Senin, 31 Agustus 2026

PBAK TAHUN 2026 SEGERA DILAKSANAKAN, UIN RIL TETAPKAN BEBERAPA PERUBAHAN ‎

[ Berita ]

Sumber: Youtube UIN Raden Intan Lampung
Sumber: Youtube UIN Raden Intan Lampung

Raden Intan — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) akan segera dilaksanakan dengan sejumlah perubahan dari pelaksanaan tahun sebelumnya. (Senin, 31/08/2026).

Salah satu perubahan terdapat pada durasi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru (maba) melalui pendirian stand, yang tahun ini hanya berlangsung selama satu hari. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, pengenalan UKM kepada maba berlangsung selama tiga hari. Sementara tahun ini, seluruh kegiatan PBAK dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, termasuk agenda gladi, dengan pelaksanaan PBAK inti selama dua hari.

‎Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian konsep pelaksanaan PBAK tahun 2026. Dalam Koordinasi Persiapan Kegiatan PBAK Tahun 2026 pada Senin (24/08), Devitha Anggun, S.E., M.M., selaku Kepala Subbagian (Kasubbag) Kemahasiswaan UIN RIL, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan kegiatan.

‎Di sisi lain, pemangkasan waktu pengenalan UKM menjadi tantangan bagi organisasi mahasiswa untuk memperkenalkan UKM kepada maba. Nadia Rahmawati, selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) UKM Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Sahabat, menyebut perubahan tersebut membuat UKM harus lebih cepat dalam menjangkau mahasiswa baru.

‎“Perubahan ini menjadi tantangan tersendiri untuk kami di UKM. Sangat disayangkan, mengingat pengalaman PBAK tahun lalu dengan alokasi tiga hari saja belum sepenuhnya optimal untuk menjangkau seluruh maba. Tahun ini memang ada penyesuaian durasi harian yang lebih panjang dari kampus, namun memadatkan seluruh alokasi menjadi cuma satu hari tentu menuntut kami untuk bergerak serba cepat,” pungkasnya.

‎Meski menghadapi keterbatasan waktu, Nadia mengapresiasi pihak kampus yang tetap memberikan ruang bagi UKM untuk terlibat dalam rangkaian PBAK tahun ini.

‎“Di luar itu semua, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus yang tetap memberikan ruang dan memfasilitasi keterlibatan UKM dalam agenda PBAK tahun ini,” lanjutnya.

‎Keterbatasan waktu pengenalan UKM juga menjadi perhatian dari sisi mahasiswa baru. Wahyu Risky Yansyah, calon mahasiswa baru (camaba) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), menilai waktu satu hari belum cukup untuk mengenal berbagai UKM yang tersedia di UIN RIL.

‎“Ternyata stand UKM di PBAK tahun ini cuma diberikan waktu satu hari, jadi pasti tidak akan cukup untuk kami eksplor stand UKM. Apalagi nanti akan diburu-buru juga. Padahal kami selaku maba, ingin punya waktu lebih banyak lagi untuk eksplor UKM yang ada di UIN RIL,” ucapnya.

‎Rep: Aline & Brave

‎Editor: Novel

‎

Jumat, 14 Agustus 2026

KELOMPOK KKN 06 TRANSFORMATIF AJAK SISWA SD LAWAN BULLYING LEWAT EDUKASI INTERAKTIF

[ Berita ]

Sumber: Kelompok KKN 06 Transformatif



Raden Intan — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Transformatif ajak siswa Sekolah Dasar (SD) lawan bullying lewat edukasi interaktif. (Sabtu, 15/08/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Sekolah SD 2 Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, dan diikuti oleh siswa kelas 6 bersama dengan mahasiswa KKN 06 Transformatif. Sebagai bagian dari program kerja (Progja), edukasi diberikan melalui pemaparan materi mengenai bullying, permainan edukatif, serta diskusi ringan bersama siswa terkait contoh, dampak, dan upaya pencegahan tindakan bullying.

Pada akhir kegiatan, para siswa diajak membuat komitmen untuk tidak melakukan bullying serta berani membantu dan melaporkan apabila menemukan tindakan tersebut di lingkungan sekitar. Kelompok 06 KKN Transformatif berharap edukasi ini dapat meningkatkan kepedulian siswa dan mendorong mereka untuk menciptakan lingkungan yang aman serta saling menghargai.

Nasrullah, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) selaku Koordinator Lingkungan (Korling) Kelompok 06, menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan adalah menyesuaikan konsep dan penyampaian materi dengan karakter siswa kelas 6.

“Salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah menyesuaikan konsep dan penyampaian materi dengan karakter siswa kelas 6. Tantangan tersebut dapat diatasi melalui diskusi tim dan pendekatan yang lebih dekat dengan para peserta sehingga materi dapat diterima dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Irvan HK, mahasiswa Prodi HKI sekaligus Wakil Koordinator Lingkungan (Wakorling) Kelompok 06, mengungkapkan bahwa para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Beberapa siswa juga mulai berani berbagi pengalaman terkait bullying yang pernah mereka alami maupun saksikan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Sani Azzahro, mahasiswa Prodi Psikologi Islam (PSI) yang berperan sebagai sekretaris sekaligus pemateri. Ia menilai peserta cukup interaktif selama kegiatan berlangsung dan cukup antusias mendengarkan materi maupun mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Reporter: Rinaila
Editor: Brave