Senin, 10 Juni 2024

TUNTUTAN MAHASISWA DIDENGAR, UIN RIL GELAR MEDIASI DAN JANJIKAN SOLUSI

 Opini 

150 masa aksi saat menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung 

Aksi demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Dapat dilakukan oleh buruh, pekerja, mahasiswa, dan sekelompok masa yang turut menyuarakan aspirasi, tuntutan bahkan bentuk protes. 

Demonstrasi biasanya membawa banyak tuntutan, yang dilakukan oleh suatu pihak yang tidak setuju dengan suatu hal. Tuntutan yang dibawa, diarahkan kepada pihak tertentu agar pendapat aksi dapat didengar. 

Pada tingkatan instansi pendidikan, mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga dunia perkuliahan, tuntutan biasanya dipakai untuk menuntut permasalahan berupa fasilitas, Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan permasalahan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan. 

Tatkala dengan yang ada di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), seringkali mahasiswa melakukan demonstrasi untuk menuntut beberapa hal guna kemajuan kampus. Tuntutan yang dibawa tidak jauh-jauh diarahkan kepada pihak fakultas maupun universitas. Demonstrasi ini dilakukan dengan harapan, universitas dapat menjadi lebih baik lagi untuk menunjang kenyamanan mahasiswa, sekaligus mewakili banyak suara mahasiswa. 

Tepatnya pada Jum'at (07/06) demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh sekelompok Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL dan mahasiswa yang mewakili fakultas. Sekitar 150 masa aksi turun dalam aksi yang dilakukan di depan Gedung Rektorat UIN RIL, dengan membawa tuntutan seperti 

1. Fasilitas gedung setiap fakultas yang tidak memadai 
2. Lahan parkir area kampus yang kurang luas 
3. Akses masuk kampus dengan member card yang tidak efesien 
4. Sewa kantin yang melejit, namun tidak sesuai dengan fasilitas yang ada. 

Dilansir melalui laman website pmb.radenintan.ac.id, UKT tertinggi dipegang oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) diangka 5.900.000. Namun dengan tingginya tunjangan UKT, fasilitas yang diberikan oleh Kampus Hijau Berprestasi ini tidak merata. Mahasiswa mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kampus. Pada akhirnya, masa aksi membandingkan fasilitas fakultas satu dengan lainnya. Selain itu, masa aksi juga meminta tindakan dari pihak pimpinan birokrasi untuk memperhatikan dan memperbaiki kondisi yang ada. 

Salah satu mahasiswa FTK dengan inisial PR juga menyampaikan, dengan UKT senilai 5.000.000 yang dibayar, fasilitas masih kurang untuk mahasiswa. Seperti gedung jurusan yang terbilang tua dan kurang pembaharuan. Selain itu, laboratorium yang sering digunakan mahasiswa juga masih banyak kekurangan, mulai dari alat yang tidak lengkap, kamar mandi yang kotor, sampai kendala ruangan yang hilang.

Dalam aksi tersebut, mereka turut menyampaikan bahwa tidak memadainya fasilitas dapat mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Hadirnya ruang kelas yang kurang nyaman dan lahar parkir yang kurang luas, menjadikan mahasiswa cemas untuk memarkirkan kendaraan di mana, sebab kurangnya lahan. 

Tuntutan tersebut disampaikan dan diwakilkan oleh AA (nama samaran) selaku Koordinator Lapangan Aksi Demonstrasi Mahasiswa yang menyampaikan bahwa, banyak keresahan dari mahasiswa terhadap permasalahan fasilitas di per-fakultas, bahkan internal kampus seperti pungli seperti tiada habisnya. 

Kemudian, pembaharuan terbaru kampus yakni penggunaan member card, yang dirasa kurang efektif. Salah satu masa aksi berpendapat bahwa, satu member card parkir dapat digunakan untuk 10 motor. Tak jarang juga plang parkir dapat terbuka dengan hanya menekankan telapak tangan. Lalu apa efisiensinya penggunaan member card ini? Bukankah peralihan tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kehilangan? Dengan adanya kejadian ini, memperlihatkan ketidakefektifan nya pembaharuan tersebut. 

