Rabu, 13 Maret 2024

PERSOALAN PT ILEGAL, WAKIL KETUA DPRD LAMPUNG: KAMI TIDAK AKAN LEPAS TANGAN

 Berita 

Yozi Rizal, S.H selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung saat menjumpai masyakarat Sukadamai guna menyampaikan pendapatnya 

Raden Intan — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengatakan tidak akan lepas tangan terkait persoalan Perseroan Terbatas (PT) ilegal yang ada di Kecamatan Natar. (Rabu, 13/03/24)

Aksi dari kurang lebih 100 masyakarat Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung yang terkena dampak dan Dewan Mahasiswa Lampung (DML) menghasilkan tanggapan dari pihak DPRD Provinsi Lampung. 

Yozi Rizal, S.H selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung menyampaikan bahwa persoalan ini bukan tanggung jawab provinsi, tetapi tetap akan kami tangani. 

“Setelah menyampaikan tentang persoalan yang dihadapi dan ternyata persoalan tersebut bukan menjadi persoalan provinsi, tetapi urusan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Namun bukan berarti kami provinsi lepas tangan,” ujar beliau. 

Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung juga menambahkan bahwa terkait izin telah ditandatangani oleh kementerian, sebab termasuk kepada klasifikasi usaha kecil dan resikonya tidak besar. 

Beliau juga menjelaskan terkait pengurusan perizinan sudah ada indikasi cacat. Di mana mendirikan sebuah perusahaan di suatu daerah harus ada persetujuan lingkungan sekitar, dan PT. Cahya Bagus Mandiri ini tidak mendapatkannya. Walupun ada, itu merupakan sulap-sulapan saja. 

Adapun R (nama samaran) salah satu warga yang mewakili mediasi bersama Wakil Ketua DPRD menyampaikan bahwa akan menunggu turunnya dan tindak lanjut dari pihak DPRD. 

“Kami menunggu pihak DPRD yang ingin turun langsung ke desa dan menindaklanjuti, mami juga akan tetap meminta untuk pabrik tersebut ditutup secara total,” tukas R. 

Rep: Cerpen 
Editor: Enden

BERIKAN DAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN, DML DAN MASYARAKAT TUNTUT PEMBERHENTIAN PT ILEGAL

 [ Berita ]

Kerumunan masa aksi yang terdiri dari DML dan Masyarakat memenuhi gerbang depan Gedung DPRD Lampung untuk menuntut pemberhentian PT ilegal yang merugikan masyarakat

Raden Intan — Dewan Mahasiswa Lampung (DML) dan masyakarat Sukadamai menuntut salah satu Perseroan Terbatas (PT) ilegal di Kecamatan Natar yang menimbulkan dampak buruk lingkungan dan kesehatan masyakarat. (Rabu, 13/03/24)

Aksi penuntutan ini dilaksanakan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung yang diikuti oleh DML dan kurang lebih 100 masyakarat Desa Sukadamai yang terkena dampak efek buruk PT. Cahya Bagus Mandiri, Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung.

Adapun tuntutan yang disampaikan masyarakat diantaranya

1. Menuntut pencabutan izin usaha PT. Cahya Bagus Mandiri

2. Mendesak pemerintah daerah untuk bertindak tegas dan menegakkan hukum

3. Melaporkan dugaan pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin lingkungan oleh PT. Cahya Bagus Mandiri. 

B (nama samaran) salah satu masyarakat Sukadamai yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, bahwa efek buruk yang dirasa sampai kepada kesehatan masyarakat. 

“Bau limbah yang menyengat di permukiman warga sangat menggangu aktivitas warga dan anak-anak, serta mencemari sungai-sungai yang ada disekitarnya. Pencemaran ini tentunya sangat menggangu kesehatan masyarakat yang terdampak,” ujarnya. 

Selain itu, B juga menjelaskan pada awalnya pabrik tersebut hanya digunakan untuk gudang kernel, namun pada akhirnya menjadi pabrik minyak sawit mentah yang beroperasi secara ilegal. 

