Senin, 18 Maret 2019

ORI FUTSAL CUP II


Raden intan-Senin,(18-03-2019) Turnamen futsal cup II merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh UKM ORI (Olahraga Raden Intan) UIN Raden Intan Lampung. 

     kegiatan tersebut di ikuti oleh atlet atlet se-provinsi Lampung dari berbagai jenjang pendidikan dengan jumlah peserta 23 tim SMP putra 10 tim SMP putri dan 50 tim putra umum.

     Muhammad Ilham Ramadan selaku panitia kegiatan tersebut mengatakan "tujuan dari di adakanya kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi antar atlet se-provinsi Lampung" ujarnya.

     Dayat salah satu peserta dari campur FC menyampaikan antusiasnya terhadap acara ini "ya seneng si ikut acara ini udah dua kali ikut dan tahun kemarin menang ".

     Ia juga mengatakan "harapan saya agar acara ini lebih baik lagi kedepannya termasuk memperbaiki fasilitas lapangan agar lebih di perluas" tambahnya.


Laporan: Nurhayati & Devi retniasih

Ayah


     Duduk di teras rumah, bertemankan resah. Itulah yang selalu mengisi waktu luang Ayah. Sesekali ayah tersenyum memandang ke arahku.

  Ayah adalah lelaki terbaik yang pernah ada. aku ingat betul saat aku menangis, Ayah ada dibarisan terdepan untuk menghempas air mataku. Aku juga sangat memahami bahwa ketika Ayah bersedih, Ayah menjadi aktor terbaik sebagai pemeran manusia paling bahagia.

   Ayah bekerja sangat keras. Lebih keras dari usahaku menggapai bintang di langit. Jika ditanah rantau aku terlupa untuk makan, Ayah justru sengaja menahan lapar. Jika ditanah rantau aku lupa bagaimana rasanya tidur siang, mungkin ayah lupa bagaimana rasanya tidur di malam hari. 

    "Ayah bangga padamu" itulah kalimat yang paling membuatku bahagia. Layaknya manusia, aku sangat senang mendapat pujian terlebih dari Ayah. Jika kalimat itu terdengar ditelinga, rasanya aku ingin memperbanyak pencapaian. 

      Ayah memang bangga mempunyai aku, namun aku jauh lebih bangga mempunyai Ayah sepertinya. Bukan suatu hal mudah bagi petani untuk membiayai pendidikan anaknya, Namun ayah sangat hebat. Ayah mampu mengantarku hingga ke gerbang sarjana. 

  "Jaga adikmu" kata yang amat menyakitkan, bukan menyakitkan untuk dijalani namun menyakitkan untuk didengar. Kata itulah yang terakhir kudengar dari Ayah, tepat 2 tahun silam. Kutaburkan bunga dengan tambahan sedikit  senyum, kuharap ayah dan ibu disana telah bersatu. 


Oleh: Denisa Arwanita

Kampus Hijau Lingkungan Bersih


Raden Intan- Senin, (18/3/2019). Kebersihan lingkungan kampus UIN Raden Intan Lampung sudah menjadi salah satu kampus terbersih Se-universitas yang ada di Lampung.

Hal ini dilihat dari peningkatan kinerja para office boy (OB) dengan jumlah kurang lebih 86 yang sudah cukup baik.

Mulyadi yang merupakan salah satu OB yang bertugas di Ma'had Putra, mengatakan, "Kebersihan kampus dilakukan setiap hari oleh seluruh OB dengan bagiannya masing-masing".

Menurutnya, "untuk kinerja OB itu sendiri sudah cukup optimal dalam menjaga kebersihan kampus. Tetapi untuk masalah kepuasan dari pihak Rektor mungkin belum puas. Sedangkan untuk para OB sudah cukup puas". Ujar Mulyadi

Adapula pernyataan dari beberapa mahasiswa mengenai kebersihan kampus, yang pertama dari saudara Muhammad Nur Ghozali, mahasiswa pendidikan agama islam, semester 8, mengatakan, " kebersihan di kampus UIN Raden Intan Lampung sudah cukup mengalami peningkatan dari standar yang dulu hingga sekarang".

