Minggu, 30 Maret 2025

HARMONI DALAM PERBEDAAN

[ Cerpen ]


Sumber: Artificial Intelligence

Langit di Kabupaten Bhaskara mulai gelap. Angin sore membawa aroma tanah basah setelah hujan ringan tadi siang. Di teras rumah bercat krem, Ardana duduk seraya meluruskan kakinya. Sementara Nawasena menggoyangkan kakinya dengan santai. Di antara mereka, Rakha, bocah enam tahun yang pipinya masih belepotan sisa kue, sibuk menyeruput susu dari gelasnya.

Tiba-tiba sebuah suara seolah menghantam gendang telinga mereka. Bunyi petasan meledak di jalan depan rumah membuat mereka kaget setengah mati. Rakha loncat kaget, hampir menumpahkan susunya.

"ASTAGA! SIAPA ITU?!"

Ardana terkekeh, menebak pasti anak-anak sekitar yang mulai heboh menjelang lebaran. Dari dalam rumah sebelah, suara Pak Iwan terdengar menggelegar, memprotes kebisingan.

Rakha merapat ke Nawasena, wajahnya kebingungan. Nawasena tersenyum kecil, menjelaskan bahwa besok Nyepi, jadi wajar kalau Pak Iwan ingin suasana lebih tenang. "Besok hari raya Nyepi, Pak Iwan pasti mau tenang karena ini malam Catur Brata," jelas Nawasena.

Mendengar itu, Rakha tiba-tiba teringat sesuatu dan mengernyit. "Catur Brata? Catur yang sering dimainin Paman Sangkuni yang bunda tonton itu ya?"

Ardana hampir terbatuk saking tertawanya, sementara Nawasena ikut tersenyum. "Bukan, Cil! Kebanyakan nonton Mahabharata nih kamu, jadi taunya catur dadu aja!"

Rakha cemberut, membuat Nawasena akhirnya menjelaskan. "Catur Brata itu empat pantangan utama saat Nyepi. Kita gak boleh menyalakan api atau listrik, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan. Makanya harus tenang."

Rakha membelalakkan mata saat menyadari kalau itu berarti ia tidak bisa nonton televisi atau bermain ponsel. Kepanikannya semakin menjadi, seolah-olah tidak bisa hidup tanpa hiburan. Namun, sebelum ia sempat mengeluh lebih jauh, suara petasan kembali meledak, membuatnya spontan memeluk kaki Nawasena dan berteriak menyuruh orang-orang berhenti.

Ardana hanya menepuk bahunya dengan santai, meyakinkan bahwa besok tidak akan ada yang berisik karena aturan Nyepi. Rakha mendecak kesal, lalu berjanji jika ada yang tetap menyalakan petasan, ia sendiri yang akan menyuruh mereka diam.

Beberapa menit setelahnya, adzan Isya berkumandang. Ardana bangkit dan meregangkan badannya. Ia hendak bersiap-siap untuk tarawih dan menanyakan apakah Nawasena akan langsung pulang.

Nawasena mengangguk, mengingat ia juga harus bersiap menjalani Nyepi. Namun sebelum benar-benar pergi, Rakha menarik tangannya dan menatapnya dengan serius.

"Kak Nawa, kalau besok orang-orang tetap main petasan, Kakak marah nggak?"

Nawasena menatap bocah itu lembut, lalu menggeleng pelan. "Aku nggak marah, Cil. Tapi sedih."

Rakha terdiam, menunggu penjelasan.

"Soalnya, toleransi itu artinya saling menghormati," ujar Nawasena. "Aku nggak bisa marah kalau ada yang lupa, tapi kalau mereka ngerti terus tetap ganggu, berarti mereka nggak peduli sama orang lain."

Rakha tampak berpikir, lalu akhirnya mengangguk mantap. Ia berjanji tidak akan mengganggu Kak Nawa besok dan memilih bermain di dalam rumah saja.

Saat hendak berpisah, Ardana masuk ke dalam rumah sebentar, lalu kembali dengan sebuah kantong plastik kecil. Ia menyerahkannya pada Nawasena dengan senyum simpul.

"Tadi Ibu nitip ini buat kamu," ucapnya.

Nawasena membuka kantong itu. Ada kurma, sepotong dodol, dan sekotak kecil kue kering di dalamnya.

"Kata Ibu, berbagi itu nggak harus nunggu Lebaran. Buat buka puasa lusa nanti, kamu bisa makan ini," lanjut Ardana.

Nawasena tersenyum lebar, merasa hangat oleh perhatian kecil itu. "Makasih, Dhana. Besok aku nggak bisa ngomong sama kamu, jadi sebelum puasa bicara dimulai... jaga diri baik-baik ya, jangan nakal!"

Mereka tertawa sebelum akhirnya berpisah. Besok, Nawasena akan menjalani Nyepi dalam keheningan, sementara Ardana menyambut Lebaran. Tapi malam ini, mereka duduk berdampingan di bawah langit yang sama, berbagi cerita, berbagi tawa, dan yang paling penting saling menghormati serta menghargai satu sama lain.

Karya: Sight
Editor: Indepth

Sabtu, 29 Maret 2025

USMAR ISMAIL, SOSOK DI BALIK BAPAK FILM NASIONAL

[ Artikel ]


Sumber: Kuasa.kata.com


Usmar Ismail adalah sosok penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Lewat film-filmnya, ia tidak hanya membentuk identitas perfilman nasional, tetapi juga menjadi media untuk menyuarakan realitas kehidupan masyarakat pasca kemerdekaan. Kontribusinya yang besar dalam dunia perfilman membuatnya dijuluki sebagai Bapak Film Nasional. Dikutip dari kompas.com, selain dijuluki sebagai Bapak Film Nasional, pada 10 November 2021, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Usmar Ismail, seorang sutradara film, sastrawan, wartawan, dan pejuang Indonesia. Pemberian gelar ini dilakukan secara resmi di Istana Negara berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 109/TK/TH 2021 tanggal 25 Oktober 2021.

Usmar Ismail lahir pada 20 Maret 1921 di Bukittinggi, Sumatera Barat dan wafat pada 2 Januari 1971 di usianya yang hampir genap lima puluh tahun. Usmar menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia, ia melanjutkan studi ke University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat. Sejak muda, ia aktif di dunia sastra dan teater. Ia mendirikan kelompok Sandiwara Maya pada tahun 1943 bersama abangnya, El Hakim, dan tokoh-tokoh sastra lainnya seperti Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, serta H.B. Jassin. Kelompok ini dianggap sebagai awal mula lahirnya teater modern di Indonesia.

Pasca kemerdekaan, Usmar berkarier sebagai wartawan dan turut mendirikan surat kabar Rakyat, harian Patriot, serta bulanan Arena. Namun, minatnya pada dunia film semakin kuat. Hingga pada tahun 1950 ia mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia (PERFINI), yang menjadi salah satu langkah awal dalam membangun industri film nasional. Dilansir dari p2k.stekom.ac.id, Usmar mendirikan PERFINI, rumah produksi pertama yang sepenuhnya dikelola oleh orang Indonesia tanpa campur tangan asing. 

Salah satu karya pentingnya adalah Darah dan Doa, yang menjadi film pertama diproduksi oleh PERFINI. Film ini seringkali dianggap sebagai film Indonesia "nasional" pertama karena merupakan film yang disutradarai oleh orang Indonesia asli, diproduksi oleh perusahaan film Indonesia, dan diambil gambarnya di Indonesia. Selain itu, Usmar juga beranggapan bahwa Darah dan Doa mencerminkan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, tanggal 30 Maret yang bertepatan dengan hari pertama syutingnya, kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.

Pengaruhnya dalam dunia perfilman masih terasa hingga kini. Semangat dan dedikasi Usmar Ismail terus menginspirasi generasi muda dalam berkarya. Keberaniannya menyuarakan realitas sosial melalui film menjadi teladan bagi sineas yang ingin menghadirkan karya bermakna. Warisan yang ia tinggalkan tidak hanya mengukir sejarah, tetapi juga memberikan arah bagi masa depan perfilman Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam dunia perfilman, pemerintah mengabadikan namanya dalam Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Jakarta.

Usmar Ismail bukan hanya seorang sutradara, tetapi juga tokoh penting dalam perkembangan film Indonesia. Lewat karyanya, ia membuktikan bahwa film dapat merekam sejarah, menyuarakan realitas sosial, dan memperkuat identitas bangsa. Hingga kini, pemikirannya masih menginspirasi sineas muda. Oleh karena itu, tidak heran jika ia dikenang sebagai Bapak Film Nasional, dan Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret menjadi bentuk penghormatan atas jasanya.

