[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Humas UIN RIL (Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selaku Rektor UIN RIL saat memberikan ijazah kepada Ibu dari almarhum Muhammad Nur Afif |
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Humas UIN RIL (Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selaku Rektor UIN RIL saat memberikan ijazah kepada Ibu dari almarhum Muhammad Nur Afif |
[ Berita ]
![]() |
| Para pedagang di area dalam kampus |
![]() |
| Para pedagang souvenir di trotoar kampus UIN Raden Intan Lampung |
[ Berita ]
![]() |
| Sumber: Warta 20 Finalis Duta GenRe UIN Raden Intan Lampung |
Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Grand Final Duta Generasi Berencana (GenRe) setelah dua bulan pemilihan. (Rabu, 15/05/24)
Kegiatan Pemilihan Duta GenRe tahun 2024 ini sebelumnya telah melalui proses penjaringan, selama dua bulannya lamanya dan terhitung sejak awal proses pendaftaran hingga babak grand final.
Acara yang berlangsung pada Selasa (14/05) ini turut dihadiri oleh Apun Syarifuddin, M.Si selaku Pembina UKM PIK-R, Diah Puspita, S.Si., Apt selaku Ketua Tim Kerja Bina Ketahanan Remaja dan Pencegahan Stunting Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung.
Dihadiri pula oleh 20 Finalis Calon Duta GenRe serta 75 tamu undangan, dan dilaksanakan di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), Way Halim, Bandar Lampung.
Adi Putra Darmawan selaku Ketua Pelaksana berharap lewat pemilihan Duta GenRe ini, yang terpilih dapat mengedukasi ke mahasiswa UIN RIL hingga tingkat provinsi.
“Saya berharap kepada teman-teman Duta GenRe UIN RIL, yang terpilih nantinya dapat terus memberikan informasi dan mengedukasi ke para mahasiswa terkhususnya UIN RIL sampai Provinsi Lampung,” harap Adi.
Pemilihan Duta GenRe tahun 2024 ini mengusung tema, “Membentuk Masa Depan Remaja yang Berkualitas dan Penuh Makna Melalui Duta GenRe Demi Indonesia Emas 2045”. Dengan harapan remaja-remaja dapat mempersiapkan diri menjadi sosok Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Selanjutnya, Alliyah Nur Khalifah selaku Juara 1 Duta GenRe Terpilih menyampaikan tanggapannya.
“Acaranya sangat seru dan menyenangkan, karena dapat berkumpul dan karantina bersama para finalis lainnya. Saya juga merasa senang dan bangga sebab menjadi juara 1 terpilih. Semoga dengan gelar ini, dapat bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya.
Rep: Warta & Eal
Editor: Coboth
[ Berita ]
![]() |
| Foto: Enden Para pemenang Lomba Tilawah |
Raden Intan — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) berhasil menyukseskan acara Tarbiyah Expo Competition 2024. (Rabu, 15/05/24)
Acara kompetisi yang dilaksanakan di lapangan FTK ini mengangkat tema “Peran DEMA FTK dalam Membentuk Generasi yang Aktif, Kolabiratif Serta Kompetitif Guna Menunjang Indonesia Emas 2045” yang sudah terlaksana dari tanggal 13—15 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Dr. Baharuddin, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mewakili Wakil Dekan (Wadek) III FTK menuturkan bahwa acara ini sukses dan menarik untuk membentuk daya inovasi.
“Terima kasih kepada panitia sehingga hari ini bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun dan acara ini sangat menarik, terutama untuk membentuk daya inovasi. Kalau kita mempunyai daya inovasi, kita dapat meraih apapun yang kita inginkan,” tuturnya.
Penutupan acara ini selain dihadiri oleh Sekjur PAI, turut dihadiri pula oleh Darul Musthofa selaku Ketua Umun DEMA FTK, perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL dan 92 peserta dengan empat perlombaan diantaranya Desain Poster, Tilawah, Da'i dan Tari.
Tak hanya itu, Ketua Umum DEMA FTK menjelaskan bahwa dengan tema yang diangkat, mereka dapat berperan aktif dalam menjadikan pemuda hari ini sebagai pemimpi di masa depan dengan jiwa berkompetisi.
