Rabu, 17 Desember 2025

GELORAKAN SPORTIVITAS, UKM TAPAK SUCI UIN RIL GELAR RADEN INTAN CHAMPIONSHIP II 2025

[ Berita ]



Sumber: Wantal


Raden Intan — Gelorakan Sportivitas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) gelar Kejuaraan Pencak Silat Raden Intan Championship II 2025 se-Provinsi Lampung. (Rabu, 17/12/2025)

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Ahmad Hanafiah UIN RIL dan berlangsung selama dua hari, yakni pada 16–17 Desember 2025. Raden Intan Championship adalah ajang kompetisi pencak silat yang merupakan agenda tahunan UKM Tapak Suci UIN RIL dan telah dilaksanakan sebanyak dua kali.

Ajang kompetisi pencak silat bertujuan untuk menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bakat atlet, peningkatan prestasi olahraga, serta penanaman nilai sportivitas, kedisiplinan, dan kejujuran dalam bertanding. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pesilat serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.

Acara ini turut dihadiri oleh Dr. Hervin Yoki Pradikta, S.H., selaku Wakil Dekan III Fakultas Psikologi sekaligus mewakili Wakil Rektor (Warek) III UIN RIL, Devitha Anggun, S.E., M.M., selaku Sub Koordinator Kemahasiswaan UIN RIL, Cahniyo Wijaya Kuswanto, M.Pd., selaku Pembina UKM Tapak Suci UIN RIL, serta diikuti oleh 1.088 peserta dari berbagai kategori, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Provinsi Lampung.

Pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Raden Intan Championship II 2025


Ari Rian selaku Ketua Umum (Ketum) UKM Tapak Suci UIN RIL menyampaikan bahwa Raden Intan Championship II 2025 diselenggarakan sebagai bagian dari promosi kampus sekaligus pembinaan atlet, serta keberlanjutan untuk program divisi prestasi.

M. Abiburahman selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) Raden Intan Championship II 2025, mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai peningkatan kualitas pada pesilat di Lampung.

“Kejuaraan ini dilaksanakan tentunya untuk meningkatkan kualitas para pesilat di Lampung dan menumbuhkan sportivitas agar berlanjut ke ajang berikutnya,” ucapnya.

Kirana Larasati selaku peserta dari Kontingen Perisai Diri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuannya.

"Perasaan saya sangat senang sekali berpartisipasi dalam kejuaran ini. Adanya ajang ini menambah pengalaman dan mengasah kemampuan. Saya juga sangat antusias dalam kegiatan ini," ucapnya.

Reporter: Angle & Wantal
Editor: Indepth

Senin, 15 Desember 2025

APLIKASIKAN MATA KULIAH, PRODI MANAJEMEN DAKWAH GELAR STUDI BANDING DI DEKRANASDA PROVINSI LAMPUNG

[ Berita ]

Sumber: Angle

Raden Intan — Aplikasikan mata kuliah Manajemen Fundraising dan Komunikasi Organisasi Islam, Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah (MD) gelar studi banding di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung. (Senin, 15/12/2025)

Dengan mengangkat tema "Loyalitas Gen Z Terhadap Manajemen di Era Digital", yang bertujuan untuk bekerja sama dalam mengaplikasikan komunikasi organisasi dan fundraising agar mahasiswa bisa menjadi seorang muslim yang dapat dipercaya.

Acara ini turut dihadiri oleh Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, M.Sos.I., selaku Ketua Prodi MD Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDIK), Dendy Mashuri, S.H., M.A., MPP., selaku Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung, serta 83 mahasiswa Manajemen Dakwah semester 3 dan 5.

Dalam kesempatan ini, Ketua Prodi MD turut melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dan Memorandum of Angreement (MOA) dengan Dekranasda Provinsi Lampung, serta berharap mahasiswa dapat mengembangkan ilmunya.

“Saya berharap, setelah diadakannya kegiatan studi banding ini, mahasiswa bisa mengembangkan ilmunya dan bisa mengerjakan tugas akhir seperti jurnal. Kemudian ketika menjadi alumni, mereka tidak berpatok menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, tetapi bisa berkarya dan membuka usaha," harapnya.

Sekretaris Deskranasda juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan civitas akademika Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ke Dekranasda Provinsi Lampung.