Karya: Ismi 

Editor: Indepth

Senin, 24 Maret 2025

KETUA DPRD PROVINSI LAMPUNG AKAN SAMPAIKAN ASPIRASI MAHASISWA KE PEMERINTAH PUSAT

[ Berita ]


Sumber: Novita

Raden Intan – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung akan sampaikan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat. (Senin, 24/03/25)

Ratusan mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, menuntut pencabutan UU TN dan penolakan RUU Polri. Aksi yang berlangsung pada hari ini mendapat respon langsung dari Bapak Ahmad Giri Akbar, SE., M.BA., selaku Ketua DPRD Provinsi Lampung, turun langsung menemui para demonstran untuk berdialog. 

Massa aksi menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak regulasi tersebut, sementara Ketua DPRD menyampaikan bahwa ia akan menampung dan meneruskan aspirasi mereka ke pemerintah pusat. Situasi di lokasi aksi berlangsung dengan ketegangan yang tetap terkendali di bawah pengamanan aparat.

Ahmad Giri Akbar, SE., M.BA., memberikan tanggapannya secara langsung di depan para demonstran.

"Kami menerima aspirasi teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Lampung untuk kami sampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang kedua juga kami berterima kasih atas aspirasi, masukan teman-teman BEM," ucapnya.

Selanjutnya, Muhammad Ammar Fauzan selaku Jendral Lapangan yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Lampung (UNILA) dalam forum menyampaikan bahwa disahkannya UU secara diam-diam menyebabkan kekhawatiran kembalinya pada masa orde baru.

"Tentunya pada hari ini bentuk kekhawatiran teman-teman massa aksi terkait masa orde baru akan kembali karena disebabkan oleh pengesahan RUU secara diam-diam oleh DPR," jelasnya.

Reporter: Naya & Syifa

Editor: Indepth

Kamis, 20 Maret 2025

RUU TNI SUDAH SAH, AKSI KAMISAN LAMPUNG TETAP TERLAKSANA SUARAKAN DAMPAKNYA

[ Berita ]


Sumber: Courage

Raden Intan — Rancang Undang-Undang (RUU) Tentara Negara Indonesia (TNI) sudah disahkan, aksi Kamisan di Lampung tetap dilaksanakan untuk menyuarakan dampaknya bagi masyarakat sipil. (Kamis, 20/03/25).

Aksi yang dilakukan Kamis Sore sekitar pukul 16.00 WIB di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung ini tetap dilaksanakan. Dalam aksi, Haikal Rasyid selaku perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung suarakan dampak buruk disahkannya RUU TNI tersebut diantaranya:

1. RUU ini berpotensi memperbesar peran TNI dalam ranah politik. 

2. Dengan memperluas peran TNI dalam pengawasan dan bahkan penegakan hukum, akan ada risiko penyalahgunaan kekuasaan oleh institusi militer. 

3. Potensi militerisasi dalam kehidupan sehari-hari. 

4. Terjadinya konflik kepentingan, TNI memiliki kepentingan tertentu dalam aspek ekonomi dan sosial yang mungkin bertentangan dengan kepentingan rakyat.

5. RUU TNI ini dapat menimbulkan ketegangan sosial, terutama jika masyarakat merasa bahwa militer memiliki kekuasaan yang terlalu besar.

Selain itu, Haikal turut menyampaikan RUU TNI ini akan mengancam supermasi sipil dan demokrasi dalam kehidupan bersama. 

"Pengesahan RUU ini bermasalah karena terdapat banyak pasal-pasal yang mengancam sipil dan demokrasi. Meskipun RUU ini telah disahkan kita tetap harus menyuarakan penolakan itu supaya publik bisa mengerti RUU ini akan memberi dampak dikehidupan kita bersama," jelasnya.

Selanjutnya, Rifandy Ritonga selaku akademisi Fakultas Hukum (FH) dari Universitas Bandar Lampung (UBL) menyampaikan tanggapannya bahwa negara ini lahir dari supremasi sipil, dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) yang berlaku, tugas TNI adalah melindungi masyarakat sipil.

"Negara ini lahir dari supermasi sipil. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 30 ayat (3) juga di sana menyatakan bahwa tugas TNI adalah melindungi masyarakat sipil, bukan malah mengatur kehidupan masyarakat sipil," ucapnya.

Reporter: Lisa & Salsa 

Editor: Indepth

5000 MAHASISWA UIN RIL AKAN KKN DI BANDAR LAMPUNG, BENTUK KOMERSIALISASI PENDIDIKAN?

[ Opini ]


Sumber: radenintan.ac.id

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program yang umumnya diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya untuk mengajak mahasiswa turun langsung ke masyarakat, mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari, dan memberikan kontribusi nyata. Biasanya, KKN ditempatkan di berbagai daerah yang membutuhkan bantuan atau mengalami ketertinggalan dalam berbagai aspek seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.

Di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sendiri, KKN biasanya dilakukan di beberapa kabupaten di Lampung maupun luar Lampung. Namun, tahun ini berbeda. Karena baru-baru ini UIN RIL mengumumkan rencana untuk mengerahkan 5.000 mahasiswa dalam program KKN pada 126 kelurahan di kota Bandar Lampung. Dalam Program ini disebut sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat setempat. Meski disambut baik dan mendapatkan dukungan dari Wali Kota Bandar Lampung, kebijakan ini menuai beragam respons di kalangan 5000 mahasiswa yang disebutkan.

Keputusan untuk memusatkan 5000 mahasiswa KKN di Bandar Lampung menimbulkan pertanyaan apakah ini bentuk pengabdian yang efektif atau justru kehilangan esensi KKN itu sendiri?. KKN yang seharusnya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi langsung kepada warga desa serta mencoba hidup di lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Merancang dan merencanakan apa yang ingin dilakukan di desa tersebut untuk warga desa, agar membentuk desa, satu tingkat lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa mahasiswa menyampaikan pandangannya terkait kebijakan ini. Seperti A (dengan nama samaran) selaku mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menurutnya, di luar kota Bandar Lampung masih banyak daerah yang tertinggal dan membutuhkan perhatian. Kemungkinan keputusan ini disebabkan oleh adanya efisiensi anggaran di UIN RIL. Berbeda dengan F (nama samaran) selaku mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), ia sempat bertanya kepada mahasiswa UIN Syarif Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Malik Ibrahim Malang yang belum ada kabar pelaksanaan KKN. Mahasiswa tersebut menduga kemungkinan karena efisiensi anggaran. Ia juga menyampaikan kita perlu mengkaji lagi untuk di UIN RIL karena berita dana anggaran dari pemkot sebelumnya. 

Dari dua pandangan ini, saya yang juga menjadi salah satu bagian dari 5000 mahasiswa tersebut merasa bahwa berita yang telah tersebar dari laman UIN RIL yang ingin membangun Fakultas Kedokteran dan diberikannya hibah berupa rumah sakit oleh Walikota Bandar Lampung sebesar 75 Miliar. Berita ini secara tak langsung menimbulkan asumsi-asumsi bagi mahasiswa yang merasa terdapat kerjasama antara UIN RIL dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung termasuk Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana. 

Saya mempertanyakan apakah 5000 mahasiswa ini menjadi syarat hibah agar dapat membangun Fakultas Kedokteran dan rumah sakit tersebut? Apakah penempatan mahasiswa KKN itu murni berdasarkan kebutuhan akademik atau motif lain terkait hibah yang diberikan?. Hal ini dapat dianalisis bahwa jika dugaan ini benar adanya, kampus secara langsung mewajibkan mahasiswa melakukan KKN di kota Bandar Lampung sebagai bentuk timbal balik, maka ini bisa jadi sebagai bentuk komersialisasi pendidikan yang terselubung.

Sesuai peraturan yang berlaku dalam Undang-undang (UU) No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bebas dari intervensi politik dan kepentingan komersial yang tidak sesuai dengan misi pendidikan. Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial menyatakan bahwa hibah harus diberikan tanpa syarat yang mengikat secara timbal balik. Jika ada indikasi kampus "membalas" hibah dengan kebijakan tertentu, ini dapat melanggar aturan tersebut. Tak hanya ini, saya juga merasa ini ada kaitannya dengan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, namun ini sepertinya bukan alasan utama dan seharusnya keputusan ini dipertimbangkan dengan matang.

