Sabtu, 16 Agustus 2025

BENDERA ONE PIECE RAMAI DIKIBARKAN MENJELANG HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-80

[ Artikel ]

Sumber: Beritasatu.com

Bendera One Piece yang menampilkan simbol Jolly Roger dengan tengkorak ber-topi jerami, menjadi viral di Indonesia menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI). Banyak warganet membagikan foto dan video bendera ini berkibar berdampingan atau bahkan menggantikan posisi bendera Merah Putih di berbagai daerah. Fenomena ini cepat menyebar di media sosial karena dianggap unik, nyeleneh, dan sarat makna. 

Menurut tempo.com dalam dunia One Piece bendera tersebut dikenal sebagai Jolly Roger, yaitu simbol tengkorak yang dipakai oleh setiap kru bajak laut. Asal-usul Jolly Roger sendiri terinspirasi dari bendera bajak laut di sejarah nyata, yang digunakan pada abad ke-17 hingga ke-18 untuk menakut-nakuti musuh dan menandai identitas kapal bajak laut. 

Simbol Jolly Roger dalam konteks One Piece tidak selalu bermakna kekerasan atau kehancuran. Tetapi, juga menjadi ekspresi dari kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang merupakan isu utama dalam cerita buatan Eiichiro Oda ini.

Dilansir dari NU.Or.id, Fenomena ini bukan sekadar tren fandom, tetapi juga cerminan cara generasi muda memaknai nasionalisme melalui bahasa budaya pop. Bagi banyak anak muda, bendera Jolly Roger bukan untuk menggantikan Merah Putih, melainkan cara menyampaikan pesan yang lebih relevan dengan era digital. 

Menurut Moh Faiz Maulana selaku Dosen Sosiologi Universitas Nahdatul Ulama Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melarang penggunaan bendera One Piece karena dianggap bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ini memicu perdebatan di media sosial dan kalangan penggemar.
 
Dilansir dari tirto.id pelecehan terhadap simbol negara pengibaran bendera One Piece dalam konteks kemerdekaan dianggap merendahkan lambang negara bendera Merah Putih. Pemerintah menegaskan bahwa simbol negara adalah pemersatu dan tidak boleh dipinggirkan oleh simbol lain, terutama dalam momentum sakral seperti peringatan 17 Agustus.

Dikutip dari detik.com Anak muda hari ini kritis, melek informasi, tetapi mereka tidak merasa didengar. Dalam situasi seperti itu, mereka mencari simbol baru yang mewakili semangat kebebasan, pemberontakan, dan solidaritas nilai-nilai yang ironisnya justru mereka temukan dalam tokoh bajak laut fiktif seperti Luffy, bukan dalam simbol-simbol kenegaraan.

Fenomena bendera One Piece yang berkibar di bawah bendera Merah Putih menjelang HUT ke-80 RI muncul karena adanya pergeseran cara generasi muda mengekspresikan nasionalisme. Meski pemerintah melarang penggunaannya dengan alasan menjaga persatuan, justru larangan itu semakin memicu perhatian publik dan membuat tren ini semakin ramai. Pada akhirnya, bendera Jolly Roger dipakai bukan untuk menyaingi simbol negara, melainkan sebagai bentuk ekspresi kebebasan, kritik sosial, sekaligus tanda bahwa generasi muda mencari cara baru untuk menyuarakan identitas dan semangat kemerdekaan sesuai zamannya.

Reporter: Alisya & Rizka
Editor: Tala


Rabu, 13 Agustus 2025

KKN 87 UIN RIL KENALKAN KARYA SENI RAMAH LINGKUNGAN DARI BAHAN ALAMI

[ Berita ]


Sumber: Kelompok KKN 78 UIN RIL

Raden Intan — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 87 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) perkenalkan karya seni ramah lingkungan dari bahan alami. (Rabu, 13/08/25)

Kegiatan yang bertemakan "Karya Seni Ramah Lingkungan" tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Yaqin Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjung Karang Pusat pada Sabtu (09/08).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan karya seni ramah lingkungan dengan bahan baku tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal, dan diikuti oleh 20 orang Remaja Masjid Nurul Yaqin Kelurahan Gotong Royong.

Juli Zulfazri selaku penanggung jawab risma Nurul Yaqin yang mengikuti kegiatan ini berharap agar hasil dari program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya dapat menjadi sumber penghasilan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Julia Ayu selaku pemateri menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

"Praktik Eco Print ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat limbah kimia pabrik tekstil," ucapnya.