Adapun, MS (nama samaran) mahasiswa dari Fakultas Syariah (FS) berharap dengan adanya aksi ini, suara mahasiswa dapat didengarkan. Selain itu, menyamaratakan fasilitas di semua fakultas agar mahasiswa lebih mudah dalam proses perkuliahan berlangsung. 

Puncak ujung dari demonstrasi ini ialah, didengarnya aspirasi masa aksi oleh pihak birokrasi yakni Dr. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama dengan dilakukannya mediasi bersama beberapa perwakilan dari mahasiswa. Masa aksi merasa puas karena tuntutan mereka diterima dengan baik dan Warek III berjanji akan menindaklanjuti segera oleh pihak pimpinan. 

Dr. Idrus Ruslan, M.Ag selaku Warek III saat menemui masa aksi di depan Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung 

Demonstrasi seperti ini menjadi sebuah bentuk unjuk rasa yang dapat membantu mengubah kebijakan, yang dianggap tidak adil. Mahasiswa berhak menyampaikan kritikannya untuk kampus, agar ke depannya fasilitas dan kualitas kampus dapat lebih baik. Tuntutan pun harus dilakukan dengan bijak, agar mendapatkan manfaat dan hasil yang baik, tanpa adanya tindak kekerasan selama demonstrasi berlangsung. 

Karya: Crew UKM PersMa RI

Senin, 03 Juni 2024

24 MAHASISWA KKN SIGER BERJAYA UIN RIL HADIRI PELEPASAN KKN

 [ Berita ]

24 Mahasiswa KKN Siger Berjaya UIN RIL yang hadir dalam pelepasan KKN di Itera

Raden Intan — 24 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Siger Berjaya Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menghadiri pelepasan KKN di Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Lt. 4 Institut Teknologi Sumatera (ITERA). (Senin, 03/06/24)

Program KKN Siger Berjaya ini diadakan oleh Ir. H. Arinal Djunaidi selaku Gubernur Lampung, yang berkolaborasi dengan 5 Perguruan Tinggi di Lampung yakni UIN RIL, ITERA, Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya serta Universitas Lampung (Unila)

Ir. Fahrizal Darminto, M.A selaku Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dalam sambutannya meminta mahasiswa untuk menerapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam melaksanakan program kerja. 

“Mahasiswa sekalian, saya meminta untuk selalu mengingat tiga pokok IPM yang harus diterapkan yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan. Tiga pokok ini sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Lampung, untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tutur beliau. 

Selain dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, turut dihadiri juga oleh Prof. Dr. H. Kumaidi Ja'far, S.H., M.Ag selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyakarat (LP2M) UIN RIL, Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T selaku Wakil Rektor (Warek) Bidang Umum dan Keuangan ITERA. 

Serta Dr. Sutedi, S.Kom., M.Ti selaku Warek I IIB Darmajaya, Supraman Arif, S.Pd., M.Pd selaku Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyakarat (LPPM) Unila, 58 peserta KKN Siger Berjaya dan 342 mahasiswa KKN ITERA. 

Selanjutnya, Elma Rachel salah satu mahasiswa KKN Siger Berjaya menyampaikan harapannya. 

“Saya berharap dengan adanya pelepasan KKN ini dapat menumbuhkan jiwa semangat dan lebih bertanggung jawab lagi dari setiap individu maupun kelompok,” harapnya. 