"Kami mengucapkan terima kasih untuk pihak UIN RIL yang telah hadir dan menjadi suatu kebanggaan bagi kami. Dekranasda Provinsi Lampung memiliki peran strategis dalam pembinaan, dan ini sangat erat dengan ilmu manajemen dakwah terutama dalam hal pengelolaan organisasi pemberdaya masyarakat," ucapnya.

Melia Agustina selaku mahasiswa prodi MD mengatakan bahwa ia mendapatkan banyak ilmu setelah mengikuti kegiatan ini terutama tentang pariwisata terutama dalam budaya Lampung dan keberagaman di setiap daerah.

Reporter: Angle dan Art 
Editor: Indepth

Sabtu, 13 Desember 2025

UKM PERSMA RI UMUMKAN PEMENANG LOMBA NALAR FEST 2025

[ Berita ]


Sumber: Brave

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) mengumumkan para pemenang lomba dalam acara Nalar Fest tahun 2025. (Minggu, 14/12/2025)

Kegiatan tahunan ini merupakan pengembangan dari Journalist Competition dengan mengusung Tema "Resonansi Kebenaran: Suara Muda di Era Digital", untuk menjadi wadah bagi generasi muda dalam menyuarakan ide, kreativitas, dan kebenaran secara bertanggung jawab di tengah perkembangan era digital. 

Pengumuman pemenang menjadi puncak rangkaian acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Fakultas Syariah (FS) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). 

Dalam Lomba News Anchor, juara 1 diraih oleh M. Azra Lilam Putra, juara 2 diraih oleh Dayinta Wisnu Siwi, dan juara 3 diraih oleh Alda Despita. 

Lomba Cipta dan Baca Puisi, juara 1 diraih oleh Satria Putra Bagaskara, juara 2 diraih oleh Karel Aditya Prayoga, dan juara 3 diraih oleh Illona Ibdah. 

Lomba Desain Poster, juara 1 diraih oleh Fahd Sultan Dzaki, juara 2 diraih oleh Riska Fitria, dan juara 3 diraih oleh Muhammad Adam Ramadhan.

Jefri Ardi, M.M., selaku juri Lomba News Anchor sekaligus Produser Eksekutif Radar Lampung TV, memberikan arahan kepada para peserta.

“Seorang news anchor harus memiliki freedom atau kebebasan agar tidak terbebani banyak pikiran, sehingga berita yang disampaikan saat siaran dapat tersaji secara profesional dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, M. Azra Lilam Putra selaku juara 1 pemenang Lomba News Anchor menuturkan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama dalam mengikuti kompetisi tersebut. 

“Yang paling penting itu menguasai teks supaya isi beritanya benar-benar di luar kepala, sehingga bisa menentukan intonasi dan penekanan kata saat membacakan berita,” katanya.

Satria Putra Bagaskara, juara 1 Lomba Cipta dan Baca Puisi, menekankan pentingnya tetap rendah hati dan terus belajar dari kritik. Ia menyadari bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata indah, tetapi kata-kata yang hidup melalui interaksi dengan pendengar.

Adapun Fahd Sultan Dzaki, juara 1 Lomba Desain Poster, berharap karya posternya bisa mendorong dirinya sendiri maupun orang yang melihatnya menjadi lebih kritis dalam menanggapi permasalahan saat ini, karena tidak semua yang terlihat adalah fakta, sebagian bisa jadi hoaks.

Reporter: Aline

Editor: Novel

Jumat, 12 Desember 2025

UKM PERSMA RI GAUNGKAN RESONANSI KEBENARAN SUARA MUDA MELALUI NALAR FEST 2025

[ Berita ]

Sumber: Pingkan

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) menggaungkan resonansi kebenaran suara muda melalui kegiatan Nalar Fest 2025. (Sabtu, 13/12/2025) 

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Syari'ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan mengusung tema "Resonansi Kebenaran: Suara Muda di Era Digital".