Rizqi Hidayat selaku Koordinator Kelompok (Korkel) menyampaikan harapannya terkait adanya kegiatan ini.

"Semoga melalui kegiatan ini, dapat menjadi media edukasi melalui karya seni tekstil yang mengangkat nilai keberlanjutan dan pelestarian alam, serta dapat menjadi peluang usaha menjanjikan bagi warga sekitar," ujarnya.

Reporter: Convince
Editor: Novel

Minggu, 10 Agustus 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI JULI TAHUN 2025

[ E-Koran ]



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗩𝗜𝗜" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

https://bit.ly/E-KoranEdisiJuli2025

Sabtu, 09 Agustus 2025

LESTARIKAN LINGKUNGAN, UIN RIL BAGIKAN 8.000 BIBIT TANAMAN KE PESERTA KKN

 [ Berita ]


Sumber: Zaaza

Raden Intan — Lestarikan lingkungan, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bagikan 8.000 bibit tanaman ke peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai dari 8—10 Agustus 2025. (Sabtu, 09/08/25).

Pada 8 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota, 9 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Tematik Perlindungan Anak, KKN Tematik Mengajar, KKN Dakwah Humanis, KKN Lingkar Kampus, dan 10 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota Kecamatan Kemiling.

Terdapat 4 jenis tanaman yang dibagikan, yakni nangka, pala, jambu mete, dan pinang. Di mana bibit tersebut terdiri dari 80 paket dan setiap paket terdapat 25 bibit pohon. Kelompok KKN mendapatkan 50 bibit dengan 2 jenis tanaman. Jumlah bibit harus menyesuaikan dengan lahan yang akan ditanam serta mengikuti arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

Afif Rifqi Yonada selaku peserta KKN Lingkar Kampus yang bertanggung jawab dalam pembagian bibit tanaman di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengatakan bahwa jumlah bibit 23.500 namun mengalami penyesuaian dengan lahan yang akan ditanam dan kebijakan Pemkot sehingga menjadi 8.000 bibit.

Okto Purna Irawan selaku salah satu peserta KKN Tematik Perlindungan Anak kelompok 129 ungkapkan tujuan dari program ini adalah untuk penghijauan dan tata kelola lahan di kota.

"Menurut saya, tujuan dari penanaman bibit ini untuk penghijauan sebagai program Green Campus UIN RIL yang didukung oleh Pemkot guna mengurangi polusi udara di Kota Bandar Lampung," ujarnya.

Dwi Anggreta, salah satu peserta KKN Tematik Mengajar kelompok 200 menyatakan bahwa program ini bermanfaat untuk lingkungan.

"Program ini sebagai salah satu kontribusi UIN RIL terhadap pelestarian lingkungan, dan harapannya setelah pohon tumbuh baik dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar," harapnya.

Reporter: Dela & Zaaza

Editor: Indepth

Jumat, 08 Agustus 2025

KKN 211 UIN RIL BAWA INOVASI DIGITAL KE SMA YADIKA MELALUI PROGRAM GIP

[ Berita ]

Sumber: Kelompok KKN 211

Raden Intan — Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 211 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bawa inovasi digital ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Yadika Bandar Lampung melalui program Green Identity Project (GIP). (Sabtu, 09/08/25)

Program yang bertemakan "Inovasi Digital dalam Edukasi Lingkungan Sekolah" ini dilaksanakan selama 4 hari, yakni terhitung sejak tanggal 4—8 Agustus 2025 dan bertujuan untuk menjadikan 29 pohon yang ada di sekolah menjadi media pembelajaran digital yang menarik. 

Melalui program GIP, setiap pohon kini dilengkapi dengan papan identitas yang berisi nama, nama latin, dan informasi penting lainnya yang dapat diakses langsung melalui barcode. Para siswa cukup memindai kode tersebut dengan ponsel mereka untuk mendapatkan informasi lengkap tentang pohon.

Rizki Muhamad Sidik selaku Koordinator Kelompok (Korkel) menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pemanfaatan teknologi untuk pendidikan. 

"Ini adalah upaya kami untuk membuka ruang digital dalam proses belajar. Kami ingin mendorong siswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu belajar yang efektif," jelasnya. 

Program GIP ini disambut antusias oleh Bapak Pujiono selaku Kepala Sekolah SMA Yadika. Menurutnya, program ini merupakan terobosan baru di sekolahnya.

