Rabu, 14 Mei 2025

MILAD KE-25, PERSMA RI TEGAKKAN PERAN PERSMA SEBAGAI PILAR DEMOKRASI

[ Berita ]


Sumber: Shahih

Raden Intan — Milad ke-25, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) tegakkan peran PersMa sebagai pilar demokrasi mahasiswa. (Rabu, 14/05/25)

Acara ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lama (Reklam) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan mengusung tema “Dua Puluh Lima Tahun Menyulam Cerita: Pers Mahasiswa Tetap Membara di setiap Asa".

Dalam rangka milad ini, PersMa RI juga mengadakan kegiatan diskusi publik sebagai agenda tahunan dengan mengundang pemantik yang relevan dengan pembahasan isu sekarang.

Turut dihadiri oleh Sri Wahyuni, M.Sos., selaku Pembina UKM PersMa RI, Anis Handayani, S.Ag., M.Sos., selaku Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) UIN RIL, Andry Kurniawan, S.Sos., selaku Jurnalis, perwakilan UKM UIN RIL, para demisioner dan alumni, serta seluruh peserta diskusi publik.

Pembina PersMa RI dalam sambutannya memberikan pesan bahwa PersMa harus menjadi pilar demokrasi.

“Pers merupakan garis keempat pilar demokrasi, mari kita tegakkan peran itu dengan cara kritis yang bertanggung jawab, kita memiliki ring of fire yaitu Undang–Undang (UU) Pers, UU penyiaran, dan Kode Etik Jurnalistik," ucapnya. 

Sementar itu, Arzaq Kafasoba selaku Pemimpin Umum PersMa RI, menyampaikan harapannya kepada PersMa RI dan mengajak para mahasiswa untuk berpikir kritis.

“Dengan adanya ruang diskusi ini saya berharap bisa menjadi tempat dan ruang untuk kita semua khusunya mahasiswa untuk bisa bepikir secara kritis yang dimana kita mengedepankan pemahaman,” ujarnya.

Reporter: Shahih
Editor: Indepth

Selasa, 13 Mei 2025

AKIBAT KONSLETING, KEBAKARAN KECIL DI MA'HAD UIN RIL TAK MEMAKAN KORBAN

 [ Berita ]

Sumbernya: WA Grup Mahasantri UIN RIL


Raden Intan — Akibat konsleting listrik, kebakaran kecil terjadi di Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tidak memakan korban. (Selasa, 13/05/2025). 

Kejadian yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit ini terjadi pada pukul 17.38 WIB yang bersumber dari kabel belakang asrama yang dipicu dari petir menjelang maghrib. Tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan aset mahasiswa pada kejadian ini. 

Melalui Whatsapp (WA) grup mahasantri ma'had UIN RIL, Ustadz Muhammad Nur, M.Hum., selaku Mudir Ma'had menyampaikan bahwa kebakaran bersumber dari kabel bawah tanah belakang asrama. 

"Sumbernya dari kabel bawah tanah belakang asrama, dipicu petir tadi menjelang maghrib," pesan beliau pada WA grup. 

Beliau juga menyampaikan bahwa tidak ada korban luka, korban jiwa, ataupun kerusakan aset dan properti mahasiswa. Bahkan dinding bagian asrama tidak ada bekas kebakaran. 

Kepanikan yang terjadi dari mahasantri disebabkan adanya api dan asap tebal yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut. Namun telah ditangani oleh pengurus ma'had dan satpam UIN RIL yang sedang berjaga dengan cepat. 

Y selaku mahasantri menyampaikan, tak ada kerusakan apapun dan mereka sudah beraktivitas seperti biasa. 

"Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan korban jiwa kak, kami sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Karena tadi kejadiannya berlangsung 10 menit dan cepat ditangani oleh pengurus ma'had beserta satpam yang bertugas," jelasnya melalui wawancara online.


Rep: Reporter PersMa RI

Rabu, 07 Mei 2025

BANGUN SEJUTA HARAPAN LEWAT BUDAYA DONOR DARAH DI UIN RIL

[ Artikel ]


Sumber: UKM KSR PMI UIN RIL

Setetes darah dapat menjadi simbol harapan bagi jutaan orang di dunia yang membutuhkan transfusi darah untuk bertahan hidup. Dikutip dari Wikipedia, Donor darah atau sumbang darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Donor darah bukan hanya sekadar tindakan kemanusiaan, tetapi juga merupakan cerminan empati dan solidaritas masyarakat terhadap sesama. 

