Kamis, 10 Oktober 2024

PERINGATI HARI KESEHATAN MENTAL DUNIA, UIN RIL RESMIKAN KAMPUS SEHAT JIWA

 [ Berita ]


Raden Intan — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) meresmikan program Kampus Sehat Jiwa. (Jumat, 11/10/24)

Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom UIN RIL dengan tujuan untuk menciptakan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan kampus.

Turut dihadiri oleh Prof. Dr. H. Ahmad Kumedi Ja’far, M.H selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Dr. K.H. Abdul Syukur, M.Ag selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Dr. Ahmad Isnaeni, S.Ag., M.A selaku Dekan Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA)

Dr. Muhammad Zein Purnama, S.Psi, M.Si selaku Psychology Academician, Self Improvement Coach, Prof. Mein-Woei Suenj, Ph.D dari Asian University, Taiwan, jajaran dosen serta mahasiswa UIN RIL.

Kampus Sehat Jiwa merupakan sebuah inisiatif dari Pusat Studi Gender dan Anak yang dibawahi oleh LP2M dab Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual UIN RIL, dan Tim Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) yang dan dicanangkan berfokus pada penanganan masalah mental dan kekerasan seksual terutama yang ada di lingkungan kampus.

Ketua LP2M menjelaskan bahwa program kampus sehat jiwa merupakan sebuah upaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat secara fisik dan sehat secara mental emosional.

“Program Kampus Sehat Jiwa ini hadir dalam upaya menciptakan lingkungan kampus sehat diberbagai bidang tidak hanya semata-mata sehat fisik tetapi sehat mental juga serta sehat emosional,” ujarnya.

Program ini bekerja sama dengan duta konselor dengan memberikan pelayanan konseling gratis sebagai agenda utama, yang rencana nya akan digelar setiap hari jumat, atau dapat pula mengajukan pengaduan melalui sosial media resmi seperti Instagram @satgasppks.uinril atau @dutakonselorsahabat.uinril.

Chindy Agustin salah satu anggota peserta merasa dengan progam Kampus Sehat Jiwa ini baik untuk orang orang orang untuk lebih peduli pada kekerasan seksual dan kesetaraan gender

"Semoga dengan adanya program Kampus Sehat Jiwa ini membuat orang orang lebih aware terhadap gejala gejala kesehatan mental dan apa itu kesehatan mental serta lebih terbuka dan aware dengan pelecehan seksual,” jelas chindy.

Rep: Iqbal

Editor: Coboth

Jumat, 04 Oktober 2024

FDIK UIN RIL GELAR MALAM PENGANUGERAHAN DAKWAH COMPETITION NASIONAL

 [ Berita ]

Para pemenang dalam ajang Dakwah Competition bersama Dekan FDIK

Raden Intan — Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar malam penganugerahan Dakwah Competition Dakwah Mahasiswa untuk Pelestarian Lingkungan (Dampil). (Kamis, 03/10/24) 

Acara penganugerahan ini dilaksanakan di Ballroom Academic Research Center UIN RIL, yang mana merupakan puncak dari kegiatan Dakwah Competition Dampil yang telah dimulai sejak bulan Juli lalu. 

Turut dihadiri langsung oleh Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III UIN RIL yang mewakili Prof. Dr. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selaku Rektor UIN RIL, Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag selaku Dekan FDIK, civitas akademika UIN RIL, para Dewan Juri, para peserta lomba, dan tamu undangan. 

Dalam sambutannya Warek III menyampaikan bahwa acara Dampil ini berkesesuaian dengan misi UIN RIL yang merujuk wawasan lingkungan. 

“Acara Dampil ini sangat berkesesuaian dengan misi UIN RIL yakni terwujudnya UIN RIL sebagai rujukan internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif multidupliner berwawasan lingkungan tahun 2035,” ujarnya. 

Warek III juga turut menyampaikan pesan dari Rektor UIN RIL bahwa acara ini dapat menjadi pintu pembuka pada kegiatan lain. 

“Rektor sangat senang sekali dan beliau berkeinginan bahwa acara ini dapat menjadi pintu pembuka pada kegiatan lain yang sifatnya regional ataupun nasional,” tambahnya. 

