Senin, 10 Maret 2025

KORUPSI MASIF DI INDONESIA, PEMBERANTASAN ATAU POLARISASI?

[ Opini ]


Sumber: tirto.id

Kasus-kasus korupsi besar yang terus terungkap di Indonesia, seperti korupsi di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina), PT. Emas Antam, serta penyalahgunaan dana zakat yang melibatkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), semakin memperburuk citra pengelolaan keuangan negara dan lembaga sosial. Di sisi lain, masalah ini juga memicu polarisasi dalam masyarakat yang terpecah menjadi dua kubu yakni pro dan kontra terhadap pemerintah yang sedang berusaha membersihkan negara dari korupsi. Ketika satu pihak mengklaim bahwa pemerintahan saat ini berhasil mengungkap dan menuntaskan banyak kasus besar, pihak lain justru mempertanyakan transparansi dan objektivitas dalam penanganan kasus-kasus tersebut.

Menurut saya meskipun pengungkapan kasus-kasus besar ini penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana proses penanganannya dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas. Jika upaya pemberantasan hanya dilakukan dengan cara-cara yang terkesan selektif atau bahkan dipolitisasi, maka niat baik ini bisa kehilangan arah dan malah memperburuk citra pemerintah seperti dalam kasus yang melibatkan Pertamina dan PT. Emas Antam. Kerugian negara yang ditimbulkan mencapai angka fantastis. Dilansir dari kompas.com, PT. Emas Antam diduga memalsukan 109 ton emas dengan nilai mencapai Rp 185 triliun, sementara kerugian negara akibat kasus di Pertamina diperkirakan mencapai Rp 1 kuadriliun.

Permasalahan terbaru yang dikutip dari Republika.com terkait penyalahgunaan dana zakat oleh LPEI, mengungkapkan bahwa oknum-oknum tertentu tidak ragu untuk mengeksploitasi instrumen sosial yang seharusnya membantu mereka yang membutuhkan. Praktik ini, yang melibatkan penggunaan istilah uang zakat untuk meminta fee dari debitur, jelas merusak esensi zakat yang harusnya digunakan untuk kesejahteraan umat. Indonesia Zakat Watch (IZW) dalam laporannya menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk manipulasi yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Bagi saya, kasus-kasus ini menunjukkan betapa besar peran korupsi dalam merusak ekonomi negara, sehingga perlu ada langkah-langkah preventif yang lebih kuat, baik dalam hal pengawasan internal maupun pemberian sanksi yang tegas. Tanpa adanya pencegahan yang efektif, kasus serupa bisa saja terulang, dan ini tentu sangat merugikan negara dalam jangka panjang. Saya harap semakin terkuaknya kasus-kasus besar ini membuka mata kita bahwa Indonesia harus melakukan pembenahaan lebih serta pengawasan ketat terhadap lembaga-lembaga ini penting agar dana benar-benar sampai ke yang berhak serta bisa menindak tegas para pelaku serta memperkuat pengawasan agar tidak terus berulang.

Karya: Sight

Editor: Indepth

Sabtu, 08 Maret 2025

SERUAN AKSI GERAKAN PEREMPUAN, BAWAKAN 13 TUNTUTAN

[ Berita ]


Sumber: Andre

Raden Intan — Seruan aksi gerakan perempuan untuk keadilan di Lampung membawa 13 tuntutan yang berlangsung di Tugu Adipura, kota Bandar Lampung pada hari perempuan Internasional (08/03). (Minggu, 09/03/25)

Aksi yang bertajuk "Percepatan Aksi Gerakan Perempuan Lawan Sistem yang Memiskinkan" ini diikuti oleh Solidaritas Perempuan Sebay Lampung, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung.

Serta Gaya Lentera Muda Lampung, Movement Social Environment (MSE), Lamban Puan, Konsorium Pembaruan Agaria, Liga Mahasiswa Indonesia Demokratis (LMID), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU).

Pada aksi tersebut, gerakan perempuan membawakan 13 tuntutan, diantaranya: 

1. Ratifikasi International Labour Organization (ILO) 190 untuk ciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dan pelecehan.

2. Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) pekerja rumah tanggal.

