Sabtu, 04 Mei 2024

SPORT DAY KIP-K 2024: AJANG KUATKAN KEKELUARGAAN ANTAR PENGURUS

[ Berita ]

Foto: Egi
Seluruh peserta Ampibi Sport Day sedang melaksanakan senam bersama


Raden Intan — Sport Day yang digelar oleh Asosiasi mahasiswa penerima Bidikmisi (AMPIBI) Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tahun 2024 bertujuan untuk ajang menguatkan kekeluargaan antar pengurus. (Sabtu, 04/05/24)

Sport Day merupakan bagian dari program kerja rutin yang dilaksanakan setiap bulan di lapangan Ma'had Al-Jami'ah UIN RIL, yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar pengurus, demisioner AMPIBI KIP-K dan mahasiswa penerima KIP-K. 

Adapun kegiatan Sport Day ini berupa jalan sehat, senam, games, dan voli yang diselenggarakan oleh divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dan Divisi Sosial Masyakarat (SOSMAS) AMPIBI KIP-K. 

Muhammad Iqbal Hafidho selaku ketua pelaksana berharap agar Kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih rutin setiap minggunya, sebab memiliki banyak dampak positif. 

“Saya berharap Kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap minggunya, sebab selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga memberikan banyak dampak positif bagi kesehatan para anggotanya,” harap Iqbal. 

Selanjutnya, Rolin Agustian salah satu peserta kegiatan sport Day merasa bahwa acara ini sangat seru dan menarik. 

“Alhamdulillah, bagi saya acara sporty hari ini berjalan sangat seru dan menarik. Karena berkat adanya berbagai macam kegiatan olahraga yang membuat badan kita menjadi sehat,” ujarnya. 

Rep: Egi & Adib 

Editor: Cerpen


 


BEBAS BERSUARA DAN BEREKSPRESI, DUKUNG KEBEBASAN PERS SEDUNIA

 [ Artikel ]

Sumber: Alinea.id 


Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 1 ayat (1) menjelaskan Pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegitan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam tulisan, visual, audio, dan audiovisual, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran.

Pers sendiri memiliki struktur dan profesi yang berkaitan dengan seluruh kegiatan jurnalistik dan media. Bagian struktur dari pers tersebut diantaranya pemimpin redaksi, reporter, videografer/fotografer, redaktur, dan presenter berita. Seluruh struktur ini memiliki tugasnya masing-masing. Mereka akan menghasilkan beberapa karya jurnalistik yang bermanfaat, terinformasi, berpartisipasi aktif, dan kreatif dalam kehidupan publik. 

Kegiatan jurnalistik memerlukan kebebasan untuk menjaga dan mendukung dalam hak berekspresi, mencari, menerima, dan menyampaikan suatu berita. Dengan adanya kebebasan ini media dapat upayakan dan mempertahankan diri dari ancaman dan dilarangan membayar upeti kepada para profesi sebagai jurnalis. Maka dari itu untuk mendukung kebebasan ini dunia menetapkan tanggal 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. 

Dikutip melalui laman katadata.co.id Hari Kebebasan Pers Sedunia dirayakan pertama kalinya pada Tahun 1993. Peringatan ini merupakan rekomendasi Konferensi Umum United Nations Education (UNESCO). Tanggal 3 Mei dipilih, karena merupakan tanggal peringatan Deklarasi Windhoek. Deklarasi tersebut adalah pernyataan prinsip kebebasan pers yang disampaikan oleh para jurnalis asal Afrika di Windhoek, Namibia pada Tahun 1991. 

Para jurnalis tersebut sebelumnya mengalami penyerangan dalam perang saudara Afrika di abad ke-20. Penyerangan tersebut terjadi saat jurnalis mencari informasi, fakta, dan data yang akurat untuk memberikan gambaran yang jelas tentang situasi konflik. Dalam proses ini, jurnalis berhadapan dengan berbagai tantangan, termasuk risiko keamanan dan keselamatan, serta tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam konflik. 

Akhirnya, para jurnalis Afrika pun memutuskan mengambil tindakan berupa pengajuan banding ke Konferensi UNESCO yang digelar di Namibia, Windhoek. Akhirnya UNESCO menanggapi seruan dari para jurnalis tersebut. Kemudian disahkanlah Deklarasi Windhoek tersebut dan menetapkan Hari Kebebasan Pers Sedunia. 

Hari Kebebasan Pers Sedunia adalah saat yang penting untuk mengakui pentingnya kebebasan Pers dan mendukung kegiatan jurnalistik yang independen di seluruh dunia. Sebagai warga negara Indonesia kita dapat memulai dengan mendukung Pers Indonesia dahulu. 