Dekan FDIK menjelaskan bahwa malam penganugerahan Dakwah Competition Dampil ini akan dilakukan setiap tahunnya. 

“Malam penganugerahan Dakwah Competition Dampil ini dilaksanakan setiap tahun dan pada malam ini secara khusus terdapat short movie competition yang diikuti oleh lintas perguruan tinggi,” ungkapnya. 

Beliau juga berharap kegiatan ini dapat menjadi praktik dakwah dalam konteks kekinian dan dapat meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik. 


Rep: Syamsul

Editor: Cerpen

Rabu, 02 Oktober 2024

E-Koran Raden Intan Edisi VIII

 [ E-Koran ]

E-Koran Raden Intan Edisi VIII

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝙀-𝙆𝙤𝙧𝙖𝙣 𝙀𝙙𝙞𝙨𝙞 𝙑III".

Yuk segera baca E-Koran Edisi VII kami melalui tautan di bawah ini 👇


Dengan semangat membaca dan senantiasa menulis, satu hati garda idealisme mahasiswa

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

SEMARAKKAN HARI BATIK NASIONAL SEBAGAI WARISAN NUSANTARA YANG MEMIKAT DUNIA

 [ Artikel ]

Sumber: Kompas.com

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional yang merupakan sebuah momen penting dalam menegaskan posisi batik sebagai salah satu warisan budaya dunia. Dilansir dalam laman itjen.kemdikbud.go.id awalnya, batik diperkenalkan kepada dunia Internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Batik Indonesia kemudian didaftarkan untuk mendapatkan status Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui The United Nations Educational Scientific And Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 4 September 2008 di Jakarta. 

Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi. Batik pun dikukuhkan sebagai bagian dari warisan budaya benda dalam sidang keempat Komite Antar-Pemerintah yang diselenggarakan oleh UNESCO di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009. Dikutip melalui laman detiknews.com Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadikan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 yang dikeluarkan pada tanggal 17 November 2009. Melalui Keputusan Presiden ini, Kementerian Dalam Negeri kemudian menerbitkan Surat Edaran yang mengimbau seluruh pegawai pemerintah di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengenakan batik setiap Hari Batik Nasional.

Batik adalah seni melukis kain yang menggunakan teknik pewarnaan tertentu, di mana pola dan motifnya tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna yang dalam. Setiap motif batik mengandung filosofi dan simbolisme yang mencerminkan nilai-nilai budaya di masyarakat. Contohnya, motif "Kawung" yang melambangkan keseimbangan atau "Sido Luhur" yang mencerminkan harapan untuk mencapai derajat yang tinggi. Keberagaman motif batik dari berbagai daerah di Indonesia mencerminkan keunikan budaya masing-masing, dari batik Pekalongan yang cerah hingga batik Yogyakarta yang elegan.

Perayaan Hari Batik Nasional sering kali diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari festival batik, pameran, hingga lomba desain batik. Masyarakat diajak untuk mengenakan batik dalam berbagai kesempatan, baik di sekolah, kantor, maupun acara formal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya batik, tetapi juga memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Batikan sebagai Komoditas Global yang mana seiring dengan perkembangan zaman, batik semakin diminati di pasar Internasional. Banyak desainer global yang mulai mengintegrasikan motif batik dalam karya mereka, menunjukkan bahwa batik mampu bersaing di panggung dunia mode. Dukungan pemerintah dan komunitas lokal dalam promosi batik juga sangat penting. Melalui pelatihan dan pemasaran yang efektif, pengrajin batik dapat mengembangkan produk mereka, menciptakan inovasi yang relevan dengan tren pasar, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Pelestarian dan pengembangan batik guna menjaga agar batik tetap relevan. Upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan. Ini mencakup pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda tentang teknik dan filosofi batik, serta pengenalan batik ke dalam kurikulum pendidikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan batik tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga akan terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus.

