Minggu, 26 Mei 2024

SAMBUT ASESOR APT UNGGUL, 37 STAN UIN RIL TURUT MERIAHKAN

 [ Berita ]

Jajaran Stan UKM UIN RIL yang turut memeriahkan acara Akreditas Perguruan Tinggi Unggul

Raden Intan — Dalam rangka menyambut Asesor internal dan eksternal Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul, 37 stan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) turut serta memeriahkan. (Senin, 27/05/24)

Persiapan penyambutan APT Unggul ini dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika UIN RIL dengan mendirikan 37 stan dan dilaksanakan di Ballroom UIN RIL pada (25/05) lalu. Bertujuan untuk menampilkan berbagai kegiatan, prestasi serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemajuan dan kontribusi UIN RIL dalam berbagai bidang kepada Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Adapun 37 stan terdiri dari 6 stan Fakultas, 7 stan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT), 20 stan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), 1 stan Program Pascasarjana, 1 stan Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyakarat (LP2M), dan 1 stan Satuan Pengawas Internal (SPI).

Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sedang mengunjungi stan UKM Bapinda

Dedi Satriawan salah satu dosen yang bertanggung jawab atas stan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan proses penting yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi. 

“Akreditasi ini adalah sebuah proses memang harus dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi. Kita sebagai bagian dari sebuah perguruan tinggi tentu harus ambil-ambil dan memberi sumbangsih benar-benar nyata dan tentu kita semua berharap akreditasi ini mendapatkan hasil sesuai harapan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Vemi Hidayanti selaku Sekretaris Divisi Pemberdayaan Umat UKM Bapinda turut berharap lewat acara ini, UIN RIL dapat menjadi kampus yang baik, unggul, dan menjadi panutan untuk universitas lain, baik dalam aspek visual maupun aspek internal kampus sendiri.

Selanjutnya, Firman Muhammad Asywary selaku Ketua Umum UKM Bahasa menyampaikan bahwa keberlanjutan akreditasi ini akan bermanfaat bagi mahasiswa yang akan mendaftar dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang magister. 

“Keberlanjutan akreditasi ini sangatlah bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin mendaftar kerja atau melanjutkan studi S2 nantinya, sebab universitas asal kita biasanya dipertahankan untuk menilai keunggulannya,” ujar Firman.

Rep: Egi & Syamsul

Editor: Cerpen

Minggu, 19 Mei 2024

AKSI TOLAK RUU PENYIARAN, KOALISI KEBEBASAN PERS LAMPUNG MENYATAKAN SIKAP

 Berita 

Para jurnalis memegang spanduk penolakan RUU Penyiaran di depan Tugu Adipura, Bandar Lampung

Raden Intan — Koalisi Kebebasan Pers Lampung  menyatakan beberapa sikap dalam aksi penolakan revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran untuk mendesak Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Tugu Adipura, Bandar Lampung. (Minggu, 19/05/24) 

Dihadiri oleh jurnalis dari berbagai Koalisi Kebebasan Pers Lampung yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Indepen (AJI) Bandar Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pengurus Daerah Lampung, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung dan perwakilan Aliansi Pers Mahasiswa Lampung (APML) 

Adapun pernyataan sikap yang dibawa oleh Koalisi Kebebasan Pers Lampung yaitu 

  1. Menolak dan meminta agar sejumlah pasal dalam draf revisi RUU Penyiaran yang mengancam dan bertentangan dengan kemerdekaan pers dihapus
  2. Mendesak Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meninjau ulang urgensi revisi UU penyiaran dengan melibatkan semua pihak seperti Dewan Pers, organisasi jurnalis, dan kelompok masyarakat sipil dengan prinsip partisipasi bermakna
  3. Mengajak semua pihak untuk mengawal revisi RUU penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan pers serta kreativitas individu di berbagai platform. 

Andry Kurniawan selaku Koordinator Aksi menyatakan penolakan RUU karena terdapat banyak pasal yang membuat peran pers dihentikan. 

“Kita akan gaungkan ini, karena di dalam revisi tersebut terdapat banyak pasal yang dapat membuat peran pers saat ini dibredel dan fokus kami pada pasal 50 B ayat 2 huruf c. Pasal ini spesifik mengatur larangan penayangan ekslusif liputan investigasi di televisi, padahal UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers menyatakan tidak dikenakan penyensoran, pembredelan dan pelarangan penyiaran,” terangnya. 

