Jumat, 04 Juli 2025

BAPOMI GELAR POMPROV LAMPUNG 2025, UIN RIL JADI TUAN RUMAH

[ Berita ]

Sumber: Courage

Raden Intan — Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) gelar Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Lampung 2025, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menjadi tuan rumah. (Jum'at, 04/07/25)

Kegiatan ini dilaksanakan di Wall Climbing Mahasiswa Raden Intan Pencinta Alam (Maharipal) UIN RIL dengan mengusung tema "Tingkatkan Bakat Tunjukkan Keterampilan dan Raih Prestasi" dan berlangsung selama 3 hari yakni dimulai sejak tanggal 4–6 Juli 2025.

POMPROV Lampung 2025 menghadirkan 2 Cabang Olahraga (Cabor), yaitu Panjat Tebing dan Badminton dengan tujuan mensupport atau memberikan dukungan dan mengapresiasi Mahasiswa pada bidang olahraga untuk terus semangat hingga ke ranah nasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III, Dr. Asriani, M.H., selaku Warek II, perwakilan Wakil Dekan (Wadek) dari berbagai fakultas UIN RIL, perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM) UIN RIL, 24 atlet panjat tebing dan 82 atlet badminton dari berbagai Universitas di Provinsi Lampung.

Rektor UIN RIL dalam sambutannya menyampaikan, acara ini bukan hanya hubungan kerjasama namun juga sebagai wadah menghasilkan atlet atlet terbaik.

"Selain silaturahim hubungan kerjasama, event ini adalah wadah untuk menghasilkan atlet-atlet terbaik dan meskipun banyak keterbatasan untuk itu kita tetap terus membangun kebersamaan," tuturnya.

Saskia Azzahra Nabila ketua umum UKM Maharipal selaku penyelenggara Cabor panjat tebing berharap untuk tetap menjunjung semangat sportifitas.

"Semoga lewat event ini kita tetap menjunjung semangat sportifitas hingga ke ranah nasional nantinya di Pekan Olaraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang diselenggarakan bulan September mendatang," ujarnya.

Reporter: Arsip 
Editor: Indepth

Kamis, 03 Juli 2025

PENGUMUMAN UKT DIPERCEPAT, MAHASISWA UNGKAPKAN KERESAHAN

[ Berita ]


Keresahan Mahasiswa
Sumber: Tim PersMa

Raden Intan — Setelah pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ungkapkan berbagai keresahan. (Jum'at, 04/07/25)

Keresahan ini bermula sejak beredarnya infornasi berupa surat edaran yang berisi pengumuman pembayaran UKT pada Kamis (03/07) tersebar ke berbagai lapisan mahasiswa UIN RIL. 

Biasanya pembayaran UKT semester ganjil dilakukan pada bulan Agustus seperti 2 tahun belakangan di Tahun Ajaran (T.A) 2024/2025 dan 2023/2024 dengan tanggal yang sama yakni 1—31 Agustus. 

Namun berbeda dengan T.A 2025/2026 ini, berdasarkan informasi melalui surat edaran, pembayaran UKT justru dipercepat yakni dimulai pada tanggal 5—31 Juli. Hal ini menuai berbagai keresahan dari mahasiswa UIN RIL. 

VR selaku mahasiswa semester 6 merasa bingung sekaligus terbebani dengan percepatan pembayaran UKT serta untuk membayar biaya kosan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dan Kosan. 

"Ayah saya hanya tukang pangkas rambut, dulu ajuin KIP-K tidak diterima oleh UIN. Sekarang mau cari uang kemana agar bisa terkumpul 3,3 juta dalam waktu satu bulan," ungkapnya. 

Dilanjutkan oleh ST selaku mahasiswa semester 8 yang baru saja menyelesaikan ujian munaqosah yang merasa cemas karena infomasi UKT telah keluar namun masih belum menyelesaikan administrasi bebas UKT.

ZF menyampaikan keresahan informasi yang diperlukan selalu dihambat, namun untuk informasi UKT dipercepat. 