Selain 2 mahasiswa tadi, beberapa perwakilan dari setiap fakultas lain juga yang menyatakan tidak setujunya mereka dengan keputusan yang diambil oleh pihak kampus ini. Di Fakultas Syari'ah, Jr (nama samaran) menyayangkan karena ia yang berdomisili di Bandar Lampung sangat ingin merasakan tugas di luar Bandar Lampung dan akan bingung juga kedepannya KKN benar dilaksanakan di kota karena masih banyak desa-desa yang membutuhkan kerja dari mahasiswa KKN. Pendapat serupa yang diungkapkan ND (nama samaran) dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FU) yang merasa penempatan ini berdekatan membuat interaksi dengan masyarakat desa menjadi kurang maksimal dan pasti banyak mahasiswa yang kecewa karena ingin KKN menjelajahi Lampung atau bahkan luar Lampung seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, LA (nama samaran) dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) berpendapat bahwa keputusan ini kurang efektif karena mahasiswa nantinya tidak hadir ditengah warga yang benar-benar merasa butuh bantuan dan akan menghilangkan esensi KKN itu sendiri.

Semua pandangan ini menjadi bukti tidak setujunya mahasiswa dengan keputusan kampus yang akan mengarahkan 5000 mahasiswa tersebut untuk KKN di kota Bandar Lampung. Seharusnya dengan ini universitas dapat mempertimbangkan kembali dan merealisasikan apa yang diinginkan mahasiswa untuk tetap melakukan KKN seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika tidak, saya rasa ini makin bertambahnya rasa tidak percaya pada kredibilitas universitas dalam mengambil keputusan. KKN yang seharusnya berfungsi menjadi perjalanan transformatif bagi mahasiswa dalam pengabdian langsung di sebuah desa. Menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi tantangan baru, dan belajar dari realitas sosial yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Dengan memusatkan KKN di Bandar Lampung, mahasiswa akan kehilangan kesempatan yang dinantikan seumur hidup sekali.

Karya: Tim UKM PersMa RI

Selasa, 18 Maret 2025

TERAPKAN EFISIENSI ANGGARAN DI UIN RIL, TUAI TANGGAPAN CIVITAS AKADEMIKA

[ Berita ]


Surat Edaran Work From Home

Raden Intan — Terapkan efisiensi anggaran Kementerian Agama (Kemenag) di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), tuai berbagai tanggapan dari civitas akademika UIN RIL. (Rabu, 19/03/25)

Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 12 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Langkah ini merupakan tanggapan terhadap Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang pentingnya efisiensi dalam Anggaran Pendapatan Badan Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Badan Daerah (APBD).

Tujuannya untuk memberikan pedoman kepada kepala satuan kerja Kemenag dalam melaksanakan kebijakan efisiensi anggaran. Dikutip melalui laman kemenag.go.id Sekretaris Jenderal Kemenag pada (9/3), Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa edaran ini diharapkan dapat memastikan pelaksanaan tugas kementerian berjalan secara tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.

Adanya surat tersebut, UIN RIL menindaklanjuti dengan melakukan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh civitas UIN RIL untuk memperhatikan pelaksanaan anggaran dalam mendukung program prioritas pemerintah dan Kemang, penggunaan listrik dan air dibatasi dan memberikan pelayanan melalui Work From Home (WFH) pada setiap hari Jum'at dan dapat melaksanakan di luar kantor. 

Hal ini menuai tanggapan dosen dan mahasiswa UIN RIL. Dalam wawancara bersama RK (nama samaran) selaku dosen UIN RIL, menyampaikan bahwa efisiensi ini juga berpengaruh dalam hal penghematan dana sehingga dapat memanajemen segala sesuatunya sesuai kebutuhan.

"Efisensi dari Kemenag yang diterapkan ke UIN RIL menurut saya sedikit berpengaruh terutama soal penghematan dana karena terbiasa melakukan keperluan selama ini secara berlebihan. Dibalik sisi negatifnya ada juga positifnya agar bisa menyusun segalanya sesuai kebutuhan," ujarnya.

Selanjutnya, Ghofur selaku mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) menyampaikan bahwa ia kurang setuju dengan diterapkannya efisiensi anggaran ini.

"Terkait dengan surat edaran bahwasanya untuk perkuliahan hari jumat online dalam pengaplikasiannya, saya kurang setuju karena mengurangi efektivitas, produktivitas pembelajaran akan tetapi positifnya ini dapat mengurangi biaya transpotasi saya," ujarnya.

Aulia Nissa Ahnafia selaku mahasiswa prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) merasa, hadirnya efisiensi yang menjadikan perkuliahan dilaksanakan secara online di hari Jumat mempengaruhi kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, sehingga membuat perkuliahan kurang maksimal.

Reporter: Ghazy & Fathan 

Editor: Indepth

MENGGALI MAKNA JULUKAN LAMPUNG, "LITTLE INDONESIA" SEBAGAI SIMBOL KEBERAGAMAN BUDAYA

[ Artikel ]


Sumber: blogger.com

Lampung merupakan sebuah provinsi yang ada di Indonesia tepatnya berada di ujung selatan pulau Sumatera, Indonesia. Lampung masuk ke dalam wilayah administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lampung memiliki luas keseluruhan 35.376,50 kilometer persegi. Ibukota provinsi ini adalah Bandar Lampung.

Kota ini menampung masyarakat dari luar Lampung. Dilansir dari detik.com, Lampung memiliki banyak ragam suku, salah satunya suku Jawa yang mendominasi di wilayah Lampung. Bahkan lebih kagetnya lagi suku-suku tersebut lebih banyak daripada penduduk asli Lampung. Hal ini dibuktikan melalui data dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Provinsi Lampung mulai dari etnis Jawa 60,10%, dan Lampung sendiri 21,9%. Ini menjadi alasan kenapa Lampung dijuluki sebagai Little Indonesia atau Indonesia Kecil.

Dilansir dari Idn.times, penyebaran suku di Lampung ini disebabkan oleh pelaksanaan program transmigrasi pada era kolonial Belanda termasuk suku Jawa dan Sunda, ke Provinsi Lampung. Bahkan setelah masa kemerdekaan dan selama beberapa dekade berikutnya, program transmigrasi ini terus dilanjutkan. Akibatnya, jumlah penduduk pendatang di Lampung jauh lebih besar dibandingkan dengan penduduk asli daerah tersebut. Oleh karena itu, Provinsi Lampung sering dijuluki sebagai Little Indonesia, karena keberagaman suku yang ada di sana.

Julukan Little Indonesia tidak terlepas dari keanekaragaman budayanya. Masyarakat Lampung sangat terbuka akan kehadiran pendatang baru. Mereka memiliki falsafah hidup "Nemui-nyimah" yang artinya ramah dan terbuka kepada orang lain. Lampung selain dikenal sebagai ragam budayanya, juga dikenal akan keberadaan keindahan alam yang sangat indah. Memiliki pantai-pantai yang berada di Kalianda, Lampung Selatan menjadikan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pantai tersebut. Lampung terkenal dengan garis pantainya yang panjang dan Indah. Keindahan pantai lampung sangat mendunia. Banyak turis mancanegara berdatangan ke Lampung untuk menikmati ombak atau sekedar berlibur.

Kehadiran pendatang baru di Lampung seringkali membawa keragaman budaya yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat setempat. Interaksi dan kolaborasi antara kedua kelompok ini menciptakan suasana yang rukun dan damai, menjadikan Lampung sebagai contoh daerah yang sukses dalam program transmigrasi. Ini menunjukkan bahwa dengan saling menghormati dan memahami adanya perbedaan dapat menjadi kekuatan dan membangun komunitas yang baik. Itulah alasan mengapa Lampung dijuluki sebagai Little Indonesia.

Karya: Marsha

Editor: Indepth

Rabu, 12 Maret 2025

SETELAH 4 BULAN KEHILANGAN MOTOR, MAHASISWA KPI BERHASIL CAIRKAN KLAIM ASURANSI

[ Berita ]


Sumber: Novita

Raden Intan — Setelah 4 bulan kehilangan motor, mahasiswa prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) berhasil mencairkan klaim asuransi pada (11/03). (Rabu, 12/03/25)

Proses klaim asuransi menjadi bukti resmi bahwa pencairan telah diterima dan direalisasikan sesuai prosedur. Klaim dilakukan di Pusat Pengembangan Bisnis UIN RIL yang ditandatangani oleh pihak pertama, Nurul Mafliha selaku Supervisor Cakra Parking, dan pihak kedua, Tara Yolanda Maharani selaku korban kehilangan motor.


