Rabu, 20 Maret 2024

FORKOM UIN RIL ADAKAN BUKA BERSAMA, 420 ANGGOTA UKM UIN RIL IKUT SERTA

 [ Berita ]

420 Anggota UKM lingkup UIN RIL turut serta dalam bukber yang diselenggarakan oleh FORKOM UIN RIL

Raden Intan — Forum Komunikasi (FORKOM) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mengadakan buka bersama yang diikuti oleh 420 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN RIL. (Kamis, 21/03/24)

Acara yang dilaksanakan pada Rabu (20/24) ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL, dengan mengusung tema “Sharing is Caring” dan dihadiri oleh 420 anggota UKM se-UIN RIL. 

Roni Darmawan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan tujuan diadakannya buka bersama FORKOM UIN RIL ini ialah, untuk menyambung tali silahturahmi dan berkenalan antar semua anggota UKM se-UIN RIL. 

“Tujuan buka bersama ini yang pastinya untuk saling bersilaturahmi. Terutama karena baru pergantian para Ketua Umum UIN RIL, jadi kami ingin memberikan pengalaman untuk saling mengenalkan para anggota lebih dalam lagi,” jelas Roni. 

Acara ini turut dihadiri oleh Sri Wahyuni, M.Sos selaku Pembina UKM Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI), Dr. Ridwansyah, S.E., M.E.Sy selaku Pembina UKM Raden Intan Islamic Entrepreneur Forum (RIIEF), dan 420 anggota dari 23 UKM di UIN RIL. 

Selanjutnya, Dea Amanda selaku Ketua Umum Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) menyampaikan bahwa dengan adanya acara ini para Ketua Umum dapat saling berbagi pendapat pada saat rapat diadakan. 

“Acaranya yang pasti sangat seru sekali, kita dapat berkumpul bersama semua UKM dan rapat yang diadakan untuk acara ini juga membuat para Ketua Umum dapat menjalin silahturahmi, berbincang, dan menyampaikan pendapat satu sama lain, yang menguntungkan baik untuk pribadi ataupun UKM itu sendiri,” ucapnya. 

Adapun Dani Saputra salah satu anggota UKM Taekwondo yang hadir pada acara buka bersama ini, turut berharap agar acara seperti ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan tentunya menjadi jauh lebih baik. 


Rep: Page & Editorial

Editor: Enden

UIN RIL BERDUKA, MAHASISWA BERIKAN KESAN MENDALAM

 [ Berita ]

Sumber: Humas UIN RIL

Raden Intan — Kepergian salah satu Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memberikan kesan yang mendalam bagi mahasiswa. (Rabu/20/03/24)

Prof. Dr. H. Ruhban Masykur, M.Pd selaku Guru Besar FTK sekaligus Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) dikabarkan meninggal pada Selasa (19/24) di umur ke-57 tahun di kediamannya, Tanjung Senang, Bandar Lampung sekitar pukul 05.00 WIB usai mengeluhkan sakit pada dadannya.

Mahasiswa UIN RIL memberikan kesan pesan yang mendalam sebab memiliki sosok dosen yang luar biasa. Hal ini selaras seperti yang dikatakan Elda Sari salah satu Alumni UIN RIL tahun 2022.

“Saya dulu mahasiswa bimbingan beliau, Prof. Ruhban adalah sosok yang baik dan tidak ada kesan negatif. Beliau adalah sosok yang sangat pantas disebut sebagai panutan, dari cara bersikap dan senantiasa dipenuhi dengan kebijaksanaan yang menakjubkan. Setiap nasihat, pandangan, dan penilaiannya,” ujarnya. 

Selain itu, Silvi selaku mahasiswa bimbingan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prof. Ruhban juga turut menyampaikan bahwa sikap terbuka yang dimilikinya tak terbatas dalam penyampaiannya. Beliau juga memiliki kesan yang dekat dengan mahasiswa, sebab bisa menghargai setiap perasaan mahasiswanya. 