Disampaikan pula oleh D (nama samaran) salah satu masyarakat Sukadamai, bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki izin dari masyarakat di lingkungan sekitar, dan melanggar Pasal 11 UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 tentang Sanksi dan Ancaman Hukum. 

Adapun David Novian Mastur salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang turut turun pada demonstrasi ini berharap, agar PT. Cahya Bagus Mandiri dicabut surat perizinannya. 

“Harapan kami sebagai mahasiswa, semoga PT. Cahya Bagus Mandiri dicabut perizinannya karena memang tidak sesuai dengan aturan dan sudah melanggar aturan tersebut,” harap David.


Rep: Hedi & Andin

Editor: Cerpen

Senin, 11 Maret 2024

WAJIB BERPUASA DI BULAN RAMADAN, INILAH ALASAN AWAL MULA PUASA DIMULAI

 [ Artikel ]

images.app.goo.gl
 
Sebagai umat Islam, menjalankan rukun Islam menjadi sebuah kewajiban, salah satu nya adalah melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan selama satu bulan penuh lamanya.

Puasa dalam Bahasa Arab yang disebut "Shaum" atau "Shiyam" yang artinya menahan diri dari suatu perbuatan tertentu. Kata puasa sendiri memiliki banyak pengertian, namun esensi makna nya itu sendiri adalah menahan diri dari suatu perbuatan tercela, tidak makan dan tidak minum. 

Namun pengertian puasa secara istilah ialah meninggalkan makan, minum, hubungan seksual dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Menurut sebagian ulama, puasa dimaknai sebagai perbuatan untuk menahan diri dari perbuatan fi'li berupa syahwat yang terbagi menjadi dua, yaitu syahwat perut dan syahwat kemaluan.

Dikutip dari buku "Tuntutan Puasa Menurut Al-Qur'an" karya Alik Al Adhim menyebutkan bahwa perintah pertama kali puasa disyariatkan pada 10 Sya'ban di Tahun Kedua Hijriah setelah nabi Muhammad saw hijrah ke Kota Madinah

Sebenarnya sejak zaman Jahiliah, Allah swt sudah memerintahkan kaum Jahiliah untuk melakukan ibadah puasa namun mereka menentangnya. Kemudian Allah swt kembali memerintahkan puasa Ramadhan pada zaman nabi Muhammad saw. 

Dikutip melalui laman baznas.co.id, sebelum ayat Al-Qur'an mengenai puasa turun, Rasulullah saw selalu ibadah puasa selama 3 hari pada setiap bulan dan berpuasa pada 10 Muharram atau biasa dikenal Hari Asyura, yang mana ini merupakan puasa yang diwajibkan pada masa nabi Nuh as Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dan tiba di kota Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada 10 Muharram tersebut.

Orang-orang Yahudi menjelaskan bahwa pada 10 Muharram, Allah swt menyelamatkan nabi Musa as dan kaumnya dari serangan Raja Fira’un. Kemudian nabi Musa as berpuasa pada 10 Muharram sebagai tanda syukur kepada Allah swt. Lalu, Nabi Muhammad saw memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada tanggal 10 Muharram. 

Salah satu sumber lain yang dikutip melalui laman lampung.nu.or.id menjelaskan bahwa sejarah wajibnya puasa dimulai sejak nabi Muhammad saw hijrah ke Negeri Yatsrib (Madinah) yang mana menjadi salah satu peristiwa di mana titik pijak penyempurnaan syariat Islam di kemudian hari. 

Perintah puasa dikeluarkan nabi Muhammad saw di Tahun Kedua sejak Islam muncul, yakni pada Tahun 624 Masehi atau Tahun ke-2 Hijriah. Saat itu puasa sudah lazim dilakukan oleh masyarakat Arab pra-Islam. Jadi, puasa bagi penduduk saat itu bukan sesuatu yang aneh.