Rep: Warta 

Editor: Cerpen

Minggu, 02 Juni 2024

SERUAN AKSI SOLIDARITAS LAMPUNG BELA PALESTINA JILID II PADA HARI LAHIR PANCASILA

 [ Berita ]

Kerumunan Masyarakat Lampung dari berbagai Ormas dan komunitas lainnya memadati Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Raden Intan — Seruan Aksi Solidaritas Lampung Bela Palestina Jilid II di gelar dengan bertepatan pada Hari Kelahiran Pancasila (01/06) dengan berbagai macam orasi pembelaan. (Minggu, 02/06/24)

Aksi yang dilaksanakan di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung pada pukul 13.00 WIB ini sebagai bentuk pembelaan masyarakat baik Lintas Agama, Lintas Suku, Lintas Tokoh, Lintas Organisasi Masyarakat (Ormas), Lintas Komunitas, Lintas Mahasiswa, dan Lintas Pelajar.

Habib Umar bin Abdul Assegaf selaku pendiri Pondok Pesantren Darus Segaf mengajak untuk saling mengirim virus DBD (Doa, Boikot, dan Donasi) 

“Mari sama-sama kita kirim kan virus DBD yaitu Doa kita setiap saat untuk palestina, Boikot semua produk-produk yang tervalidasi Israel, dan Donasi untuk kita berikan kepada warga Palestina,” serunya. 

Selain itu, orasi dalam aksi solidaritas ini juga diwarnai dengan kegiatan pengumpulan donasi yang nantinya akan disalurkan melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang kredibel. Sejumlah relawan terlihat aktif mengedarkan kotak donasi kepada peserta aksi dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
  
Ikram Afro salah seorang influencer lokal Lampung yang ikut berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini merasa bangga dengan masyarakat Lampung, terutama anak-anak muda yang ikut juga berpatisipasi dalam aksi soladaritas. Hal seperti ini menunjukan bahwa banyak masyarakat Lampung yang sadar dan peduli dengan orang-orang Palestina. 

Adapun, Yahya salah satu orang Palestina yang tinggal di Lampung merasa sangat bahagia saat melihat bendera Palestina dan bendera Indonesia berdampingan. 

 “Semoga hubungan Indonesia dan Palestina selalu tetap kuat bersaudara dan berlanjut sampai akhir dan kembali pulang ke palestina untuk mengunjungi gaza dan bertemu dengan keluarga serta teman-teman yang ada di Palestina,” ungkap Yahya

Rep: Febby dan Manda
Editor: Cerpen


KETUA KOMISI V DPRD LAMPUNG BERIKAN TANGGAPANNYA TERKAIT RUU PENYIARAN

[ Berita ]

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung sedang menanggapi terkait RUU Penyiaran
 

Raden Intan — Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memberikan tanggapannya terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran dalam acara Diskusi Publik. (Minggu, 02/06/24)

Diskusi Publik dilaksanakan di gedung Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Lt.2 ruang sidang PBA Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dalam rangka acara Milad Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa (PersMa) Raden Intan (RI) yang ke-24 pada (01/06). 

Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M selaku Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung menanggapi bahwa sebagai media seharusnya dapat lebih kompak dalam menyuarakan pembatalan RUU. 

“Saya sangat sepakat bahwa RUU Penyiaran ini paling tidak kalaupun tidak dibatalkan akan kita ditunda. Kalau kita kompak apapun bisa terjadi. Saya sarankan untuk mahasiswa dapat mengurangi eksistensi, tapi lebih menguatkan ke kompakan. Jika kompak maka aspirasi akan didengar,” tutur belian

Yanuar menambahkan bahwa DPRD jika ingin membuat sebuah peraturan harus ada naskah akademisi dari universitas. Maka dari itu, hari ini terlihat agak aneh terkait peraturan yang didemokan, padahal anggota Dewan membuat UUD tersebut dari naskah akademisi para dosen universitas. 

Selain itu, Andry Kurniawan, S.Sos selaku Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Independen (IJTI) Lampung yang juga menjadi salah satu pemantik dalam diskusi publik menyampaikan bahwa dalam mengajukan undang-undang menggunakan anggaran dari uang rakyat, namun tidak ingin membatalkan karena menyayangi uang yang telah dikeluarkan. 