"Semua aja diperlambat sama UIN ini, giliran UKT cepet banget, ini malah dimajuin," cetusnya.

Reporter : Tim UKM PersMa

SETELAH 3 TAHUN VAKUM, SEMA UIN RIL GELAR OPUS & RAKER

[ Berita ]


Sumber: Courage

Raden Intan — Setelah 3 tahun vakum, Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) gelar Orientasi pengurus (Opus) dan Rapat kerja (Raker). (Kamis, 03/07/25)

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) lantai 3 UIN RIL ini mengusung tema "Bangkit dan Bergerak: Mewujudkan Senat Mahasiswa yang Responsif, Inklusif dan Berintegritas."

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, seluruh anggota SEMA, dan Perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL.

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL berharap untuk tumbuh dan mendunia bersama-sama.

"Mahasiswa harus bisa mengambil peran ikut serta bersama-sama dengan seluruh elemen lainnya di kampus UIN RIL untuk bertumbuh dan mendunia," ucapnya.

Angra Yunda Djaganata selaku Ketua SEMA UIN RIL mengingat setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan struktur pengurus dan rapat program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode kepengurusan SEMA. 

Ketua SEMA UIN RIL dalam wawancaranya juga turut mengatakan akan berkomitmen untuk cepat tanggap dalam menyuarakan aspirasi.

"Kami SEMA UIN RIL berkomitmen untuk cepat tanggap dalam menyuarakan aspirasi, karena tema yang kami angkat bukan sekedar slogan melainkan kompas arah gerak kami nantinya," ujarnya.

Reporter: Courage & Atch 

Editor: Indepth

Selasa, 01 Juli 2025

SEMPAT TAK BERKABAR, AKHIRNYA UIN RIL GELAR WISUDA PERIODE II TAHUN 2025

[ Berita ]


Sumber: Anggun

Raden Intan — Sempat tak berkabar, akhirnya Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2025. (Selasa, 01/07/25)

Prosesi wisuda kembali dilaksanakan menjadi 2 sesi, yakni sesi pertama pada pagi pukul 08.00 WIB s.d selesai dan sesi kedua pada siang pukul 13.00 WIB s.d selesai serta berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiyah UIN RIL.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., selaku Rektor UIN RIL, Jajaran Wakil Rektor (Warek) UIN RIL, Prof. Dr. Idham Khalid, M.Ag., selaku Ketua Senat, Jajaran Senat UIN RIL, Jajaran Dekan dan Wakil Dekan (Wadek) Fakultas, Civitas Akademika UIN RIL, serta diikuti oleh 1.100 wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan tetapi awal dari perjalanan panjang. Sebab wisuda adalah penegasan identitas dan pengakuan jerih payah serta penyerahan amanah baru yang lebih luas. 

Sebelumnya para mahasiswa yang telah mendaftar wisuda selalu menanyakan kejelasan pelaksanaan wisuda periode II sejak bulan Mei 2025. Melalui informasi yang diunggah di laman Instagram @uinradenintan, dijelaskan bahwa wisuda dilaksanakan pada bulan Juni. Namun nyatanya wisuda periode II tahun 2025 baru dilaksanakan pada awal bulan Juli.

Intan Dwi Andari selaku wisudawan Pascasarjana Strata dua (S2) Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya wisuda periode II tahun 2025.

"Alhamdulillah bersyukur dan lega bisa ikut wisuda periode II setelah penantian yang cukup lama, menunggu info wisuda dari bulan Mei dan ternyata baru terlaksana di bulan Juli," ucapnya.

Muhammad Salman selaku wisudawan Strata satu (S1) Prodi Psikologi Islam menyampaikan tanggapannya setelah menunggu jadwal wisuda yang akhirnya keluar. 

"Saya tentunya merasa lega akhirnya jadwal wisuda keluar, harusnya kemarin dijanjikan di bulan Juni tapi akhirnya bulan Juli, tidak apa-apa yang terpenting ada jadwalnya," ungkapnya. 

