![]() |
| Sumber: Beritasatu.com |
Sabtu, 16 Agustus 2025
BENDERA ONE PIECE RAMAI DIKIBARKAN MENJELANG HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-80
Rabu, 13 Agustus 2025
KKN 87 UIN RIL KENALKAN KARYA SENI RAMAH LINGKUNGAN DARI BAHAN ALAMI
![]() |
| Sumber: Kelompok KKN 78 UIN RIL |
Minggu, 10 Agustus 2025
TELAH TERBIT E-KORAN EDISI JULI TAHUN 2025
[ E-Koran ]
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻
Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗩𝗜𝗜" tahun 2025.
Baca E-Koran selengkapnya:
Sabtu, 09 Agustus 2025
LESTARIKAN LINGKUNGAN, UIN RIL BAGIKAN 8.000 BIBIT TANAMAN KE PESERTA KKN
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Zaaza |
Raden Intan — Lestarikan lingkungan, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bagikan 8.000 bibit tanaman ke peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai dari 8—10 Agustus 2025. (Sabtu, 09/08/25).
Pada 8 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota, 9 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Tematik Perlindungan Anak, KKN Tematik Mengajar, KKN Dakwah Humanis, KKN Lingkar Kampus, dan 10 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota Kecamatan Kemiling.
Terdapat 4 jenis tanaman yang dibagikan, yakni nangka, pala, jambu mete, dan pinang. Di mana bibit tersebut terdiri dari 80 paket dan setiap paket terdapat 25 bibit pohon. Kelompok KKN mendapatkan 50 bibit dengan 2 jenis tanaman. Jumlah bibit harus menyesuaikan dengan lahan yang akan ditanam serta mengikuti arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.
Afif Rifqi Yonada selaku peserta KKN Lingkar Kampus yang bertanggung jawab dalam pembagian bibit tanaman di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengatakan bahwa jumlah bibit 23.500 namun mengalami penyesuaian dengan lahan yang akan ditanam dan kebijakan Pemkot sehingga menjadi 8.000 bibit.
Okto Purna Irawan selaku salah satu peserta KKN Tematik Perlindungan Anak kelompok 129 ungkapkan tujuan dari program ini adalah untuk penghijauan dan tata kelola lahan di kota.
"Menurut saya, tujuan dari penanaman bibit ini untuk penghijauan sebagai program Green Campus UIN RIL yang didukung oleh Pemkot guna mengurangi polusi udara di Kota Bandar Lampung," ujarnya.
Dwi Anggreta, salah satu peserta KKN Tematik Mengajar kelompok 200 menyatakan bahwa program ini bermanfaat untuk lingkungan.
"Program ini sebagai salah satu kontribusi UIN RIL terhadap pelestarian lingkungan, dan harapannya setelah pohon tumbuh baik dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar," harapnya.
Reporter: Dela & Zaaza
Editor: Indepth
Jumat, 08 Agustus 2025
KKN 211 UIN RIL BAWA INOVASI DIGITAL KE SMA YADIKA MELALUI PROGRAM GIP
![]() |
| Sumber: Kelompok KKN 211 |
CAMABA KELUHKAN UKURAN ALMAMATER TAK SESUAI, AKADEMIK UIN RIL KLARIFIKASI
![]() |
| Sumber: Naya |
Rabu, 06 Agustus 2025
KKN 84 UIN RIL ADAKAN PENYULUHAN PENGGUNAAN BIOPORI DAN PEMBUATAN ECOENZYM
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Kelompok KKN 84 Sukajawa Baru |
Raden Intan — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Kelompok 84 adakan penyuluhan penggunaan biopori dan pembuatan ecoenzym. (Rabu, 06/08/25)
Kegiatan yang bertema "Pemberdayaan Masyarakat dengan Mengadakan Penyuluhan Biopori dan Ecoenzyme" tersebut dilaksanakan di Balai Al-Qonaah, Kecamatan Sukajawa Baru, Kelurahan Tanjung Karang Barat, pada Selasa (05/08).
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan 18 Rukun Tetangga (RT) dan Karang Taruna di Kecamatan Sukajawa Baru bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat agar dapat memanfaatkan serta mengurangi limbah dapur.
Dalam materi yang disampaikan oleh Zahwa Tara Fadhila bahwa limbah dapur yang biasanya dibuang, dapat digunakan menjadi hal yang lebih bermanfaat.
“Program ini diadakan agar masyarakat tahu bagaimana cara mengatasi dan mengolah limbah dapur dengan menggunakan biopori dan ecoenzym sehingga limbah tersebut lebih bermanfaat dan tidak dibuang begitu saja," jelasnya.
Aan Hidayat selaku ketua RT 07 Lingkungan 1 kelurahan Sukajawa Baru, menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan cukup baik. Hanya saja jangka waktu menghasilkannya agak terlalu lama sampai 3 bulan.
Selanjutnya, Wahyudi selaku anggota Karang Taruna Kampung Pasir Binglu menyampaikan harapannya terhadap adanya kegiatan ini.
“Harapan saya setiap rumah tangga dapat mengurangi sampahnya dengan berkreativitas menggunakan sampah organik tersebut jadi bisa dimanfaatin,” harapnya.
Reporter: Quote
Editor: Novel






