT IMAN TUMBUHKAN KEBERSAMAAN, UKM BAPINDA SELENGGARAKAN GRAND OPENING RDK UIN RIL

[ Berita ] 

Sumber: Otafi


Raden Intan — Merawat iman menumbuhkan kebersamaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Pembinaan Dakwah (Bapinda) selenggarakan Grand Opening (GO) Ramadan Di Kampus (RDK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). (Kamis, 05/03/26).

Pembukaan ini dilaksanakan di Aula Tarbiyah UIN RIL pada (04/03), sejak pukul 16.00 s.d. selesai dengan mengusung tema "Merawat Iman, Menebar Kebaikan, Menumbuhkan Kebersamaan", yang bertujuan untuk membuat bulan Ramadan di UIN RIL terasa lebih hidup dan memberikan dampak pada mahasiswa umum.  

RDK merupakan kegiatan keagamaan dan sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh UKM Bapinda di tahun ini. Pada pembukaan ini UKM Bapinda melaksanakan buka bersama gratis dengan menyediakan 250 paket takjil dan makanan berat bagi para peserta yang hadir.  

Selain itu, RDK akan dilaksanakan selama delapan hari yakni dari tanggal 03 Maret s.d. 12 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan lainnya yaitu kajian kemuslimahan, berbagi takjil di dalam dan di luar kampus, Ramadan Public Repluaser (RPL), sahur on the road, kunjungan ke panti asuhan, dan grand closing dengan khataman Al-Qur'an.

Turut dihadiri oleh Dr. Wahyu Iriana,S.Hum.,chRMP., selaku pembina UKM Bapinda, M. Bisri Mustofa., S. Kom. I., M. Kom. I., selaku pemateri, serta perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL, dan 200 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan.

M. Bisri Mustofa., S. Kom. I., M. Kom. I., dalam penyampaian materinya, turut menekankan bahwa menjadi muslim intelektual tidak hanya tentang kepintaran akademik semata, melainkan juga tentang merawat iman sebagai fondasi spiritualitas.

Muhammad Rifki Auly selaku Ketua Umum (Ketum) UKM Bapinda berharap setelah pembukaan ini dilaksanakan para mahasiswa dapat merasakan keseruan di kampus bersama RDK. 

"Saya berharap mahasiswa-mahasiswa dapat merasakan keseruan Ramadan di UIN RIL, dengan adanya kajian dan kegiatan lainnya yang ada di RDK," ujarnya. 

Putri Anggraini Salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti pembukaan RDK. 

"Saya merasa terkesan dan terinspirasi karena RDK ini menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam nilai keimanan dan merasakan kehangatan serta keramaian Ramadan di kampus," ungkapnya.

Rep: Otafi
Editor: Byline

HIDUP DALAM WASPADA, PEREMPUAN DAN ANCAMAN NYATA DI SEKITARNYA

[ Artikel ] 

Sumber: Pinterest


Bagi sebagian perempuan, rasa takut tidak hanya berasal dari pengalaman pribadi saja, tetapi juga hadir dari berbagai kasus kekerasan yang terus terjadi secara berulang dan menjadi konsumsi publik. Berita tentang pelecehan, kekerasan fisik, dan serangan terhadap perempuan menjadi pengingat bahwa ancaman itu nyata, bisa terjadi pada siapa saja, dan dimana saja.

Berdasarkan data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2025, terdapat 4.472 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan, mencakup kekerasan seksual, kekerasan fisik, hingga kekerasan dalam relasi personal. 

Namun, angka tersebut diyakini hanya mencerminkan sebagian kecil dari realitas yang sebenarnya. Banyak korban memilih untuk tidak melapor karena takut disalahkan, mengalami tekanan sosial, dan berada dalam relasi kuasa yang tidak seimbang dengan pelaku. Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan masih hidup dalam bayang-bayang ancaman yang nyata.

Dilansir dari riauonline.co.id, salah satu peristiwa yang saat ini mengguncang publik terjadi dalam kasus pembacokan seorang mahasiswi yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Korban diserang oleh rekan satu kampusnya, yang diduga terjadi karena motif asmara dan penolakan. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa ancaman terhadap perempuan dapat terjadi bahkan di lingkungan akademik yang seharusnya menjunjung tinggi nilai intelektual dan kemanusiaan. 

Kasus kekerasan juga terjadi di lingkungan pendidikan tinggi lainnya. Mengutip dari kompas.com, pada April 2025 lalu, seorang oknum guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi. Pelaku diduga memanfaatkan posisinya sebagai figur otoritas akademik untuk mendekati dan memanipulasi korban. Kasus ini menyoroti bagaimana relasi kuasa dapat menjadi alat bagi pelaku untuk melakukan kekerasan, sekaligus menunjukkan bahwa institusi pendidikan belum sepenuhnya bebas dari ancaman tersebut. 

Masih dari sumber yang sama, ancaman terhadap perempuan juga terjadi di sektor kesehatan, ruang yang seharusnya memberikan perlindungan dan perawatan. Kasus pelecehan ini dilakukan oleh oknum dokter di Malang pada tahun 2025, dan menjadi pengingat bahwa perempuan bahkan dapat menjadi korban saat berada dalam kondisi paling rentan. Posisi pasien yang lemah secara fisik dan psikologis dimanfaatkan oleh pelaku yang menyalahgunakan kepercayaan dan kewenangannya. 

Tidak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan, dunia olahraga pun tidak luput dari kasus kekerasan terhadap perempuan. Mengutip dari kemenpora.go.id, terdapat laporan mengenai dugaan pelecehan terhadap atlet perempuan di Pelatihan Nasional (Pelatnas) panjat tebing pada periode 2025 s.d. 2026. Laporan mengenai kekerasan fisik dan seksual ini diduga melibatkan oknum pelatih dan pengurus, sehingga memicu intervensi dan evaluasi sistem pembinaan atlet. 