Reporter: Anggun & Sakira

Editor: Indepth

Sabtu, 28 Juni 2025

HIJRAH DALAM SINAR MALAM 1 MUHARRAM

[ Cerpen ]


Sumber: Pinterest


Malam 1 Muharram 1447, di desa Sumber Cahaya terasa begitu syahdu. Langit bertabur bintang, dengan latar suara jangkrik menjadi harmoni yang membawa ketenangan. Di masjid Al-Ikhlas, masjid kecil di tengah desa Sumber Cahaya, lampu-lampu minyak menghiasi, membawa sinar menerangi wajah-wajah yang berkumpul menyambut Muharram. Semua warga desa malam itu berkumpul untuk menghadiri pengajian sederhana, dan mendengarkan ceramah dari pak Ustadz. 

Sementara Zaenab, seorang anak berusia 15 tahun duduk termenung di teras masjid seraya memandang langit. Dipakainya kerudung coklat dengan rapi. Di tangannya, ia memegang buku catatan kecil dan sebuah pena. 

Di dalam masjid, suara Pak Ustadz yang sedang menyampaikan ceramah tentang makna Muharram, samar-samar terdengar, namun Zaenab seolah larut dalam lamunannya sendiri. "Setiap tahun baru Islam, Aku selalu janji sama diri sendiri agar hijrah jadi lebih baik. Tapi, rasanya aku gak pernah benar-benar berusaha jadi lebih baik. Cuman omong kosong di setiap tahun. Janji yang cuman jadi rutinitas aja. Aku ngerasa ga pernah bergerak. Aku terjebak ditempat yang sama," gumamnya pelan.

Tanpa ia sadari, gumaman kecil itu terdengar oleh Umi, ibunya yang baru saja keluar dari masjid setelah menyadari Zaenab tidak ada di dalam. Umi yang tidak sengaja mendengar gumaman anak sulungnya itu paham betul, bahwa Zaenab sedang dalam masa pertumbuhan. Banyak hal yang menjadi pertanyaannya, dan itu wajar. 

"Zaenab, hijrah itu bukan hanya berpindah tempat, yang harus dipindahkan itu adalah hati kita," kata Umi dengan suara lembutnya.

Zaenab menoleh dengan terkejut karena tiba-tiba saja Umi ada disampingnya. Tapi itu tak ia hiraukan, ia malah penasaran dengan kata-kata yang baru saja Umi lontarkan. Matanya berbinar penuh tanda tanya. "Maksudnya Umi? Hati? Zaenab belum paham Umi. Umi bisa tolong jelaskan pada Zaenab?"

Umi tersenyum, merangkul Zaenab dengan pelan. "Hijrah itu seperti air sungai. Mengalir pelan, tapi mampu mengukir batu."

Zaenab hanya terdiam. Berfikir perlahan, mencoba memahami apa yang umi sampaikan.

Sementara di dalam masjid, ceramah Pak Ustadz masih berlangsung. Dengan suara tenang namun kali ini menggema, tidak terdengar samar. Mungkin karena Zaenab sudah tidak larut dalam lamunannya.

"Hijrah tidak tentang meninggalkan sesuatu, tapi tentang meninggalkan sesuatu yang lebih baik. Ini tentang keberanian untuk memilih jalan Allah, meski ada tantangan," ujarnya.

Kata-kata Pak Ustadz seolah menembus dinding masjid, menyentuh hati Zaenab, membuat Zaenab terpaku, lalu entah bagaimana, ia mulai memahami maksud Umi. Zaenab juga mulai tau apa yang menjadi tujuannya. Menjadi guru. Mengajari anak-anak membaca, menulis, dan merajut impian. Zaenab baru sadar, ia sudah melupakan mimpi itu karena cibiran dari teman-temannya yang meragukannya karena mereka pikir impian Zaenab terlalu besar.