Dukungan untuk Pers Indonesia diantaranya meliputi penekanan pada kebebasan pers, advokasi untuk perlindungan profesi sebagai jurnalis, kesadaran masyarakat untuk pers, dan membangun jaringan profesional. 

Dengan adanya dukungan atas kebebasan ini, pihak yang berprofesi sebagai jurnalis juga tidak boleh menyalahgunakan kebebasan tersebut dalam menjalankan pekerjaannya. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh para jurnalis diantaranya integritas dan etika, penelitian mendalam, dan menghormati kode etik jurnalistik. 

Sesuai dengan UU no 40 Tahun 1999 tentang pers, salah satu peranan Pers nasional adalah memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Para jurnalis memiliki peran penting dalam membentuk opini dan memberikan informasi yang relevan kepada masyarakat. 

Peringatan hari kebebasan ini menjadi semua pihak yang berkerja di bidang pers harus dapat selalu amanah dan menjaga nama baik pers. Sehingga tidak akan merugikan dan mengecewakan pihak manapun. Jangan takut bersuara dan berekspresi untuk mengungkapkan kebenaran, terus menjaga dan mendukung kebebasan pers, demi memastikan berfungsinya demokrasi yang sehat dan masyarakat yang teinformasi. 

Karya: Anisa
Editor: Cerpen


Kamis, 02 Mei 2024

RAYAKAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL, HMJ BKI HADIRKAN KOMISI V DPRD LAMPUNG

 [ Berita ]

Foto: HMJ BKI
Deni Ribowo, S.E selaku Komisi V DPRD Provinsi Lampung , Dr. Yenni Hasrita Ekasari selaku Kasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Wakil Dekan III FDIK beserta 95 Peserta Mahasiswa yang hadir dalam Dialog Publik


Raden Intan — Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) hadirkan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada acara Dialog Publik. (Kamis, 02/05/24)

Acara Dialog Publik ini mengusung tema “Meninjau Kekerasan Politik, Simbolik Pendidikan, dan Budaya Berdampak Pada Kesehatan Mental Elemen Mahasiswa” dan digelar di Gedung Rektorat Lama (Reklam) Lt.3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL)

Deni Ribowo, S.E selaku Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyampaikan bahwa pendidikan politik sangat penting dan bisa didapatkan, baik sekolah maupun organisasi. 

“Penting bagi kita untuk mendapatkan pendidikan politik, hal seperti ini kita dapatkan melalui sekolah ataupun organisasi agar bisa terjun langsung untuk demokrasi berbicara dengan para, rakyat, pejabat, bahkan menteri sekalipun,” tutur beliau.

Sultiana selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa tujuan dari Dialog Publik ini ialah untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap kesehatan mental di era globalisasi seperti saat ini. 

Selain dihadiri oleh Komisi V DPRD Lampung, turut dihadiri oleh Dr. Abdul Syukur selaku Dekan FDIK yang diwakili oleh Dr. H. Rosidi, M.A selaku Wakil Dekan (Wadek) III FDIK sekaligus Pembina HMJ BKI, Wahyu Satriawan, M.Pd selaku Praktisi, Dr. Yenni Hasrita Ekasari selaku Kasi (Kepala Seksi) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, serta 95 peserta mahasiswa.

Selanjutnya, Saharani salah saru peserta berharap agar ke depannya masyakarat dapat lebih aware terhadap isu kesehatan mental. 

“Acara ini temanya sangat menarik dan sangat membantu menangani masalah kesehatan mental. Harapan saya, semoga ke depannya kita dapat lebih peduli dengan masalah kesehatan mental, terutama kesehatan mental diri sendiri,” harap Rani.

Rep: Satrio dan Alfina

Editor: Cerpen

TIDAK HANYA MENGINGAT BAPAK PENDIDIKAN, HARDIKNAS: SADARKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN

 [ Artikel ]

Sumber: pin.it 

Pendidikan adalah usaha dasar yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan berproses dalam pembelajaran guna mengembangkan potensi diri. Pendidikan menjadi salah satu hak yang perlu dimiliki setiap warga negara di Indonesia. Pendidikan sangat penting bagi masyakarat, guna meningkatkan kualitas hidup, membangun kemampuan, dan pengetahuan yang diperlukan ketika bersaing di pasar kerja global. Pendidikan menjadi pondasi awal bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara termasuk Indonesia. 

Indonesia sendiri memiliki Bapak Pendidikan Nasional, yang mana setiap tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yakni tepat 2 Mei. Tokoh ini sebagai pelopor pendidikan bagi kaum pribumi pada masa kolonial Belanda. 