Nalar Fest merupakan pelaksanaan kegiatan tahunan UKM PersMa RI yang bertujuan untuk menghadirkan dan mencetak mahasiswa maupun siswa agar memiliki pengalaman lebih luas terkait jurnalistik. Dengan menghadirkan beberapa perlombaan di antaranya Cipta dan Baca Puisi, News Anchor, serta Desain Poster.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ahmad Abizar selaku Staf Ahli UKM PersMa RI, Dewan juri cabang lomba News Anchor yakni Andry Kurniawan selaku TV Journalist dan Jefri Ardi, M.M., selaku Produser Eksekutif Radar TV Lampung, jajaran pengurus dan panitia kegiatan, perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN RIL, serta 42 peserta lomba yang berasal dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan mahasiswa aktif se-provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Staf Ahli UKM PersMa RI menyampaikan bahwa bakat baru bisa ditemukan dalam kegiatan ini.

"Kegiatan ini tentunya sudah sekian kali dilaksanakan. Peserta dapat menemukan bakat baru di sini, dan semoga peserta mendapat hasil terbaik dan semaksimal mungkin," ucapnya.

Lifthiatul Rowdhoh selaku peserta lomba News Anchor menyampaikan kesan dan pesannya terhadap kegiatan ini.

"Acaranya luar biasa keren, menyenangkan, dan meriah sekali. Sukses terus untuk UKM PersMa RI, ditunggu untuk perlombaan Nalar Fest selanjutnya," ungkapnya.

Adapun Zaid Muhammad Akbar selaku peserta cabang lomba Desain Poster juga turut menyampaikan bahwa acara ini sangat bagus dan berjalan dengan baik. Ia juga berharap agar kedepannya cabang lomba dalam Nalar Fest bisa ditambah serta diperluas lagi.

Reporter: Novel
Editor: Cerpen

Jumat, 05 Desember 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI NOVEMBER TAHUN 2025

[ E-Koran ]



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗫𝗜" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

#uinradenintan
#persmaradenintan
#gardaidealismemahasiswa

Rabu, 03 Desember 2025

KUKUHKAN 1.642 WISUDAWAN, REKTOR UIN RIL AJAK LULUSAN MENJADI PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT

[ Berita ] 


Sumber: Byline

Raden Intan — Kukuhkan 1.642 wisudawan, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mengajak para lulusan menjadi pembelajar sepanjang hayat. (Kamis, 04/12/25)

Wisuda periode IV dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) K. H. Ahmad Hanafiyah UIN RIL dan terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama pada pagi pukul 08.00 WIB s.d selesai, diikuti oleh 822 wisudawan dan sesi kedua pada siang pukul 13.00 WIB s.d selesai, diikuti oleh 820 wisudawan. 

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, jajaran Wakil Rektor (Warek) UIN RIL, Prof. Dr. H. Arsyad Sobby Kesuma, Lc., M.Ag., mewakili Ketua Senat, jajaran Senat UIN RIL, jajaran Dekan dan Wakil Dekan (Wadek) Fakultas, Civitas Akademika UIN RIL, serta diikuti oleh 1.642 wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL mengajak para wisudawan periode IV tahun 2025 untuk tidak pernah berhenti belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

"Saya mengajak para wisudawan untuk tidak pernah berhenti belajar dan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi justru awal dari proses belajar yang lebih luas. Saudara harus siap menjadi pembelajar sepanjang hayat, dan jangan merasa cukup dengan gelar hari ini," ujar beliau.

Ike Apriliani selaku wisudawan Pascasarjana Strata tiga (S3) Program Studi (Prodi) Manajamen Pendidikan Islam (MPI) menyampaikan rasa senangnya atas terlaksananya wisuda periode IV tahun 2025.

"Saya merasa senang dan bangga karena memang semua proses dari S1 sampai S3 punya kesulitan masing-masing, dan semua itu perlu diapresiasi serta disambut dengan sukacita," ucapnya. 

Adapun Hasby Taufiqurrahman selaku wisudawan Strata satu (S1) Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) merasa sangat bersyukur dan bangga atas gelar sarjana yang ia dapatkan.

Reporter: Byline
Editor: Novel

Sabtu, 29 November 2025

SUMATERA TERGENANG, BUKTI NYATA PULAU DIPAKSA TUNDUK PADA AMBISI EKONOMI

[ OPINI ] 


Sumber: Kompas.com

Pulau Sumatera yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung alam terbesar di Indonesia, kembali menanggung luka besar. Banjir bandang dan tanah longsor menghantam beberapa provinsi seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Peristiwa ini adalah bukti nyata bahwa pulau ini tidak lagi mampu memikul ambisi ekonomi yang terus dipaksakan kepadanya. Ia dipaksa bekerja, dipaksa memberi, dipaksa menyediakan ruang bagi pertambangan, industri serta permukiman. Kemudian ketika ia tidak lagi mampu menahannya, ia runtuh dalam bentuk bencana.