Selesai mendengar ceramah Pak Ustadz, Zaenab berjalan pulang bersama Umi dan Abi nya. Langkahnya ringan, namun hatinya diisi tekad baru. Di tengah jalan setapak, ia berhenti sejenak.

"Umi, Abi, Zaenab mau belajar lebih giat biar bisa jadi guru. Mau ngajarin anak-anak desa, mau jadi anak yang membanggakan untuk Umi dan Abi. Zaenab juga mau jadi contoh yang baik untuk adik-adik," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Umi dan Abi memeluk Zaenab erat, air mata haru menggenang di mata mereka. "Itu hijrahmu, Nak. Mulai dari hati, kemudian melangkah dengan doa."

Malam itu, dibawah langit penuh bintang, Zaenab memantapkan niatnya. "Aku memulai hijrahku, menjadi lebih baik untuk desa ini, untuk Allah dan untuk Umi Abi."

Tahun baru Islam menjadi saksi tekad Zaenab. Hijrah kini bukan lagi sekadar janji tahunan yang diucapkan di malam Muharram, seperti yang dulu ia gumamkan dengan penuh keraguan. Kini ia memulai hijrahnya dengan penuh keyakinan. Di bawah langit yang sama, di desa kecil yang syahdu, sebuah perjalanan baru akan dimulai.

Karya: Ratu 

Editor: Indepth


Senin, 23 Juni 2025

INILAH BEBERAPA JENIS KKN TERINTEGRASI TAHUN 2025 DI UIN RIL

[ Artikel ]


Sumber: Abdimas UIN RIL


Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada tahun 2025 menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan baru yang disebut KKN Terintegrasi UIN RIL 2025. Program ini menggabungkan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau magang, terutama bagi mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK). 

Dalam pelaksanaannya, KKN Terintegrasi UIN RIL 2025 terbagi menjadi dua pola utama. Pola pertama ditujukan bagi mahasiswa selain dari FTK dan FDIK, yang menjalankan KKN penuh sebagaimana pola reguler. Mereka diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan program dan pengabdian pada masyarakat. Pola kedua diperuntukkan bagi mahasiswa dari FTK dan FDIK yang menggabungkan KKN dengan program PPL atau magang. Dalam pola ini, mahasiswa menjalani praktik profesi di instansi yang ada di wilayah tempat mereka bertugas, namun tetap dalam bingkai pengabdian.

Mayoritas kegiatan KKN tahun ini dipusatkan di Kota Bandar Lampung. Namun, sebagian kecil program juga dilaksanakan di luar wilayah kota, seperti KKN Tematik Pondok Pesantren di Lampung Selatan dan program magang mahasiswa FTK dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (Sisfo) dan Biologi Murni yang kemungkinan berlokasi di luar kota Bandar Lampung.

KKN 2025 terdiri atas dua jenis utama, yaitu KKN Reguler Lingkar Kota dan KKN Non—Reguler Tematik. KKN Reguler Lingkar Kota dilaksanakan di hampir seluruh wilayah Kota Bandar Lampung dan melibatkan sekitar 2.700 mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini fokus pada pengabdian langsung kepada masyarakat dengan pendekatan umum dan kolaboratif.

Sementara itu, KKN Non-Reguler Tematik mencakup sejumlah program khusus yang dirancang berdasarkan tema dan bidang keilmuan tertentu. KKN ini terbagi menjadi beberapa jenis:

1. KKN Tematik Mengajar 

Jenis KKN ini diikuti oleh seluruh mahasiswa FTK yang mana dilaksanakan di sekolah atau madrasah dalam lingkup kota Bandar Lampung. 

2. ⁠KKN Tematik Dakwah Humanis 

KKN ini diikuti seluruh mahasiswa FDIK dan ditempatkan diberbagai instansi kota Bandar Lampung dengan pendekatan dakwah yang adaptif. 