Tak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai pelopor pendidikan modern di Indonesia, serta pendiri Taman Siswa (Tamsis) yang mana ini merupakan gerak pendidikan yang mengadvokasi pendidikan yang inklusif, berbasis kebangsaan, dan beriringan pada keberanian dan kreativitas individu. Tokoh tersebut adalah Ki Hajar Dewantara. 

Dikutip melalui laman detik.com, penetapan Hardiknas pada tanggal 2 Mei ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) RI Nomor 316 Tahun 1959. Selain bertujuan untuk menghormati tokoh pendidikan, hal ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kesadaran akan pentingnya pendidikan di Indonesia, dengan mengakui pendidikan sebagai pondasi utama dalam menciptakan kemajuan. 

Penting untuk meningkatkan kualitas hidup guna mencapai tujuan pribadi maupun tujuan bersama dan mendorong inovasi. Untuk mengimplementasikan ide-ide baru dan inovatif dengan teknologi pendidikan, guna meningkatkan efektivitas dan relasi pendidikan dalam menghadapi tuntutan masa depan. 

Namun berkaca di masa sekarang, tujuan yang disebutkan dalam sistem pendidikan di Indonesia belum terlaksana dengan baik. Nyatanya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan pendidikan dengan salah satu faktornya ialah keterbatasan ekonomi. Dalam hal ini pemerintah lebih memperhatikan dan merealisasikan tujuan awal dengan baik akan hak sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendapatkan pendidikan secara gratis minimal tingkat sekolah dasar. 

Masyarakat Indonesia biasanya memperingati Hardiknas dengan melaksanakan upacara bendera, seperti dikutip melalui laman umsu.ac.id, upacara bendera adalah acara yang umum dilakukan untuk memperingati Hardiknas. Esensi yang didapatkan ketika upacara adalah kita dapat mengingat kembali nilai-nilai perjuangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. 

Selain itu kegiatan informal kreatif yang dilakukan adalah drama pertunjukan seni, festival budaya lomba akademis maupun non akademis, penggalangan dana dan kampanye di media massa yang berfokus pada pendidikan agar pendidikan di Indonesia dapat terus diperbaharui, demi mencerdaskan anak bangsa. 

Dengan adanya peringatan hardiknas ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat Indonesia sadar pentingnya pendidikan untuk dirinya maupun keturunannya kelak. Agar pendidikan dapat menjadi sarana yang berkualitas dan relevan bagi individu serta mampu mempersiapkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing global di masa depan. 


Karya: Iren

Editor: Cerpen

Rabu, 01 Mei 2024

HARI BURUH SEDUNIA: PERJUANGAN MENDAPAT HAK PEKERJA

[ Artikel ]

surabaya.bisnis.com

Buruh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang bekerja untuk orang lain yang bertujuan untuk mendapatkan upah. Sedangkan, pada zaman feodal atau zaman penjajahan Belanda dahulu yang dimaksud sebagai buruh ialah orang-orang pekerja kasar seperti kuli, tukang, dan lain sebagainya.

Pada pemerintahan Belanda, mereka sering dikenal dengan Colar Blue (berkerah biru) sedangkan mereka yang mengerjakan pekerjaan halus seperti pegawai administrasi dikenal dengan sebutan White Collar (berkerah putih). Dalam perkembangan hukum perburuhan di Indonesia, istilah buruh dikenal dengan istilah pekerja karena istilah buruh sendiri kurang tepat dengan kepribadian bangsa dan cenderung menunjuk pada suatu golongan yang penuh tekanan serta berada di bawah pihak lain.

Dikutip melalui laman detik.com, sejarah sendiri mencatat bahwa hari buruh bermula pada awal abad ke-19 tepatnya di Amerika Serikat (AS). Karena pada saat itu terdapat sekelompok pekerja yang mulai menutut waktu kerja yang lebih singkat, namun dengan gaji yang lebih baik serta kondisi pekerjaan yang lebih aman.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 1 Mei 1886 di Haymarket Square, Chicago, Amerika Serikat. Yang mana para pekerja melakukan aksi demonstrasi yang melibatkan 400.000 pekerja yang menuntut waktu kerja menjadi 8 jam, dari aksi ini polisi menembaki ribuan massa aksi tersebut. Sejak peristiwa tragis yang mengukir cerita mendalam akan perjuangan ratusan pekerja yang tewas dan pemimpin gerakan yang dihukum mati, menjadikan mereka sebagai saksi bagi perjuangan buruh.

