Senin, 24 November 2025

UKM BAPINDA UIN RIL DORONG PENINGKATAN LITERASI LEWAT KEGIATAN BOOK PARTY

[ Berita ]


Sumber: UKM BAPINDA UIN RIL

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Pembinaan Dakwah (BAPINDA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dorong peningkatan literasi lewat kegiatan book party. (Senin, 24/11/25)

Bidang Kajian Riset Intelektual (KRI) UKM BAPINDA berkolaborasi dengan Komunitas Gelar Tikar Book.id sukses menggelar kegiatan "Book Party" pada Minggu, 23 November 2025 lalu. 

Kegiatan yang berlokasi di Pelataran Embung UIN RIL ini ramai dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, siswa, mahasiswa, hingga orang tua. 

Book Party ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan aktivitas literasi, khususnya bagi masyarakat di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada upaya menumbuhkan pemahaman dan ilmu yang terkandung dalam buku-buku bacaan.

Rizki M Sidik selaku Ketua Bidang KRI UKM BAPINDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia ingin memberikan dampak kecil yang nyata bagaimana seluruh mahasiswa di UIN RIL khususnya bisa gemar dan meningkat dalam literasi, bahkan bisa suka dengan membaca buku.

Zahro selaku salah satu pengurus dari Komunitas Gelar Tikar Book menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah sering mereka adakan.

"Kegiatan ini dilandasi dari informasi yang ada bahwa tingkat literasi di Indonesia saat ini sangat rendah, kami ingin membuktikan bahwa Indonesia tidak seperti itu," ucapnya.

Arif Rahman, salah satu mahasiswa UIN RIL yang hadir dalam acara "Book Party," mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan kolaboratif ini.

​"Saya kira acara ini sangat keren dan dibutuhkan oleh mahasiswa, terutama yang ingin menambah wawasan di luar materi kuliah yang menciptakan suasana yang jauh dari kesan kaku," ujarnya.

Reporter: Indepth
Editor: Novel

Kamis, 20 November 2025

WUJUDKAN SDGS MELALUI EKONOMI SYARIAH, UKM RIIEF UIN RIL ADAKAN KEGIATAN SEE

[ Berita ]


Sumber: Panitia SEE X 2025

Raden Intan — Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui ekonomi syariah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Raden Intan Islamic Entrepreneur Forum (RIIEF) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) adakan kegiatan Sharia Economic Event (SEE). (Jum'at, 21/11/25)

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni sejak tanggal 21—22 November 2025, serta mengangkat tema "Sinergi Ekonomi Syariah: Mewujudkan SDGs dalam Semangat Ukhuwah, Kolaborasi, dan Keilmuan".

SEE X 2025 merupakan pelaksanaan kegiatan tahunan ke 10, yang diadakan oleh UKM RIIEF untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, adil, dan beretika dalam SDGs melalui ekonom muda rabbani. 

Kegiatan SEE X menyelenggarakan beberapa perlombaan di antaranya perlombaan Olimpiade Ekonomi Islam (OEI), Business Plan (BP), Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan Desain Poster, juga kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS). Perlombaan ini diselenggarakan di Gedung Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN RIL.

Kegiatan ini rurut dihadiri oleh Dr. H. Ridwansyah, S.E., M.E.Sy., dan Femei Purnamasari, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Pembina UKM RIIEF, Koordinator regional Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang diwakili oleh Syifa Aulia Ningrum selaku Bendahara Regional FoSSEI Sumbagsel, perwakilan UKM se-UIN RIL, dan 43 peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

M. Ghailan Danish selaku Ketua Umum (Ketum) UKM RIIEF berharap bahwa melalui kegiatan ini, ekonomi syariah bisa bersinergi dengan SDGs.

"Melalui kegiatan ini saya berharap kita semua dapat memahami bagaimana ekonomi syariah bersinergi dengan SDGs dan mendorong kolaborasi serta mendorong rasa ukhuwah antar generasi muda," ucapnya.