3. KKN Tematik Perlindungan Anak

Ini merupakan jenis KKN hasil kerja sama UIN RIL dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung. Program ini diikuti oleh 76 mahasiswa dari tiga prodi dan tiga fakultas, yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Fakultas Syariah (FS), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dari FDIK, dan Psikologi dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

4. KKN Tematik Ma’had

KKN yang melibatkan mahasiswa mentor Ma’had dengan keahlian khusus seperti pengajaran Al-Qur’an dan teknologi informasi. Mereka menjalankan pengabdian di lingkungan Ma’had dan kampus dengan jumlah peserta terbatas. 

5. KKN Internasional

Jenis KKN ini melibatkan mahasiswa yang berasal dari Negara Thailand yang berkuliah di UIN RIL. Mereka melaksanakan program pengabdian di lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). 

6. KKN Nusantara 

Ini merupakan jenis KKN bagian dari kerja sama nasional antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Tahun ini, 3 mahasiswa UIN RIL terpilih mengikuti program tersebut di Yogyakarta melalui seleksi, namun dengan biaya mandiri.

Program KKN Integrasi UIN RIL 2025 mencerminkan komitmen kampus dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran kontekstual yang menyatu dengan realitas sosial. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik. Tetapi juga membangun kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat secara langsung.

Karya: Novel

Editor: Cerpen

Minggu, 22 Juni 2025

PELANTIKAN SEMA DAN DEMA UIN RIL 2025 HADIR TANPA ADANYA PEMILIHAN RAYA

 [ Opini ]


Sumber: images.app.goo.gl

Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Dikutip dari jurnal Mimbar Administrasi, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan di mana rakyat memiliki kekuasaan tertinggi untuk membuat keputusan politik, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang mereka pilih.

Prinsip demokrasi juga sudah sepatutnya diterapkan dalam lingkup universitas, yakni terkait dengan pemilihan ketua dalam organisasi. Ketua organisasi merupakan suatu pilar yang menjadi tonggak utama dalam berjalannya suatu organisasi, maka dari itu pemilihan ketua tentunya harus memenuhi standar yang ditetapkan. 

Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3814 Tahun 2024 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mengatur terkait pemilihan Ketua Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)/Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), tata cara pemilihan ketua/wakil ketua Ormawa dan anggota Dema/Dema-F diatur oleh masing-masing PTKI melalui keputusan Rektor/Ketua. 

Keputusan tersebut bersifat mutlak dan harus ditaati bagi setiap organisasi di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Organisasi Sema dan Dema UIN RIL merupakan salah satu naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang mana harus menaati peraturan tersebut. Sebelumnya Sema dan Dema UIN RIL mengalami kekosongan jabatan dan tidak aktif selama 4 tahun terakhir terhitung sejak tahun 2021 hingga tahun 2025. Namun pada tahun 2025 ini, pemilihan Ketua Sema dan Dema dilakukan secara tertutup sehingga mahasiswa tidak mengetahui bagaimana tata cara pemilihannya.

Kemudian, dilansir radenintan.ac.id, pada 27 Mei 2025 lalu, Sema dan Dema Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) resmi dilantik oleh Wakil Rektor (Warek) III UIN RIL, dan dipublikasikan melalui website yang dikelola Hubungan Masyarakat (Humas) UIN RIL. Hal ini menjadi pertanyaan mahasiswa, bagaimana tata cara pemilihan Ketua Sema dan Ketua Dema 2025 tersebut?

Dilihat melalui laman instagram resmi Dema dan Sema UIN RIL yakni instagram.com/sema_uinril dan instagram.com/demauinril_official terlihat jelas, tidak menunjukkan adanya aktivitas terkait pemilihan Ketua Sema dan Dema. Hal ini menunjukkan kurang diterapkannya prinsip keterbukaan dalam pemilihan, serta mahasiswa tidak dapat mengakses informasinya. Mahasiswa hanya mengetahui informasi dari laman resmi humas UIN RIL yang memberitahukan terkait pelantikan Ketua Sema dan Dema 2025, jelas informasi tersebut membawa pertanyaan, “Bagaimana tata cara pemilihannya?”