Menurut Ghozali, "untuk dapat meningkatkan kebersihan tidak hanya dilakukan oleh OB saja, tetapi kesadaran dari seluruh mahasiswa harus ditingkatkan lagi". Ujarnya

Kemudian pernyataan dari saudari Hanni Hidayatullaili, jurusan Komunikasi Prnyiaran Islam terkait kebersihan kampus. Ia mengatakan, "kebersihan kampus sudah sangat membaik, penghijauan pula sudah semakin menambah dan kampus juga sudah membuka lahan baru untuk dibuat beberapa taman". Ujarnya

Laporan : Shinta dan Pika

Minggu, 17 Maret 2019

Divisi Rangking dan Seleksi Pionir UKM INKAI UIN Raden Intan Lampung


Raden Intan- Minggu, (17/03/2019) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Karatedo Indonesia (INKAI) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengadakan kegiatan seleksi rangking dan seleksi pionir di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Syariah.

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua UKM se UIN RIL dan para senior UKM INKAI. Adapun Tema kegiatan adalah "Raih Prestasi Tingkatkan Silaturahmi"

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dan para alumni, serta untuk ajang mengasah kemampuan para anggota UKM sesuai dengan dengan tema yang diangkat." Ujar Dimas Pangastuti selaku ketua pelaksana.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai tingkatan sabuk. Pertandingan ini diatur oleh wasit juri yang sudah berpengalaman.

"Saya merasa senang mengikuti kegiatan ini, karena disana saya bisa bertanding seperti atlit sungguhan dengan suasana pertandingan yang sesungguhnya Dan juga ada kebanggaan tersendiri ketika bisa bergabung dengan senior-senior yang lebih memiliki banyak pengalaman". Ujar Alpen Salam, salah satu peserta.

Ketua umum UKM INKAI mengatakan "saya harap pertandingan ini bisa menjadi sarana untuk para anggota lebih bersemangat dalam berlatih. Dan untuk para atlit yang akan terpilih menjadi wakil UIN RIL dalam kegiatan PIONIR untuk mempersiapkan fisik dan mentalnya agar bisa memberikan yang terbaik untuk kampus." Ujar Mahfud Solahudin.

Laporan: Riska

Sabtu, 16 Maret 2019

Daurah Taqifiyyah Ma'had Al-Jami'ah UIN Raden Intan Lampung


Raden Intan _ Ma'had Al-Jami'ah UIN Lampung adakan sebuah pelatihan yang hanya di ikuti oleh Mahasantri Putra dan Putri Semester 4 yaitu, sebuah pelatihan Qurban dan Aqiqah.

Acara yang diadakan pagi tadi, Sabtu 16/03/2019 adalah salah satu pembekalan bagi Mahasantri semester 4, sebelum mereka terjun kelapangan dalam pengabdian di masyarakat.

"Pelatihan ini sangat penting bagi mahasantri, terutama ketika mereka telah menerapkannya dilingkungan masyarakat" ujar Ust.Kamran Mudir Ma'had Al-Jami'ah.


Sebelum Praktik qurban, pada jum'at 15/03/2019 tepatnya pukul 20.00-22.00 WIB mahasantri dibekali materi Tentang Qurban dan Aqiqah oleh Mudir Ma'had Syekh Abdurrahman Siddiq UIN Bangka Belitung yakni Ust.Edi Waluyo,M.SI.

Pada kesempatan tadi malam, beliau menyampaikan "Kegiatan seperti ini, bisa menghilangkan rasa takut yang kita miliki dan melatih mental untuk berani,karena pengalaman yang akan mendewasakan kita", Ujarnya.

Dalam kegiatan penyembelihan  ini,
Mahasantri putra meyembelih 2 ekor kambing dan Mahasantri Putri memotong 10 ekor ayam.

Mahasantri semester 4 sangat antusias dan bahagia dengan adanya kegiatan ini Karena "Dengan adanya kegiatan ini, kekeluargaan kami semakin erat, kami bisa memasak daging ini secada bersamaan dan penuh rasa kekeluargaan", Ujar Handayani sebagai salah satu santri putri.

Laporan : Khasiyati

PERSMA Raden Intan Adakan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar


Raden Intan_ UKM PERSMA RI mengadakan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar dengan Tema: "Membentuk Jurnalis Berjiwa Militan Dan Inovatif Guna Mewujudkan Pers Mahasiswa Yang Produktif" (Sabtu/16/03/2019).

Acara Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJMTD) Di adakan di Gedung F lantai II Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan.

"Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta, 16 anggota magang dan 24 dari umum, baik dari kampus UIN RIL maupun dari Kampus Lainnya seperti UNILA, POLTEKES, serta IAIN Metro" (Laporan dari Ketua pelaksana Arief Rahman Hakim).

"Tujuan diadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar ini untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang dasar- dasar jurnalistik, dan cara menulis berita, artikel yang dimuat di dalam media cetak maupun media online" (ujar Rafshan Syahputra selaku pimpinan umum Persma RI).