Peristiwa inilah yang melatarbelakangi Gerakan Buruh Internasional sebagai bentuk peringatan pada perjuangan para pekerja yang memperjuangkan hak-hak mereka dalam lingkungan kerja. Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional di Paris, Prancis, menetapkan tangal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day

Biasanya dalam setiap peringatan hari buruh, berbagai negara melakukan aksi demonstrasi sampai kegiatan piknik ceria sebagai bentuk semangat yang sama dalam menghargai pekerja. Peringatan hari buruh juga menjadi momen pemersatu untuk mengenang perjuangan buruh dan memberikan jaminan masa depan yang lebih baik lagi.

Dikutip melalui laman nasional.okezone.com, di Indonesia sendiri hari buruh mulai diperingati pada tanggal 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh pertama di Indonesia yaitu Kung Tang Hwee Koan yang memperingat May Day di Semarang. Peringatan tersebut terjadi setelah adanya permasalahan perihal ketidaklayakan upah dan harga sewa tanah yang sangat rendah yang diungkap oleh Adolf Baars.

Adolf Baars sendiri merupakan tokoh sosialis dari Belanda yang mengungkap ketidaklayakan upah buruh melalui tulisannya pada tahun 1918, dan pada saat itu harga sewa tanah yang mereka miliki sangat rendah dan pada saat itu lah para buruh kereta api menggelar aksi mogok kerja yang mengimbas pada peringatan hari buruh di Indonesia ditiadakan pada tahun 1926.

Namun, pada 1 Mei 1946 Kabinet Sjahrir kembali mengizinkan perayaan hari buruh di Indonesia dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur di Indonesia pada juli 2013 lalu. Saat keputusan ini dibuat, Indonesia telah menjadi negara ke-9 di ASEAN yang menjadikan hari buruh sebagai hari libur nasional.

Karya: Puput
Editor: Cerpen


Selasa, 30 April 2024

E-Koran Raden Intan Edisi 3

 E-Koran

Editor: Page

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa!✊

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "E-koran Edisi April 2024".

Yuk segera baca E-Koran Edisi 13 kami melalui tautan di bawah ini

https://issuu.com/persmari2/docs/e-koran_persma_ri_2024_20240430_174402_0000

Dengan semangat membaca dan senantiasa menulis satu hati, Garda Idealisme Mahasiswa.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 27 April 2024

WUJUDKAN LINGKUNGAN HIJAU BERKELANJUTAN, HIMABIO GELAR WEBINAR BUILDING A GREEN CAMPUS

 [ Berita ]

Sumber: Himabio UIN Raden Intan Lampung
Ahmad Fachri selaku Duta Kampus Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia 2022 dan Restiya Ardhita selaku Duta Lingkungan 1 Puteri UIN RIL 2023 selaku pemateri, mahasiswa Biologi, dan 127 peserta se-Lampung. 


Raden Intan — Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Webinar Building A Green Campus sebagai bentuk mewujudkan lingkungan hijau berkelanjutan di UIN RIL. (Sabtu, 27/04/24)

Dengan mengusung tema “Building A Green Campus: Sharing Best Practices And Collaboratib Inter Campus” webinar ini dilaksanakan melalui Dalam Jaringan (Daring) via Zoom Meeting pada pukul 08.00—11.00 WIB,  dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap lingkungan sekitar kampus.

Turut pula dihadiri oleh Dr. Saidy, M.Ag selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Biologi, Ahmad Fachri selaku Duta Kampus Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia 2022 dan Restiya Ardhita selaku Duta Lingkungan 1 Puteri UIN RIL 2023 sekaligus pemateri, mahasiswa Biologi, dan 127 peserta se-Lampung. 

Kaprodi Biologi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan webinar baik untuk menumbuhkan skill dan berpikir kritis mahasiswa. 

“Adanya webinar seperti ini bertujuan agar seluruh mahasiswa dapat menumbuhkan skill dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis, karena kita tau bahwa mahasiswa dituntut mengikuti perkembangan zaman atau istilahnya digitalisasi,” tutur Saidy. 

Selain membahas terkait lingkungan, webinar ini juga membahas mengenai konsep, indikator, strategi implementasi, dan conclusion terkait kampus hijau kepada mahasiswa yang hadir agar dapat melestarikan lingkungan kampus dan sekitarnya.

Adapun, Kayla Sasmitha Halim selaku salah satu peserta berharap agar pembangunan kampus hijau berkelanjutan dapat berjalan dengan baik. 

“Saya berharap semoga ke depannya dapat lebih paham tentang isu lingkungan dan dapat diterapkan di kehidupan serta turut membantu mengedukasikan ke masyarakat,” harapnya

Rep: Dina & Shella
Editor: Cerpen