Berita Acara Pencairan Asuransi

Sebelumnya, kehilangan motor tersebut terjadi pada (5/11) di gedung D Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) saat mengikuti kelas di laboratorium komputer. Kejadian tersebut baru diketahui sekitar pukul 11.00 WIB, setelah temannya memberitahukan bahwa motornya tidak ada di parkiran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas keamanan kampus segera menghubungi PT Cakra. Perusahaan asuransi kemudian melakukan investigasi sebelum menyetujui klaim. Setelah melalui proses verifikasi, Tara menerima pencairan klaim sebesar Rp13.770.000 setelah dipotong pajak 2,14%.

Dr. Evi Ekawati, M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN RIL, menegaskan bahwa sesuai perjanjian, PT Cakra bertanggung jawab menggantikan motor yang hilang.

"Sesuai dengan perjanjian, PT Cakra bertanggung jawab dalam penggantian ini. Kendaraan yang masuk ke UIN diasuransikan jika terjadi kehilangan, selama pemiliknya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) agar tercatat dengan jelas dan dapat dipastikan bahwa motor benar-benar hilang di kampus," ujarnya.

Tara mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap pihak asuransi yang bertanggung jawab penuh atas kasus ini.

"Alhamdulillah, klaimnya berjalan lancar. Pastinya saya merasa senang karena dari pihak Cakra sangat responsif dan benar-benar bertanggung jawab atas kehilangan motor ini. Saya juga berharap sistem pengawasan kendaraan lebih diperketat dan ditingkatkan lagi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," tuturnya.

Reporter: Adisty & Novita

Editor: Indepth

Senin, 10 Maret 2025

KORUPSI MASIF DI INDONESIA, PEMBERANTASAN ATAU POLARISASI?

[ Opini ]


Sumber: tirto.id

Kasus-kasus korupsi besar yang terus terungkap di Indonesia, seperti korupsi di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina), PT. Emas Antam, serta penyalahgunaan dana zakat yang melibatkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), semakin memperburuk citra pengelolaan keuangan negara dan lembaga sosial. Di sisi lain, masalah ini juga memicu polarisasi dalam masyarakat yang terpecah menjadi dua kubu yakni pro dan kontra terhadap pemerintah yang sedang berusaha membersihkan negara dari korupsi. Ketika satu pihak mengklaim bahwa pemerintahan saat ini berhasil mengungkap dan menuntaskan banyak kasus besar, pihak lain justru mempertanyakan transparansi dan objektivitas dalam penanganan kasus-kasus tersebut.

Menurut saya meskipun pengungkapan kasus-kasus besar ini penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana proses penanganannya dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas. Jika upaya pemberantasan hanya dilakukan dengan cara-cara yang terkesan selektif atau bahkan dipolitisasi, maka niat baik ini bisa kehilangan arah dan malah memperburuk citra pemerintah seperti dalam kasus yang melibatkan Pertamina dan PT. Emas Antam. Kerugian negara yang ditimbulkan mencapai angka fantastis. Dilansir dari kompas.com, PT. Emas Antam diduga memalsukan 109 ton emas dengan nilai mencapai Rp 185 triliun, sementara kerugian negara akibat kasus di Pertamina diperkirakan mencapai Rp 1 kuadriliun.

Permasalahan terbaru yang dikutip dari Republika.com terkait penyalahgunaan dana zakat oleh LPEI, mengungkapkan bahwa oknum-oknum tertentu tidak ragu untuk mengeksploitasi instrumen sosial yang seharusnya membantu mereka yang membutuhkan. Praktik ini, yang melibatkan penggunaan istilah uang zakat untuk meminta fee dari debitur, jelas merusak esensi zakat yang harusnya digunakan untuk kesejahteraan umat. Indonesia Zakat Watch (IZW) dalam laporannya menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk manipulasi yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Bagi saya, kasus-kasus ini menunjukkan betapa besar peran korupsi dalam merusak ekonomi negara, sehingga perlu ada langkah-langkah preventif yang lebih kuat, baik dalam hal pengawasan internal maupun pemberian sanksi yang tegas. Tanpa adanya pencegahan yang efektif, kasus serupa bisa saja terulang, dan ini tentu sangat merugikan negara dalam jangka panjang. Saya harap semakin terkuaknya kasus-kasus besar ini membuka mata kita bahwa Indonesia harus melakukan pembenahaan lebih serta pengawasan ketat terhadap lembaga-lembaga ini penting agar dana benar-benar sampai ke yang berhak serta bisa menindak tegas para pelaku serta memperkuat pengawasan agar tidak terus berulang.

Karya: Sight

Editor: Indepth

Sabtu, 08 Maret 2025

SERUAN AKSI GERAKAN PEREMPUAN, BAWAKAN 13 TUNTUTAN

[ Berita ]


Sumber: Andre

Raden Intan — Seruan aksi gerakan perempuan untuk keadilan di Lampung membawa 13 tuntutan yang berlangsung di Tugu Adipura, kota Bandar Lampung pada hari perempuan Internasional (08/03). (Minggu, 09/03/25)

Aksi yang bertajuk "Percepatan Aksi Gerakan Perempuan Lawan Sistem yang Memiskinkan" ini diikuti oleh Solidaritas Perempuan Sebay Lampung, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung.

Serta Gaya Lentera Muda Lampung, Movement Social Environment (MSE), Lamban Puan, Konsorium Pembaruan Agaria, Liga Mahasiswa Indonesia Demokratis (LMID), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU).

Pada aksi tersebut, gerakan perempuan membawakan 13 tuntutan, diantaranya: 

1. Ratifikasi International Labour Organization (ILO) 190 untuk ciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dan pelecehan.

2. Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) pekerja rumah tanggal.

3. Wujudkan pendidikan gratis, limiah, demokratis, dan kesehatan gratis.

4. Sahkan RUU perampasan asset.

5. Evaluasi ulang program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). 

6. Beri jaminan relasi setara antara perempuan dan laki-laki dalam UU No.7 Tahun 2016, UU No. 19 Tahun 2013 dan UU No.18 Tahun 2012.

7. Hentikan represifitas dan kriminalisasi aparat terhadap rakyat.

8. Tolak segala pembangunan dan proyek tanpa perseutujuan perempuan.

9. Cabut UU Cipta Kerja dan aturan lainnya yang semakin memiskinkan perempuan.

10. Tolak mekanisasi pertanian, penyeragaman bibit, pupuk dan pestida yang menghilangkan pangan serta kearifan lokal perempuan.

11. Wujudkan reforma agraria yang responsif gender.

12. Wujudkan peradilan pidana yang adil bagi perempuan pekerja migrant.

13. Berikan mitigasi bencana yang elektif, aksi tanggap darurat yang cepat, perlindungan sosial yang memadal, dan pemenuhan hak bagi kelompok rentan yang terkena bencana.

Reni Yuliana Meutia selaku koordinator aksi dari Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menyampaikan pesannya untuk seluruh perempuan di Indonesia khususnya Lampung.

“Pesan saya, teruslah bergandengan tangan dan berkonsolidasi memperjuangkan hak-hak kita dengan membawa kepentingan untuk menciptakan keadilan dan kedaulatan perempuan serta tidak memandang latar belakang apapun itu," pesannya.

Selanjutnya, Aldora Azza Putra perwakilan dari organisasi SMI menyampaikan, aksi yang dilaksanakan adalah bentuk memperingati hari perempuan sedunia.

"Aksi ini sebagai perayaan hari perempuan sedunia, di mana sejarah mencatat bahwa perempuan harus ikut andil dan memiliki hak-hak yang seharusnya di dapat secara ekonomi, politik maupun sosial," jelasnya. 

Reporter: Laura & Andre 

Editor: Indepth

Jumat, 07 Maret 2025

MENGENAL ROEHANA KOEDDOES, PELOPOR JURNALISME INDONESIA DI HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL

[ Artikel ]


Sumber: solo.ayoindonesia.com

Setiap tanggal 8 Maret, dunia merayakan Hari Perempuan Internasional sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan perempuan dalam berbagai bidang. Salah satu tokoh inspiratif yang patut dikenang dalam momen ini adalah Roehana Koeddoes, sosok pionir dalam dunia jurnalistik Indonesia yang dengan gagah berani memperjuangkan hak-hak perempuan melalui tulisan dan pendidikannya.

Dikutip dari nu.or.id, Roehana Koeddoes lahir dengan nama Siti Ruhana pada tanggal 20 Desember 1884 di desa Koto Gadang desa Nagari, Kabupaten Agam, di pedalaman Sumatera Barat, Hindia Belanda. Setelah kematian ibunya pada tahun 1897, Roehana kembali ke Koto Gadang dan menjadi semakin tertarik untuk mengajar gadis-gadis di sana belajar kerajinan tangan dan membaca Al-Qur’an. 