Perintah diwajibkan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan didasari oleh firman Allah swt. yang tertera di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183-184, yang berbunyi:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Puasa Ramadan, kemudian menjadi rukun Islam yang kelima. Jika seseorang yang beragama Islam tidak menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan, maka ia mengingkari rukun Islam. Jika seseorang tidak mengikuti rukun Islam, maka keislamannya tidak sah. 

Sementara itu, kewajiban menunaikan puasa sebagai salah satu rukun Islam juga disebutkan dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abdullah bin Umar radhiyallahi 'anhuma dia berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah swt dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah), dan puasa di bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim).

Banyak manfaat dan esensi yang kita dapatkan ketika berpuasa di bulan Ramadan, mulai dari dilipatgandakan pahala sampai berdampak bagi kesehatan tubuh kita. 

Maka dari itu setelah mengetahui sejarah dan beberapa alasan wajibnya berpuasa bagi umat Islam, kita tidak perlu banyak lagi membuat alasan untuk tidak berpuasa. 

Karya: Diska
Editor: Cerpen

Sabtu, 09 Maret 2024

SPORT CENTER UIN RIL JADI TITIK TERSELENGGARA SBC SE-SUMBAGSEL 2024

 [ Berita ]

Salah satu tim basket yang sedang mengikuti pertandingan SBC 2024

Raden Intan — Sport Center Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menjadi tempat terselenggaranya Siger Basketball Competition (SBC) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Tahun 2024. (Sabtu, 09/03/24)

SBC yang diselenggarakan oleh Weekly Organizer sejak tanggal 04—09 Maret 2024 ini mengusung tema “Bring Back Glory” dan Sport Center UIN RIL berkesempatan menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan kegiatan ini. 

Rahmad Ardiansyah selaku Ketua Pelaksana SBC menjelaskan alasan kegiatan ini dilaksanakan di Sport Center UIN RIL. 

“Acara ini dilakukan di Sport Center UIN RIL sebab memiliki lapangan yang bagus, bersih, dan pencahayaan di sini juga sangat bagus, serta fasilitas yang memang memadai,” jelas Rahmad. 

Pertandingan basket ini diikuti oleh peserta dari beberapa daerah Sumbagsel, seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan. Yang bertujuan untuk menjadi wadah kompetesi dan membangun mahasiswa untuk berkompetisi. 

Dengan diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan mahasiswa dengan jumlah sebanyak 26 tim. 

Adapun Rama salah satu peserta perlombaan berharap agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat diselanggarakan setiap tahunnya. 

“Semoga acara ini dapat berjalan lancar, agar tahun berikutnya dapat dilanjutkan oleh generasi penerus, dan terus diperbaiki apa yang kurang dari sebelumnya,” harapnya. 


Rep: Ugas

Edit: Cerpen

Rabu, 06 Maret 2024

MATH CUP 2024: BANTU CALON GURU KEMBANGKAN KREATIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN

 [ Berita ]

Dr. Bambang Sri Anggoro, M.Pd selaku Ketua Jurusan (Kajur) Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika (PMTK), Juru Media Pembelajaran yaitu M. Ridho Kholis, M.Pd., Supriyadi, M.Pd., dan Abi Fadila, M.Pd, Dede Andrian selaku Ketua Umum Himatika, serta para peserta dan mahasiswa PMTK yang hadir dalam Math Cup 2024

Raden Intan — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Math Cup 2024 guna membantu calon guru mengembangkan kreativitas media pembelajaran. (Rabu, 06/03/24)

Acara yang dilaksanakan di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FT) ini, mengusung tema “Mewujudkan Sportivitas dan Kreativitas dalam Membentuk Jiwa Muda yang Berkualitas di Era Society 5.0”. 

Dede Andrian selaku Ketua Umum Himatika menuturkan bahwa tujuan dari diadakannya acara ini ialah, untuk membantu calon guru dalan mengembangkan media pembelajaran. 