Adapun, Indah mahasiswa bimbingan Prof. Ruhban lainnya turut berharap agar beliau dapat diterima disisi Tuhan yang paling indah. 

“Prof. Ruhban sangat mengerti mahasisnya, walaupun kita sedang sakit ataupun marah, beliau selalu menutupinya dengan senyuman. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan yang paling indah dan tenang di surga,” harap Indah. 


Rep: Ugas 

Editor: Cerpen

Selasa, 19 Maret 2024

5 AMALAN BULAN RAMADAN DAN KEISTIMEWAANNYA MENURUT HADIS

[ Artikel ]

Sumber: https://metrojambi.com

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang memiliki banyak keistimewaan dan dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia. Keistimewaan tersebut membuat umat Islam berlomba-lomba untuk melakukan amal kebajikan, karena semua amal yang di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. 

Tidak terasa sekarang sudah memasuki minggu pertama bulan Ramadan. Di mana dalam bulan Ramadan terdapat tiga fase keistimewaan, yang dikutip dari kemenkumham.go.id 

1. 10 hari pertama di bulan Ramadan merupakan fase rahmat. Dalam fase ini, Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya, maka dari itu kita dianjurkan untuk terus-menerus melakukan kebaikan sekecil apapun. 

2. 10 hari kedua adalah fase maghfirah (ampunan). Pada fase ini kita mengejar ampunan dari Allah Swt. Umat Islam dianjurkan untuk introspeksi diri, mengoreksi kesalahan dan bertaubat dengan tulus untuk memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. 

3. 10 hari akhir Ramadan sebagai fase pembebasan dari api neraka. Ini merupakan fase pamungkas karena dianggap sangat istimewa dalam agama Islam. Pada fase ini diyakini terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 Bulan, yaitu malam “Lailatul Qadar”. 

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. menyebutkan: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 terakhir (bulan Ramadan)”. 

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh, berdoa, bersedekah, membaca Al-Qur'an, serta melakukan amal saleh lainnya sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan keberkahan, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Maka dari itu, selama satu bulan penuh umat Islam diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah Swt. Seperti hadis yang dikutip melalui laman lampung.nu.or.id Rasulullah saw. bersabda: 

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu titik saat itu pintu-pintu neraka dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” (HR. Ahmad). 

Ramadan juga disebut-sebut sebagai bulan ampunan titik seperti yang dijelaskan dalam hadis di atas bahwa di bulan suci ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup titik ini merupakan sebuah kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan atau dosa-dosa yang telah mereka lakukan melalui amalan-amalan ibadah yang mulia. Rugi bagi kita jika tidak melakukan amalan-amalan ibadah yang mulia di bulan suci ini, ada beberapa amalan yang dapat kita lakukan agar ibadah di bulan Ramadan ini menjadi tidak sia-sia, diantaranya seperti: 

1. Tadarus Al-Qur'an 
Tadarus atau membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadan sangat dianjurkan sebab setiap ayat yang dibacakan akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan, bahkan orang yang mendengarkan dan menyimak bacaan Al-Qur'an akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang membaca. 

2. Salat Sunnah 
Salat Sunnah adalah salat yang dikerjakan di luar salat fardhu. Salah satunya adalah salat tarawih, salat tarawih merupakan salat Sunnah Muakad yakni salat yang dianjurkan untuk dikerjakan. 

Dikutip melalui id.m.wikipedia.org melaksanakan salat tarawih secara berjamaah dihitung sama dengan mengerjakan salat tahajud semalam penuh. Dari keutamaan ini, salat tarawih menjadi salah satu salat sunnah yang utama. Salat tarawih dilaksanakan setelah salat Isya dengan 20 rakaat dilanjutkan 3 rakaat salat witir atau 8 rakaat dilanjutkan 3 salat witir. 

3. Perbanyak Berzikir
Berdzikir dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar, bershalawat kepada Rasulullah saw. dan sebagainya. Amalan yang satu ini tentu menjadi amalan yang banyak dilakukan karena mudah dikerjakan dan mendapatkan pahala yang melimpah. 