Poin 3 terkait Pasal 50 B ayat 2 huruf (c) yang disampaikan oleh Koordinator Aksi


Selain itu, ia juga menambahkan bahwa masih terdapat beberapa point lain yang timpang tindih dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 dan inilah penyebab para Koalisi Kebebasan Pers Lampung melakukan Gelar Aksi Tolak revisi RUU tersebut.

Selanjutnya, Dian Wahyu Kusuma selaku Ketua AJI Bandar Lampung menyampaikan bahwa akan ada aksi lanjutan jika pemerintah tidak mendengarkan aspirasi jurnalis. 

“Nanti akan ada aksi lanjutan dan di konsolidasi ulang, jika pemerintah tidak mendengarkan aspirasi jurnalis karena kita belum puas akan hal ini. Pemerintah masih merevisi yang akan disahkan pada akhir September ini,” jelas Ketua Aji Bandar Lampung. 

Rep: Puput & Iren
Editor: Cerpen

Sabtu, 18 Mei 2024

JALIN SILAHTURAHMI, UKM KOPMA DAN TAPAK SUCI UIN RIL GELAR PELATIHAN DESAIN GRAFIS

 Berita 

Para pengurus UKM Kopma dan Tapak Suci beserta para peserta 

Raden Intan — Guna menjalin tali silahturahmi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa (Kopma) dan Tapak Suci Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Pelatihan Design Grafis. (Sabtu, 18/05/24)

Dengan mengusung tema “Meningkatkan Skill dan Kreativitas Dalam Desain Grafis Bersama Koperasi Mahasiswa dan Tapak Suci UIN Raden Intan Lampung di Era Society 5.0”. Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Aula Tarbiyah lantai III.

Turut dihadiri oleh Dr. Tin Amalia Fitri, M.Si selaku Pembina UKM Kopma, Cahniyo Wijaya Kuswanto, M.Pd selaku Pembina UKM Tapak Suci, Dzaki Ardi Nugroho, S.E sekaku pemateri serta 53 peserta mahasiswa UIN RIL dan umum. 

Cahniyo Wijaya menyampaikan bahwa acara Pelatihan Design Grafis ibu sangat relevan dengan tiga visi yang ada di UIN RIL. 

“Perlu diketahui bahwa Rektor kita Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D mempunyai tiga visi yang besar yaitu Internalisasi, Digitalisasi, dan Mewujudkan Kemandirian Kampus. Digitalisasi ini sangat relevan dengan apa yang kita lakukan sekarang,” ucap beliau. 

Selain bertujuan untuk menjalin silahturahmi antara UKM Kopma dan Tapak Suci, pelatihan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan skill bagi lara peserta dalam bidang desain grafis. 

Selanjutnya, dalam pelatihan tersebut ke materi menyampaikan cara mendesain poster pemilihan font yang sesuai memberikan beberapa software, dan cara mendesain di canva tanpa menggunakan template. 

Adapun Alan Yudhistira salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini berharap agar banyak desainer muda yang lahir di UIN RIL dengan adanya pelatihan ini. 

“Harapan saya semoga lewat pelatihan ini akan banyak desainer muda yang lahir di UIN RIL dan juga mengembangkan skill desainer muda, serta memberikan sebuah pandangan khusus bahwa desain itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.

Rep: Robi & Iqbal Jazuli
Editor: Cerpen


Jumat, 17 Mei 2024

UKM BAHASA UIN RIL GELAR TALKSHOW GET TO KNOW MOSMA PROGRAM

 [ Berita ]

Foto: UKM Bahasa
Tirtaniva Harton Kasrath selaku narasumber talkshow bersama dengan 250 peserta dari mahasiswa serta alumni UIN RIL


Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Talkshow Get to Know Mora Overseas Student Mobility Award (Mosma) Program. (Jum'at, 17/05/2024).

Dengan mengusung tema “Internasionalisasi Mahasiswa Bersama Mosma”, talkshow ini dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Akademik Center Lantai II yang bertujuan untuk  mahasiswa mengetahui program Mosma dan memberikan kesempatan untuk mereka mengikuti program tersebut sampai ke negara-negara Eropa dan Arab Saudi.

Acara ini turut dihadiri oleh Bambang Budi Wiranto, Ph.D selaku Kepala Pusat Bahasa (PUSBA), Tirtaniva Harton Kasrath selaku narasumber talkshow, dan 250 peserta dari mahasiswa serta alumni UIN RIL.

