![]() |
| Sumber: Shahih |
Rabu, 14 Mei 2025
MILAD KE-25, PERSMA RI TEGAKKAN PERAN PERSMA SEBAGAI PILAR DEMOKRASI
Selasa, 13 Mei 2025
AKIBAT KONSLETING, KEBAKARAN KECIL DI MA'HAD UIN RIL TAK MEMAKAN KORBAN
[ Berita ]
![]() |
| Sumbernya: WA Grup Mahasantri UIN RIL |
Raden Intan — Akibat konsleting listrik, kebakaran kecil terjadi di Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tidak memakan korban. (Selasa, 13/05/2025).
Kejadian yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit ini terjadi pada pukul 17.38 WIB yang bersumber dari kabel belakang asrama yang dipicu dari petir menjelang maghrib. Tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan aset mahasiswa pada kejadian ini.
Melalui Whatsapp (WA) grup mahasantri ma'had UIN RIL, Ustadz Muhammad Nur, M.Hum., selaku Mudir Ma'had menyampaikan bahwa kebakaran bersumber dari kabel bawah tanah belakang asrama.
"Sumbernya dari kabel bawah tanah belakang asrama, dipicu petir tadi menjelang maghrib," pesan beliau pada WA grup.
Beliau juga menyampaikan bahwa tidak ada korban luka, korban jiwa, ataupun kerusakan aset dan properti mahasiswa. Bahkan dinding bagian asrama tidak ada bekas kebakaran.
Kepanikan yang terjadi dari mahasantri disebabkan adanya api dan asap tebal yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut. Namun telah ditangani oleh pengurus ma'had dan satpam UIN RIL yang sedang berjaga dengan cepat.
Y selaku mahasantri menyampaikan, tak ada kerusakan apapun dan mereka sudah beraktivitas seperti biasa.
"Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan korban jiwa kak, kami sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Karena tadi kejadiannya berlangsung 10 menit dan cepat ditangani oleh pengurus ma'had beserta satpam yang bertugas," jelasnya melalui wawancara online.
Rep: Reporter PersMa RI
Rabu, 07 Mei 2025
BANGUN SEJUTA HARAPAN LEWAT BUDAYA DONOR DARAH DI UIN RIL
Sabtu, 03 Mei 2025
TELAH TERBIT E-KORAN EDISI APRIL TAHUN 2025
Jumat, 02 Mei 2025
PELETAKAN BATU PERTAMA RS UIN RIL, WALI KOTA BANDAR LAMPUNG TURUT HADIR
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: radenintan.ac.id |
Raden Intan — Peletakan batu pertama Rumah Sakit (RS) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Wali Kota Bandar Lampung turut hadir. (Jumat, 02/05/25)
Acara peletakan batu pertama ini menjadi momen bersejarah yang ditandai dengan kehadiran Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si, selaku Wali Kota Bandar Lampung yang turut serta meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan.
Turut hadir pula Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D, selaku Rektor UIN RIL serta sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kota (Pemkot) dan kampus, serta Duta Kampus UIN RIL yang ikut menyemarakkan acara tersebut.
Dikutip melalui website radenintan.ac.id, Hj. Eva Dwiana selalu Walikota Bandar lampung mengharapkan dengan adanya Rumah Sakit di UIN RIL dapat memberikan pelayanan terbaik untuk warga yang jauh dari pelayanan kesehatan di Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkot Bandar Lampung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Bandar Lampung, khususnya kepada Ibu Wali Kota, atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada UIN RIL," jelas beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan salah satu bentuk komitmen UIN RIL dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Adapun Ahmad Rifai selaku Perwakilan Duta Kampus UIN RIL menyampaikan tanggapan dan harapannya usai terlaksananya acara tersebut.
"Acaranya Masya Allah luar biasa dan harapannya setelah peletakan batu pertama ini bisa menjadi sebuah gebrakan baru untuk UIN Raden Intan Lampung sendiri, supaya lebih bermanfaat," ucapnya.
Reporter: Rizka & Salsa
Editor: Indepth
Kamis, 01 Mei 2025
HARI PENDIDIKAN NASIONAL SEBAGAI REFLEKSI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL
[ Artikel ]
![]() |
| Sumber: Pinterest |
Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei menjadi momentum refleksi terhadap kondisi pendidikan Indonesia di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak kini lebih akrab dengan konten viral ketimbang lagu-lagu edukatif. Dalam kutipan resmi CNN Indonesia, Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Jakarta menegaskan pentingnya karakter pelajar melalui kegiatan Trip Observasi yang mengusung tema “Membentuk Karakter Pelajar Profil Pelajar Pancasila Menuju Generasi Emas 2045”. Ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan karakter sangat dibutuhkan di tengah arus digitalisasi budaya.