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diselimuti oleh rahmat Allah, dan mereka akan diingatkan oleh Allah beri hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya,” (HR. Bukhori). 

4. Sedekah 
Sedekah ialah amalan yang dapat dilakukan kapanpun dan di manapun selagi kita memiliki kesiapan, baik secara pikiran bertenaga maupun harta. Sedekah di bulan ini memiliki keistimewaan yang luar biasa sebagaimana diriwayatkan sahabat Anas bin Malik ra.: 

عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

Artinya: “Dari Anas ra. sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan’,” (HR. At-Tirmidzi) 

5. Itikaf
Itikaf sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan suci Ramadan. Terutama dikerjakan pada 10 malam terakhir Ramadan yang apabila beruntung maka kita akan dapat menyaksikan malam Lailatul Qadar.  

Dikutip melalui laman umj.co.id itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah subhanahu Wa berdiam diri di masjid dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. yang dapat mendatangkan pahala yang melimpah bagi dirinya. Berdiam diri yang dimaksud iyalah memperbanyak zikir kalau masalah buat, membaca Al-Qur'an ataupun memohon ampunan kepada Allah Swt. 

Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan jika konsisten dalam melaksanakan amalan-amalan tersebut. Selain mendapatkan pahala yang melimpah kita akan mendapatkan ketenangan dan kebiasaan baik yang diharapkan tetap dapat dilaksanakan ketika bulan Ramadan usai. Maka dari itu, jalankan puasa dan amalan ibadah yang mulia di bulan yang suci ini dengan bersungguh-sungguh agar meraih ketakwaan kepada Allah Swt. dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. 

Karya: Iren 
Editor: Cerpen


Senin, 18 Maret 2024

KACAMATA SANG ASING

 Puisi 

Sumber: lampung.inews.id

Sapaan masuk ke telinga
Menoleh ke ruang hampa
Hitam bak tak memiliki cahaya
Kau terlihat tak punya harapan
Namun isi kepala memiliki berbagai rencana

Sekelas metropolitan
Kejahatan yang terkenal di mana-mana
Menggambarkan dirimu
Sampai mata kaki enggan 
Menapak di tanah hijaumu

Luas sampai tak tergambar
Tuhan mengizinkan diriku 
Hirup udara di sini
Belajar berjalan tanpa pegangan
Aku bisa! 

Sesak, namun sejuk
Mengerikan, namun damai
Sunyi, namun ramai
Gagal, namun berjaya
Rusak, namun indah

Surat ulu memperlihatkan dirimu
Kembali tahun demi tahun
Tak cukup sama 
Perubahan sedikit menghancurkan
Terbawa arus hujan

Sekarang berdiri di kaki ibu pertiwi
Menoleh pada cahaya senter nan redup
Mengharap yang terbaik
Dari berdiri kota ini
Lampung, 18 Maret 2024

Karya: Cerpen 

Rabu, 13 Maret 2024

PERSOALAN PT ILEGAL, WAKIL KETUA DPRD LAMPUNG: KAMI TIDAK AKAN LEPAS TANGAN

 Berita 

Yozi Rizal, S.H selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung saat menjumpai masyakarat Sukadamai guna menyampaikan pendapatnya 

Raden Intan — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengatakan tidak akan lepas tangan terkait persoalan Perseroan Terbatas (PT) ilegal yang ada di Kecamatan Natar. (Rabu, 13/03/24)

Aksi dari kurang lebih 100 masyakarat Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung yang terkena dampak dan Dewan Mahasiswa Lampung (DML) menghasilkan tanggapan dari pihak DPRD Provinsi Lampung. 

Yozi Rizal, S.H selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung menyampaikan bahwa persoalan ini bukan tanggung jawab provinsi, tetapi tetap akan kami tangani. 

