Kamis, 05 September 2019

UPACARA PEMBUKAAN ORIENTASI RACANA UKM PRAMUKA



Raden Intan, UKM Pramuka UIN Raden Intan Lampung mengadakan upacara pembukaan Orientasi Racana di belakang Akademik Pusat, Jumat (6/9/2019)

Upacara ini dibuka langsung oleh Kabag Akademik dan Kemahsiswaan, Dra. Farida dan di hadiri oleh Ketua Kemenag Lampung, Dekan Ushuludin, Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan, Kabag Ushuludin  dan perwakilan UKM di UIN Raden Intan

Acara Orientasi Racana yang bertema ASIK (Aktif, Sigap, Inovatif, Kreatif) ini merupakan acara rutin yang diadakan UKM Pramuka Kegiatan Orientasi Racana ini sendiri merupakan kegiatan untuk calon anggota baru yang berjumlah 140 peserta yang terdiri dari 108 Putri dan 32 putra, dan akan dilaksanakan tanggal 6 s.d 8 September 2019 di bumi perkemahan UIN Raden Intan Lampung


Dra. Farida dalam sambutannya mengatakan " Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang harus memiliki mental dan sikap yang kuat. Saya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan penuh semangat", ujarnya

Tujuan diadakannya acara ini adalah sesuai dengan gerakan pramuka, seperti menurut Wendi Purnomo, mahasiswa pendidikan Fisika yang juga merupakan ketua pelaksana kegiatan ini. " Tujuan diadakannya acara ini salah satunya adalah sesuai dengan gerakan pramuka, yaitu membentuk karakter khususnya para peserta dan kakak pramuka lainnya dan menjadi kader-kader penerus bangsa menuju Indonesia lebih baik".

Wendi juga berharap  semoga kedepan menjadi lebih baik. Dan segala sesuatu butuh perjuangan, tidak ada kesatuan dalam kegiatan jika tidak ada kebersamaan

Laporan: Cod

Sabtu, 31 Agustus 2019

PEMBUKAAN RUTINAN DAN PENGUKUHAN ANGGOTA BARU UKM PERMATA SHOLAWAT



Raden intan- UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Permata Sholawat mengadakan pembukaan rutinan dan pengukuhan anggota baru yang bertemakan "Dengan Sholawat dan Cinta Rasul Kita Tingkatkan Semangat  Kebersamaan  Menuju  Ridho Allah SWT". (Sabtu, 31/08/2019)

Kegiatan ini dibuka langsung oleh pendiri UKM Permata Sholawat Gus Latahiful Ikhsan, yang di hadiri oleh 189 peserta baru UKM Permata Sholawat.  Dan acara ini di hadiri oleh Bapak Dr.  Abdul Syukur M. Ag Wakil Dekan III Fakultas Dakwah yang akan mengisi ceramah di dalam acara tersebut. 


Tujuannya diadakan pembukaan  rutinan dan pengukuhan  ini untuk mengikat tali silaturahmi antar anggota baru dan pengurus UKM Permata Sholawat serta menjalankan program kerja dari UKM. 


"Harapan kami selaku pengurus UKM Permata Sholawat kepada semua anggota baru dapat menjalankan kegiatan secara istiqomah dan berkala  sampai waktunya setiap anggota mendapatkan tujuan akhir yang baik". Ujar Umi Kalsum selaku Penunggung Jawab Sementara (pjs) Bendahara. 


"Saya senang bisa bergabung dengan UKM Permata Shalawat karena bisa lebih cinta dengan Shalawat Nabi sallahualaihi Wassalam,  dan harapan saya untuk UKM ini agar bisa lebih maju dan tetap istiqomah dalam menjalankan rutinannya". Ujar Alvia Ari Ningsih selaku peserta.