Kesadaran Roehana terhadap ketidakadilan yang dialami perempuan mendorongnya untuk mendirikan Soenting Melajoe pada tahun 1911, sebuah surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang berbasis di Sumatera Barat. Surat kabar ini menjadi platform bagi perempuan untuk mendapatkan informasi, meningkatkan kesadaran akan hak-haknya, serta belajar tentang berbagai hal, mulai dari pendidikan, sosial, hingga politik.

Melalui Soenting Melajoe, Roehana bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga menggerakkan perempuan untuk lebih berani bersuara dan memperjuangkan hak mereka. Dalam tulisan-tulisannya, ia menyoroti pentingnya pendidikan bagi perempuan agar mereka tidak terus-menerus terpinggirkan oleh budaya patriarki yang kuat saat itu.

Dedikasi dan perjuangan Roehana Koeddoes akhirnya mendapatkan pengakuan dari negara. Pada tahun 2019, ia secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh pemerintah. Penghargaan ini menjadi simbol atas jasanya dalam memperjuangkan hak perempuan dan membuka jalan bagi banyak perempuan Indonesia untuk berkarya di dunia jurnalistik maupun pendidikan.

Roehana Koeddoes adalah bukti nyata bahwa suara perempuan memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan. Di era digital ini, semangatnya dapat diteruskan melalui berbagai platform, dari media sosial hingga jurnalistik modern. Perjuangannya mengajarkan bahwa pendidikan dan keberanian untuk bersuara adalah kunci utama dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Karya: Tari 

Editor: Indepth

JADILAH MAHASISWA PRODUKTIF DI BULAN RAMADAN, IKUTI TIPS BERIKUT

[ Artikel ]


Sumber: images.app.goo.gl

Bulan suci Ramadan merupakan salah satu bulan yang sangat dinantikan oleh para muslim diseluruh dunia. Bulan Ramadan juga digunakan untuk merenungkan diri atas perbuatan selama di dunia. Perenungan ini dilakukan dengan cara menahan diri dari makan, minum dan juga perbuatan buruk. Selain itu, kita juga dituntut untuk bisa menyeimbangkan kegiatan sehari-hari dengan ibadah tambahan di bulan ramadan. Apalagi sebagai seorang mahasiswa dengan berbagai kegiatan kampus yang diikuti.

Bagi seorang mahasiswa yang jauh dari keluarga saat Ramadan memang tidak mudah. Tentunya harus bisa menyesuaikan diri agar seluruh kegiatan yang dilakukan dapat menghadirkan kebahagiaan untuk diri sendiri. Misalnya dengan berbuka serta sahur bersama teman-teman, juga menghabiskan waktu dengan kegiatan produktif sembari menunggu berbuka puasa.

Sebagai seorang mahasiswa juga harus pintar mengatur waktu untuk tetap fokus belajar, dan menjaga energi untuk berbagai aktivitas meskipun tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang berubah. Meski berat, Ramadan jadi momen berharga untuk melatih disiplin, kesabaran, dan kekuatan diri.

Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan saat Ramadan, penting bagi mahasiswa untuk tetap menjaga kesehatan dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Dilansir dari halodoc.com berikut merupakan rekomendasi kegiatan yang produktif:

1. Membaca Buku

Mengisi waktu dengan membaca buku merupakan aktivitas yang bermanfaat dan juga dapat menambah wawasan. Tentunya buku yang dibaca tidak harus melulu tentang pelajaran dan pekerjaan, namun sesuai dengan apa yang kita sukai.

2. Perbanyaak Ibadah 

Lakukan shalat tarawih dan ibadah shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari (Qiyamul Lail) untuk mendekatkan diri kepada Allah serta membaca Al-Qur’an menjadi salah satu kegiatan yang paling dianjurkan. 

3. Meningkatkan Kualitas Belajar

Hal ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan waktu luang untuk menyelesaikan tugas dan belajar. Misalnya dilakukan setelah salat tarawih dan setelah sahur sembari menunggu adzan Subuh.

4. Membuat Kreasi Sajian untuk Berbuka Puasa

Kita dapat mencoba berbagai resep dengan memasak kreasi sajian untuk berbuka puasa. Dengan hal ini, kita dapat mengisi waktu luang dengan hal produktif yang bermanfaat dalam meningkatkan keahlian dalam memasak.

5. Membersihkan dan Merapikan Kamar Kos 

Menjaga kebersihan rumah bisa menjadi kegiatan yang produktif serta membuat lingkungan lebih bersih, kegiatan ini juga bisa membakar sedikit kalori sehingga tubuh tetap aktif meskipun sedang berpuasa.

Mengatur waktu dengan baik adalah kunci untuk menjalani hari-hari dengan lebih produktif dan seimbang, terlebih lagi di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Dengan menerapkan tips yang telah dibahas, kita dapat lebih mudah mengatur prioritas, menjaga kesehatan dan tetap memiliki waktu untuk diri sendiri. Ingat, konsistensi adalah kunci, jadi jangan ragu untuk terus mencoba hingga menemukan pola yang paling cocok. Semoga Ramadan ini menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baik yang bertahan hingga seterusnya.

Karya: Niken 

Editor: Indepth

Rabu, 05 Maret 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI FEBRUARI TAHUN 2025

[ E-Koran ]



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗜𝗜" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

Rabu, 26 Februari 2025

MOMEN BANGGA, ANGGITA SAFITRI RAIH SKRIPSI TERBAIK

[ Berita ]

Sumber: YouTube UIN Raden Intan Lampung

Raden Intan — Momen bangga, Anggita Safitri wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) raih skripsi terbaik. (Kamis, 27/02/2025).

Penghargaan ini diberikan kepada Anggita Safitri pada acara Wisuda Periode 1 Tahun 2025, Rabu (26/02) di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). 

Anggita Safitri meraih penghargaan skripsi terbaik dengan judul Pengaruh Pemberian Bimbingan Klasikal Berbasis Future Time Perspective Terhadap Self Efficacy dalam Karir di SMK Al Huda, Jati Agung, Lampung Selatan.

Anggita menyampaikan rasa haru sekaligus bangga sebab skripsi yang ia bahas menjadi peraih predikat Skripsi Terbaik. Anggita juga menambahkan, bahwa terdapat tantangan dan kesulitan dalam penyelesaian skripsinya.

"Tentu saja, saya sangat terkejut dan masih tidak menyangka karena saya berpikir bahwa masih banyak skripsi mahasiswa lain yang lebih baik dari saya", ujarnya.

Jumenah selaku orang tua dari anggita menyampaikan rasa haru dan bangga terhadap putrinya.

"Kami tentu sangat bangga mengetahui Anggita mendapatkan perdikat tersebut, tidak dapat dielakkan lagi rasa bangga karena doa-doa yang saya panjatkan setelah sholat dikabulkan oleh Allah SWT", ucapnya.

Reporter: Amel & Dela 
Editor: Indepth


LULUSKAN 838 WISUDAWAN, REKTOR UIN RIL: PANTASKAN DIRI MENJADI PELAJAR SEJATI

[ Berita ]


Sumber: YouTube UIN Raden Intan Lampung

Raden Intan — Luluskan 838 Wisudawan, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menyampaikan kepada wisudawan agar memantaskan diri menjadi pelajar sejati. (Rabu, 26/02/25) 

Prosesi wisuda periode I tahun 2025 ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL hanya dilakukan dalam satu sesi saja dimulai dari pukul 08.00—12.00 WIB.

Turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selalu Rektor UIN RIL, Prof. Dr. Idham Khalid, M.Ag selaku Ketua Senat UIN RIL, jajaran Senat, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, seluruh jajaran civitas akademika UIN RIL, serta diikuti 838 wisudawan. 

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL berpesan agar wisudawan periode 1 tahun 2025 harus menyiapkan diri untuk mengahadapi Era Society 5.0 untuk menjadi pembelajar sejati. 

"Saya berpesan agar wisudawan senantiasa memantaskan diri, menjadi pembelajar sejati guna menghadapi Era Society 5.0 yaitu sebuah konsep masyarakat yang berpusat kepada manusia dan berbasis pada teknologi," ucap beliau. 

Beliau juga menyebutkan 4 skil yang harus dikuasai sebagai bekal wisudawan pada abad 21 yakni creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. 

Selanjutnya, Jhija Yulia Bahtuari selaku wisudawan Sarjana Strata satu (S1) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menyampaikan kesan dan harapannya.