Ironisnya, ancaman terbesar bagi perempuan sering kali datang dari orang terdekat. Laporan Komnas Perempuan menunjukkan bahwa banyak kekerasan terjadi dalam ranah personal, seperti oleh pasangan, mantan pasangan, atau anggota keluarga. Banyak kasus kekerasan dipicu oleh rasa kepemilikan, kecemburuan, atau penolakan yang tidak diterima pelaku. 

Secara struktural, lemahnya perlindungan terhadap perempuan juga terlihat dari minimnya infrastruktur yang mendukung keamanan. Seperti minimnya pencahayaan di ruang publik, terbatasnya pengawasan CCTV, dan proses pelaporan yang rumit membuat perempuan merasa tidak memiliki perlindungan yang memadai. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya berpihak pada keamanan dan perlindungan perempuan.

Pada akhirnya, rasa aman adalah hak dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap perempuan, bukan sesuatu yang harus diperjuangkan sendirian. Tanpa komitmen nyata dari negara, institusi, dan masyarakat untuk melindungi korban dan menindak pelaku secara tegas, maka perempuan akan terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan di ruang yang seharusnya aman.

Karya: Korektif
Editor: Byline

MAHASISWA ANGKATAN 2022 KELUHKAN SKOR TOEFL TIDAK SESUAI, PUSBA UIN RIL BERI TANGGAPAN

[ Berita ] 

Hasil Skor TOEFL Angkatan 2022

Raden Intan — Mahasiswa angkatan 2022 keluhkan skor Test Of English As a Foreign Language (TOEFL) tidak sesuai, Pusat bahasa (Pusba) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) beri tanggapan. (Selasa, 03/03/26).

Pada tanggal 12 Februari 2026 lalu, pihak Pusba UIN RIL mengadakan tes TOEFL gratis bagi mahasiswa angkatan 2022 secara online, dan diikuti oleh 2600 mahasiswa. Tes TOEFL merupakan tes yang wajib dilakukan oleh mahasiswa akhir sebagai salah satu persyaratan sidang munaqosyah. 

Namun, setelah itu muncul isu yang beredar di media sosial terkait dengan keseragaman skor TOEFL yang telah keluar. Dari adanya hasil TOEFL ini, sebagian mahasiswa merasa bahwa tes TOEFL hanya dilakukan sebagai bentuk formalitas saja. Sehingga memicu kegaduhan antara pihak Pusba dengan mahasiswa. 

Terkait hal tersebut, AH salah satu staff Pusba UIN RIL menegaskan bahwa penilaian yang dilakukan telah sesuai dengan standar penilaian Pusba, dan penilaian ini dilakukan oleh pihak ketiga yaitu penyedia layanan tes. 

Ia juga menambahkan bahwa pihak pusba menyediakan layanan verifikasi bagi mahasiswa yang merasa nilai yang ia peroleh tidak sesuai. Kedepannya pihak Pusba tidak akan mengadakan tes TOEFL secara online, tetapi akan diadakan secara offline. 

"Bagi mahasiswa yang tidak setuju dengan nilai yang didapatkan, silahkan untuk datang ke Pusba dan menunjukkan jika memang layak untuk mendapatkan nilai 600, karena pihak Pusba sudah menyediakan layanan terkait hal tersebut," tambahnya. 

B salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Akutansi Syariah (AKS) mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan hasil yang ia peroleh. 

"Saya merasa kecewa dengan hasil yang didapatkan, karena ada beberapa mahasiswa yang mengaku mengerjakan soal secara asal-asalan tetapi mendapat nilai yang sama dengan yang lain," ungkapnya. 

MA mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara (HTN) menyampaikan, bahwa menurutnya, kesamaan skor yang dipukul rata lah yang menimbulkan banyak kecurigaan. Sehingga banyak mahasiswa menduga adanya permainan data.

Rep: Angle & Lead

Editor: Byline

PERDANA, UKM BAHASA UIN RIL ADAKAN PELATIHAN SPEAKING TIME WITH CONNECT

[ Berita ]

UKM Bahasa UIN RIL

Raden Intan — Perdana, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) adakan pelatihan Speaking Time with Connect. (Jum'at, 27/02/26).

Pelatihan ini dilaksanakan di gedung Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) sejak pukul 09.00 s.d. selesai, dengan mengusung tema "Speaking Time with Connect," yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris baik bagi pengurus UKM Bahasa maupun mahasiswa umum. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Cassie Ann Simmon selaku pemateri dari connect Lampung, pengurus UKM Bahasa, dan 11 peserta lainnya yang berasal dari berbagai jurusan, dengan Harga Tiket Masuk (HTM) Rp 10.000.

Kegiatan ini merupakan program pelatihan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh UKM Bahasa pada tahun ini, dengan berfokus pada pelatihan speaking dan telah berjalan selama dua kali pertemuan, serta rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap minggunya. 

Diah Fitri Wulandari selaku Bendahara Umum UKM Bahasa menyampaikan harapannya setelah pelatihan ini dilaksanakan.

"Saya berharap setelah pelatihan ini dilaksanakan, anggota UKM bahasa semakin percaya diri dan berani untuk menyampaikan pendapat serta tampil di depan umum menggunakan bahasa Inggris," ujarnya. 

Anisa Zelsa Ahmad mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), salah satu peserta yang mengikuti pelatihan ini mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti pelatihan. 

"Saya sangat senang sekali mengikuti pelatihan ini, karena konsep yang disampaikan oleh pemateri sangat mudah dipahami terutama untuk pemula," ungkapnya. 

Rep: Brave & Byline 
Editor: Aline