3. Wujudkan pendidikan gratis, limiah, demokratis, dan kesehatan gratis.

4. Sahkan RUU perampasan asset.

5. Evaluasi ulang program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). 

6. Beri jaminan relasi setara antara perempuan dan laki-laki dalam UU No.7 Tahun 2016, UU No. 19 Tahun 2013 dan UU No.18 Tahun 2012.

7. Hentikan represifitas dan kriminalisasi aparat terhadap rakyat.

8. Tolak segala pembangunan dan proyek tanpa perseutujuan perempuan.

9. Cabut UU Cipta Kerja dan aturan lainnya yang semakin memiskinkan perempuan.

10. Tolak mekanisasi pertanian, penyeragaman bibit, pupuk dan pestida yang menghilangkan pangan serta kearifan lokal perempuan.

11. Wujudkan reforma agraria yang responsif gender.

12. Wujudkan peradilan pidana yang adil bagi perempuan pekerja migrant.

13. Berikan mitigasi bencana yang elektif, aksi tanggap darurat yang cepat, perlindungan sosial yang memadal, dan pemenuhan hak bagi kelompok rentan yang terkena bencana.

Reni Yuliana Meutia selaku koordinator aksi dari Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menyampaikan pesannya untuk seluruh perempuan di Indonesia khususnya Lampung.

“Pesan saya, teruslah bergandengan tangan dan berkonsolidasi memperjuangkan hak-hak kita dengan membawa kepentingan untuk menciptakan keadilan dan kedaulatan perempuan serta tidak memandang latar belakang apapun itu," pesannya.

Selanjutnya, Aldora Azza Putra perwakilan dari organisasi SMI menyampaikan, aksi yang dilaksanakan adalah bentuk memperingati hari perempuan sedunia.

"Aksi ini sebagai perayaan hari perempuan sedunia, di mana sejarah mencatat bahwa perempuan harus ikut andil dan memiliki hak-hak yang seharusnya di dapat secara ekonomi, politik maupun sosial," jelasnya. 

Reporter: Laura & Andre 

Editor: Indepth

Jumat, 07 Maret 2025

MENGENAL ROEHANA KOEDDOES, PELOPOR JURNALISME INDONESIA DI HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL

[ Artikel ]


Sumber: solo.ayoindonesia.com

Setiap tanggal 8 Maret, dunia merayakan Hari Perempuan Internasional sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan perempuan dalam berbagai bidang. Salah satu tokoh inspiratif yang patut dikenang dalam momen ini adalah Roehana Koeddoes, sosok pionir dalam dunia jurnalistik Indonesia yang dengan gagah berani memperjuangkan hak-hak perempuan melalui tulisan dan pendidikannya.

Dikutip dari nu.or.id, Roehana Koeddoes lahir dengan nama Siti Ruhana pada tanggal 20 Desember 1884 di desa Koto Gadang desa Nagari, Kabupaten Agam, di pedalaman Sumatera Barat, Hindia Belanda. Setelah kematian ibunya pada tahun 1897, Roehana kembali ke Koto Gadang dan menjadi semakin tertarik untuk mengajar gadis-gadis di sana belajar kerajinan tangan dan membaca Al-Qur’an. 

Kesadaran Roehana terhadap ketidakadilan yang dialami perempuan mendorongnya untuk mendirikan Soenting Melajoe pada tahun 1911, sebuah surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang berbasis di Sumatera Barat. Surat kabar ini menjadi platform bagi perempuan untuk mendapatkan informasi, meningkatkan kesadaran akan hak-haknya, serta belajar tentang berbagai hal, mulai dari pendidikan, sosial, hingga politik.

Melalui Soenting Melajoe, Roehana bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga menggerakkan perempuan untuk lebih berani bersuara dan memperjuangkan hak mereka. Dalam tulisan-tulisannya, ia menyoroti pentingnya pendidikan bagi perempuan agar mereka tidak terus-menerus terpinggirkan oleh budaya patriarki yang kuat saat itu.