"Saya sangat memiliki banyak kesan selama berkuliah di UIN RIL. Banyak hal yang dapat saya ambil, dan saya berharap semoga kedepannya UIN RIL dapat lebih maju, unggul dan dikenal sampai mancanegara," ujarnya.

Reporter : Dela & Amel 

Editor : Indepth

Selasa, 25 Februari 2025

KUATKAN LITERASI BUDAYA, ORMAWA FAKULTAS ADAB MENGGELAR WEEK OF GENIUS IN CULTURE

[ Berita ]


Sumber: Courage

Raden Intan — Kuatkan literasi budaya, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Adab (FA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Week of Genius in Culture. (Selasa, 25/02/25)

Dengan mengusung tema “Kebudayaan Sebagai Penghubung Antar Generasi” yang berlangsung di Gedung Teater FA dari tanggal 24—27 Februari 2025 guna menguatkan literasi budaya sekaligus mengasah keterampilan mahasiswa adab dibidang olahraga, seni budaya, dan keterampilan akademisi.

Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) FA. 

Acara ini turut dihadiri oleh Dr. Hj. Romlah, M.Pd.I selaku Wakil Dekan (Wadek) II FA, Dr. H. Amirudin, M.Pd.I selaku Wadek III, Hayatul Islam, M.Ak selaku Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU), dan turut mengundang Kiyay Daul selaku Seniman Lampung serta Ormawa UIN RIL.

Dalam sambutannya Wadek III FA berharap agar dapat terus melestarikan budaya di Indonesia.

"Semoga kita semua bisa terus melestarikan budaya di Indonesia dan jangan pernah kita sesekali memandang ras, suku dan budaya khas masing-masing," ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga diadakan beberapa kegiatan seperti perlombaan untuk Lingkup Fakultas seperti Futsal, Mobile Legend, Baca Puisi, Solo Song, Cerdas Cermat, Sayembara Cipta Jingle FA, Seminar Transportasi Pembelajaran dan juga Seminar Pelatihan Penggunaan Software Referensi.

Karunia selaku tamu undang perwakilan dari HMPS Psikologi dalam wawancara menyampaikan apresiasinya karena menampilkan banyak tampilan yang menarik. 

"Acaranya patut di apresiasi, karena dari awal hingga selesai acara kita tidak ada henti-hentinya disuguhin penampilan yang menarik, buat Fakultas Adab semoga kedepannya lebih menarik dan lebih kreatif lagi," jelasnya.

Reporter: Courage 

Editor: Indepth

Sabtu, 22 Februari 2025

TELAH RESMI DIKUKUHKAN 40 ANGGOTA MAGANG OLEH UKM PERSMA RI 2025

[ Berita ]

Sumber: Content

Raden Intan — Telah resmi dikukuhkan 40 Anggota Magang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) tahun 2025 yang dilaksanakan di Anjungan Way Kanan, Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR), Bandar Lampung. (Sabtu, 22/02/25)

Kegiatan pengukuhan dengan tema "Membentuk Jurnalis Muda yang Berdedikasi, Berkompeten, dan Berkomitmen" ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 21-22 Februari 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ahmad Abizar selaku Staf Ahli UKM PersMa RI, Demisioner, Alumni, jajaran pengurus UKM PersMa RI, serta 40 Anggota Magang yang telah dikukuhkan.

Arzaq Kafassoba selaku Pemimpin UKM PersMa RI dalam sambutannya berharap agar Anggota Magang tetap berkomitmen terhadap UKM.

“Saya berharap terhadap anggota magang agar tetap berkomitmen UKM bukan hanya omongan semata serta dapat menjadi keluarga terhadap satu sama lain,” ujarnya.

Selanjutnya, Selfina Laura salah satu Anggota Magang yang telah dikukuhkan memberikan kesan bahwa ia sangat antusias terhadap acara ini.

“Saya sangat antusias selama acara ini berlangsung karena banyak pengalaman dan wawasan baru yang saya dapatkan. Setiap sesi memberikan pembelajaran berharga, baik dalam hal teori maupun praktik dan itu semakin memperkaya pemahaman saya,” ucapnya.

Reporter: Tala 
Editor: Indepth

Kamis, 20 Februari 2025

SIAPKAN JURNALIS MUDA BERKOMPETEN, PERSMA RI ADAKAN PENGUKUHAN ANGGOTA MAGANG

[ Berita ]

Sumber: Content

Raden Intan — Siapkan jurnalis muda berkompeten, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Raden Intan (PersMa RI) adakan Pengukuhan Anggota Magang Tahun 2025. (Jum'at, 21/02/25)

Acara ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lama Lt.3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan mengusung tema "Membentuk Jurnalis Muda yang Berdedikasi, Berkompeten, dan Berkomitmen".

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sri Wahyuni, M.sos selaku Pembina UKM PersMa RI, perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lampung, perwakilan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) UIN RIL, Demisioner dan Alumni UKM PersMa RI, dan 25 peserta pengukuhan.

Dalam sambutannya, Pembina UKM PersMa RI menyampaikan bahwa menjadi seorang jurnalis dapat dianggap sebagai bentuk ibadah yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang akurat, mendidik, serta menghibur masyarakat.

"Menjadi jurnalis adalah ibadah dalam rangka memberikan informasi yang baik, benar, mengedukasi, sekaligus menghibur masyarakat," ucapnya.

Arzaq Kafassoba selaku Pemimpin Umum menyampaikan tujuan acara ini untuk melahirkan jurnalis baru lebih kritis dengan peristiwa sekitar, berani untuk menyampaikan aspirasi dan kebenaran, berdedikasi, berkompeten, dan berkomitmen. 

Selanjutnya, Radit perwakilan dari UKM PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Sahabat selaku tamu undangan menyampaikan bahwa acara yang berlangsung sangat seru dan memotivasi kita untuk terus berkembang.

"Acaranya asik, seru dan juga memotivasi kita untuk terus berkembang. Semoga kedepannya acaranya dapat berlangsung lebih baik lagi," ujarnya.

Reporter: Soft 
Editor: Indepth

Selasa, 18 Februari 2025

MESKI TERKENA BANJIR, PERKEMAHAN SONGSONG RAMADHAN KE-34 UKM PRAMUKA TETAP MERIAH

[ Berita ]

Sumber: Courage

Raden Intan — Meski terkena banjir, kegiatan Perkemahan Song-Song Ramadhan (PSR) ke-34 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Praja Muda Karana (Pramuka) tetap dilaksanakan dengan meriah. (Selasa, 18/02/25)

UKM Pramuka Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), kembali melaksanakan PSR Ke-34 di Bumi Perkemahaan UIN RIL tepatnya berada di lapangan sepak bola UIN RIL, dengan diikuti oleh 35 pangkalan yang terdiri dari 700 peserta penegak dan 30 pandegak dari seluruh universitas di Indonesia.

Sumber: Courage
Banjir memasuki kawasan tenda peserta.

Meskipun hujan deras melanda daerah Sukarame yang mengakibatkan banjir di beberapa titik dan salah satunya lapangan perkemahan PSR ke-34 yang mengakibatkan sedikit penundaan acara, namun acara mereka tetap harus berjalan hingga hari ini.

Maulbi Dea Wardani selaku Sekertaris Pelaksana PSR Ke-34 mengungkapkan semalam terjadi banjir akibat hujan deras namun hanya berada di beberapa titik saja. 

"Benar semalam memang terjadi banjir tapi tidak semuanya terkena banjir, hanya di bagian dekat Sport Center dan juga pinggir lapangan saja. Untungnya kami sigap menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) untuk menyedot genang banjir tersebut," ungkapnya.

Jovita Ariani peserta dari pangkalan Sekolah Menengah Atas (SMA) Perintis 2 Bandar Lampung menyampaikan, banjir yang terjadi menjadi hambatan mereka untuk beraktifitas. 

"Banjir yang terjadi semalam menjadi hambatan bagi saya karena setelah banjir surut jalan menjadi licin sehingga sedikit menjadi kendala. Meskipun begitu acaranya cukup meriah dan saya sangat antusias dengan rangkaian acaranya," tuturnya.

Reporter: Pres & Tala
Editor: Indepth

Senin, 17 Februari 2025

KOMISI V DPRD LAKUKAN MEDIASI, AML TAK PERCAYA JIKA HANYA DIWAKILI SATU FRAKSI

[ Berita ]

Sumber: Indepth

Raden Intan — Komisi V dari salah satu fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan mediasi, Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) tidak percaya jika hanya diwakili oleh satu fraksi saja. (Selasa, 18/02/25)

Mediasi dilaksanakan bersama dengan beberapa perwakilan AML dan didengar oleh seluruh pihak yang hadir di depan gerbang kantor DPRD Provinsi Lampung. Mediasi ini merupakan bentuk negosiasi mahasiswa untuk meminta solusi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan.