“Sebenarnya mereka menyelenggarakan pengajuan Undang-undang (UU) itu  menggunakan uang rakyat dengan ratusan juta. Ketika ditolak rakyat, mereka tidak ingin membatalkan dengan alasan menyayangkan uang yang dikeluarkan. Padahal anggaran tersebut dari rakyat, seharusnya jika rakyat menolak untuk apa menyayangi uang tersebut yang mana UU tersebut telah jelas menyengsarakan hidup rakyat,” tegasnya

Tak hanya itu Dian Wahyu Kusuma selaku Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar lampung yang juga menjadi salah satu pemantik dalam diskusi publik mempertanyakan kenapa investigasi sampai masif bukan hanya tidak boleh. Apakah presiden terpilih risih dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebelumnya atau mungkin ketika kasus lama terkuak, akan mempengaruhi luka-luka lama. 

Rep: Cerpen

Editor: Enden

Sabtu, 01 Juni 2024

UKM PERSMA RI HADIRKAN KETUA KOMISI V DPRD LAMPUNG PADA MILAD KE-24

 Berita 

Andry Kurniawan, S.Sos selaku Ketua IJTI Lampung, Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M selaku Ketua Komisi V DPRD Prov. Lampung dan Dian Wahyu Kusuma selaku Ketua AJI Bandar Lampung

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa (PersMa) Raden Intan (RI) menghadirkan Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada Milad ke-24. (Sabtu, 01/06/24)

Dengan mengusung tema “Navigasi Jurnalistik di Era RUU Penyiaran dengan Peran PersMa dalam Menyuarakan Perspektif”. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Lt.2 ruang sidang PBA Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). 

Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M menyampaikan bahwa proses pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU) itu melibatkan akademik juga dalam pembuatannya. 

“Di era sekarang, mahasiswa tidak bisa lagi demo satu arah pada pemerintah. Tetapi harus bisa mengedukasi masyarakat perihal permasalahannya. Naskah akademik untuk RUU dibuat oleh akademisi. Maka dari itu jika mahasiswa ingin menyuarakan pendapat mengenai persoalan RUU, harus mengerti substansinya dulu,” jelas beliau.

Diskusi Publik ini menghadirkan 3 pemantik diantaranya Dr. H. Yanuar Irawan selaku Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dian Wahyu Kusuma selaku Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, dan Andri Kurniawan, S.Sos. selaku Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Independent Indonesia (IJTI) Lampung. 

Turut dihadiri juga oleh Sri Wahyuni S.Sos selaku Pembina UKM PersMa RI, Dr. Nurnazli, M.H selaku Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Syariah (FS) yang dalam hal ini mewakili Wakil Rektor (Warek) III,  Nanda Safira selaku Staff Ahli, Alumni, Demisioner, dan Organisasasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup UIN RIL serta Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Lampung. 

Para tamu undangan

Selain bertujuan untuk merayakan Milad UKM PersMa RI, Diskusi Publik ini diadakan untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan mengenai Navigasi RUU Jurnalistik.

Adapun, Dita Rifdhah salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini berharap semoga UKM PersMa RI ke depannya tidak takut dalam menyuarakan kebenaran.

“Harapannya semoga UKM pers se provinsi Lampung untuk tidak takut-takut dalam menyuarakan kebenaran, jangan takut di intervensi, dan menjadi UKM pers yang bermutu dan sesuai dengan etika jurnalistik,” harapnya. 

Rep: Amanda
Editor: Cerpen

Jumat, 31 Mei 2024

UKM-F LDC UIN RIL MENANGKAN LOMBA DEBAT HUKUM POLDA LAMPUNG

 Berita 

Sumber: UKM-F LDC 
Para pemenang lomba debat 

Raden Intan — Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Law Debate Comonity (LDC) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memenangkan lomba debat hukum pada acara Polisi Daerah (Polda) Lampung. (Jum'at, 31/05/24) 

Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung pada (29/05) ini merupakan perayaan untuk memperingati Hari Bhayangkara yang ke–78 Tahun 2024.

