Kamis, 16 Oktober 2025

LIFE LONG LIFE LEARNER, PESAN REKTOR PADA 1.587 WISUDAWAN PERIODE III UIN RIL

[ Berita ]


Sumber: Anggun


Raden Intan — Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memberikan pesan semangat belajar seumur hidup, Life Long Life Learner kepada 1.587 wisudawan periode III tahun 2025. (Kamis, 16/10/25)

Wisuda periode III ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiyah UIN RIL dan terbagi menjadi sesi pagi pada pukul 08.00 WIB dan sesi siang pada pukul 13.00 WIB. 

Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D selaku Rektor UIN RIL berpesan Life Long Life Learner untuk menjadi sarjana cemerlang otak dan hati. 

"Saya berharap bahwa wisudawan dapat menanamkan semangat belajar seumur hidup Life Long Life Learner karena ilmu tanpa akhlak akan membawa kehancuran, maka jadilah sarjana yang tidak hanya cemerlang otaknya tetapi juga bercahaya hatinya," ucapnya.

Selain Rektor UIN RIL, acara ini juga turut dihadiri oleh Jajaran Wakil Rektor (Warek) UIN RIL, Prof. Dr. Idham Khalid, M.Ag., selaku Ketua Senat, Jajaran Senat UIN RIL, Jajaran Dekan dan Wakil Dekan (Wadek) Fakultas, Civitas Akademika UIN RIL, serta diikuti oleh 1.587 wisudawan.

Dewi Santi selaku wisudawan Strata satu (S1) Program Studi (Prodi) Psikologi Islam menyampaikan perasaan dan harapannya setelah mengikuti wisuda periode III tahun 2025. 

"Saya merasa sangat antusias karena sudah menunggu jadwal wisuda ini sejak lama, dan saya berharap UIN RIL menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang," ungkapnya.

Agung Arrasyd selaku wisudawan S1 dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya wisuda dan bahagianya telah resmi dikukuhkan menjadi alumni. 

Reporter: Anggun & Sakira
Editor: Indepth

Selasa, 14 Oktober 2025

KESEHATAN MENTAL, PILAR UTAMA KESEJAHTERAAN GENERASI Z DI ERA DIGITAL

[ Artikel ]


Sumber: Pinterest


Di tengah perubahan cepat yang dialami masyarakat saat ini, kesehatan mental menjadi isu yang semakin mendapatkan perhatian, terutama di kalangan generasi Z. Generasi ini tumbuh dalam era digital yang sarat dengan tekanan dari media sosial, yang seringkali menimbulkan perbandingan hidup dan kecemasan. Meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental di kalangan Gen Z ditandai dengan terbukanya percakapan mengenai isu-isu psikologis dan pentingnya mencari bantuan. Mereka menganggap menjaga kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesejahteraan secara keseluruhan.

Dikutip dari World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang untuk menghadapi tekanan hidup, menyadari kemampuan diri, belajar, bekerja dengan baik, dan berkontribusi dalam komunitas. Kesehatan mental bersifat kompleks dan berbeda-beda bagi setiap orang, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti individu, keluarga, komunitas, dan kondisi sosial. Kondisi ini mencakup gangguan mental, disabilitas psikososial, serta masalah yang muncul akibat stres berat atau gangguan fungsi, termasuk risiko melukai diri sendiri.

Dilansir dari ugm.ac.id hasil survei Indonesia - National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukkan 15,5 juta remaja mengalami masalah kesehatan mental, atau sekitar 34,9%. Data terbaru 2023 menunjukkan 20% penduduk Indonesia (54 juta orang) mengalami gangguan mental emosional, dan sekitar 9,8% remaja pernah berpikir untuk bunuh diri. Meskipun demikian, hanya sedikit penderita yang mendapatkan penanganan profesional, seperti hanya 8%. Angka-angka ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap kesehatan mental di Indonesia, terutama di kalangan remaja yang rentan. Upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, serta mengurangi stigma yang menghalangi individu untuk mencari bantuan, menjadi langkah penting yang harus diambil.