Sebelum menjawab tuntutan yang disampaikan AML pada senin (17/02), M. Syukron Muchtar, Lc., M.Ag, selaku Komisi V DPRD Provinsi Lampung dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan klarifikasi bahwa fraksi lain sedang tidak ada di Lampung karena menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta.

"Sebelumnya saya klarifikasi, tadi sudah disampaikan juga oleh perwakilan Hubungan Masyarakat (Humas) DPRD bahwa fraksi-fraksi lain bukan tidak ingin menemui masa demonstran tetapi karena sudah terjadwal adanya Bimtek di Jakarta," ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa DPRD Provinsi Lampung sudah berkomunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Repunlik Indonesia (DPR RI) komisi X, Komisi XI serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hanya saja sekarang tinggal implementasinya yang perlu kita kawal bersama.

Namun, AML menutup forum dengan pernyataan sikap tidak mempercayai apabila mediasi hanya diwakili oleh salah satu fraksi partai saja dan mereka menuntut komitmen keputusan hasil mediasi dalam kurun waktu 4x24 Jam. 

Muhammad Ammar Fauzan selaku Jendral Lapangan yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dalam forum mengatakan, mereka baru dapat percaya apabila ada tanggapan langsung dari para pemimpin fraksi.

"Kami baru bisa percaya jika ada tanggapan ataupun statement langsung dari para pimpinan-pimpinan fraksi partai," ujarnya.

Karya: Courage 
Editor: Indpeth

LEMBAR PERNYATAAN DITANDATANGANI, SERUAN AKSI AML AKAN DITINDAKLANJUTI

[ Berita ]


Foto: Courage


Raden Intan — Lembaran pernyataan yang berisi 3 point tuntutan ditandatangani pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Lampung, seruan aksi Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) akan ditindaklanjuti. (Senin, 17/02/25) 

Setelah melakukan aksi demonstrasi selama kurang lebih 5 jam, sejak pukul 11.30 WIB — 16.30 WIB, AML berhasil meminta tanda tangan beberapa anggota DPRD Provinsi Lampung untuk menandatangani lembar pernyataan. 

M. Syukron Muchtar, Lc., M.Ag. selaku Komisi V Daerah Pemilihan (Dapil) III Provinsi Lampung menjadi salah satu anggota DPRD yang menandatangani Lembaran pernyataan yang menjadi bentuk komitmen pihak DPRD Provinsi Lampung sebagai tanda bahwa seruan aksi AML diterima dan akan ditindaklanjuti. 

3 poin tuntutan yang terdapat dalam lebaran tersebut yakni mengenai Instruksi Presiden (Inpres) no. 1 tahun 2025, evaluasi kinerja Hak Asasi Manusia (HAM) di provinsi Lampung, dan permasalahan sampah, banjir serta infrastruktur di kota Bandar Lampung.

Komisi V Dapil III Provinsi Lampung dalam mediasi bersama pihak masa demo menyatakan bahwa tuntutan mereka diterima dan akan ditampung.

"Aksi rekan-rekan kami tampung. Pemerintah pun sudah melakukan pendekatan terkait apa yang disuarakan. Aspirasi teman-teman akan kami sampaikan agar bisa disikapi oleh Walikota dan DPRD Kota Bandar Lampung. Kami akan menyikapi dan berkomitmen untuk mengawal tuntutan yang diberikan," ujarnya.

Muhammad Amar Fauzan selaku Jendral Lapangan memberikan tanggapan serta harapannya terkait hasil demonstrasi ini.

"Kami berharap kepada pemerintah untuk bekerja dengan baik, karena kalian dipilih dan dipercaya oleh para rakyat. Jangan menyia-nyiakan kepercayaan rakyat. Serta kami berharap keluh kesah kami dapat ditampung dengan baik," jelasnya.

Reporter: Courage

Editor: Indepth

KLINIK PRATAMA UIN RIL ADAKAN KERJA SAMA DENGAN PUSKESMAS SUKARAME UNTUK DETEKSI RESIKO PTM

[ Berita ]


Sumber: Camera


Raden Intan — Klinik Pratama Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bekerja sama dengan Puskesmas Sukarame menggelar kegiatan Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas. (17/02/25)

Dilaksanakan di Klinik Pratama UIN RIL sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Pusat di bawah Kementrian Kesehatan dengan tujuan menjaring masyarakat terutama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukarame dan masyarakat pada umumnya untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang penyakit menular dan tidak menular.

Pada kegiatan ini terdapat pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan sasaran peserta dari para dosen dan mahasiswa UIN RIL. Terdapat sebanyak 74 peserta hadir dari 118 pendaftar online mulai dari mahasiswa hingga para dosen UIN RIL yang turut serta pada kegiatan ini.

Evi Megasari, S.Kep selaku pelaksana kegiatan memberikan tanggapan bahwa acara ini bagus terutama untuk mahasiswa. 
 
"Acara ini bagus terutama untuk mahasiswa sebagai generasi muda. Semoga selama satu tahun dapat diadakan dua kali dan juga dapat menjaring mahasiswa lebih banyak lagi," harapnya.

Dr. Rika Damayanti, M.Kep., NS.Sp.Kep.J. selaku Kepala Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat UIN RIL menyampaikan, acara ini sangat penting untuk diadakan karena fungsi dari klinik ini bukan hanya untuk mengobati penyakit namun lebih kepada program promotif preventif. 

"Acara ini penting banget, karena klinik ini bukan hanya bertujuan mengobati orang yang sakit tapi lebih utama program promotif preventif tadi, harapannya kalau civitas akademika ini semuanya sehat mereka akan jadi lebih produktif," ujarnya. 

Sucipto, S.Ag., M.Ag selaku dosen Fakultas Syariah yang menjadi salah satu peserta menyampaikan acara ini sangatlah bagus, seharusnya sedari lama kegiatan ini diadakan. Ia juga menyarankan agar kegiatan ini dapat diadakan secara berkala sekali setiap tahun atau lima tahun sekali dan tidak hanya terbatas pada Deteksi PTM dan VCT Mobile HIV saja.

Reporter : Camera
Editor: Cerpen

Jumat, 14 Februari 2025

EFISIENSI PEMANGKASAN ANGGARAN, MENKEU JAMIN KIP-K TIDAK TERKENA DAMPAK

[ Artikel ]

Sumber: Falihmedia.com

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 ini berimbas pada program beasiswa dan bantuan pendidikan tinggi. Sejumlah beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) berpotensi mengalami pengurangan anggaran. 

Dikutip dari liputan6.com dalam Rapat Kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro memaparkan rincian efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah terhadap program beasiswa. Beberapa program yang terkena pemangkasan di antaranya:
1. Beasiswa KIP-Kuliah: Dari pagu awal Rp14,698 triliun, dipotong Rp1,31 triliun (9%).
2. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI): Dari Rp194 miliar, dikurangi 10%.
3. Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik): Dari Rp213 miliar, dikurangi 10%.
4. Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB): Dari Rp85 miliar, dipotong 25%.
5. Beasiswa dosen dan tenaga kependidikan: Dari Rp236 miliar, dipotong 25%.

Pemangkasan anggaran ini beresiko membuat perguruan tinggi mencari pendanaan tambahan melalui kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal ini tentunya akan menjadi beban untuk mahasiswa terutama bagi yang berasal dari keluarga menengah kebawah. Kekhawatiran ini muncul karena adanya potensi pengurangan anggaran pada beberapa program beasiswa. Namun kabar terbaru yang dikutip dari cnnindonesia.com, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menjamin program KIP-K terbebas dari dampak efisiensi anggaran Rp.306,69 triliun.

Beliau merinci jumlah penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar saat ini mencapai 1.040.192 mahasiswa. Beliau juga menegaskan program beasiswa dari pemerintah ini lolos dari efisiensi. "Jumlah anggaran untuk beasiswa KIP-K, untuk 1.040.192 mahasiswa tersebut adalah sebesar Rp.14,69 triliun anggaran tersebut tidak terkena pemotongan," tegasnya dalam Konferensi Pers di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu di Indonesia. Dengan memastikan bahwa program KIP-K tidak terdampak oleh efisiensi anggaran, pemerintah menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. 