Tim UKM-F LDC UIN RIL menjuarai peringkat ke-3 dengan pesaing dari semua Universitas se-Lampung. Tim debat tersebut diantaranya 
1. Riski Saputra jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) angkatan 2021 Fakultas Syari'ah (FS) 
2. Hertina Sahara jurusan HES angkatan 2021 FS
3. Ayu Puji Lestari jurusan HES angkatan 2021 FS. 

Dr. Abdul Qodir Zaelani selaku pembina UKM-F LDC memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas kejuaraan yang telah diraih. 

“Saya sangat mengapresiasi prestasi mereka ini, semoga dapat mempertahankan prestasi dan hal ini menjadi suatu kebanggaan UIN RIL,” tutur beliau. 

Selain itu, beliau juga menyampaikan agar keberadaan UKM-F LDC dapat memberikan manfaat bagi anggota dan kampusnya, untuk mengharumkan fakultas bahkan universitas di kancah lokal dan nasional dengan meraih prestasi di bidang hukum. 

Adapun, Riski Saputra selaku salah satu anggota tim turut menyampaikan harapannya pula untuk tetap mempertahankan prestasi agar membanggakan fakultas. 

“Saya sangat berharap dengan kemenangan yang kami raih ini menjadi kebanggaan bagi kami dan FS untuk kedepannya,” harapnya

Rep: Septia 
Editor: Cerpen

Kamis, 30 Mei 2024

PSYCHOPRENEUR PSIKOLOGI ISLAM, KAPRODI: AGAR MAHASISWA PANDAI BERENTREPRENEUR

 [ Berita ]

Foto: Warta
Drs. Mohammad Nursalim Malay, M.Si selaku Kaprodi Psikologi Islam menyampaikan sambutan dalam peresmian acara Psychopreneur

Raden Intan — Mahasiswa Psikologi Islam (PI) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar acara Psychopreneur, Ketua Prodi (Kaprodi) PI mengatakan acara ini sebagai ajang menciptakan mahasiswa yang pandai berentrepreneur. (Kamis, 30/05/24) 

Acara ini digelar oleh mahasiswa PI angkatan 2021 selama tiga hari mulai 29—30 Mei dan dilaksanakan di Lapangan We Love FUSA. Dengan rangkaian kegiatan seperti Bazar Makanan, Live Music, Tari dan Fashion Show. 

Drs. Mohammad Nursalim Malay, M.Si selaku Kaprodi PI dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini yakni agar mahasiswa dapat berentrepreneur. 

“Dalam kegiatan ini adalah dari mahasiswa untuk mahasiswa, agar para mahasiswa pandai berentrepreneur serta memiliki jiwa yang kuat dan tidak mudah putus asa dalam berproses,” ucap beliau. 

Foto: Warta
Peresmian acara Psychopreneur oleh Drs. Mohammad Nursalim Malay, M.Si selaku Kaprodi Psikologi Islam beserta jajaran Dosen Psikologi Islam

Tak hanya dihadiri oleh Kaprodi PI, turut pula dihadiri oleh Dr. Ali Abdul Wakhid, S.Ag., M.Si selaku Wakil Dekan (Wadek) II FUSA, jajaran Dosen PI dan mahasiswa PI angkatan 2021. 

Adapun Ardila Heppi Maulana selaku Ketua Pelaksana berharap agar mahasiswa dapat belajar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lewat acara ini. 

“Saya berharap dengan adanya acara ini mahasiswa dapat belajar menjadi UMKM dan mengembangkan UMKM untuk dibawa ke dunia kerja nantinya,” harap Ardilla. 

Rep: Warta 

Editor: Cerpen