Selasa, 02 April 2024

TINGKATKAN IBADAH DI BULAN RAMADAN, MAHASISWI UIN RIL KHATAM AL-QUR'AN 8 KALI DALAM WAKTU 16 HARI

 [ Berita ]

Sumber: https://lampung.tribunnews.com

Raden Intan — Dalam meningkatkan ibadah di Bulan Ramadan, salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) telah mengkhatamkan Al-Qur'annya sebanyak delapan kali dalam waktu 16 hari. (Selasa, 02/04/24) 

Pada Sabtu malam (30/03) dalam acara penutupan Kampus Ramadan (Karama), Yunda diberikan sertifikat penghargaan oleh Muhammad Nur, M.Hum selaku Mudir Ma'had Al-Jamiah. 

Dikutip melalui laman website lampung.tribunnews.com, Mudir Ma'had Al-Jamiah berharap agar hal ini dapat menginspirasi dan menularkan hal positif bagi mahasantri maupun umat muslim lainnya. 

Yunda Fratma Nisa selaku mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Akuntasi Syariah (AS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini merupakan mahasantri Ma'had Al-Jamiah UIN RIL yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'annya sebanyak delapan kali dalam waktu 16 hari. 

Dalam wawancaranya, Yunda mengatakan bahwa ia sangat termotivasi memperbanyak bacaan Al-Qur'an di bulan yang penuh keutamaan ini. 

“Saya sangat termotivasi di Bulan Ramadan yang penuh keutamaan ini, salah satunya ialah dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an dibandingkan bulan-bulan lainnya,” jelas Yunda. 

Adapun Rifa Azzahra salah satu Guru Ma'had Al-Jimah UIN RIL turut berbangga atas prestasinya dan ia harap semua yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah Swt. 

“Saya ikut bangga atas pencapaian Ananda Yunda dan berharap sekecil atau sebesar apapun pencapaian kita, jika diniatkan karena Allah pasti akan mendapatkan dua kebaikan, yakni dunia dan akhirat,” harapnya.

Rep: Syamyul
Editor: Cerpen

Jumat, 29 Maret 2024

GELAR GALAKSI KE-VII, UKM PRAMUKA BERBAGI PADA PANTI ASUHAN

 [ Berita ]

Prof. Dr. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama bersama anak-anak Panti Asuhan Kasih Ibu

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Rancana Raden Imba Kesum Ratu dan Puteri Sinar Alam gelar Galang Kebersamaan dan Silaturahmi (GALAKSI) ke—VII tahun 2024 dengan berbagi keberkahan pada Panti Asuhan. (Sabtu, 30/03/24)

Dengan mengusung tema “Ramadan penuh berkah dengan bersilaturahmi dan berbagi”. Galaksi ke–VII kali ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H Ahmad Hanafiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), pada tanggal 29—30 Maret 2024.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka dan pada Galaksi ke–VII kali ini diisi dengan kegiatan buka bersama dan berbagi keberkahan pada anak-anak panti asuhan, kaum dhuafa, serta berbagi sembako pada orang yang membutuhkan.

Prof. Dr. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN RIL berterima kasih dan sangat mengapresiasi kepada UKM Pramuka serta para pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini, sebab melalui kegiatan ini dapat membangun hubungan sesama makhluk sosial. 

Selain dihadiri Warek III UIN RIL, turut pula dihadiri oleh jajaran Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Gugus Depan (Gudep) 09-029 dan 09-030, perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL. 

Nisa selaku Pimpinan Panti Asuhan Kasih Ibu, 15 anak panti, dan segenap keluarga besar Rancana Raden Imba Kesuma Ratu — Rancana Putri Sinar Alam.

Leni Anggraini selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini sebagai ajang silaturahmi. 

“Sebenarnya tujuan acara ini diselenggarakan adalah untuk menyambung tali silaturahmi, baik yang sebelumnya sudah kenal menjadi lebih kenal, dan yang belum kenal pun menjadi kenal,” jelas Leni. 

Selain itu, Nisa selaku Pimpinan Panti Asuhan sangat merasa bersyukur dan menjadi sebuah kehormatan bagi beliau dan adik-adik panti dapat menjadi bagian dari Galaksi ke–VII ini.

“Alhamdulillah suatu kehormatan bagi saya dan adik-adik di panti karena diundang di acara buka bersama dari Pramuka UIN RIL, dan Alhamdulillahnya juga acaranya memuaskan dan banyak rezeki untuk adik-adik panti,” ungkap beliau. 