"Pers merupakan penyambung lidah masyarakat, harapan saya di persma RI mampu menyalurkan aspirasi dari mahasiswa untuk birokrasi begitupun sebaliknya, sehingga tidak terjadi mis komunikasi. Hal ini bisa meminimalisir adanya aksi anarkis yang tidak diinginkan. Harapan selanjutnya peesma RI mampu menjaga marwah ke Idealismeannya sebagai Garda Idealisme Mahasiswa" (Hayatul Islam, SE selaku Pembina UKM Pers RI).

Laporan: View

Kamis, 14 Maret 2019

Bandara Internasional Raden Intan II dan Destinasi Wisata di Provinsi Lampung


        Lampung sai betik merupakan suatu frasa yang acap kali terngiang di indra pendengaran, merasuki hati dan menetap di sanubari. Seketika mendengar kalimat ini, seakan-akan membawa kita untuk mengingat kembali akan kekayaan alam yang dimiliki oleh bumi sai waway itu.

        Tanoh Lampung merupakan daerah yang memiliki sejuta pesona alam. Betapa tidak, keindahan pantai yang terbentang panjang dari pesisir barat, pesisir timur hingga pesisir selatan, derasan air terjun yang menjadi ikon di setiap kabupaten dan kotanya, keanggunan gunung seminung yang dikelilingi danau ranau, dan kepiawaian gajah way kambas dalam atraksinya semakin menunjukan ke-eksotisan panorama alam di Provinsi Lampung yang tidak bisa di angkakan dan tidak cukup waktu untuk dilisankan.

        Sebagai provinsi yang akrab dengan slogan “Kota Gajah” yang berada tepat di pintu gerbang pulau sumatera dan dekat dengan Ibu kota negara, Lampung memiliki lokasi yang sangat strategis untuk menjadi daerah maju baik dari segi ekonomi dan budaya khususnya destinasi wisata. Bukan tidak mungkin Lampung akan menjadi salah satu kota yang unggul dan kompetitif di kancah nasional bahkan internasional.

         Sepanjang pengalaman penulis berwisata, kekayaan dan keindahan alam Lampung seperti pantai pantai, teluk kiluan, danau ranau,  air terjun dan hamparan bukit yang hijau tidak kalah menarik jika di bandingkan dengan objek wisata alam yang ada di pulau Jawa dan Bali. Fakta ini yang semakin membuat penulis semakin optimis bahwa “Lampung Will be gold city of Indonesia”.


Akses Bandara Internasional

         Kendati Lampung memiliki sejuta keindahan alam, harta itu tidak akan berarti ketika tidak didukung oleh aspek-aspek lain, seperti tata kelola dan sarana-parasarana yang memadai. Tata kelola objek wisata dapat berupa kreatifitas penataan lokasi wisata yang teratur, kontemporer, dan menarik. Selanjutnya, sarana dan prasarana yang memadai berupa akses jalan yang mulus dan kenyamanan alat tarnsportasi yang tersedia menuju lokasi wisata.

         Sebagaimana yang kita ketahui, pesatnya kemajuan provinsi bali dan eksistensinya di manca negara tidak lain dari faktor pengeloaan alam yang dapat disulap menjadi objek wisata yang menarik dan tersedianya akses yang mengundang berjuta-juta pengunjung “touris” dari berbagai belahan dunia setiap tahunnya. Begitu juga dengan daerah yogyakarta, Malang, Bandung, Bogor, Lombok dan daerah wisata lainnya. Sehingga, bukan tidak mungkin provinsi Lampung dapat unggul dan kompetitif seperti daerah-daerah wisata tersebut.

         Senada dengan itu, di beberapa tahun terakhir, pemeritah provinsi lampung gencar melakukan pembangunan infrastruktur, tampaknya program Pemprov sangat linier dengan upaya pemerintah pusat dalam memperbaiki fasilitas umum yang diantaranya seperti jalan dan alat tranportasi. Dua tahun lalu, ketika membaca berita dibeberapa media masa, penulis merasa sangat senang, karena ketika itu pak gubernur “M.Rido Ficardo” mencananangkan percepatan program pembangunan bandara Raden Intan II menjadi bandara Internasional.

        Alhamdulillah, program itu terealisasi dengan cepat. Tepatnya pada hari Jum’at (08/3/2019) bandara Internasional Raden Intan II diresmikan secara langsung oleh  Bapak Presiden Joko Widodo. Rute penerbangan yang awalnya harus transit di bandara soekarno-hatta, saat ini bisa tertuju langsung kebeberapa kota. Terbukti, perubahan status bandara Raden Intan II menjadi Bandara Internasional memberikan layanan transportasi yang praktis bagi masyarakat luas khususnya masyarakat lampung.