Semaraknya Hari Batik Nasional adalah panggilan untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya yang memikat ini. Batik adalah cerminan kekayaan budaya Nusantara yang tidak hanya menawan di mata, tetapi juga sarat dengan makna. Dengan mengenakan batik, kita turut berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang luar biasa ini. Sekaligus memperkenalkan keindahan batik kepada dunia. Mari bersama-sama semarakkan Hari Batik Nasional dan banggakan warisan kita!


Karya: Nami

Editor: Ega

Selasa, 01 Oktober 2024

PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA : MENGULIK KEMBALI SEJARAH G30S/PKI

 [ Berita ]

Sumber: RRI.co.id

Dalam sejarah, Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan peristiwa pemberontakan 30 September 1965 yang begitu membekas dan dikenal sebagai Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Yang mana, pemberontakan ini menewaskn enam Jendral Angkatan Darat dan satu Perwira. Gerakan ini merupakan sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI dengan tujuan untuk menggantikan Ideologi Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Namun, berkat upaya Tentara Negara Indonesia (TNI) dan rakyat Indonesia, kudeta tersebut berhasil digagalkan.

Melansir melalui laman detik.com, latar belakang terjadinya G30S/PKI didasari oleh munculnya konsep Ideologi Nasionalisme, Agama dan Komunisme (Nasakom) yang dipelopori oleh Presiden Soekarno. Peristiwa ini merupakan salah satu titik kelam dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada tahun 1965. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan banyak polemik dan kontroversi.

Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. Sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara, Pancasila telah terbukti mampu mengatasi berbagai tantangan dan ancaman. Dengan terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Indonesia akan mampu tetap kokoh menghadapi berbagai dinamika global dan internal di masa depan. Pancasila adalah pilar utama yang menjamin keberlanjutan bangsa yang besar ini. Namun, dalam menggali refleksi sejarah G30S/PKI, bagaimana implikasinya terhadap nasionalisme di Indonesia?

Menurut saya dengan adanya peristiwa G30S/PKI ini dapat memberikan dampak pada era revolusi saat ini dan membuat kita paham bahwa narasi sejarah dapat dipolitisasi. Itu sebabnya kita harus memahami berbagai sudut pandang dalam peristiwa tersebut untuk membangun kesadaran kolektif yang lebih baik. Konflik ideologi dalam G30S/PKI juga mencerminkan ketegangan ideologi berbeda seperti komunisme, nasionalisme, dan kondisi ini masih relevan dalam diskusi ideologis di Indonesia saat ini.

Dari sejarah G30S/PKI, saya meyakini bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada peristiwa tersebut juga turut menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan HAM dalam setiap kebijakan dan tindakan negara.

Refleksi terhadap G30S/PKI mengajak kita untuk belajar dari masa lalu, agar bisa menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif di masa depan.

Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. Sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara, Pancasila telah terbukti mampu mengatasi berbagai tantangan dan ancaman. Dengan terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Indonesia akan mampu tetap kokoh menghadapi berbagai dinamika global dan internal di masa depan. Pancasila adalah pilar utama yang menjamin keberlanjutan bangsa yang besar ini.

Karya: Amanda Sharfina

Editor: Cerpen

Minggu, 29 September 2024

UKM PRAMUKA UIN RIL GELAR ORIENTASI RACANA DAN HUT GUDEP KE-36

 [ Berita ]

Peserta yang turut serta dalam HUT Gudep ke-36

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Praja Muda Karena (Pramuka) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Orientasi Racana (ORRA) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Gugus Depan (Gudep) ke-36. (Minggu, 29/09/24)

Mengusung tema "Cerdas Ceria Disiplin Berkualitas" acara ini berlangsung di halaman belakang gedung akademik lama pada tanggal 27—29 September 2024. Yang bertujuan untuk memperkenalkan UKM Pramuka kepada anggota baru, sekaligus memperingati HUT Gudep Ke-36 UKM Pramuka UIN RIL.

Turut dihadiri Prof. Dr. H. Idrus Ruslan. S.Ag., M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III sekaligus ketua harian Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) Pramuka UIN RIL, Ketua Dewan Racana Pramuka Universitas Lampung (UNILA) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), serta beberapa perwakilan Ketua UKM se-UIN RIL dan 68 peserta.

