Selasa, 08 Agustus 2023
DIIKUTI 130 PESERTA, KELOMPOK KKN CANDIPURO HELAT GEBYAR ISLAMI
Berita
Senin, 07 Agustus 2023
SAMBUT HUT KECAMATAN, 16 KELOMPOK KKN UIN RIL BERKOLABORASI DALAM TANJUNGSARI FAIR
Berita
![]() |
| 16 kelompok KKN Kecamatan Tanjungsari beserta perangkat Desa Tanjungsari. |
KKN KUTOARJO GELAR SOSIALISASI NARKOTIKA GUNA MENCEGAH KENAKALAN REMAJA
Berita
![]() |
| Kelompok KKN 77 dan 78 Desa Kutoarjo bersama Suprasityo selaku Kades, Eni Suprasityo selaku PKK, dan Serma Supratman selaku Briptu, serta Yudha Fahri, S.H selaku Bhabinkamtibmas. |
Minggu, 06 Agustus 2023
KKN 207 DAN KABUPATEN PESAWARAN JALIN KERJA SAMA EDUKASI PEDULI SAMPAH SIDODADI
Berita
Kamis, 03 Agustus 2023
TINGKATKAN KUALITAS UMKM MERBAU MATARAM, KKN 291 GELAR SEMINAR DIGITAL MARKETING
BERITA
![]() |
| Kelompok KKN 291 beserta jajaran pengurus dan pelaku aktif UMKM Desa Merbau Mataram |
Raden Intan — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 291 Desa Merbau Mataram menggelar seminar digital marketing guna meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). (Kamis, 03/08/23) Seminar dan sosialiasi yang diadakan di Desa Merbau Mataram ini berlangsung di Balai Dusun Hargo Binangun mengusung tema “Strategi Meningkatkan UMKM Unggul Melalui Digital Marketing”. Dengan turut serta mengundang Sumarni selaku Bendahara UMKM Desa Merbau Mataram, jajaran pengurus UMKM Desa Merbau Mataram, dan 20 peserta pelaku aktif UMKM. Sumarni turut mengajak pelaku UMKM untuk perlahan meningkatkan metode pemasaran melalui digital marketing. “Mari perlahan kita perbarui metode penjualan di warung kecil dengan metode digital marketing. Untuk menarik pelanggan dengan jangkauan yang luas,” jelas beliau. Abel Apriansyah mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Syari'ah (AKS) selaku anggota kelompok KKN 291 sekaligus pemateri mengatakan bahwa seminar ini digelar untuk mengajak warga desa mengenal digital marketing. “Kami ingin warga Desa Merbau Mataram dapat meningkatkan usahanya melalui digital marketing ini. Agar ke depannya semakin banyak yang mengenal usaha-usaha mereka,” jelas Abel. Selanjutnya, Bariyah salah satu peserta UMKM menyampaikan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan penyampaian yang disampaikan mahasiswa KKN tidak terlalu sulit diterapkan. Rep: Act Editor: Enden |
Kamis, 21 Juli 2022
KSEI RISEF UIN RIL SUKSES GELAR WEBINAR NASIONAL BERSAMA KSEI PAKIES UIN RADEN FATAH
Berita
Raden Intan - Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Sharia Economic Forum (RISEF) adakan webinar nasional yang berkolaborasi langsung dengan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dan KSEI Pusat Kajian Ekonomi Islam (PAKIES) UIN Raden Fatah Palembang secara virtual via zoom meeting. (Jum’at, 22/07/22).
Kegiatan webinar nasional kali ini mengusung tema "Optimizing the Role of Sharia Banking in Regional Economic Development".
Acara ini di hadiri oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M, Akt.,CA selaku Dekan FEBI UIN RIL, Dr. Ali Abdul Wakhid, M.Si. selaku Wakil Dekan (WADEK) III FEBI UIN RIL, Dr. Heri Junaidi, MA selaku Dekan FEBI UIN Raden Fatah Palembang, Ibu Femei Purnamasari S.E, M.Si selaku Pembina KSEI RISEF UIN RIL, Abdullah Sahroni, S.FiI.I., M.SI selaku Pembina KSEI PAKIES UIN Raden Fatah serta 135 peserta yang merupakan mahasiswa, dosen serta fasilitator.
Dwi Waliyatul Azizah selaku BPH RnD KSEI RISEF UIN RIL menyampaikan tujuan di adakannya webinar kali ini literasi dan inklusi keuangan syariah. "Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader dan masyarakat umum mengenai pentingnya peran perbankan syariah dalam upaya pembangunan ekonomi daerah serta sebagai ajang dalam upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada mahasiswa dan masyarakat umum." Tukasnya.
Dr. Tulus Suryanto, M.M, Akt.,CA menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan webinar. Beliau sangat apresiasi terhadap kegiatan yang di adakan karena dengan hal ini bisa meningkatkan literasi serta pemahaman pertumbuhan perekonomian.
"Pihak fakultas sangat mendukung kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman pertumbuhan perekonomian melalui perbankan syariah. Misalnya populasi muslim di Indonesia termasuk peluang pertumbuhan perekonomian, maka hal ini perlu di optimalkan karena ini merupakan opportunity yang besar." Ujarnya.
Selanjutnya, Angga Zumrawi selaku peserta webinar mengatakan bahwa tema yang di usung dapat memperkaya wawasan.
"Praktik dalam perbankan syariah belum sepenuhnya di ketahui masyarakat dan mahasiswa, dalam webinar ini tema yang di usung sangat menarik, pengkajiannya cukup luas dan sangat memperkaya wawasan masyarakat dan mahasiswa terkait ekonomi syariah." Ujar Angga.
Rep : Lestari & Hesti
Editor : Sastra