Adapun, Fatimah Azzahra Al Qodri selaku pemenang Juara 3 Tilawah tingkat Provinsi merasa bersyukur persiapannya telah membuahkan hasil dan berharap kedepannya dapat lebih baik lagi.
“Bersyukur sekali dan saya sudah mempersiapkan perlombaan ini dengan menjaga suara namun kesulitannya tetap ada seperti nervous. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi untuk diri saya dan juga acaranya,” ucap Fatimah.
Rep: Cerpen
Editor: Enden
[ Berita ]
[ Artikel ]
![]() |
| Sumber: kompas.com |
Bencana alam dan konflik bersenjata merupakan situasi yang sering kali mengakibatkan penderitaan yang besar bagi masyarakat di berbagai belahan dunia. Di tengah-tengah kekacauan ini, Palang Merah Internasional hadir sebagai salah satu organisasi kemanusiaan terbesar di dunia, memberikan bantuan kemanusiaan kepada jutaan orang yang terkena dampak bencana.
Dikutip melalui laman kompas.com, berdirinya Palang Merah Internasional dilatarbelakangi oleh peristiwa Perang Solferino antara tentara gabungan Perancis-Italia melawan pasukan Austria pada 24 Juni 1859. Pada saat itu Jean Henry Dunant yang merupakan seorang pengusaha Swiss, kebetulan melewati wilayah peperangan tersebut karena ingin menemui Kaisar Perancis Napoleon III. Dalam peperangan tersebut, ia melihat puluhan ribu korban perang yang terluka di Medan Pertempuran Solferino dengan bantuan medis yang tidak mencukupi.
Dunant yang memiliki jiwa sosial tinggi pun mulai mengumpulkan warga dari desa sekitar untuk melakukan upaya penyelamatan kepada para korban. Tindakan yang dilakukan oleh Henry Dunant inilah yang menjadi cikal bakal pembentukan organisasi kemanusiaan Palang Merah Internasional sehingga ia disebut sebagai Bapak Palang Merah Dunia.
Salah satu peran utama Palang Merah Internasional adalah memberikan bantuan dalam penanggulangan bencana. Ketika bencana terjadi, Palang Merah Internasional turun langsung ke lapangan untuk menyelamatkan korban, memberikan bantuan medis darurat, dan membantu dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Tim relawan yang terlatih telah siap sedia untuk merespons setiap bencana mulai dari gempa bumi, tsunami hingga konflik bersenjata dan bencana alam lainnya.
Meskipun memiliki peran yang sangat penting, misi Palang Merah Internasional tidaklah tanpa tantangan. Dikutip melalui laman icrc.org tantangan operasional Palang Merah Internasional yang paling penting adalah menjamin akses terhadap korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lainnya. Akses langsung terhadap orang-orang tersebut sangat penting jika kita ingin memahami situasi dan mencoba memenuhi kebutuhan mereka. Namun, dalam lingkungan konflik yang terus berubah, akses menjadi lebih sulit karena kendala keamanan.
Palang Merah Internasional beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang dikenal sebagai Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Prinsip-prinsip ini meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelawanan, kesatuan dan kesemestaan. Prinsip-prinsip ini menjadi panduan bagi semua relawan dan anggota Palang Merah Internasional dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Palang Merah Internasional memiliki cabang di hampir setiap negara di dunia. Dikutip melalui laman dinkes.mojokertokab.go.id di Indonesia sendiri, sampai saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi), dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia. Cabang-cabang ini bekerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi lain untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Kolaborasi antara PMI dengan pemerintah dan organisasi lain memungkinkan penyediaan bantuan yang lebih efektif dan efisien kepada korban bencana.
Anda dapat menghubungi PMI melalui nomor telepon darurat mereka di 021-7992325 atau melalui situs web resmi mereka di pmi.or.id. PMI juga memiliki akun media sosial seperti Instagram @palangmerah_indonesia dan Twitter @Indonesia Red Cross. Melalui berbagai sumber di atas, Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang lokasi dan kontak cabang PMI di daerah Anda, cara menjadi relawan PMI, program kerja yang sedang berjalan, dan lain sebagainya.
Karya: Egi
Editor: Cerpen