Wandi Abdul Ajid selaku peserta perlombaan OEI dari Universitas Gunadarma menyampaikan perasaannya terhadap pelaksanaan acara ini.

"Saya tentunya sangat bersyukur sekali bisa lolos sampai tahap babak final ini, saya berharap juga bisa mendapatkan hasil yang lebih baik pada perlombaan tahun ini," ungkapnya.

Adapun Ahmad Rifai selaku peserta perlombaan KTI dari Universitas Tidar berpesan semoga kedepannya kegiatan SEE ini lebih besar lagi dengan memperluas banyak cabang lomba.

Reporter: Novel
Editor: Cerpen

Sabtu, 15 November 2025

BERIKAN KONTRIBUSI NYATA, UKM KSE UIN RIL TANAM 1000 BIBIT MANGROVE

[ Berita ]


Sumber: Courage


Raden Intan — Berikan kontribusi nyata, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Ekologi (KSE) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menanam 1000 bibit mangrove. (Minggu, 16/11/25).

Penanaman mangrove merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM KSE dan tahun 2025 adalah kali kedua terselenggaranya penanaman mangrove dengan mengangkat tema "Mangrove For Life", yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian hutan mangrove untuk kepentingan ekosistem bagi lingkungan pesisir.

Kegiatan Mangrove For Life diikuti oleh 118 peserta yang didampingi Komunitas Mangrove setempat dan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2025 di Hutan Mangrove Petengoran, Pesawaran, Lampung.

Terdapat 2 jenis tanaman Mangrove yang ditanam yaitu Rhizopora apiculata dan Rhizopora stylosa dengan jumlah total 1000 bibit mangrove.

Destiara Nabila selaku Ketua Umum (Ketum) UKM KSE dalam sambutan berharap dengan ini dapat meningkatkan kesadaran menjaga dan melindungi alam.

"Saya berharap dengan kegiatan ini kesadaran dan partisipasi baik mahasiswa maupun masyarakat meningkat dalam menjaga dan melindungi alam," harapnya.

Panut salah satu peserta juga menyampaikan kesan dan pesannya mengikuti kegiatan ini.

"Kegiatannya sangat positif, menambah keterampilan dan pengalaman baru bagi saya, semoga terus dipertahankan budaya kolaboratif sperti ini," ucapnya.

Reporter: Courage
Editor: Indepth

KUNCI MENGHADAPI KRISIS KEHIDUPAN, UKM BAPINDA GELAR SEMINAR KEMUSLIMAHAN SELF AWARENESS

[ Berita ]


Sumber: Erliana


Raden Intan — Kunci menghadapi krisis kehidupan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Pembinaan Dakwah (BAPINDA) gelar seminar kemuslimahan self awareness. (Sabtu,15/11/25)

Kegiatan ini Berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang diikuti kurang lebih sebanyak 250 peserta dan tamu undangan.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara Gelaran Tahunan Satu Rasa (LATANSA) ke-XXIX dalam rangka milad UKM BAPINDA dengan mengusung tema "Self Awareness: Sebagai Kunci Menghadapi Krisis".

Sa’ad Abdul Hakim, selaku ketua pelaksana (ketuplak) mengatakan bahwa tujuan dari seminar kemuslimahan kali ini adalah untuk memberikan edukasi psikologis mengenai pentingnya mengenal diri sendiri, sekaligus menjadi sarana muhasabah agar individu mampu menghadapi krisis identitas yang banyak dialami oleh remaja hingga dewasa.

Dea Aulia selaku pemateri seminar kali ini, menjelaskan terkait materi krisis kehidupan manusia.

"Krisis identitas atau kehidupan memiliki ciri-ciri cenderung mengikuti orang lain, melakukan sesuatu untuk mendapat pujian. Solusi konkretnya dengan membedakan "fear or failure" dengan "fear of judgment" point untuk membuat kita sadar dan kembali ke konsep fitrah kita sebagai manusia," ujarnya.