Saya rasa, pemilihan ketua Sema dan Dema UIN RIL tahun 2025 kurang menjunjung prinsip transparansi. Publik tidak mengetahui informasi pemilihan Ketua Sema dan Ketua Dema karena tidak ada publikasi di laman resmi Instagram yang bersangkutan. Muncul pemberitaan terkait pelantikan Ketua Sema dan Ketua Dema UIN RIL melalui akun Humas UIN RIL membuat publik bertanya-tanya, bagaimana tata cara pemilihannya. Padahal aspek transparansi dalam pemilihan sangatlah penting untuk memastikan proses pemilihan yang adil, akuntabel, dan terpercaya. Keterbukaan informasi dalam proses pemilihan juga dapat meminimalkan peluang terjadinya praktik nepotisme yang merugikan. Seluruh mahasiswa UIN RIL seharusnya terlibat pemilihan raya untuk memilih siapa yang pantas mewakili mereka. 

Tetapi, dalam wawancara kami bersama dengan Ade Prayoga selaku Ketua Dema UIN RIL. Ia menjelaskan bahwa alasan dibalik tidak terbukanya pemilihan ini karena untuk menghindari intervensi dari pihak lainnya. Selain itu, ia menyatakan bahwa perlu pemilihan Ketua Sema dan Dema UIN RIL untuk mengisi kekosongan jabatan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini diperlukan agar adanya perwakilan mahasiswa dari UIN RIL yang ikut andil dalam kegiatan baik di dalam maupun luar universitas.

Namun walaupun demikian, di era yang serba digital seperti sekarang ini, mereka dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi organisasi. Terlebih lagi, terkait pemilihan organisasi. Setidaknya visi dan misi dapat dipublikasikan agar publik mengetahui gambaran yang jelas tentang apa yang ingin dicapai organisasi serta mengetahui tujuan, arah dan nilai-nilai yang dipegang oleh organisasi.

Sema dan Dema yang bukan hanya menjadi perwakilan mahasiswa dari UIN RIL untuk mengikuti kegiatan di dalam dan di luar kampus. Mereka juga memiliki tanggungjawab menyalurkan aspirasi dan menjalankan kegiatan kemahasiswaan. Tapi jika pemilihan dilakukan secara tertutup, apakah bisa dikatakan mewakili mahasiswa? Apakah bisa dikatakan akan menyalurkan aspirasi mahasiswa? Sedangkan mahasiswa tidak mengetahui seperti apa visi dan misi yang mereka bawakan. Mahasiswa tidak mengetahui siapa yang mewakili suara mereka. 

Sedangkan 2 organisasi universitas ini memiliki peran besar. Secara umum, Sema berfungsi sebagai lembaga legislatif dan perwakilan tertinggi mahasiswa yang bertugas merumuskan peraturan organisasi, menampung aspirasi, dan mengawasi kinerja Dema. Dema, di sisi lain, adalah lembaga eksekutif yang bertugas menjabarkan dan melaksanakan program kerja Sema, mengkoordinasikan kegiatan, dan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas. Seharusnya mereka sadar dengan tugas-tugas dan tanggung jawab yang mereka miliki. Bukan hanya untuk menduduki kursi jabatan sebagai Sema dan Dema saja. 

Selain itu, sebagai mahasiswa di UIN RIL pun, saya tidak mengetahui apa saja visi misi yang mereka bawa untuk ke depannya. Setelah dilantik pun saya tidak melihat aktivitas dan kinerja mereka di media sosial Instagram yang mereka miliki. Karena melihat tugas Sema dan Dema UIN RIL yang akan melibatkan mahasiswa, seperti sebagai pengawas dan pengelola kegiatan kemahasiswaan, serta pelaksanaan program kerja yang bertujuan untuk memajukan organisasi kemahasiswaan di UIN RIL. Namun, sangat disayangkan mahasiswa sendiri tidak dilibatkan dalam pemilihan dan tidak mengetahui visi misi mereka.  

Karya: Dela

Editor: Indepth