“Setelah menyampaikan tentang persoalan yang dihadapi dan ternyata persoalan tersebut bukan menjadi persoalan provinsi, tetapi urusan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Namun bukan berarti kami provinsi lepas tangan,” ujar beliau. 

Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung juga menambahkan bahwa terkait izin telah ditandatangani oleh kementerian, sebab termasuk kepada klasifikasi usaha kecil dan resikonya tidak besar. 

Beliau juga menjelaskan terkait pengurusan perizinan sudah ada indikasi cacat. Di mana mendirikan sebuah perusahaan di suatu daerah harus ada persetujuan lingkungan sekitar, dan PT. Cahya Bagus Mandiri ini tidak mendapatkannya. Walupun ada, itu merupakan sulap-sulapan saja. 

Adapun R (nama samaran) salah satu warga yang mewakili mediasi bersama Wakil Ketua DPRD menyampaikan bahwa akan menunggu turunnya dan tindak lanjut dari pihak DPRD. 

“Kami menunggu pihak DPRD yang ingin turun langsung ke desa dan menindaklanjuti, mami juga akan tetap meminta untuk pabrik tersebut ditutup secara total,” tukas R. 

Rep: Cerpen 
Editor: Enden

BERIKAN DAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN, DML DAN MASYARAKAT TUNTUT PEMBERHENTIAN PT ILEGAL

 [ Berita ]

Kerumunan masa aksi yang terdiri dari DML dan Masyarakat memenuhi gerbang depan Gedung DPRD Lampung untuk menuntut pemberhentian PT ilegal yang merugikan masyarakat

Raden Intan — Dewan Mahasiswa Lampung (DML) dan masyakarat Sukadamai menuntut salah satu Perseroan Terbatas (PT) ilegal di Kecamatan Natar yang menimbulkan dampak buruk lingkungan dan kesehatan masyakarat. (Rabu, 13/03/24)

Aksi penuntutan ini dilaksanakan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung yang diikuti oleh DML dan kurang lebih 100 masyakarat Desa Sukadamai yang terkena dampak efek buruk PT. Cahya Bagus Mandiri, Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung.

Adapun tuntutan yang disampaikan masyarakat diantaranya

1. Menuntut pencabutan izin usaha PT. Cahya Bagus Mandiri

2. Mendesak pemerintah daerah untuk bertindak tegas dan menegakkan hukum

3. Melaporkan dugaan pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin lingkungan oleh PT. Cahya Bagus Mandiri. 

B (nama samaran) salah satu masyarakat Sukadamai yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, bahwa efek buruk yang dirasa sampai kepada kesehatan masyarakat. 

“Bau limbah yang menyengat di permukiman warga sangat menggangu aktivitas warga dan anak-anak, serta mencemari sungai-sungai yang ada disekitarnya. Pencemaran ini tentunya sangat menggangu kesehatan masyarakat yang terdampak,” ujarnya. 

Selain itu, B juga menjelaskan pada awalnya pabrik tersebut hanya digunakan untuk gudang kernel, namun pada akhirnya menjadi pabrik minyak sawit mentah yang beroperasi secara ilegal. 

Disampaikan pula oleh D (nama samaran) salah satu masyarakat Sukadamai, bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki izin dari masyarakat di lingkungan sekitar, dan melanggar Pasal 11 UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 tentang Sanksi dan Ancaman Hukum. 

Adapun David Novian Mastur salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang turut turun pada demonstrasi ini berharap, agar PT. Cahya Bagus Mandiri dicabut surat perizinannya. 

“Harapan kami sebagai mahasiswa, semoga PT. Cahya Bagus Mandiri dicabut perizinannya karena memang tidak sesuai dengan aturan dan sudah melanggar aturan tersebut,” harap David.


Rep: Hedi & Andin

Editor: Cerpen

Senin, 11 Maret 2024

WAJIB BERPUASA DI BULAN RAMADAN, INILAH ALASAN AWAL MULA PUASA DIMULAI

 [ Artikel ]

images.app.goo.gl
 
Sebagai umat Islam, menjalankan rukun Islam menjadi sebuah kewajiban, salah satu nya adalah melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan selama satu bulan penuh lamanya.