Di tengah tantangan kesehatan global, kesadaran dan partisipasi aktif dalam donor darah menjadi sangat penting. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, menjadi wadah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Dengan memahami pandangan masyarakat UIN RIL tentang donor darah, kita bisa meningkatkan partisipasi donor darah.

Menurut Anisa Dwi Cahyani, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN RIL, donor darah sangat penting karena tidak hanya dapat menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Donor darah dapat menurunkan risiko serangan jantung dan membuat kita lebih peduli terhadap sesama.

Kegiatan donor darah di UIN RIL sendiri sudah cukup dikenal dan mendapat sambutan positif dari civitas akademika. Bahkan, UIN RIL pernah meraih penghargaan dari Unit Donor Darah Pembina PMI Provinsi Lampung sebagai pendonor terbaik dalam kategori perguruan tinggi. Mahasiswa, dosen, hingga petugas keamanan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kegiatan donor darah ini biasanya dilaksanakan secara rutin, seminggu atau dua minggu sekali. KSR PMI UIN RIL sebagai penyelenggara aktif membuat berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa, seperti membuat poster, membagikan goodie bag dari PMI, hingga menyediakan kupon doorprize.

Namun, kegiatan ini tidak lepas dari tantangan seperti rasa takut saat pertama kali donor, berat badan kurang dari 45 kg, tekanan darah rendah, atau kondisi kesehatan lainnya seperti sedang menstruasi. Sementara itu para penyelenggara juga mengalami beberapa tantangan yang dihadapi seperti menjaga tingkat partisipasi terutama saat cuaca buruk yang kadang membuat kegiatan harus dijadwalkan ulang. Meskipun begitu, semangat untuk terus mengadakan donor darah secara rutin tidak pernah surut.

Dengan kolaborasi yang kuat antara organisasi mahasiswa dan kampus, kegiatan ini diharapkan bisa terus berjalan demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah dan menjadi budaya positif di lingkungan UIN RIL.

Karya: Amelia & Milya
Editor: Indepth

Sabtu, 03 Mei 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI APRIL TAHUN 2025

[ E-Koran]




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗜𝗩" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

Jumat, 02 Mei 2025

PELETAKAN BATU PERTAMA RS UIN RIL, WALI KOTA BANDAR LAMPUNG TURUT HADIR

[ Berita ]

Sumber: radenintan.ac.id


Raden Intan — Peletakan batu pertama Rumah Sakit (RS) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Wali Kota Bandar Lampung turut hadir. (Jumat, 02/05/25)

Acara peletakan batu pertama ini menjadi momen bersejarah yang ditandai dengan kehadiran Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si, selaku Wali Kota Bandar Lampung yang turut serta meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan. 

Turut hadir pula Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D, selaku Rektor UIN RIL serta sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kota (Pemkot) dan kampus, serta Duta Kampus UIN RIL yang ikut menyemarakkan acara tersebut.

Dikutip melalui website radenintan.ac.id, Hj. Eva Dwiana selalu Walikota Bandar lampung mengharapkan dengan adanya Rumah Sakit di UIN RIL dapat memberikan pelayanan terbaik untuk warga yang jauh dari pelayanan kesehatan di Bandar Lampung. 

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkot Bandar Lampung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Bandar Lampung, khususnya kepada Ibu Wali Kota, atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada UIN RIL," jelas beliau. 

Beliau juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan salah satu bentuk komitmen UIN RIL dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun Ahmad Rifai selaku Perwakilan Duta Kampus UIN RIL menyampaikan tanggapan dan harapannya usai terlaksananya acara tersebut.

"Acaranya Masya Allah luar biasa dan harapannya setelah peletakan batu pertama ini bisa menjadi sebuah gebrakan baru untuk UIN Raden Intan Lampung sendiri, supaya lebih bermanfaat," ucapnya.


Reporter: Rizka & Salsa

Editor: Indepth

Kamis, 01 Mei 2025

HARI PENDIDIKAN NASIONAL SEBAGAI REFLEKSI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

[ Artikel ]


Sumber: Pinterest

Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei menjadi momentum refleksi terhadap kondisi pendidikan Indonesia di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak kini lebih akrab dengan konten viral ketimbang lagu-lagu edukatif. Dalam kutipan resmi CNN Indonesia, Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Jakarta menegaskan pentingnya karakter pelajar melalui kegiatan Trip Observasi yang mengusung tema “Membentuk Karakter Pelajar Profil Pelajar Pancasila Menuju Generasi Emas 2045”. Ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan karakter sangat dibutuhkan di tengah arus digitalisasi budaya.