Rep: Febby & Manda

Editor: Coboth

Selasa, 26 Maret 2024

E-Koran Raden Intan Edisi II

E-koran

Desain Gambar: Page


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa!✊

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "E-koran Edisi Maret 2024".

Yuk segera baca E-Koran Edisi 12 kami melalui tautan di bawah ini

https://issuu.com/persmari2/docs/e-koran_persma_ri_2024_20240323_135318_0000

Dengan semangat membaca dan senantiasa menulis satu hati, Garda Idealisme Mahasiswa.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

SELAIN MEMPUNYAI BANYAK KEUTAMAAN, SIMAK 5 CARA MENJAGA KESEHATAN DI BULAN RAMADAN

[ Artikel ]



Salah satu rukun Islam yang harus kita yakini dan diamalkan setiap muslim adalah ibadah puasa selama bulan ramadan, seluruh umat muslim diwajibkan untuk menahan lapar dan dahaga serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Sebagaimana firman Allah Swt:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183)

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa kewajiban untuk berpuasa memiliki nilai keutamaan, yaitu

1. Orang yang berpuasa dijauhkan dari api neraka 

2. Puasa merupakan perisai untuk membentengi diri 

3. Orang berpuasa memperoleh dua kegembiraan yaitu ketika berbuka dan menghadap Allah Swt 

4. Orang yang berpuasa akan diampuni dosanya

5. Puasa menghapuskan dosa-dosa yang lalu. 

Selain 5 nilai keutamaan tersebut, puasa juga dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun, untuk tetap produktif selama puasa, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat.

Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kesehatan selama bulan ramadan agar kondisi tubuh senantiasa berada dalam kondisi yang fit dan siap untuk menjalani ibadah dan aktivitas, seperti yang dikutip melalui laman upk.kemkes.go.id

1. Pola Makan Sahur yang Baik

Sahur mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa dan aktivitas ketika di siang hari. Untuk itu, perlu perbanyak konsumsi makanan yang mengandung tinggi serat seperti buah dan sayur, serta hindari makanan yang tinggi minyak karena akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kantuk di siang hari. 

2. Pola Makan Saat Berbuka

Ketika berbuka puasa jangan langsung mengkonsumsi makanan yang banyak. Hal ini dapat menyebabkan perut menjadi sesak. Berbuka dengan makan makanan secukupnya secara bertahap, dimulai dengan mengkonsumsi air putih dan sedikit makanan manis. Makanan yang manis merupakan sunah Rasulullah saw. Menurut dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata;

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud). 

3. Menjaga Pola Makan Malam

Makan malam hari terlalu banyak akan menyebabkan seseorang mengalami obesitas, sehingga harus dihindari. Selain itu juga hindari mengkonsumsi kopi dan soda, karena akan menyebabkan sulit tidur dan menimbun banyak lemak.

4. Aktivitas Fisik Minimal 30 Menit

Meskipun sedang berpuasa, aktivitas fisik masih sangatlah penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas fisik tersebut misalkan seperti: jalan cepat, jogging, bersepeda, lompat tali, dan lain sebagainya. 

5. Menjaga Pola Tidur

Jika harus melakukan persiapan untuk sahur dan bangun dini hari, maka hindari tidur terlalu malam atau bergadang, jika keperluan bergadangnya tidak terlalu penting. Agar dapat bangun dengan bugar dan semangat dalam bersahur.

Dengan menjalani puasa secara sehat dan tetap produktif, anda dapat mengambil nilai keutamaan dan kesehatan. Tetaplah menjaga pola makan yang seimbang, tetap terhidrasi, dan tetap aktif secara fisik untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran anda selama bulan puasa.


Karya: Adib

Editor: Cerpen

Rabu, 20 Maret 2024

FORKOM UIN RIL ADAKAN BUKA BERSAMA, 420 ANGGOTA UKM UIN RIL IKUT SERTA

 [ Berita ]

420 Anggota UKM lingkup UIN RIL turut serta dalam bukber yang diselenggarakan oleh FORKOM UIN RIL

Raden Intan — Forum Komunikasi (FORKOM) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mengadakan buka bersama yang diikuti oleh 420 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN RIL. (Kamis, 21/03/24)

Acara yang dilaksanakan pada Rabu (20/24) ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL, dengan mengusung tema “Sharing is Caring” dan dihadiri oleh 420 anggota UKM se-UIN RIL. 