Rep : Unal dan Medol

Minggu, 25 Agustus 2019

UIN RADEN INTAN LAMPUNG ADAKAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN


UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karir UIN Raden Intan Lampung mengadakan pelatihan kewirausahaan di ruang seminar rektorat lantai 3 kampus UIN Raden Intan Lampung, senin (26/08)

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai mahasiswa perwakilan dari ukm kampus, jurusan, dan dan umum. Dengan tema "membangun jiwa enterpreneurship dalam dunia profesional" dibuka secara resmi oleh Prof. Wan Jamaluddin Z, Ph. D selaku wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama.
"sangat penting bagi mahasiswa, karena jalan masih panjang,semoga acara ini menjadi starting point bagi mahasiswa" ujar Wan Jamaluddin. 

Seminar ini menghadirkan dua pemateri dari berbagai sumber yakni Misthohizzaman S. Ag, M. Hum (National Project Manager Protect Project UNDP indonesia) dan Faisol Sobrin, SSA (Founder Sekolah Selamat Pagi Indonesia).

Dr. Eva Rodiah Nur, MH mengatakan "acara ini diadakan untuk menyiapkan diri guna pembekalan bagi mahasiswa untuk menghadapi industri 4.0, juga dapat menjadi alternatif mahasiswa agar tidak melulu menjadi PNS, dan bisa membuka lapangan pekerjaan" Ujar eva selaku Kepala UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karir UIN Raden Intan Lampung. 



Laporan : Share dan Ame




Sabtu, 10 Agustus 2019

APAKAH BENAR ADA PUNGUTAN LIAR SEMASA PBAK ?

Radenintan- Pimpinan UIN Raden Intan Lampung  beserta jajaran menghadiri kegiatan penanaman pohon di kampus UIN RIL, yang bertempat di area Mahad Aljamiah UIN RIL.( Rabu, 08/08/19)

Kegiatan penanaman pohon ini di gagas oleh komunitas ekologi kampus yang di dukung pula oleh pihak birokrasi kampus.
Tetapi, dalam kegiatan ini ada beberapa mahasiswa baru yang menyatakan bahwa mereka di mintai uang untuk pembelian pohon atau tanaman beserta pot atau wadahnya.
"Jadi kami kemarin disuruh mengumpulkan 5 pot plus tanamannya, karna kami anak kos jadi kami mengumpulkan  uang ke  kakak panitia buat beli tanaman sama pot nya  kami patungan Rp.5000 perorang, terus untuk pembelian tanamannya ada orang nya sendiri kak". Tapi kami juga tidak tau kelanjutan tanamannya dimana kami tidak tau. Ujar salah satu mahasiswa baru UIN RIL.

"Untuk bibit pohon dan polibek kami sudah  ambil dari  sebelumnya di Kalianda, saya juga kebetulan kemarin ikut kesana dan keesokannya langsung di antar bibit dan pot nya ke UIN. Jadi kalau dari Ekologi atau pihak kampus tidak sama sekali meminta pembayaran apapun untuk kegiatan penanaman pohon karna semua sudah tersedia, tetapi mungkin itu kesepakatan dari Jurusan atau Fakultas masing - masing." Tutur Marjuki anggota Ekologi.

Selaras dengan Marjuki, Riki Saputra selaku Wakil Ketua 2 Panitia Universitas mengatakan bahwa "Iya kalo kemarin sih di salah satu prodi Fakultas Tarbiyah dan Keburuan ( FTK ) dan Fakultas Syariah ( FS ), kami menerima laporan bahwa Mahasiswa Baru dimintai uang Rp. 10.000 untuk kebersihan  mengatas namakan panitia Universitas ataupun Fakultas, tetapi ketika saya tanya langsung ke Pak Tajuddin dan Ibu Farida selaku Kabag Akademi, mereka tidak membenarkan bahwa ada penarikan untuk kebersihan dan untuk pot dan tanaman itu kewenangan Jurusan masing - masing, karena untuk kegiatan penanaman pohon sendiri dari pihak kampus sudah menyediakan." Jadi itu di luar tanggung jawab pihak birokrat atau akademik, untuk panitia sendiri pun tidak ada pungutan biaya apapun." Ujar Riki menjelaskan soal pemungutan biaya tersebut.

Riki juga mengungkapkan bahwa, "Untuk tindak lanjut terkait ini, ketika saya berbicara dengan Pak Tajuddin dan Ibu Farida, bahwa masalah ini akan di serahkan ke pada Wakil Dekan 3 masing-masing Fakultas." Tambahnya.