Pemerintah diharapkan terus melakukan evaluasi dan peningkatan program ini agar dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan, serta memastikan distribusi dana berjalan dengan transparan dan tepat sasaran. Dengan demikian, keberlanjutan KIP-K di tengah efisiensi anggaran menjadi bukti nyata bahwa investasi dalam pendidikan tetap menjadi prioritas demi masa depan generasi muda Indonesia yang lebih baik.

Karya: Content 
Editor: Indepth

Rabu, 12 Februari 2025

KELANGKAAN GAS LPG 3 KG, ULAH PEMERINTAH ATAU MASYARAKAT?

[ Opini ]

Sumber: tirto.id

Fenomena kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) yang kerap terjadi di berbagai daerah, seolah menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Banyak orang yang langsung menyalahkan pemerintah atas masalah ini, namun tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa masyarakat turut berperan dalam memperburuk keadaan.

Berdasarkan laman tirto.id, beberapa agen gas ada yang mengungkapkan bahwa sudah beberapa hari tidak pernah mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Setiap kali akan mengambil dari terminal pusat persediaan sering kosong. Selain mengalami kelangkaan, warga juga mengeluhkan harga yang meningkat menjadi Rp.24.000,00 per tabung dari semula Rp.20.000,00—Rp.22.000,00

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia angkat suara. Dilansir dari news.detik.com, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kelangkaan tabung gas LPG 3 kg. Sebab, kebutuhan terhadap gas LPG 3 kg pada 2024 dengan 2025 sama.

Bahlil menjelaskan, yang terjadi saat ini bukanlah kelangkaan, tapi proses perubahan dari pengecer menjadi pangkalan. Menurutnya, pemerintah telah menganalisa dan menunjukkan bahwa masih terjadi kenaikan di tingkat pengecer yang memberatkan masyarakat. Beliau mengatakan saat ini pemerintah sedang merancang aturan agar status para pengecer bisa diubah menjadi pangkalan supaya masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai jika membeli langsung di pangkalan.

Entah bagaimana kebijakan ini akan diterapkan dan apakah dapat berkelanjutan? Atau bahkan malah lebih menyulitkan masyarakat? Hal ini perlu diperhatikan lebih detail, apa saja resiko yang akan datang ketika kebijakan ini berlangsung. 

Al Hidayat Samsu S.Pd., M.Pd, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Kelompok DPD Periode 2024-2029, di Jakarta, Selasa, (04/02/2025) memberikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, diantaranya:

1. Mengevaluasi kebijakan distribusi gas LPG 3 kg yang menyebabkan kelangkaan dan antrean panjang yang membahayakan keselamatan masyarakat.

2. ⁠Menjamin ketersediaan gas LPG di seluruh daerah agar rakyat tidak perlu bersusah payah mencari kebutuhan pokok mereka.

3. Menghentikan kebijakan yang tergesa-gesa tanpa kesiapan infrastruktur dan sosialisasi yang matang, yang justru mengorbankan rakyat kecil.

4. ⁠Menjalankan transparansi dalam pengelolaan subsidi energi agar benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak, bukan sekadar retorika politik.

Saya sependapat dengan tuntutan tersebut, karena kebijakan pemerintah ini terlihat tergesa-gesa. Walaupun sebenarnya pemerintah tentu tidak lepas dari tanggung jawab dalam mengatasi kelangkaan gas LPG 3 kg. Kebijakan yang kurang tepat, ketidaksesuaian antara kebutuhan dan distribusi, serta peraturan yang belum sepenuhnya efektif, sering kali menjadi pemicu utama kelangkaan. Di satu sisi, subsidi untuk gas LPG 3 kg memang diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, namun seringkali hal ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak. Distribusi yang kurang tepat juga turut memperparah masalah ini.

Kelangkaan gas ini, menurut saya menambah beban bagi masyarakat Indonesia. Mereka perlu mengeluarkan uang lebih bahkan mencari alternatif lain untuk menggantikan LPG ini. Bahkan, tak jarang masyarakat yang rela antre dan berdasakkan demi membeli gas LPG 3 kg pada agen gas. Pada 3 Februari 2025 lalu, dilansir dari laman mpr.go.id, seorang ibu rumah tangga di Pamulang, Tangerang Selatan diduga meninggal dunia akibat kelelahan setelah mengantre berjam-jam untuk mendapat gas LPG 3 kg. 

Saya merasa bahwa pemerintah harus lebih tegas dalam mengatur distribusi dan memberikan sanksi terhadap pelaku penimbunan atau pengecer yang tidak jujur. Sementara itu, masyarakat juga harus mulai menyadari bahwa gas LPG 3 kg bukanlah komoditas yang bisa dibeli secara berlebihan, apalagi dengan tujuan dijual kembali.

Karya: Witness
Editor: Indepth


Minggu, 09 Februari 2025

EMPAT FAKTA PENTING HARI PERS NASIONAL

[ Artikel ]


Sumber: Pinterest

Hari Pers Nasional (HPN) merupakan peringatan tahunan sebagai bentuk kehormatan terhadap peran penting pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers berperan penting dalam menyebarluaskan informasi, menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, membentuk opini publik, serta mendorong transparansi dan keterbukaan informasi. Keberadaan pers yang bebas dan bertanggung jawab menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung masyarakat agar lebih kritis, sadar, dan aktif dalam kehidupan sosial.

Dilansir melalui laman antaranews.com, HPN diselenggarakan setiap tahun di provinsi yang berbeda secara bergilir, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk insan pers, masyarakat, dan pemerintah daerah sebagai tuan rumah. Landasan utama dari peringatan ini adalah membangun sinergi antara pers, masyarakat, dan pemerintah demi mewujudkan kemajuan bangsa.

Lebih dari sekadar perayaan, HPN menjadi momentum penting untuk menghargai perjuangan pers dalam menjamin hak masyarakat atas informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Peringatan ini juga mengingatkan kita akan perjalanan panjang pers di Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan dan demokrasi. Oleh karena itu, memahami beberapa fakta penting mengenai Hari Pers Nasional dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang peran pers dalam kehidupan bernegara.

Empat Fakta Penting Hari Pers Nasional:

1. Peran Penting Wartawan Sebagai Aktivis Pemberitaan

Peran wartawan dalam sejarah Indonesia sangatlah signifikan, terutama sebagai Aktivis Pemberitaan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam membangkitkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Dikutip melalui laman dp3a.semarangkota.go.id, wartawan pada masa perjuangan tidak hanya bertugas melaporkan berita tetapi juga terlibat secara aktif dalam perlawanan terhadap penjajahan melalui pemberitaan. Dalam berbagai era, wartawan tetap berada di garis terdepan dalam mengungkap kebenaran meskipun menghadapi ancaman dan intimidasi. Sebagaimana suara rakyat mereka memainkan peran penting dalam memajukan demokrasi dan menjaga kedaulatan negara.

2. Lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia

Dikutip melalui laman liputan6.com, peringatan HPN berawal dari peristiwa bersejarah pada tanggal 9 Februari 1946, ketika para wartawan Indonesia berhasil membentuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi ini menjadi tonggak kebangkitan pers nasional setelah Indonesia merdeka. Pada saat itu, pers masih menghadapi tantangan besar termasuk tekanan dari pemerintah dan kurangnya wadah resmi bagi para jurnalis. PWI didirikan dengan tujuan memperjuangkan kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis, serta membangun solidaritas diantara insan pers.

3. Hasil Kongres PWI Ke-28

Pada tahun 1978, Kongres PWI Ke-28 diadakan di Padang, Sumatera Barat. Kongres tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting yang salah satunya adalah penetapan HPN. Usulan tersebut bertujuan untuk memperingati peran pers dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memperkuat demokrasi. 

4. Diresmikan pada era Orde Baru (Pimpinan Soeharto)

Setelah melalui proses yang panjang, HPN akhirnya diresmikan oleh pemerintah pada era Presiden Soeharto. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 5 Tahun 1985, tanggal 9 Februari secara resmi ditetapkan sebagai HPN. Keputusan ini ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 25 Januari 1985.

Dengan memahami empat fakta penting tentang HPN, kita dapat lebih menghargai peran pers dalam memperjuangkan hak masyarakat atas informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan berita yang objektif dan netral demi mencerdaskan masyarakat.

Oleh karena itu, marilah kita dukung kebebasan pers yang bertanggung jawab dan terus berperan dalam menjaga demokrasi di Indonesia. Selamat Hari Pers Nasional, semoga peringatan ini menjadi inspirasi bagi insan pers untuk terus berkarya dan menyajikan berita yang berkualitas bagi masyarakat.

Karya: Soft 

Editor: Indepth