Roni Darmawan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan tujuan diadakannya buka bersama FORKOM UIN RIL ini ialah, untuk menyambung tali silahturahmi dan berkenalan antar semua anggota UKM se-UIN RIL. 

“Tujuan buka bersama ini yang pastinya untuk saling bersilaturahmi. Terutama karena baru pergantian para Ketua Umum UIN RIL, jadi kami ingin memberikan pengalaman untuk saling mengenalkan para anggota lebih dalam lagi,” jelas Roni. 

Acara ini turut dihadiri oleh Sri Wahyuni, M.Sos selaku Pembina UKM Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI), Dr. Ridwansyah, S.E., M.E.Sy selaku Pembina UKM Raden Intan Islamic Entrepreneur Forum (RIIEF), dan 420 anggota dari 23 UKM di UIN RIL. 

Selanjutnya, Dea Amanda selaku Ketua Umum Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) menyampaikan bahwa dengan adanya acara ini para Ketua Umum dapat saling berbagi pendapat pada saat rapat diadakan. 

“Acaranya yang pasti sangat seru sekali, kita dapat berkumpul bersama semua UKM dan rapat yang diadakan untuk acara ini juga membuat para Ketua Umum dapat menjalin silahturahmi, berbincang, dan menyampaikan pendapat satu sama lain, yang menguntungkan baik untuk pribadi ataupun UKM itu sendiri,” ucapnya. 

Adapun Dani Saputra salah satu anggota UKM Taekwondo yang hadir pada acara buka bersama ini, turut berharap agar acara seperti ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan tentunya menjadi jauh lebih baik. 


Rep: Page & Editorial

Editor: Enden

UIN RIL BERDUKA, MAHASISWA BERIKAN KESAN MENDALAM

 [ Berita ]

Sumber: Humas UIN RIL

Raden Intan — Kepergian salah satu Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memberikan kesan yang mendalam bagi mahasiswa. (Rabu/20/03/24)

Prof. Dr. H. Ruhban Masykur, M.Pd selaku Guru Besar FTK sekaligus Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) dikabarkan meninggal pada Selasa (19/24) di umur ke-57 tahun di kediamannya, Tanjung Senang, Bandar Lampung sekitar pukul 05.00 WIB usai mengeluhkan sakit pada dadannya.

Mahasiswa UIN RIL memberikan kesan pesan yang mendalam sebab memiliki sosok dosen yang luar biasa. Hal ini selaras seperti yang dikatakan Elda Sari salah satu Alumni UIN RIL tahun 2022.

“Saya dulu mahasiswa bimbingan beliau, Prof. Ruhban adalah sosok yang baik dan tidak ada kesan negatif. Beliau adalah sosok yang sangat pantas disebut sebagai panutan, dari cara bersikap dan senantiasa dipenuhi dengan kebijaksanaan yang menakjubkan. Setiap nasihat, pandangan, dan penilaiannya,” ujarnya. 

Selain itu, Silvi selaku mahasiswa bimbingan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prof. Ruhban juga turut menyampaikan bahwa sikap terbuka yang dimilikinya tak terbatas dalam penyampaiannya. Beliau juga memiliki kesan yang dekat dengan mahasiswa, sebab bisa menghargai setiap perasaan mahasiswanya. 

Adapun, Indah mahasiswa bimbingan Prof. Ruhban lainnya turut berharap agar beliau dapat diterima disisi Tuhan yang paling indah. 

“Prof. Ruhban sangat mengerti mahasisnya, walaupun kita sedang sakit ataupun marah, beliau selalu menutupinya dengan senyuman. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan yang paling indah dan tenang di surga,” harap Indah. 


Rep: Ugas 

Editor: Cerpen

Selasa, 19 Maret 2024

5 AMALAN BULAN RAMADAN DAN KEISTIMEWAANNYA MENURUT HADIS

[ Artikel ]

Sumber: https://metrojambi.com

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang memiliki banyak keistimewaan dan dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia. Keistimewaan tersebut membuat umat Islam berlomba-lomba untuk melakukan amal kebajikan, karena semua amal yang di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. 

Tidak terasa sekarang sudah memasuki minggu pertama bulan Ramadan. Di mana dalam bulan Ramadan terdapat tiga fase keistimewaan, yang dikutip dari kemenkumham.go.id 

1. 10 hari pertama di bulan Ramadan merupakan fase rahmat. Dalam fase ini, Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya, maka dari itu kita dianjurkan untuk terus-menerus melakukan kebaikan sekecil apapun. 