Kemudian Rahma selaku salah satu peserta dari UIN RIL turut menyampaikan tanggapannya terhadap acara tersebut.

"Acara seminar kali ini sangat menarik, pemateri sangat menginsiprasi terutama tentang cara mengenal self awareness," ucapnya.

Reporter: Salsa & Erliana
Editor: Indepth

Selasa, 11 November 2025

GELAR PAHLAWAN SOEHARTO, SAAT LUKA LAMA DIBALUT PITA PENGHORMATAN

[ OPINI ]


Sumber: rri.co.id

Pemerintah Republik Indonesia (RI) resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, pada Senin 10 November 2025 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. 

Hal ini menuai berbagai reaksi publik. Di satu sisi pemerintah menilai bahwa Soeharto layak menerima gelar tersebut atas jasa-jasanya dalam aspek pembangunan dan stabilitas ekonomi. Namun di sisi lain tak sedikit pula pihak yang menganggap bahwa keputusan ini tidak mempertimbangan secara penuh sisi gelap rezim orde baru. 

Dikutip dari cnnindonesia.com, dua anak Soeharto yakni Siti Hardijanti alias Tutut Soeharto dan Bambang Trihamodjo mewakili pihak keluarga menerima gelar dari pemerintah. Pemberian gelar pahlawan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Saya rasa, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto seharusnya dipertimbangkan dengan lebih teliti dan hati-hati. Gelar ini bukan hanya sekedar simbol penghargaan dan penghormatan, melainkan juga bentuk pengakuan moral. Saya tidak menolak gelar penghormatan kepada pemimpin bangsa, tetapi saya meyakini bahwa kepahlawanan tidak seharusnya diukur dari berapa lama seseorang berkuasa atau seberapa besar jasanya dalam pembangunan, melainkan dilihat dari keberanian seorang pemimpin untuk menegakkan keadilan dan menjunjung nilai kemanusiaan.

Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa Soeharto adalah pemimpin yang meninggalkan jasa besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di bawah masa kepemimpinannya Indonesia pernah menikmati masa swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi yang pesat. 

Namun di balik keberhasilan tersebut sejarah juga mencatat sisi gelap dari masa pemerintahannya seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pembatasan kebebasan berpendapat, dan praktik korupsi yang mengakar selama 32 tahun pemerintahannya.

Dikutip dari tempo.co, pada masa kepemimpinannya terjadi 9 pelanggaran HAM berat seperti peristiwa penembakan misterius 1981-1985, tragedi Tanjung Priok 1984, pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh pada 1989-1998, dan pelanggaran lainnya. 

Luka-luka itu bukan sekadar catatan masa lalu, tapi trauma kolektif bangsa yang masih terasa hingga kini. Sebagai warga negara, saya sulit menerima jika gelar Pahlawan Nasional disematkan tanpa mempertimbangkan beban moral dari peristiwa-peristiwa tersebut. Kepahlawanan bukan hanya soal keberhasilan membangun, tapi juga soal bagaimana seseorang memperlakukan kemanusiaan di tengah kekuasaan.

Pemberian gelar ini menunjukkan betapa mudahnya bangsa kita melupakan masa lalu yang kelam. Bangsa yang besar seharusnya tidak menutupi luka lama dengan pita penghormatan, melainkan mengobatinya dengan kebenaran dan keberanian mengungkap masa lalunya. Mengakui kesalahan bukan berarti menghapus jasa yang telah diperbuat, melainkan menempatkan sejarah pada posisi yang jujur dan utuh.

Sebagai warga negara kita boleh menghormati jasa Soeharto, tetapi kita juga wajib mengingat para korban yang hadir dari sistem yang ia bangun. Karena pahlawan sejati bukan hanya tentang siapa yang berjasa, tetapi juga tentang siapa yang tidak menindas demi mencapai suatu keberhasilan dan kejayaan.