Dedikasi dan perjuangan Roehana Koeddoes akhirnya mendapatkan pengakuan dari negara. Pada tahun 2019, ia secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh pemerintah. Penghargaan ini menjadi simbol atas jasanya dalam memperjuangkan hak perempuan dan membuka jalan bagi banyak perempuan Indonesia untuk berkarya di dunia jurnalistik maupun pendidikan.

Roehana Koeddoes adalah bukti nyata bahwa suara perempuan memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan. Di era digital ini, semangatnya dapat diteruskan melalui berbagai platform, dari media sosial hingga jurnalistik modern. Perjuangannya mengajarkan bahwa pendidikan dan keberanian untuk bersuara adalah kunci utama dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Karya: Tari 

Editor: Indepth

JADILAH MAHASISWA PRODUKTIF DI BULAN RAMADAN, IKUTI TIPS BERIKUT

[ Artikel ]


Sumber: images.app.goo.gl

Bulan suci Ramadan merupakan salah satu bulan yang sangat dinantikan oleh para muslim diseluruh dunia. Bulan Ramadan juga digunakan untuk merenungkan diri atas perbuatan selama di dunia. Perenungan ini dilakukan dengan cara menahan diri dari makan, minum dan juga perbuatan buruk. Selain itu, kita juga dituntut untuk bisa menyeimbangkan kegiatan sehari-hari dengan ibadah tambahan di bulan ramadan. Apalagi sebagai seorang mahasiswa dengan berbagai kegiatan kampus yang diikuti.

Bagi seorang mahasiswa yang jauh dari keluarga saat Ramadan memang tidak mudah. Tentunya harus bisa menyesuaikan diri agar seluruh kegiatan yang dilakukan dapat menghadirkan kebahagiaan untuk diri sendiri. Misalnya dengan berbuka serta sahur bersama teman-teman, juga menghabiskan waktu dengan kegiatan produktif sembari menunggu berbuka puasa.

Sebagai seorang mahasiswa juga harus pintar mengatur waktu untuk tetap fokus belajar, dan menjaga energi untuk berbagai aktivitas meskipun tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang berubah. Meski berat, Ramadan jadi momen berharga untuk melatih disiplin, kesabaran, dan kekuatan diri.

Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan saat Ramadan, penting bagi mahasiswa untuk tetap menjaga kesehatan dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Dilansir dari halodoc.com berikut merupakan rekomendasi kegiatan yang produktif:

1. Membaca Buku

Mengisi waktu dengan membaca buku merupakan aktivitas yang bermanfaat dan juga dapat menambah wawasan. Tentunya buku yang dibaca tidak harus melulu tentang pelajaran dan pekerjaan, namun sesuai dengan apa yang kita sukai.

2. Perbanyaak Ibadah 

Lakukan shalat tarawih dan ibadah shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari (Qiyamul Lail) untuk mendekatkan diri kepada Allah serta membaca Al-Qur’an menjadi salah satu kegiatan yang paling dianjurkan. 

3. Meningkatkan Kualitas Belajar

Hal ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan waktu luang untuk menyelesaikan tugas dan belajar. Misalnya dilakukan setelah salat tarawih dan setelah sahur sembari menunggu adzan Subuh.

4. Membuat Kreasi Sajian untuk Berbuka Puasa

Kita dapat mencoba berbagai resep dengan memasak kreasi sajian untuk berbuka puasa. Dengan hal ini, kita dapat mengisi waktu luang dengan hal produktif yang bermanfaat dalam meningkatkan keahlian dalam memasak.

5. Membersihkan dan Merapikan Kamar Kos 

Menjaga kebersihan rumah bisa menjadi kegiatan yang produktif serta membuat lingkungan lebih bersih, kegiatan ini juga bisa membakar sedikit kalori sehingga tubuh tetap aktif meskipun sedang berpuasa.

Mengatur waktu dengan baik adalah kunci untuk menjalani hari-hari dengan lebih produktif dan seimbang, terlebih lagi di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Dengan menerapkan tips yang telah dibahas, kita dapat lebih mudah mengatur prioritas, menjaga kesehatan dan tetap memiliki waktu untuk diri sendiri. Ingat, konsistensi adalah kunci, jadi jangan ragu untuk terus mencoba hingga menemukan pola yang paling cocok. Semoga Ramadan ini menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baik yang bertahan hingga seterusnya.