"Kami sangat senang dengan adanya program ini. Ini memberikan media belajar yang berbeda dan interaktif. Kami berharap ini bisa memicu rasa ingin tahu siswa dan menambah pengetahuan mereka," ujarnya.

Reporter: Milya
Editor: Novel

CAMABA KELUHKAN UKURAN ALMAMATER TAK SESUAI, AKADEMIK UIN RIL KLARIFIKASI

[ Berita ]


Sumber: Naya

Raden Intan — Calon mahasiswa baru (camaba) keluhkan ukuran jaket almamater yang tidak sesuai, pihak akademik Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sampaikan klarifikasi. (Jum'at, 08/08/25)

Tepat pada tanggal 4—6 Agustus 2025 lalu, UIN RIL laksanakan kegiatan pembagian jaket almamater tahap 1 kepada camaba yang telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) s.d tanggal 30 Juli 2025.

Pengambilan jaket almamater tersebut menuai banyak keluhan dari camaba terkait ukuran almamater yang tidak sesuai dengan ukuran yang sebelumnya sudah mereka isi pada form saat daftar ulang.

Camaba dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyampaikan bahwa pada hari kedua pengambilan almamater, seluruh ukuran yang tersedia hanya XL. Padahal ia sudah mengisi ukuran yang sesuai yakni M saat daftar ulang.

Terkait dengan hal tersebut, pihak akademik mengonfirmasi bahwa pembagian almamater dibagi menjadi 2 tahap untuk menghindari membeludaknya camaba pada hari yang sama. Maka pada tahap pertama, almamater baru tersedia 3 ukuran yakni L, XL, dan XXL.

Devitha Anggun, S.E., M.M., selaku Sub Koordinator Kemahasiswaan UIN RIL juga menyampaikan bahwa almamater yang ukurannya tidak sesuai boleh ditukarkan.

"Jika ada yang merasa almamaternya memang terlalu kebesaran, bisa ditukarkan di tahap 2. Namun tetap saja kita dahulukan camaba yang akan mengambil almamater di tahap 2 lebih dulu," jelasnya.

Salah satu camaba juga turut menyampaikan bahwa pada saat pengambilan almamater, ukuran yang dimintanya habis dan hanya tersisa satu ukuran saja.

"Saat pengambilan almet full XL semua, padahal saya sudah masukin ukuran pas saat daftar ulang. Padahal kalau bisa habis kenapa gak dari kemarin aja semuanya sekalian dibagikan," ucapnya.

Reporter: Novel
Editor: Cerpen

Rabu, 06 Agustus 2025

KKN 84 UIN RIL ADAKAN PENYULUHAN PENGGUNAAN BIOPORI DAN PEMBUATAN ECOENZYM

[ Berita ]


Sumber: Kelompok KKN 84 Sukajawa Baru


Raden Intan — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Kelompok 84 adakan penyuluhan penggunaan biopori dan pembuatan ecoenzym. (Rabu, 06/08/25)

Kegiatan yang bertema "Pemberdayaan Masyarakat dengan Mengadakan Penyuluhan Biopori dan Ecoenzyme" tersebut dilaksanakan di Balai Al-Qonaah, Kecamatan Sukajawa Baru, Kelurahan Tanjung Karang Barat, pada Selasa (05/08). 

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan 18 Rukun Tetangga (RT) dan Karang Taruna di Kecamatan Sukajawa Baru bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat agar dapat memanfaatkan serta mengurangi limbah dapur. 

Dalam materi yang disampaikan oleh Zahwa Tara Fadhila bahwa limbah dapur yang biasanya dibuang, dapat digunakan menjadi hal yang lebih bermanfaat.

“Program ini diadakan agar masyarakat tahu bagaimana cara mengatasi dan mengolah limbah dapur dengan menggunakan biopori dan ecoenzym sehingga limbah tersebut lebih bermanfaat dan tidak dibuang begitu saja," jelasnya.

Aan Hidayat selaku ketua RT 07 Lingkungan 1 kelurahan Sukajawa Baru, menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan cukup baik. Hanya saja jangka waktu menghasilkannya agak terlalu lama sampai 3 bulan.

Selanjutnya, Wahyudi selaku anggota Karang Taruna Kampung Pasir Binglu menyampaikan harapannya terhadap adanya kegiatan ini. 

“Harapan saya setiap rumah tangga dapat mengurangi sampahnya dengan berkreativitas menggunakan sampah organik tersebut jadi bisa dimanfaatin,” harapnya.

Reporter: Quote

Editor: Novel