Karya: Sakira Aurel 
Editor: Tala

Minggu, 09 November 2025

NAPAS PENGABDIAN

[ Puisi ]


Sumber: Pinterest

Pada secarik senja, negeri pernah memerah
Bukan oleh sang surya, tetapi oleh darah
Ia menantang maut dengan dada penuh pasrah
Rela gugur demi kehidupan yang kelak cerah

Ia berjalan di tanah gersang berlumur darah
Menggenggam harapan dalam diam tanpa seruan
Dengan tekad bergemuruh dari jiwa paling rapuh
Tiada mahkota, tiada sanjungan megah di jalanan

Bambu runcing pernah menjadi doa yang bersayap
Tentang keberanian dari harapan yang nyaris lenyap
Setiap tetes keringat menulis babak dalam senyap
Mengudara menembus penjajah yang angkuh tegap

Cintanya tak pernah meminta balasan
Tak bertanya ganjaran yang kelak menjadi titipan
Cintanya menjelma perlawanan
Untuk tanah air yang dipeluk dalam langkah penuh ketegasan

Ia bukan pemilik pedang, bukan pula penulis sumpah
Namun hadirnya tak pernah luruh ditelan waktu yang basah
Bagai hujan menyembuhkan daun layu di pucuk paling lemah
Napasnya menjadi tiang bagi harapan yang terus mengapung gagah

Karya: Nabila
Editor: Tala

UKM PERSMA RI RESMI KUKUHKAN ANGGOTA TETAP DALAM PJMTD TAHUN 2025

[ Berita ]


Sumber: Content

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) resmi mengukuhkan anggota tetap dalam Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD) tahun 2025. (Minggu, 09/11/25)

Acara ini berlangsung di Taman Betung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Dimulai sejak tanggal 07 hingga 09 November 2025, dengan rangkaian acara yaitu penguatan dasar kejurnalistikan berupa materi-materi yang diberikan selama 2 hari, kegiatan kaderisasi, dan pengukuhan anggota magang menjadi anggota tetap.

Pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi syarat khusus untuk menjadi anggota tetap UKM PersMa RI, sekaligus ruang pembekalan dan penguatan kapasitas dari setiap peserta.

Turut dihadiri oleh Ahmad Abizar selaku Staf Ahli UKM PersMa RI, jajaran presidium dan pengurus UKM PersMa RI, panitia pelaksana, alumni dan demisioner, serta 19 peserta anggota tetap UKM PersMa RI.

Pembacaan prakata oleh Staf Ahli UKM PersMa RI

Staf Ahli UKM PersMa RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa ke depannya para anggota tetap semakin berkarya sebebas mungkin dengan batasan-batasan yang tentunya harus tetap dipatuhi.

"Untuk ke depannya, silakan kalian berkarya sebebas mungkin dengan batasan-batasan yang harus tetap dipenuhi tentunya. Semoga dengan kegiatan ini bisa membentuk sayap-sayap kalian untuk bisa terbang lebih tinggi lagi," ucapnya.

Azraq Kaffasoba selaku Pemimpun Umum (Pimum) UKM PersMa RI juga turut menyampaikan harapannya terkait diadakannya kegiatan ini.

"Saya sebagai Pemimpin Umum menyampaikan selamat atas ditetapkannya kalian sebagai anggota tetap. Semoga setelah ini kalian bisa berkarya, berkontribusi, dan energi positif ke dalam UKM PersMa RI," ujarnya.

Adapun Novita Purnama Sari selaku anggota tetap UKM PersMa RI mengatakan bahwa acara PJMTD selama 3 hari ini sangat luar biasa, terlebih lagi sangat mendapatkan banyak ilmu dari materi yang disampaikan selama kegiatan.

Reporter: Tala

Editor: Novel