Warek III dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UKM Pramuka atas dedikasi nya selama 36 tahun dan berharap untuk tetap menjadi teladan dalam mengemban amanah.

"Saya sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada UKM Pramuka yang telah diberikan kepercayaan penuh oleh pimpinan universitas, serta dedikasi yang luar biasa selama 36 tahun ini. Harapan saya semoga tetap menjadi teladan dalam menjalankan setiap amanah yang diemban," harapnya.

Siti Nurul Rohmah selaku Ketua Pelaksana berharap agar para calon anggota nantinya dapat menjadi anggota yang loyalitas dan berkualitas.

"Saya berharap semoga dari kegiatan ini dapat menciptakan calon anggota yang loyalitas dan berkualitas serta bertambahnya usia UKM Pramuka ke 36 ini dapat menjadi ukm yang lebih baik lagi dari pada tahun sebelumnya," ucapnya. 

Selanjutnya, Asyraf salah satu peserta menyampaikan agar UKM Pramuka dapat terus berkembang menjadi lebih baik di masa depan, memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar, serta senantiasa menjaga dan memperkuat rasa solidaritas diantara anggotanya. 

Rep: Dina Amala & Adib

Editor: Cerpen

Jumat, 27 September 2024

DISDUKCAPIL MEMBUKA LAYANAN AKTIVASI IKD MELALUI PROGRAM JEBOL DI UIN RIL

 [ Berita ]

Proses aktivasi KTP Digital

Raden Intan — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung membuka layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui program Jemput Bola (Jebol) di UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL). (Jumat, 27/09/24)

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari 26—27 September 2024, dan ditujukan bagi seluruh civitas akademika UIN RIL serta dilaksanakan di Meeting Room II lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN RIL. 

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 72 Tahun 2022 bahwa seluruh warga indonesia yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dihimbau untuk aktivasi IKD. Adanya IKD ini bertujuan untuk memindahkan seluruh data administrasi kependudukan warga Indonesia dan disatukan ke dalam aplikasi IKD di Smartphone.

Ratnasari selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Bandar Lampung menyampaikan bahwa IKD ini dapat mempermudah masyarakat jika ingin mencari data administrasi. 

“IKD ini bisa mempermudah masyarakat jika ingin mencari data administrasi. Tidak perlu repot-repot mencari berkasnya di lemari karena sudah terkumpul semuanya di HP, dan diharapkan program JEBOL ini juga bisa mempermudah seluruh masyarakat yang ingin mengaktifkan IKD,” tuturnya. 

Pembuatan IKD ini dengan catatan, KTP berbentuk fisik masih berlaku. Tetapi seiring berjalannya waktu perlahan akan ditarik kembali karena untuk meminimalisir pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Sedangkan, untuk program Jebol bertujuan untuk memudahkan seluruh warga Indonesia dalam menjangkau dan mengaktivasikan IKD tanpa harus datang jauh-jauh ke kantor DISDUKCAPIL Bandar Lampung. Sehingga IKD bisa cepat merata dan diterapkan oleh seluruh warga Indonesia. Tidak hanya di UIN RIL, program JEBOL ini sudah terlaksana disejumlah instansi baik negeri maupun swasta. 

Kemudian, Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos, M.Sos.I selaku dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) berpesan kepada masyarakat untuk segera mengaktifkan KTP elektronik. 

"Pesan saya untuk masyarakat luas yang belum membuat KTP elektronik untuk segera mendaftar karena sangat membantu dan mempermudah kita untuk keperluan data lainnya dalam hal kuliah, bekerja dan kebutuhan kita lainnya," pesannya. 

Dalam hal ini, Rena Jelita Wulandari selaku mahasiswa UIN RIL turut  menyampaikan bahwa ia merasa terbantu dan memudahkan akses disegala situasi apapun jika ada kebutuhan yang mendesak, apalagi dengan proses pendaftaran IKD yang sangat cepat tidak butuh waktu lama.

Rep: Dina Amala & Annisa

Editor: Cerpen