Tirtaniva Harton menyampaikan bahwa, Mosma menjadi salah satu bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). 

“Salah satu bagian dari program BIB ialah Mosma ini, yang mana Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” terang Tirtaniva

Tak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa Mosmo Program merupakan salah satu program non gelar atau non degree dari implementasi kurikulum merdeka dalam bentuk program mobilitas fisik, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi luar negeri yang berlangsung selama 1 semester dengan durasi maksimal 6 bulan.

Adapun, Jefri salah satu peserta yang ikut dalam acara talkshow turut berharap agar acara ini mahasiswa UIN RIL mengetahui program Mosma. 

“Harapan saya dengan adanya pembahasan ini menjadikan banyak mahasiswa yang mengetahui informasi terkait Program Mosmo dan dapat belajar culture diluar negeri,” harapnya

Rep: Rona & Nana

Editor: Cerpen

HARI BUKU NASIONAL: TINGKATKAN MINAT BACA DAN LITERASI MASYARAKAT INDONESIA

 [ Artikel ]

Sumber: cnnindonesia.com 

Buku menjadi sebuah jendela dunia. Tanpa travelling pun kita tahu seluk beluk dunia dengan membaca buku dan buku menjadi pintu penghubung dengan dunia. Sangat banyak peran buku di kehidupan, diantaranya melatih fokus dan konsentrasi, mendapatkan banyak pengetahuan, meningkatkan kinerja otak, sampai dapat mengurangi stres.

Di Indonesia, minat baca masih terbilang sangat rendah. Berdasarkan riset Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) 2021 dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) 2022, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya ada satu orang yang gemar membaca diantara seribu orang lainnya.

Maka dari itu Indonesia memilih satu hari dalam setahun untuk memperingati Hari Buku Nasional atau (Harbuknas) tepatnya pada tanggal 17 Mei. Dengan tujuan untuk menumbuhkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia, dikutip melalui laman detik.com tanggal tersebut dicetuskan pertama kali oleh Menteri Pendidikan Nasional dan Kabinet Gotong Royong pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Hardiknas tersebut pertama kali ditetapkan pada tahun 2002 bersamaan dengan perayaan 22 Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sendiri didirikan pada 17 Mei 1980.

Menteri Pendidikan Nasional dan Kabinet Gotong Royong yang mencetuskan tersebut ialah Abdul Malik Fadjar. Dikutip melalui laman detik.news beliau mencetuskan hari tersebut karena keprihatinan beliau atas minat baca masyarakat yang masih kurang dan akhirnya mendorong dirinya untuk mencetuskan Hardiknas, agar bisa menarik minat masyarakat untuk membaca. Selain itu, adanya peringatan tersebut diharapkan menunjang sistem kualitas di tanah air. 

Tidak ada alasan untuk kita yang merasa kurangnya motivasi dalam membaca buku. Kurangnya motivasi misalkan karena faktor kesibukan, sulit memahami, mahalnya harga buku, dan sebagainya. Dikutip melalui laman kompas.com, Lukman Solihin selaku peneliti dipusat penelitian kebijakan pendidikan dan kebudayaan, Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan keterbatasan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang seperti gadget dan perangkat elektronik lainnya. 

Karena di zaman sekarang kecanggihan teknologi memang dapat membantu memudahkan segala aktivitas maupun kegiatan yang ada, namun dalam kecanggihan yang ada semakin membuat mereka malas untuk membaca, mereka lebih suka bermain gadget seperti bermain game atau pun menonton dibandingkan membaca buku melalui media online.

Namun seharusnya dengan adanya teknologi yang ada bukan menjadi halangan untuk bermalas-malasan dalam membaca, dapat dikaitkan kembali bahwasannya membaca  adalah hal yang sangat penting karena dapat mengasah daya ingat dan juga dapat meningkatkan kerja otak.

Maka dari itu, diciptakannya Hardiknas adalah momen khusus untuk mempromosikan budaya literasi dan menekankan pentingnya membaca di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui perayaan ini, diharapkan dapat tercipta budaya literasi yang lebih kuat, sehingga dapat membawa dampak positif dalam pembangunan intelektual, pendidikan, dan sosial masyarakat. 