Namun, di balik semangat pendidikan, tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah pengaruh teknologi, terutama penggunaan gadget yang tidak terkendali. Berdasarkan laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dimuat oleh Media Indonesia, sebanyak 25,4% anak di Indonesia menggunakan gawai lebih dari 5 jam per hari di luar kepentingan belajar. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak, termasuk menurunnya kemampuan komunikasi langsung dan empati sosial. 

Banyak dari mereka terpapar konten viral yang tidak sesuai usia dan nilai karakter, seperti kekerasan atau gaya hidup konsumtif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kurikulum dan sekolah, tetapi juga harus mempertimbangkan ekosistem budaya digital yang memengaruhi kehidupan anak sehari-hari.

Pembenahan sistem pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dosen Prodi Psikogi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Tomy Suganda, M.Kes., menyampaikan dalam wawancara pada Senin (28/5) bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan. Kreativitas dan kepedulian sosial harus dijadikan kekuatan untuk memperbaiki kondisi pendidikan. Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi ajakan untuk bergerak bersama, bukan hanya sekadar peringatan seremonial.

Senada dengan itu, Beko Hendro, Lc., M.Hum., selaku dosen Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN RIL, juga menekankan dalam wawancara pada Rabu (30/5) bahwa pendidikan karakter saat ini semakin terpinggirkan akibat pengaruh media sosial yang kuat. Apa yang dilihat dan didengar langsung dipraktikkan, kadang tanpa filter. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk membatasi penggunaan gadget dan membangun rutinitas yang sehat, jelasnya. Menurut beliau, nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan manajemen waktu harus ditanamkan sejak kecil karena sekolah saja tidak cukup.

Pendidikan karakter, pembatasan gawai, dan sinergi antara sekolah, keluarga, serta komunitas pendidikan menjadi kunci untuk menjaga arah pendidikan nasional. Dengan kesadaran kolektif, Hari Pendidikan Nasional bukan hanya diperingati secara seremonial, tapi juga menjadi titik balik dalam menyiapkan generasi emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.

Karya: Erliana

Editor: Indepth

AKSI MAY DAY, DESAK PEMERINTAH WUJUDKAN UPAH LAYAK DAN CABUT UU CIPTA KERJA

[ Berita ]


Sumber: Naila

Raden Intan – Seruan Aksi May Day, Buruh di Lampung desak pemerintah wujudkan upah layak dan cabut Undang-Undang (UU) cipta kerja di Hari Buruh Nasional. (Kamis, 01/05/25).

Sejumlah kurang lebih 500 massa aksi dari berbagai lembaga serta organisasi menyuarakan suara mereka melalui aksi May Day 2025. Aksi ini berlangsung di Tugu Adi Pura, Bandar Lampung sejak pukul 10.30 WIB s.d selesai.

Dengan menyuarakan pernyataan sikap pada May Day, massa aksi membawa beberapa tuntutan di antaranya: 

1. Wujudkan upah layak Nasional.

2. Hapuskan sistem kerja kontrak dan outshourcing.

3. Cabut UU Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

4. Tolak Pemutusan Hubungan Kerja sepihak.

5. Tolak UU Cipta Kerja.

6. Wujudkan perlindungan sosial transformatif.

7. Wujudkan penataan ulang agraria sejati.

Selain itu, Basirudin selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia-Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN) menyatakan bahwa pemerintah harus membuat regulasi sebagai pelindung para kelas menengah.

“Sebenernya sederhana saja, pemerintah harus membuat regulasi atau peraturan untuk menjadi pelindung untuk kelas menengah seperti membuat survei untuk kebutuhan layak. Karena mengupayakan upah layak nasional itu termasuk menyeimbangkan dari segala kebutuhan dan itu yang menjadi poinnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Alwi selaku Federasi Serikat Buruh Makanan Minimuman (FSBMM) Regional Barat menyampaikan harapannya terhadap pemerintah.

“Saya harap pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja karena banyak pengangguran produktif dan pabrik yang ditutup," ucapnya 

Reporter: Aulia & Naila

Editor: Indepth