Tidak hanya mahasiswa di satu Jurusan di FTK saja yang mengaku di mintai uang untuk pembelian pot dan tanaman, namun ada beberapa mahasiswa baru di Jurusan lain juga mengatakan bahwa mereka dimintai sebesar 25 ribu rupiah perorang untuk pembelian tanaman dan potnya.

Tetapi, setelah diusut lebih lanjut, ini hanyalah miss komunikasi antar mahasiswa baru dengan panitia. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan membenarakan adanya hal ini, Mahasiswa baru diminta untuk membawa tanaman beserta potnya, dan itu adalah perintah langsung dari Dekan FTK.

"Iya memang betul adanya himbauan untuk para Mahasiswa Baru disetiap Jurusan yang ada di FTK untuk  membawa pot dan tanamannya, karna ini memang salah satu program kerja dari FTK untuk menghijaukan kampus". Saya mengajak para mahasiswa baru untuk ayo sama-sama membuat indah rumahnya sendiri, sehingga untuk pengumpulan pot dan tanaman itu masuk ke Prodi / Jurusan masing-masing.
Himbauan ini bukan berupa paksaan, artinya mereka yang mau silakan mengumpulkan dan yang tidak mau yasudah, tanaman apapun kami terima, dan untuk pungutan dana itu pihak Dekanat tidak sama sekali meminta itu tapi mungkin itu adalah kesepakatan para Mahasiswa baru yang tidak mempunyai bunga sehingga mereka iuran untuk membeli bersama - sama." Jelas Prof.Dr.Hj.Nirva Diana M.Pd selaku Dekan FTK UIN RIL.

Pengumuman himbauan penghijauan ini sudah disepakati para Mahasiswa Baru saat berada di Lapangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, ketika masih terlaksananya PBAK. "Saya berharap kegiatan positif ini juga diharapkan dapat diikuti Fakultas lain bukan hanya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan saja." Ujar Bunda Nirva.


"Diharapkan juga untuk Mahasiswa Baru untuk benar - benar dalam mencerna Informasi, jangan langsung menerima mentah - mentah informasi yang di dapat karna sekarang kan zaman teknologi sudah canggih penyebaran hoax cepat terjadi , dan sudah dikatakan juga  di depan mimbar pada hari pertama bahwa panitia resmi adalah panitia yang memakai baju berwana hijau." Ujar Riki.

Bunda Nirva pun selaku Dekan FTK berharap  bahwa ke depannya kampus kita  bisa menjadi kampus yang lebih asri lagi, lebih hijau lagi, kenapa karna sebagai manusia kita pasti membutuhkan udara bersih. "Dengan adanya penghijaun ini diharapkan dapat membuat lingkungan kita bersih dan untuk FTK, saya katakan kepada teman teman bahwa hijau Tarbiyah berarti hijaunya UIN Raden Intan Lampung, jadi mari bersama sama kepada mahasiswa untuk menghijaukan kampus." Ujar Beliau dalam ajakan nya untuk sama - sama membuat lingkungan bersih.

 Laporan : Reporter Persma

Rabu, 07 Agustus 2019

APAKAH PITA WARNA-WARNI SUDAH MEMBUDAYA BAGI CAMABA?




setiap tahun calon mahasiswa baru (CAMABA) melaksanakan pengenalan budaya akademik kemahasiswaan (PBAK) di universitas Islam Negeri Raden Intan selama 4 hari.

Seperti sudah mendarah daging, pita warna-warni di setiap fakultas menghiasi calon mahasiswa baru.
setelah menanyakan kebeberapa sumber yang telah saya wawancarai banyak berbagai warna yang menghiasi para calon mahasiswa baru di dalam kampus UIN Raden Intan seperti fakultas ushuluddin jurusan psikologi menggunakan pita berwarna ungu dan biru, di sambung dengan fakultas tarbiyah memiliki kesepakatan bersama menggunakan pita berwarna biru dan kuning di ikuti beberapa fakultas lain dengan warna-warna pita yang sama dengan fakultas tarbiyah, dan untuk membedakan para jurusan dan fakultas masing-masing yang di berikah oleh panitia fakultas.