Selain itu, Hari Buku Nasional juga menjadi momentum untuk memahami buku dan peran buku dalam masyarakat juga menjadi promosi buku karya anak bangsa dan meningkatkan penghargaan terhadap profesi penulis, penerbit maupun terhadap isi yang ada dalam buku tersebut.

Karya: Lia Hanisa
Editor: Cerpen


Kamis, 16 Mei 2024

MOMEN HARU, ORANG TUA WAKILI TERIMA IJAZAH ANAK PADA WISUDA PERIODE II UIN RIL 2024

 [ Berita ]

Sumber: Humas UIN RIL (Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selaku Rektor UIN RIL saat memberikan ijazah kepada Ibu dari almarhum Muhammad Nur Afif

Raden Intan — Wisuda Periode II Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Tahun 2024 diwarnai dengan momen haru orang tua wisudawan yang mewakili serah terima ijazah anaknya yang telah tiada. (Kamis, 16/05/24)

Wisudawan tersebut bernama Muhammad Nur Afif Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN RIL yang telah berpulang pada Jumat (19/04).

Nur Fathonatul Laili, S.Pd selaku adik kandung sekaligus Wisudawan Periode II Tahun 2024 menjelaskan bahwa almarhum mengalami sakit usus buntu dan infeksi virus yang menyerang glukosanya, sempat dilakukan tindak operasi pada Kamis (18/04) di Rumah Sakit (RS) Imanuel, Bandar Lampung. 

Ia juga menjelaskan bahwa almarhum telah menyelesaikan seluruh berkas wisuda dan telah siap mengikuti Wisuda Periode II Tahun 2024 ini. 

“Kakak saya sudah menyelesaikan semua berkas yang ada, namun awalnya beliau tidak bisa wisuda di Periode II ini karena kuota sudah penuh dan kami sebenarnya sudah merencanakan untuk wisuda bersama di periode ini,” jelas Nur.  

Adapun, Yaksa selaku salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) menjelaskan bahwa ia merasa mendiang orang yang baik dan tidak sombong. 

“Kalau diceritakan sedih ya, saya masih tidak menyangka beliau pergi mendahului kami. Beliau juga walaupun senior orangnya baik, tidak sombong, asik, dan bisa merangkul para juniornya. Kalau soal suara jangan ditanya, beliau vokalis hadroh pasti bagus banget,” ungkapnya

Rep: Robi & Adib
Editor: Cerpen

ABADIKAN MOMEN WISUDA PERIODE II UIN RIL, PARA PEDAGANG PADATI KAMPUS

 [ Berita ]

Para pedagang di area dalam kampus

Raden Intan — Abadikan momen Wisuda Periode II Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Tahun 2024, para pedagang padati wilayah luar dan dalam kampus. (Kamis, 16/05/24).

Terlihat banyak sekali pedagang yang memadati trotoar kampus dengan menjajakan berbagai barang dagangannya. Para pedagang menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki kesulitan terkait perizinan tempat.

Para pedagang souvenir di trotoar kampus UIN Raden Intan Lampung 

Fitri selaku pedagang makanan merasa senang dengan mengabadikan momen wisuda ini menjadi sebuah lokasi pendapatan. 

Saya sangat senang dan bahagia sekali dengan adanya wisuda seperti ini, menjadi lokasi pendapatan bagi saya dan pedagang yang lain,” ungkap Fitri. 

Pedagang yang berjualan di sekitaran wilayah kampus tidak memiliki permasalahan atau tidak dipersulit dalam perizinan, para pedagang mendapatkan tempat untuk berdagang dan beberapa pedagang datang dari subuh untuk mencari tempat yang strategis. 

Selain itu, Eka selaku pedagang bucket bunga menjelaskan bahwa momen wisuda seperti ini menjadi sebuah ladang bisnis dan wadah menuang kreativitas. 

“Saya sudah lama membuat bucket dan sudah menjadi sebuah ladang bisnis sehingga mendapatkan penghasilan 2 kali lipat tergantung pembeliannya, dan momentum wisuda ini lah menjadi sebuah peluang bisnisnya,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Ahmad salah satu penjual souvenir berharap agar ke depannya kegiatan berdagang ketika wisuda ini tidak dihentikan oleh UIN RIL, karena keuntungan yang didapat sangat baik. Ahmad juga turut berterima kasih kepada pihak kampus UIN RIL, karena diberikan izin untuk berjualan. 

Rep: Adib
Editor: Cerpen