Dilansir dari liputan6.com, musibah ini bermula dari hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera secara terus-menerus sejak tanggal 21 sampai 23 November 2025. Curah hujan ekstrem ini memicu luapan sungai dan tanah longsor di berbagai titik. Pemerintah daerah (Pemda) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan, serta pemulihan akses, sementara tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk memperbarui data korban, kerusakan, dan kebutuhan mendesak masyarakat.

Hujan deras memang turun tanpa henti dan dalam intensitas yang tinggi, tetapi bukan kah menyalahkan cuaca adalah cara paling mudah untuk menghindari tanggungjawab. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi tersebut bukanlah fenomena yang tiba-tiba muncul. Mereka hadir dari proses yang panjang seperti dari hutan dan pepohonan yang ditebang habis, tanah yang digali, sungai yang dipersempit, serta dari kebijakan yang lebih memihak kepada investasi dari pada keselamatan ekologis.

Dilansir dari liputan6.com, banjir bandang melanda Sumatera Barat pada tanggal 24 November dan Sumatera Utara serta Aceh pada tanggal 25 November 2025, air yang mengganas itu membawa bukti yang tidak bisa disangkal, batang-batang kayu gelondongan, tanah gembur yang longsor, dan material dari kawasan hulu yang sudah tidak memiliki pelindung alami. Pohon-pohon yang seharusnya menahan dan menyerap air itu kini tinggal kenangan. Ketika hutan diratakan untuk membuka lahan perkebunan dan proyek industri, maka tidak ada lagi penyangga yang mampu menahan derasnya air yang datang, dampaknya ketika hujan turun deras desa-desa dibawahnya tidak punya waktu untuk bersiap. Pada akhirnya yang menanggung dampaknya ialah masyarakat sekitar bukan mereka yang memberikan izin untuk membuka lahan tersebut.

Aceh mengalami luka yang lebih dalam lagi. Penebangan kayu, baik legal maupun ilegal, sudah terjadi begitu lama hingga banyak kawasan hulu berubah menjadi ladang terbuka. Setiap hujan deras menjadi ancaman. Aceh yang dulu dikenal sebagai kawasan dengan tutupan hutan luas kini menjadi salah satu daerah paling rentan terkena bencana di Sumatera. Hal ini tentu bukan kebetulan melainkan akibat dari pola pengelolaan alam yang hanya menghitung keuntungan, bukan keberlanjutan. 

Dilansir dari cnnindonesia.com, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 174 orang sampai Jumat sore 28 November 2025.

Menurut pandangan saya, Sumatera tergenang bukan hanya karena hujan, tetapi karena dirampok hutannya, disempitkan sungainya, dan diabaikan keseimbangan alamnya. Saya turut berduka, dan bersedih atas hal yang terjadi di Sumatera. Pulau yang dulu dipuji sebagai salah satu paru-paru di Indonesia, kini sedang terengah-engah bahkan hampir kehabisan nafas. Pulau ini seolah dipaksa menjadi tulang punggung ekonomi nasional dikuliti hutannya, diperas tanahnya, dan ditumpangi proyek-proyek besar yang sering kali mengabaikan keseimbangan lingkungan. Ketika bencana terjadi, justru masyarakat kecil yang harus menanggung beban terberatnya.

Pemerintah harus segera menata ulang arah pembangunan. Pemulihan hutan wajib menjadi prioritas, disertai dengan perlindungan ketat terhadap kawasan hutan lindung, dan izin industri yang mengancam keseimbangan ekologis. Pembangunan tidak boleh berdiri lagi di atas hutan yang diratakan dan sungai yang dikorbankan. Jika hal ini tidak dilakukan, bencana seperti ini bukan hanya akan berulang, tetapi bisa datang dengan skala yang lebih menghancurkan. 

Hari ini Sumatera tergenang, besok mungkin kita yang akan menyusul. Sebab ketika alam runtuh, tidak ada satu pun ambisi ekonomi yang mampu berdiri di atasnya.

Karya: Byline
Editor: Indepth