“Acara ini diadakan tidak lain dan tidak bukan ialah untuk membantu para calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran nantinya,” tutur Dede. 

Dengan turut dihadiri oleh Dr. Bambang Sri Anggoro, M.Pd selaku Ketua Jurusan (Kajur) Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika (PMTK), Juru Media Pembelajaran yaitu M. Ridho Kholis, M.Pd., Supriyadi, M.Pd., dan Abi Fadila, M.Pd. 

Serta Dede Andrian selaku Ketua Umum Himatika, mahasiswa PMTK, peserta perlombaan Media Pembelajaran sebanyak 4 tim, dan 40 peserta perlombaan Badminton. 

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 06—07 Maret 2024 dengan Perlombaan Media Pembelajaran dilaksanakan per-tim, yang terdiri dari 2—3 orang dengan membuat modul bertemakan “Kreativitas Edukasi Islami di Era Digital”. Dengan tahapan yaitu seleksi, mengumpulkan karya, dan tahap finalisasi presentasi hasil karya peserta. 

Selain Perlombaan Media Pembelajaran, Himatika juga menggelar cabang lomba Badminton Putra dan Putri yang dapat diikuti oleh mahasiswa UIN RIL. 

Adapun Senja Perwira salah satu peserta berharap agar acara ini dapat berjalan dengan baik. 

“Harapan saya semoga dengan adanya lomba ini, calon guru dapat membuat Media Pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, serta perlombaan ini dapat berjalan dengan baik,” harapnya.


Rep: Yuni & Cinami

Editor: Cerpen

TAK LAGI TERLAMBAT MEMBERIKAN IJAZAH, WISUDAWAN PERIODE I TAHUN 2024 MENGAPRESIASI KEBIJAKAN UIN RIL

 Opini 

Sumber: Kompas.co

Wisuda merupakan moment yang dinanti oleh setiap mahasiswa. Wisuda menjadi moment sakral dan tidak semua dapat merasakannya. Namun di era sekarang, Wisuda dapat dirasakan oleh anak sekolahan seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Awal (SMA), bahkan anak Taman Kanak-Kanak (TK) pun ikut merayakan Wisuda.

Pada hal yang akan dibahas ini, terkait Wisuda masa perkuliahan Strata-1 atau Sarjana. Untuk berada di titik ini butuh banyak pengorbanan seperti waktu, tenaga, pikiran, bahkan finansial pun ikut dikorbankan. Seperti halnya di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang mengadakan Wisuda Periode I Tahun 2024 pada tanggal 02 Maret 2024 lalu. 

Pada Wisuda Periode I Tahun 2024 ini ada sesuatu hal yang baru dari UIN RIL. Pada Wisuda sebelumnya, Kampus Hijau Berprestasi ini memberikan ijazah kepada para Wisudawan terhitung setelah menyerahkan skripsi dalam bentuk hard copy dan soft copy yang telah disahkan oleh Dekan dan menyelesaikan semua kewajiban keuangan dan administrasi lainnya. 

Pada periode sebelumnya juga banyak para Wisudawan mengeluhkan keterlambatan dalam penyerahan ijazah. Keluhan tersebut terdapat di laman Instagram @uinradenintan. Keluhan ini menjadi sebuah kritikan, yang mana kritikan tersebut sempat disampaikan kepada Wakil Rektor (Warek I) Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN RIL melalui UKM PersMa Raden Intan. 

Hal itu disampaikan dalam berita yang dikutip melalui laman persma.radenintan.ac.id. Prof. Dr. Alamsyah, M.Ag selaku Warek I UIN RIL menjelaskan bahwa, pemberian ijazah sudah tertera pada Pedoman Akademik dan diusahakan lebih cepat. Selain itu beliau menjelaskan bahwa ijazah selambat-lambatnya diserahkan satu bulan setelah wisuda. 