        Hadirnya Bandara Internasional memberikan manfaat yang besar terhadap masa depan percepatan pembangunan provinsi lampung. Mobilitas kemajuan ekonomi dan pengunjung destinasi wisata akan sangat terbantu dengan adanya bandara tersebut. Setidaknya ada empat aspek yang dapat dipetik yaitu, pertama mempermudah akses masyarakat ketika hendak berpergian ke luar kota dan ke luar negeri maupun sebaliknya. Kedua meningkatkan pengguna jasa pesawat, karena selain biaya ongkos yang lebih murah, alokasi waktu diperjalan juga lebih efisien. Ketiga mengeskalasi minat para wisatawan regional dan internasional, para wisatawan akan lebih cepat dan lebih mudah berkunjung untuk menikmati panorama alam yang ada di provinsi lampung. Keempat menarik minat para pengembang objek wisata dan budaya di provinsi Lampung.

Meningkatkan Standar Pelayanan

        Harapan itu dapat terwujud apabila pemerintah provinsi lampung dan perusahaan terkait benar-benar memaksimalkan pelayanan dari seluruh unsur bandara dalam standar internasional. Akan tetapi, faktanya, Bandara Internasional Raden Intan II masih memiliki terdapat kekurangan. Misalnya, keterbatasan tempat duduk di ruang tunggu mengganggu kenyamanan para penumpang ketika menunggu keberangkatan dan terbatasnya rute penerbangan langsung ke beberapa kota yang harus transit di bandara soekarno-hatta. Singkatnya, pemerintah dan perusahaan terkait mesti melakukan peningkatan pelayanan, sehingga bandara Raden Intan II benar-benar memiliki layanan yang berstandar internasional.
Menurut hemat penulis, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, pertama. menambah atau memperluas ruang tunggu dan menambah kursi tempat duduk untuk memberikan kenyamanan para penumpang. Kedua memperbanyak rute penerbangan langsung yang menghubungkan keberbagai bandara di Indonesia, sehingga dapat menarik masyarakat dari berbagai daerah. Ketiga, Optimalisasi sarana dan prasarana bandara yang memenuhi standar internasional.

        Standar pelayaanan bandara harus menjadi perhatian serius dan menjadi skala prioritas yang harus diwujudkan. Jika standar pelayanan tidak sesuai, tentu Bandara Internasional Raden Intan II hanya sebagai predikat yang justru merusak citra provinsi lampung.

        Peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di provinsi lampung tentu tidak cukup dengan adanya bandara internasional. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, selain dari pada layanan tranportasi udara, objek wisata dan infrastruktur juga merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus sama-sama dibangun dan tersedia dalam standar yang memadai. Tersedianya akses darat yang layak dilewati sangat mempengaruhi daya tarik pengunjung, mengingat untuk sampai lokasi-lokasi objek wisata, para wisatawan harus kembali menempuh jarak yang tidak dekat bahkan cukup jauh.


        Selain itu, pemerintah juga harus membangun kerjasama yang kuat dengan berbagai elemen masyarakat di provinsi lampung yaitu dengan cara mengajak masyarakat lampung untuk giat mengelola lokasi wisata semaksimal mungkin dan mempublikasikannya melalui media-media sosial. Sehingga, akses informasi terkait dengan destinasi wisata provinsi lampung dapat diketahui dari berbagai kalangan di lingkup nasional maupun internasional.

        Hemat penulis, kebijakan pemerintah provinsi lampung yang menjadikan bandara Raden Intan II berskala internasional merupakan keputusan yang tepat untuk menyokong destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung. Semoga, masifnya pembangunan akses jalan dan hadirnya Bandara Internasional Raden Intan II menjadi stimulus bagi masyarakat lampung untuk berperan aktif mengelola kekayaan alam menjadi sebuah objek wisata dan dapat menarik minat masyarakat di Indonesia dan Masyarakat Global umumnya untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam di Bumi Rua Jurai ini.

        Penulis sangat yakin bahwa pemerintahan di masa kepemimpinan bapak M.Rido Ficardo dan juga di masa kepemimpinan baru mendatang benar-benar mewujudkan komitmennya untuk memajukan provinsi Lampung khususnya dibidang kepariwisataan dengan meningkatkan pembangunan akses tranportasi publik sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung di Bumi Ruwa Jurai. Semoga!

Oleh: Dian Andesta Bujuri
Alumni UIN Raden Intan Lampung