Namun, di balik semangat pendidikan, tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah pengaruh teknologi, terutama penggunaan gadget yang tidak terkendali. Berdasarkan laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dimuat oleh Media Indonesia, sebanyak 25,4% anak di Indonesia menggunakan gawai lebih dari 5 jam per hari di luar kepentingan belajar. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak, termasuk menurunnya kemampuan komunikasi langsung dan empati sosial.
Banyak dari mereka terpapar konten viral yang tidak sesuai usia dan nilai karakter, seperti kekerasan atau gaya hidup konsumtif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kurikulum dan sekolah, tetapi juga harus mempertimbangkan ekosistem budaya digital yang memengaruhi kehidupan anak sehari-hari.
Pembenahan sistem pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dosen Prodi Psikogi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Tomy Suganda, M.Kes., menyampaikan dalam wawancara pada Senin (28/5) bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan. Kreativitas dan kepedulian sosial harus dijadikan kekuatan untuk memperbaiki kondisi pendidikan. Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi ajakan untuk bergerak bersama, bukan hanya sekadar peringatan seremonial.
Senada dengan itu, Beko Hendro, Lc., M.Hum., selaku dosen Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN RIL, juga menekankan dalam wawancara pada Rabu (30/5) bahwa pendidikan karakter saat ini semakin terpinggirkan akibat pengaruh media sosial yang kuat. Apa yang dilihat dan didengar langsung dipraktikkan, kadang tanpa filter. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk membatasi penggunaan gadget dan membangun rutinitas yang sehat, jelasnya. Menurut beliau, nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan manajemen waktu harus ditanamkan sejak kecil karena sekolah saja tidak cukup.
Pendidikan karakter, pembatasan gawai, dan sinergi antara sekolah, keluarga, serta komunitas pendidikan menjadi kunci untuk menjaga arah pendidikan nasional. Dengan kesadaran kolektif, Hari Pendidikan Nasional bukan hanya diperingati secara seremonial, tapi juga menjadi titik balik dalam menyiapkan generasi emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.
Karya: Erliana
Editor: Indepth
AKSI MAY DAY, DESAK PEMERINTAH WUJUDKAN UPAH LAYAK DAN CABUT UU CIPTA KERJA
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Naila |
Raden Intan – Seruan Aksi May Day, Buruh di Lampung desak pemerintah wujudkan upah layak dan cabut Undang-Undang (UU) cipta kerja di Hari Buruh Nasional. (Kamis, 01/05/25).
Sejumlah kurang lebih 500 massa aksi dari berbagai lembaga serta organisasi menyuarakan suara mereka melalui aksi May Day 2025. Aksi ini berlangsung di Tugu Adi Pura, Bandar Lampung sejak pukul 10.30 WIB s.d selesai.
Dengan menyuarakan pernyataan sikap pada May Day, massa aksi membawa beberapa tuntutan di antaranya:
1. Wujudkan upah layak Nasional.
2. Hapuskan sistem kerja kontrak dan outshourcing.
3. Cabut UU Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
4. Tolak Pemutusan Hubungan Kerja sepihak.
5. Tolak UU Cipta Kerja.
6. Wujudkan perlindungan sosial transformatif.
7. Wujudkan penataan ulang agraria sejati.
Selain itu, Basirudin selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia-Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN) menyatakan bahwa pemerintah harus membuat regulasi sebagai pelindung para kelas menengah.
“Sebenernya sederhana saja, pemerintah harus membuat regulasi atau peraturan untuk menjadi pelindung untuk kelas menengah seperti membuat survei untuk kebutuhan layak. Karena mengupayakan upah layak nasional itu termasuk menyeimbangkan dari segala kebutuhan dan itu yang menjadi poinnya,” jelasnya.
Selanjutnya, Alwi selaku Federasi Serikat Buruh Makanan Minimuman (FSBMM) Regional Barat menyampaikan harapannya terhadap pemerintah.
“Saya harap pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja karena banyak pengangguran produktif dan pabrik yang ditutup," ucapnya
Reporter: Aulia & Naila
Editor: Indepth