Kesehatan mental menjadi semakin penting bagi generasi Z karena mereka hidup dalam lingkungan yang dipenuhi tekanan dari berbagai sumber, seperti media sosial, perbandingan hidup, dan ekspektasi yang tinggi terkait prestasi akademik dan karier. Ketidakpastian ekonomi dan perubahan sosial yang cepat juga menambah beban mental, menjadikan mereka lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi. Menurut American Psychological Association (APA), pada tahun 2020 generasi ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya kesehatan mental, mendorong mereka untuk berbicara terbuka mengenai masalah psikologis dan mencari dukungan. Dengan meningkatnya angka gangguan mental di kalangan remaja, upaya untuk memperkuat kesehatan mental menjadi krusial, tidak hanya untuk kesejahteraan individu, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Dalam menghadapi isu kesehatan mental yang semakin mendesak di kalangan generasi Z, penting untuk mengadopsi beberapa pendekatan yang efektif. Berdasarkan informasi dari The National Institute of Mental Health (NIMH), edukasi tentang kesehatan mental harus menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah, sehingga remaja dapat memahami gejala gangguan mental serta pentingnya mencari bantuan. Selain itu, menciptakan ruang aman untuk percakapan terbuka di antara teman sebaya dan keluarga dapat membantu mengurangi stigma yang sering menghalangi mereka untuk berbicara tentang masalah yang dihadapi.

Akses terhadap layanan kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses, seperti konseling daring, juga sangat vital untuk memberikan dukungan yang diperlukan. Selain itu, mendorong kegiatan yang mendukung kesehatan mental, seperti olahraga, meditasi, dan praktik mindfulness, dapat membantu generasi Z mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan generasi Z dapat lebih baik dalam menghadapi tantangan kesehatan mental dan membangun ketahanan yang diperlukan di tengah tekanan kehidupan modern.

Karya: Laura & Resti
Editor: Indepth

Jumat, 10 Oktober 2025

ANTOLOGI EDISI IV TAHUN 2025

[ Antologi ]



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Salam Pers Mahasiswa! UKM PersMa Raden Intan dengan bangga mempersembahkan terbitan pada kepengurusan 2024/2025 yaitu Antologi Edisi IV Tahun 2025 dengan judul "Caksadhita (Dunia Milik Mereka yang Berani)". Dalam Antologi Puisi dan Cerpen ini kami menyajikan karya sastra berupa Puisi, Cerpen, selain itu di dalam Antologi ini terdapat Fakta Baru Kisah Pemberani yang di tulis langsung oleh Anggota UKM PersMa Raden Intan.

Silahkan cek terbitan terbaru kami melalui tautan di bawah ini ๐Ÿ‘‡

https://bit.ly/AntologiEdisiIVTahun2025

Selamat membaca!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 09 Oktober 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI SEPTEMBER TAHUN 2025

[ E-Koran ]




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊๐Ÿป

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "๐—˜-๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—ซ" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

Rabu, 08 Oktober 2025

BULETIN EDISI IX TAHUN 2025

[ Buletin ]


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


Salam Pers Mahasiswa! UKM PersMa Raden Intan dengan bangga mempersembahkan terbitan pada kepengurusan 2024/2025 yaitu Buletin Edisi IX Tahun 2025 dengan judul "Transparansi Efisiensi Kampus, Realitas pada Mahasiswa". Dalam edisi kali ini, kami akan membahas topik menarik saat ini, yakni efisiensi. Selain itu, di dalam Buletin ini terdapat karya lain berupa Feature, Opini, Komik, Artikel, Cerpen, dan Puisi yang di tulis langsung oleh Anggota UKM PersMa Raden Intan.


Silahkan cek terbitan terbaru kami melalui tautan di bawah ini๐Ÿ‘‡

https://bit.ly/BuletinEdisiIXTahun2025

Selamat membaca!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


#antologi #persmamahasiswa #gardaidealismemahasiswa

KURSI WISUDA, ANTARA HAK AKADEMIK DAN ISU TRANSAKSI

[ Opini ]

Sumber: Kompas.com

Pelaksanaan wisuda periode III Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Ahmad Hanafiah UIN RIL. Sebanyak 1.580 peserta akan mengikuti wisuda periode ketiga ini.