Setelah hadir klarifikasi oleh Warek I, pada akhirnya Wisuda Periode I Tahun 2024 memiliki kebijakan terbaru. Di mana para Wisudawan diberikan langsung ijazahnya pada saat Wisuda berlangsung. Ini menjadi moment baru yang pertama kali dirasakan para Wisudawan. Semua Wisudawan merasa terbantu akan kebijakan tersebut. 

Adapun beberapa Wisudawan Periode I Tahun 2024, yakni salah satu Wisudawan Terbaik Fakultas Syariah (FS), Kirana menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kemajuan UIN RIL sekarang yang memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan ijazah tanpa perlu menunggu seperti tahun sebelumnya. Hal ini juga mempermudahnya dalam mendaftar kerja.

Fathurahman selaku Wisudawan Terbaik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) sependapat dengan hal tersebut, ia mengatakan kebijakan ini mendapatkan respon positif Wisudawan yang cukup antusias karena menjadi terbantu dalam melanjutkan tujuan wisudawan. 

Selain itu, Selly selaku Wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) ikut mengapresiasi kebijakan baru UIN RIL. Keluhan wisudawan sebelumnya yang meminta pembagian ijazah secara langsung akhirnya dapat terealisasikan. Selly juga berharap agar kebijakan UIN RIL jauh lebih baik dan bermanfaat untuk para mahasiswa. 

Kemudian Selly juga menjelaskan bahwa ketika look back dalam pembagian Ijazah sangat lama bahwa bisa 1—3 bulan setelah dilaksanakannya wisuda.

Kritikan dan penyampaian keluhan sebelumnya memberikan pengaruh baik bagi Wisudawan selanjutnya, yang mana memberikan kebijakan yang lebih baik lagi.

Karya: Cerpen
Editor: Enden

Selasa, 05 Maret 2024

FESTIVAL PAI 2024: BANGUN JATI DIRI MAHASISWA LEWAT SHOLAWAT BERSAMA

 [ Berita ]

 
Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd bersama Wakil Dekan III FTK, para jajaran dosen FTK , Ketua SEMA, Ketua DEMA, Ketua HMJ beserta 100 peserta Festival PAI 2024 dalam acara pembukaan Festival PAI

Raden Intan — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Festival PAI 2024 dengan bersholawat bersama guna membangun jati diri mahasiswa. (Selasa, 05/03/24)

Festival PAI 2024 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ini, mengusung tema “Meningkatkan Nilai-Nilai Akademis Keislaman dalam Semarak Festival Pendidikan Agama Islam”. 

Aden Wahyu Pangestu selaku Ketua Pelaksana menjelaskan tujuan festival ini guna membangun jati diri mahasiswa PAI dengan menggelar sholawat bersama pada acara puncak dan mengundang Gus Ihsan. 

“Festival PAI 2024 ini bertujuan untuk membangun jati diri mahasiswa PAI yaitu dengan acara sholawat bersama pada acara puncak hari Kamis. Kami juga turut serta mengundang Gus Ihsan dari Pondok Pesantren Al-Hikmah,” jelas Adip.

Diselanggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Ahmad Hanafiah UIN RIL sejak 05—07 Maret 2024. Dengan turut serta dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd selaku Dekan FTK, Prof. Dr. H. Subandi, M.M selaku Wakil Dekan (Wadek) III FTK, jajaran Dosen FTK.

Serta Imron Maulana selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Darul Mustofa selaku Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK, Faqihhuddin Akbar Maulana selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI, seluruh mahasiswa Program Studi (Prodi) PAI, 100 peserta lomba Festival PAI, serta mahasiswa se-Provinsi Lampung. 

Adapun Rodiani Puspitasari salah satu peserta lomba menuturkan bahwa acara ini bagus untuk mengundang bakat mahasiswa. 

“Festival PAI 2024 ini bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa, untuk berkembang dan menuangkan bakat serta minatnya,” ucapnya.

Rep: Anisa
Editor: Cerpen