Karya: Niken 

Editor: Indepth

Rabu, 05 Maret 2025

TELAH TERBIT E-KORAN EDISI FEBRUARI TAHUN 2025

[ E-Koran ]



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Pers Mahasiswa! ✊🏻

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat koran dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui internet. Maka dengan itu, UKM PersMa Raden Intan dengan bangga kembali menerbitkan "𝗘-𝗞𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗜𝗜" tahun 2025.

Baca E-Koran selengkapnya:

Rabu, 26 Februari 2025

MOMEN BANGGA, ANGGITA SAFITRI RAIH SKRIPSI TERBAIK

[ Berita ]

Sumber: YouTube UIN Raden Intan Lampung

Raden Intan — Momen bangga, Anggita Safitri wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) raih skripsi terbaik. (Kamis, 27/02/2025).

Penghargaan ini diberikan kepada Anggita Safitri pada acara Wisuda Periode 1 Tahun 2025, Rabu (26/02) di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). 

Anggita Safitri meraih penghargaan skripsi terbaik dengan judul Pengaruh Pemberian Bimbingan Klasikal Berbasis Future Time Perspective Terhadap Self Efficacy dalam Karir di SMK Al Huda, Jati Agung, Lampung Selatan.

Anggita menyampaikan rasa haru sekaligus bangga sebab skripsi yang ia bahas menjadi peraih predikat Skripsi Terbaik. Anggita juga menambahkan, bahwa terdapat tantangan dan kesulitan dalam penyelesaian skripsinya.

"Tentu saja, saya sangat terkejut dan masih tidak menyangka karena saya berpikir bahwa masih banyak skripsi mahasiswa lain yang lebih baik dari saya", ujarnya.

Jumenah selaku orang tua dari anggita menyampaikan rasa haru dan bangga terhadap putrinya.

"Kami tentu sangat bangga mengetahui Anggita mendapatkan perdikat tersebut, tidak dapat dielakkan lagi rasa bangga karena doa-doa yang saya panjatkan setelah sholat dikabulkan oleh Allah SWT", ucapnya.

Reporter: Amel & Dela 
Editor: Indepth


LULUSKAN 838 WISUDAWAN, REKTOR UIN RIL: PANTASKAN DIRI MENJADI PELAJAR SEJATI

[ Berita ]


Sumber: YouTube UIN Raden Intan Lampung

Raden Intan — Luluskan 838 Wisudawan, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menyampaikan kepada wisudawan agar memantaskan diri menjadi pelajar sejati. (Rabu, 26/02/25) 

Prosesi wisuda periode I tahun 2025 ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL hanya dilakukan dalam satu sesi saja dimulai dari pukul 08.00—12.00 WIB.

Turut dihadiri oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selalu Rektor UIN RIL, Prof. Dr. Idham Khalid, M.Ag selaku Ketua Senat UIN RIL, jajaran Senat, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, seluruh jajaran civitas akademika UIN RIL, serta diikuti 838 wisudawan. 

Dalam sambutannya, Rektor UIN RIL berpesan agar wisudawan periode 1 tahun 2025 harus menyiapkan diri untuk mengahadapi Era Society 5.0 untuk menjadi pembelajar sejati. 

"Saya berpesan agar wisudawan senantiasa memantaskan diri, menjadi pembelajar sejati guna menghadapi Era Society 5.0 yaitu sebuah konsep masyarakat yang berpusat kepada manusia dan berbasis pada teknologi," ucap beliau. 

Beliau juga menyebutkan 4 skil yang harus dikuasai sebagai bekal wisudawan pada abad 21 yakni creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. 

Selanjutnya, Jhija Yulia Bahtuari selaku wisudawan Sarjana Strata satu (S1) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menyampaikan kesan dan harapannya.

"Saya sangat memiliki banyak kesan selama berkuliah di UIN RIL. Banyak hal yang dapat saya ambil, dan saya berharap semoga kedepannya UIN RIL dapat lebih maju, unggul dan dikenal sampai mancanegara," ujarnya.

Reporter : Dela & Amel 

Editor : Indepth