Jika melihat pola pelaksanaan sebelumnya, UIN RIL biasanya mengadakan lima periode wisuda setiap tahun yakni pada bulan Maret, Mei, Juli, September, dan November. Namun, tahun ini terjadi keterlambatan yang cukup mencolok. Wisuda periode II yang semestinya berlangsung pada Mei justru baru dilaksanakan pada Juli, dan kini, saat kalender sudah menunjukkan Oktober, pelaksanaan wisuda periode III baru akan digelar. Kondisi ini mengakibatkan banyak mahasiswa tertunda kelulusannya, padahal ijazah dan surat keterangan lulus menjadi syarat penting bagi mereka untuk melanjutkan karier atau studi.

Menurut saya, keterlambatan ini tidak semata-mata persoalan administratif, melainkan cerminan dari manajemen akademik yang perlu dievaluasi. Dengan jumlah peserta yang besar dan kuota yang terbatas, muncul berbagai pertanyaan tentang mekanisme penentuan siapa yang berhak mengikuti wisuda terlebih dahulu. Ketidakjelasan sistem ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa, terutama bagi mereka yang sudah lama menunggu namun belum mendapatkan kepastian jadwal.

Komentar mahasiswa di akun Instagram @uinradenintan


Lebih jauh, mencuat kembali isu adanya oknum yang diduga memperjualbelikan “kursi wisuda". Dugaan ini muncul setelah sejumlah komentar mahasiswa di media sosial mempertanyakan kejanggalan penetapan peserta wisuda, di mana beberapa mahasiswa yang belum mendapatkan pin registrasi justru sudah masuk daftar wisudawan. Meski belum ada klarifikasi resmi dari pihak kampus, kabar semacam ini sudah cukup untuk menimbulkan kecurigaan dan menurunkan kepercayaan terhadap sistem akademik yang seharusnya menjunjung asas keadilan dan transparansi.

Saya menilai, universitas perlu segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Transparansi data calon wisudawan dan proses verifikasi akademik menjadi langkah penting agar tidak ada ruang bagi spekulasi maupun praktik kecurangan. Pihak kampus diharapkan dapat mempertegas komitmen terhadap integritas akademik dan menindak tegas jika benar terdapat pelanggaran etika.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, UIN RIL memiliki tanggung jawab moral yang besar. Wisuda bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi simbol kesungguhan akademik dan kejujuran intelektual. Maka, penting bagi seluruh pihak untuk menjaga momen sakral ini agar tidak ternodai oleh praktik yang mencederai nilai keadilan. 

Sebab pada akhirnya, toga dan ijazah bukan sekadar hasil akhir, melainkan simbol perjuangan yang seharusnya diraih dengan layak, bukan dibeli dengan cara singkat. Isu ini merupakan indikasi dari masalah sistemik yang lebih besar terkait transparansi, dugaan pungutan liar (pungli), dan praktik tidak etis dalam manajemen akademik dan administrasi di kampus tersebut yang telah terdengar desas-desusnya berulang kali di masa lalu.

Karya: Sight
Editor: Indepth

Rabu, 01 Oktober 2025

IDENTITAS BUDAYA INDONESIA

[ Puisi ]


Sumber: Hana Augustine (Pinterest)

Budaya Indonesia nan anggun
Terjalin, terukir, hingga dikenang
Selalu memikat setiap pandang
Indah karena kita menjadikannya kebanggaan

Setiap corak mencerminkan jiwa
Pada tangan yang menorehkannya
Pada ketulusan dalam rasa
Pada kita yang berbeda warna

Batik bukan sekadar goresan kain
Bukan sekadar hiasan terpajang manis
Setiap motif mengikrarkan keunikan tersendiri
Menjadikan Indonesia kian berseri

Beragam corak di tiap daerah
Tersimpan makna di setiap celah
Batik adalah permata bangsa
Warisan abadi, identitas Indonesia

Identitas yang menyatukan kita
Dalam rangkulan motif dan warna
Menjadi budaya yang kian kaya,
Bangga berbatik, bangga ber-Indonesia

Mari jaga batik tetap abadi
Dengan menempatkannya di hati
Dalam jiwa yang selalu berseri
Bersama Indonesia yang lestari

Karya: Dela
Editor: Indepth