Puasa dalam Bahasa Arab yang disebut "Shaum" atau "Shiyam" yang artinya menahan diri dari suatu perbuatan tertentu. Kata puasa sendiri memiliki banyak pengertian, namun esensi makna nya itu sendiri adalah menahan diri dari suatu perbuatan tercela, tidak makan dan tidak minum. 

Namun pengertian puasa secara istilah ialah meninggalkan makan, minum, hubungan seksual dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Menurut sebagian ulama, puasa dimaknai sebagai perbuatan untuk menahan diri dari perbuatan fi'li berupa syahwat yang terbagi menjadi dua, yaitu syahwat perut dan syahwat kemaluan.

Dikutip dari buku "Tuntutan Puasa Menurut Al-Qur'an" karya Alik Al Adhim menyebutkan bahwa perintah pertama kali puasa disyariatkan pada 10 Sya'ban di Tahun Kedua Hijriah setelah nabi Muhammad saw hijrah ke Kota Madinah

Sebenarnya sejak zaman Jahiliah, Allah swt sudah memerintahkan kaum Jahiliah untuk melakukan ibadah puasa namun mereka menentangnya. Kemudian Allah swt kembali memerintahkan puasa Ramadhan pada zaman nabi Muhammad saw. 

Dikutip melalui laman baznas.co.id, sebelum ayat Al-Qur'an mengenai puasa turun, Rasulullah saw selalu ibadah puasa selama 3 hari pada setiap bulan dan berpuasa pada 10 Muharram atau biasa dikenal Hari Asyura, yang mana ini merupakan puasa yang diwajibkan pada masa nabi Nuh as Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dan tiba di kota Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada 10 Muharram tersebut.

Orang-orang Yahudi menjelaskan bahwa pada 10 Muharram, Allah swt menyelamatkan nabi Musa as dan kaumnya dari serangan Raja Fira’un. Kemudian nabi Musa as berpuasa pada 10 Muharram sebagai tanda syukur kepada Allah swt. Lalu, Nabi Muhammad saw memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada tanggal 10 Muharram. 

Salah satu sumber lain yang dikutip melalui laman lampung.nu.or.id menjelaskan bahwa sejarah wajibnya puasa dimulai sejak nabi Muhammad saw hijrah ke Negeri Yatsrib (Madinah) yang mana menjadi salah satu peristiwa di mana titik pijak penyempurnaan syariat Islam di kemudian hari. 

Perintah puasa dikeluarkan nabi Muhammad saw di Tahun Kedua sejak Islam muncul, yakni pada Tahun 624 Masehi atau Tahun ke-2 Hijriah. Saat itu puasa sudah lazim dilakukan oleh masyarakat Arab pra-Islam. Jadi, puasa bagi penduduk saat itu bukan sesuatu yang aneh.

Perintah diwajibkan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan didasari oleh firman Allah swt. yang tertera di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183-184, yang berbunyi:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Puasa Ramadan, kemudian menjadi rukun Islam yang kelima. Jika seseorang yang beragama Islam tidak menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan, maka ia mengingkari rukun Islam. Jika seseorang tidak mengikuti rukun Islam, maka keislamannya tidak sah. 

Sementara itu, kewajiban menunaikan puasa sebagai salah satu rukun Islam juga disebutkan dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abdullah bin Umar radhiyallahi 'anhuma dia berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah swt dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah), dan puasa di bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim).

Banyak manfaat dan esensi yang kita dapatkan ketika berpuasa di bulan Ramadan, mulai dari dilipatgandakan pahala sampai berdampak bagi kesehatan tubuh kita. 

Maka dari itu setelah mengetahui sejarah dan beberapa alasan wajibnya berpuasa bagi umat Islam, kita tidak perlu banyak lagi membuat alasan untuk tidak berpuasa. 

Karya: Diska
Editor: Cerpen