2. 10 hari kedua adalah fase maghfirah (ampunan). Pada fase ini kita mengejar ampunan dari Allah Swt. Umat Islam dianjurkan untuk introspeksi diri, mengoreksi kesalahan dan bertaubat dengan tulus untuk memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. 

3. 10 hari akhir Ramadan sebagai fase pembebasan dari api neraka. Ini merupakan fase pamungkas karena dianggap sangat istimewa dalam agama Islam. Pada fase ini diyakini terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 Bulan, yaitu malam “Lailatul Qadar”. 

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. menyebutkan: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 terakhir (bulan Ramadan)”. 

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh, berdoa, bersedekah, membaca Al-Qur'an, serta melakukan amal saleh lainnya sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan keberkahan, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Maka dari itu, selama satu bulan penuh umat Islam diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah Swt. Seperti hadis yang dikutip melalui laman lampung.nu.or.id Rasulullah saw. bersabda: 

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu titik saat itu pintu-pintu neraka dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” (HR. Ahmad). 

Ramadan juga disebut-sebut sebagai bulan ampunan titik seperti yang dijelaskan dalam hadis di atas bahwa di bulan suci ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup titik ini merupakan sebuah kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan atau dosa-dosa yang telah mereka lakukan melalui amalan-amalan ibadah yang mulia. Rugi bagi kita jika tidak melakukan amalan-amalan ibadah yang mulia di bulan suci ini, ada beberapa amalan yang dapat kita lakukan agar ibadah di bulan Ramadan ini menjadi tidak sia-sia, diantaranya seperti: 

1. Tadarus Al-Qur'an 
Tadarus atau membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadan sangat dianjurkan sebab setiap ayat yang dibacakan akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan, bahkan orang yang mendengarkan dan menyimak bacaan Al-Qur'an akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang membaca. 

2. Salat Sunnah 
Salat Sunnah adalah salat yang dikerjakan di luar salat fardhu. Salah satunya adalah salat tarawih, salat tarawih merupakan salat Sunnah Muakad yakni salat yang dianjurkan untuk dikerjakan. 

Dikutip melalui id.m.wikipedia.org melaksanakan salat tarawih secara berjamaah dihitung sama dengan mengerjakan salat tahajud semalam penuh. Dari keutamaan ini, salat tarawih menjadi salah satu salat sunnah yang utama. Salat tarawih dilaksanakan setelah salat Isya dengan 20 rakaat dilanjutkan 3 rakaat salat witir atau 8 rakaat dilanjutkan 3 salat witir. 

3. Perbanyak Berzikir
Berdzikir dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar, bershalawat kepada Rasulullah saw. dan sebagainya. Amalan yang satu ini tentu menjadi amalan yang banyak dilakukan karena mudah dikerjakan dan mendapatkan pahala yang melimpah. 

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diselimuti oleh rahmat Allah, dan mereka akan diingatkan oleh Allah beri hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya,” (HR. Bukhori). 

4. Sedekah 
Sedekah ialah amalan yang dapat dilakukan kapanpun dan di manapun selagi kita memiliki kesiapan, baik secara pikiran bertenaga maupun harta. Sedekah di bulan ini memiliki keistimewaan yang luar biasa sebagaimana diriwayatkan sahabat Anas bin Malik ra.: 

عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

Artinya: “Dari Anas ra. sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan’,” (HR. At-Tirmidzi) 

5. Itikaf
Itikaf sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan suci Ramadan. Terutama dikerjakan pada 10 malam terakhir Ramadan yang apabila beruntung maka kita akan dapat menyaksikan malam Lailatul Qadar.  

Dikutip melalui laman umj.co.id itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah subhanahu Wa berdiam diri di masjid dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. yang dapat mendatangkan pahala yang melimpah bagi dirinya. Berdiam diri yang dimaksud iyalah memperbanyak zikir kalau masalah buat, membaca Al-Qur'an ataupun memohon ampunan kepada Allah Swt. 

Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan jika konsisten dalam melaksanakan amalan-amalan tersebut. Selain mendapatkan pahala yang melimpah kita akan mendapatkan ketenangan dan kebiasaan baik yang diharapkan tetap dapat dilaksanakan ketika bulan Ramadan usai. Maka dari itu, jalankan puasa dan amalan ibadah yang mulia di bulan yang suci ini dengan bersungguh-sungguh agar meraih ketakwaan kepada Allah Swt. dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. 

Karya: Iren 
Editor: Cerpen