Bukan saja hanya tahun ini bahkan tahun sebelumnya sudah menggunakan pita dengan identitas yang sama apakah semua fakultas harus sama ? Lalu bagaimana dengan cara membedakan fakultas lain jika warna yang di gunakan beberapa fakultas sama?
Bahkan ada panitia yang tidak tau menau soal pita ini, dan belum ada kebenaran soal pita yang di sudah di resmikan atau belum.

Bahkan saat (CAMABA) ditanyai soal pemakaian dari pita ini agar mereka tidak hilang dari barisan atau terselip barisan lain. Ada juga yang menjawab mereka tidak tahu, hanya pakai saja karena disuruh sama "kakak pendampingny".


 Apakah budaya seperti ini akan selalu mewarnai PBAK untuk tahun-tahun yang akan datang? Jika iya lalu bagaimana ketidak tahuan soal panitia univeristas dan pihak kampus yang tidak menau soal pita pengenalan untuk mahasiswa?

Seharusnya ada kesepakatan bersama dari pihak panitia jika ingin menggunakan pita sebagai tanda pengenal

Reporter : Diah

Warek III Turun Amankan Paper Mob


Paper Mob ricuh membuat wakil rektor III terjun langsung ke lapangan untuk amankan, Rabu (7/8).

Prof. Wan Jamaluddin Z, Ph. D sebagai wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama, turun langsung ke lapangan untuk amankan paper mob yang sedang berlangsung. Adu argumen dan adu fisik antar mahasiswa membuat wakil rektor III geram dan tak segan beri gertakan pada mahasiswa yang membuat kerusuhan.

Kerusuhan dimulai dari "kakak pendamping" salah satu prodi tidak mengizinkan mahasiswa baru untuk mengikuti paper mob sesuai prosedur yang sudah ditetapkan universitas, dengan alasan mahasiswa baru lelah, dan kepanasan. "adek saya ini kepanasan, pada haus, tas mereka di sebar gitu aja, apa kalian mau jagain?!" ujar salah satu kakak pendamping yang turut meluapkan kekesalan.

"Ikuti prosedur universitas, saya hanya mengajak ke arah kebaikan" ujar Wan Jamaluddin yang menegur "kakak pendamping" yang tidak mau bergabung ke paper mob. Sempat adu argumen antara mahasiswa dengan wakil rektor III, hingga pihak keamanan ikut andil untuk mengamankan mahasiswa yang masih saja "ngotot" tidak memperbolehkan mahasiswa baru mengikuti paper mob.

"kalau tidak mau ikut ya sudah, jangan bertindak brutal, saya tidak memaksa yang tidak mau" ujar Wan Jamaluddin sambil meninggalkan lapangan.

Laporan : Share

PBAK 2019 adakan Perlombaan Volly




PBAK 2019 adakan perlombaan volly di lapangan Volly UIN Raden Intan Lampung, Rabu (7/8).

Perlombaan ini mengusung tema "jadikan ajang lomba sebagai jalinan silaturahmi, junjung sportifitas dan raih prestasi untuk berkarya", diikuti oleh 6 fakultas diantaranya, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI),  Fakultas Syariah (FS),  Fakultas Adab (FA), dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Perlombaan volly ini memiliki 2 cabang, yakni putra dan putri, yang terdiri dari mahasiswa baru pilihan fakultas masing-masing.
Perlombaan ini dimenangkan oleh cabang putra dari fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan skor 15 : 13, melalui 5 set yang bertanding dengan Fakultas tarbiyah. Dan cabang putri dimenangkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) melalui 4 set dengan skor 24 : 10 yang bertanding dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

"Saya senang sekali, bisa menjadi bagian dari pemenang perlombaan ini, semoga kedepan nya bukan hanya membawa nama fakultas, nanti juga bisa membawa nama UIN di kancah nasional". Ujar Leo salah satu atlet pemenang perlombaan volly.

Reporter : share